Saturday, 8 November 2014

Pilih Kenikmatan Abadi atau Sesaat?

Assalamu’alaikum guys! How are you? I hope you’re in good condition. Kalo gue sih bersyukur masih dalam keadaan yang menyehatkan. O iya di kota kalian masing-masing udah hujan belum? Di sini tadi hujan hloh. Yap, November memang sudah memasuki musim penghujan. Jadi selalu sedia payung ya sebelum hujan xD
          Di malam yang dingin ini gue mau share sama kalian tentang kenikmatan dari Allah. Setelah gue baca-baca gue kayak termotivasi gitu. Nah, lo udah baca judul artikel kali ini kan? Kita bahas yang kenikmatan sesaat dulu yuk. Indonesia merupakan negara dengan warga Muslim terbanyak di dunia yang diikuti oleh Pakistan, India, lalu Bangladesh. Tapi, gue nge jleb pas guru gue cerita kalo seorang ulama kondang di Indonesia saat beliau berkunjung ke Eropa berkata “Saya tidak melihat Muslim di Eropa tapi saya melihat Islam di Eropa. Sementara di Indonesia saya melihat Muslim di negeri ini tapi saya tidak melihat Islam di sini.” Lo tau apa artinya? Jadi di Eropa itu memang kebanyakan nonis tapi perilaku mereka menunjukkan aturan-aturan dalam Islam seperti menjaga kebersihan, selalu memanfaatkan waktu dengan baik, dan pantang sekali untuk berbohong. Tapi, mereka tidak beragama Islam. Yang membuat prihatin adalah di Indonesia memang mayoritas penduduk beragama Islam tapi perilaku mereka masih sedikit yang tidak menyimpang dari agama. Seperti “PACARAN”. Hal ini sudah dianggap wajar oleh anak muda zaman sekarang. Salah besar guys! Pacaran hanya akan menumpuk dosa! Pacaran nggak menjaga kehormatan. Dia yang belum sah udah lo ijinin buat menjamah. Iih ngeri. Emang ada yang bilang kalo masa muda itu harus ada hal-hal gila yang dilakuin. How’s absurd! Tapi, hal-hal gila yang hanya nikmat sementara itu apa nggak menambah dosa? Gue tau kok, bagi yang pacaran apalagi yang baru jadian pasti bawaannya seneng mulu kan? Jadi tambah rajin kan? Jadi senyum-senyum sendiri kan? Gue emang ngangenin kan? Ehh sorry salah fokus. Tapi, sadarlah pacaran itu merupakan suatu kemaksiatan. Gue juga baru tau hal ini setelah gue baca. Kenikmatan yang di dapat saat pacaran kayak romantis-romantisan, gandengan tangan, ada yang perhatian, ada yang nanyain udah makan belum, ada yang masang foto lo buat dijadiin DP. But, that just a while! Inget HR. Muslim yang ini “Barang siapa menundukkan pandangan dari kecantikan seorang wanita, maka Allah akan memberikan cahaya dalam hatinya.” Guys, remeber this one. It’s very important to remember. Menundukkan pandangan dapat membuka pintu ilmu bagi pelakunya. Allah memudahkan hamba tersebut untuk mendapatkan ilmu karena hatinya bercahaya. Tuh, hebat kan? Yuk dipraktekan. Kenikmatan yang lo dapat saat pacaran nggak sebanding dengan nikmat yang ada di surga. Ada juga yang bilang “Buanglah pacar dari tempatnya! Berhentilah dari maksiat!” ini kan malem minggu maaf ya kalo seumpama yang baru jadian pingsan gara-gara baca ini *peace. Tapi, gue serius. Pacaran itu merupakan sebuah kemaksiatan. Nah kita bandingin yuk sama kenikmatan yang abadi. Kenikmatan ini bisa lo dapetin di surga. Kalo mau dapet tiket ke surga ya maka dari itu yuk menghindari segala larangan-Nya dan menjalankan seluruh perintah-Nya. Iman yang lo punya akan menyelamatkan lo dari kehinaan. Maka, remaja yang menghindari pacaran sudah jelas memelihara imannya. Gue salut sama lo yang udah menghindari pacaran. Kebaikan yang di tanam di dunia ini bisa dipetik kelak di sana :’). Semoga kita bisa masuk surga ya guys. Aamiin... Jadi, di surga itu ada istilah bidadari surga. Nah gue juga sebelumnya nggak tau apa sih bidadari surga. Gue kepo banget akhirnya gue browsing. Ternyata bidadari surga itu gini.. Di ibaratkan bokap sama nyokap gue yaah.. Kan beliau sudah menikah. Jika memang benar tempat mereka surga (Aamiin) nyokap gue lah yang menjadi bidadari surga. Gambaran bidadari surga itu ya orangnya cantik-cantik, matanya bagus (kinclong, bulat, dan bisa menjaga pandangannya), dan kulitnya halus bersinar. Di surga mereka menjadi kembali muda hlo. Jadi, penghuni surga itu cantik-cantik sama kece-kece deh. Di surga mereka sibuk. Eiitss, maksudnya sibuk bersenang-senang. Ini serius hloh! Nah, surga kan tempat yang abadi. Subhanallah, tuh nikmat yang abadi menarik banget kan? Di surga, rumah yang ada terbuat dari mutiara. Ada juga kolam susu, anggur, dan kenikmatan lainnya. Surga merupakan gambaran abadi yang nyata. Kalo setiap orang ditanya “mau masuk surga?” pasti jawabannya mau. Kalo mau, ya maksiat ditinggalkan seperti pacaran. Belum mukhrim kok udah sentuh-sentuhan sih. Malah ada yang panggil pake “papa mama”. Bahkan ada yang sudah berzina. Nauzubillah! Kalo menurut gue cowok pengecut ngajaknya pacaran, kalo berani ngajaknya ke pelaminan dong (kalo sudah waktunya). Memang, bagi kita (teenager) jatuh cinta hal yang terasa sangat indah. Cinta memang fitrah dari Allah. Tapi, jika kita jatuh cinta pada seseorang baiknya kita pendam dalam hati. Selalu berdoa pada Allah agar kelak jodoh kita baik. Gue percaya kok orang baik pasti jodohnya juga orang baik. Jodoh itu ada tiga macam guys. Ada jodoh dari Syaitan : Berdua berkenalan, berpegangan tangan dan berbuat maksiat. Akhirnya si wanita mengandung lalu menikah. Ada juga jodoh dari jin : Seumpama seorang lelaki suka pada seseorang, tapi cintanya bertepuk sebelah tangan. Akhirnya dia ke dukun dan menikahlah mereka. Nah yang ini jodoh yang gue harapin :’) yaitu seumpama lo berdua saling berpandangan yang akhirnya menusuk kalbu *eaaa. Lo meminangnya dan dia menerima. Lalu menikah deh.

          Tuh sob, nikmat yang abadi dan sementara. Pilih yang mana? Hidup itu pilihan. Terserah lo mau milih yang mana. Kalo gue sih yang abadi lah. Gue cuma pengen pesen pada teenager, yuk nggak usah pacaran. Caranya ingatlah bakal ada nikmat abadi. Cinta kita kelak bisa abadi di surga bersama si dia. Udah dulu ya gue mau liat MU. #GGMU. May you know what I mean. Wassalamu’alaikum! 

2 comments:

Doni Jaelani said...

Endingnya ngapa jadi ngomongin bola haha

Zalfaa Azalia said...

Daripada endingnya bergalau ria :p

Post a Comment

Don't give any spam please :)

 
;