Review 04 : Bersamamu by Sienta Sasika Novel


Judul : Bersamamu
Penulis : Sienta Sasika Novel
Penerbit : Grasindo
Genre : Romance
Terbit : 2014
Halaman : 240
ISBN : 978-602-251-774-0
“Cintailah dia dengan cara yang sempurna, meski dia yang kamu cintai tak lagi sempurna.”
“Mas takut akan melupakan kamu...,” ucapnya menahan napas di tenggorokan, terasa sesak dan mencekik. Laki-laki itu bukan menangis karena takdirnya, tapi menangis karena takut akan melupakan istrinya. Di saat seperti ini pun Rama masih saja memikirkannya. Hana dan Rama saling jatuh cinta lalu menikah dan bersama selamanya-IN THE END?
Tidak!
Pernikahan bukanlah akhir dari perjalanan cinta.
Pernikahan adalah awal dari pembuktian cinta yang sesungguhnya.

Oke kali ini gue akan bahas novel yang baru aja gue baca. Judulnya Bersamamu. Sebelum novel ini dateng ke rumah gue, gue kira novel ini tokohnya para remaja-remaja yang sering berdoa supaya malem minggu hujan. Tapi ternyata gue salah, novel ini tokohnya udah pada menikah. Tapi serius guys setelah gue baca ini, hmm agak malu mengakuinya gue gagal membentengi air mata supaya nggak jatuh. Ya gimana lagi kalo ceritanya nyesek tapi banyak banget hikmah yang bisa gue ambil setelah baca Bersamamu.
Alurnya mengalir dan gue entah kenapa bisa seperti merasakan apa yang dirasakan tokoh di dalam novel ini. Alurnya jelas, bahkan gue berasa nonton film gratisan. Tokoh-tokoh dalam novel berhasil dibuat hidup oleh mbak Sienta. Penguraian kisah yang ada mampu mengaduk-aduk emosi para pembaca, termasuk gue juga sih. Setiap konflik yang ada mampu memberi amanat yang berharga.
Memang di dunia ini tidak ada yang sempurna kan? Novel Bersamamu ini sebenernya udah bagus, pake banget malah. Tapi kekurangannya masih ada typo. Gue tau jadi editor itu nggak gampang, jadi gue maklumlah. Gue aja pernah ngebayangin kalo seandainya gue jadi editor hmm susah ya. Editor dituntut mampu mengedit naskah para penulis supaya menjadi apik. Kalo enggak ya nanti yang disalahin editor. Eh kok malah jadi curcol gini sih. Tapi typo di sini nggak terlalu banyak kok. Seperti kesalahan pada halaman 31 kata “bekeja” kurang r dan masih ada di halaman lainnya. Dan typo yang gue temui ya gitu-gitu, pasti kurang satu huruf. Tapi, novelnya teteup keren bangett!
Kutipan yang paling gue suka ada di halaman 41 :
“Kalau perempuan tidak mau ke dapur, jangan salahkan suamimu kalau nanti ada dapur lain untuknya.”
Jadi gini guys setelah gue baca sampe habis ada pelajaran yang amat sangat berharga yang gue dapetin. Jujur aja gue cuma bisa masak mi instan sama telur. Yang paling gampang roti bakar ya iyalah tinggal masukin terus nunggu mateng. Nah nanti gimana dong seandainya kelak gue cuma bisa masak gitu-gitu aja. Gue mau jadi perempuan yang bertanggung jawab dan terampil gitu. Ah pokoknya setelah UN gue pengen diajarin masak sama nyokap gue.
Pesan terdalam yang bisa gue ambil yaitu cintailah seseorang kalo lo udah ada ikatan sama dia (nikah). I mean, di novel ini ada suatu bab yang menceritakan kalo Hana yang udah nikah hampir aja balikan sama mantannya, maaf spoiler dikit yak. Nah ngeri kan. Kisah selanjutnya mending lo baca sendiri deh. Nah itu adalah salah satu alasan gue kenapa gue sangat menghindari pacaran. Gue nggak mau cinta gue terbagi-bagi buat mantan. Kan mengenaskan kalo seumpama ada mantan yang dateng ke acara pernikahan dan nangis sesenggukan karena nggak ikhlas. No way! Gue pengen hati gue, gue jaga hanya untuk satu orang yang kelak akan menjadi imam gue. Gue percaya cinta yang suci dan tulus akan mendapat kebahagiaan dari Allah. Jadi buat para single harusnya kalian bersyukur karena nggak akan ada kata galau, sakit hati, cemburu, duit habis buat traktir pacarlah. Nikmati hidup ini dan jagalah hati lo buat mencintai satu orang saja “kelak” pas udah waktunya.
Ah, novel ini juga memperingatkan gue kalo “besok” udah nikah ya setia dong. Jaga perasaan pasangan meskipun dia tak lagi sempurna. Cinta bisa menjadi sempurna saat kita mengerti satu sama lain. BIG thanks buat mbak Sienta yang memberi pesan teramat dalam. Makasih juga tanda tangannya. Ah recommended banget nih novelnya! Satu kata untuk Bersamamu “INCREDIBLE”

Read from February 21 to 24, 2015.
3,9 of 5 stars.


Comments

Post a Comment

Don't give any spam please :)

Popular posts from this blog

Lelaki Sholeh Idaman Surga

Ketika Seorang Muslim dan Muslimah Jatuh Cinta

Pengalaman Menggunakan Sebuah Cadar