Friday, 20 November 2015 31 comments

Perjalanan Hijrahku Part 3

Well, artikel kali ini lebih tepatnya curahan pikiran seorang blogger labil yang tak menentu suasana hatinya. Ditambah hujan yang memberikan suasana magis. Ah, sudahlah.. Tapi jujur aja, setelah gue nulis hati gue jadi plong gitu. Menulis adalah salah satu cara yang paling ajib buat mengobati galau versi gue.
Nah jadi gini.. Gue mengetahui kenyataan yang membuat remuk hati gue saat itu. I juts felt it. I don’t know how, I don’t why. Yeah, I just did. How fool? Ck! Nah gue mengetahui kenyataan itu saat gue mengikuti kegiatan 17-an beberapa bulan yang lalu. Hmm, flashback starts..
Tia salah seorang temen gue, menemani gue mengikuti kegiatan sepeda santai dalam rangka memperingati HUT RI ke 70 tahun. Dia berceloteh tentang sekolahnya, perasaannya, dan juga keadaan adik-adiknya. Gue pun juga melakukan hal yang sama kecuali perasaan gue. Rumah kami tidak terlalu jauh. Tapi, gue jarang keluar rumah. Jadi kami jarang bertemu dan ini kesempatan yang berharga bisa ngobrol dengan tetangga secara akrab. FYI, Husein juga ikut dalam kegiatan ini. Lagi-lagi, gue nggak sengaja papasan sama dia.
Setelah kegiatan selesai, Tia mengajak gue untuk makan soto. Maklum, kami belum sarapan. Perut gue saat itu keroncongan. Mungkin temen gue denger jadi diajakin makan deh. Nah setelah acara makan-makan selesai, dimulailah sebuah kisah yang membuat lubang besar di hati ini kala itu.
Saat itu Tia banyak berceloteh dan gue lebih banyak mendengarkan. Entah kenapa topik yang dibicarakan Tia menuju ke arah Masjid Al Hidayah. Dari penilaian gue, dia juga kagum dengan seorang ikhwan berkacamata. Dan lo tau sosok itu Husein! Yeah, seorang pria berkacamata yang membuatnya tampak dewasa. Kurang lebih saat itu temen gue bilang “Za, lo tau nggak anak pondok di situ yang pakai kacamata? Orangnya keren juga keliatan kalem gitu ya! Alim lagi!” saat itu gue cuma tersenyum dan dalam hati gue tau kalo yang dimaksud adalah Husein. Tia melanjutkan omongannya “Yeah, tapi sayang dia udah punya pacar.” JLEB! Satu kalimat tragis itu membuat hati gue panas. Ini serius, gue sedih.
Gue berusaha membuat raut wajah gue sebiasa mungkin dan gue menimpali “Masa?” Tia pun menjawab “Iyup, pacarnya anak guru ngaji lo sewaktu dulu.” Rasanya saat itu perih banget. Gue mati-matian buat nyembunyiin rasa amarah, sedih, kecewa, dan juga kesal terhadap Husein. Gue nggak tahan saat itu dan gue pamit pulang duluan.
Di rumah gue langsung meluapkan emosi gue. Untung saat itu di rumah ga ada orang. Gue langsung menuju kamar dan mengunci diri. Barang-barang yang semula tertata rapi menjadi berantakan hanya dalam hitungan menit. Gue bingung harus kepada siapa gue menyalahkan.
Untuk memastikan info yang diberikan temen gue, gue langsung buka laptop dan mengorek informasi sedalam-dalamnya. Gue tau nama orang yang disebut-sebut sebagai pacar Husein. Langsung aja gue stalk akunnya. Gue lihat status hubungannya yang ternyata single. Namun, saat gue melihat-lihat fotonya.. Hmm. Maybe that’s right. Mereka berada dalam sekolah yang sama dan di dalam foto-foto itu mereka terlihat sangat akrab.
Seketika itu bayangan gue tentang Husein yang alim dan nggak pacaran segera menguap. Gue sedih. I felt hurt so deep so much in myself. Sedih, kecewa, marah, jengkel, pengen gigit orang, pengen lempar tante-tante jail pake sepatu. Semuanya campur aduk jadi satu. Ini bener-bener hal yang buruk dan gue menyesal banget. Entahlah, untuk apa penyesalan itu sebenarnya. Saat itu semangat gue mulai agak memudar.
A Quote from Imam Syafi'i
Gue jadi teringat kutipan Imam Syafi’i yang memang benar dan sudah terbukti. Gini “Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya.” JLEB!
Mungkinkah Allah cemburu sama gue? Duh, gue saat itu merasa terharu. Allah begitu menyayangi hambaNya. Dan gue sadar betul dari awal gue lah yang salah. Saat itu sih hampir seminggu gue masih belum bisa menerima kenyataan pahit itu. Tapi, setelah gue baca-baca artikel Islami, gue bangkit perlahan. Nyokap gue pun sampe heran kok gue berubah-ubah. Pas lagi semangat, semangat banget. Tapi, kalo hati udah sakit semuanya pasti juga ikut loyo. Alhamdulillah, Allah menunjuki gue saat gue baca sebuah hadist..

TO BE CONTINUED..
Readmore → Perjalanan Hijrahku Part 3
Friday, 13 November 2015 24 comments

Lelaki Sholeh Idaman Surga

Halo ukhti wa akhi fillah. Udah pada baca surah Al Kahfi belum? Hayo, yang belum baca buruan dibaca gih sebelum matahari tenggelam. Yang penting lo nggak ikut tenggelam ke masa lalu. Eh jangan baper. Kali ini, gue akan bahas tentang model cowok yang sholeh. Ayo kita bahas.
Nah, gue tanya ke lo dulu. Lo kalo naksir sama seseorang karena apa? Pasti yang pertama karena kecakepannya kan? Maybe like that, right? Gini, cowok ganteng itu memang banyak lho, tapi yang bagus akhlaknya langka. Mencarinya susah seperti mencari jarum di hidung buaya. Lo, yang pernah berjuang buat dapet cowok ganteng pasti nggak mudah dan yang lebih mengenaskan (biasanya) kalo dia udah bosen lo ditinggal dan cari cewek yang lebih popular, cool, and better than you. Sakit kan?
Gue sendiri nggak berharap buat dapetin cowok yang rupanya sebagus Nabi Yusuf AS. Gue nggak mau kalo suatu hari gue udah menemukan yang halal, dia sering jadi perhatian para cewek. Atau yang hobi selfie. Idih, no way! Gue ga suka cowok yang narsis. Sama aja dia ngumbar-ngumbar ketampanannya buat ngundang jerit histeris kaum hawa. Pokoknya besok gue berdoa supaya si dia yang tertulis di Lauhul Mahfuz bukanlah cowok narsis dan tidak suka jadi perhatian kaum hawa. Gue butuh, lelaki yang bisa menundukkan pandangannya dan menyimpan kasih sayangnya hanya untuk gue. Ga ganteng-ganteng amat gapapa, karena rupa yang tampan hanyalah tampilan luar yang terkadang menipu. Terus biasanya cowok ganteng tuh sulit buat setia. Karena dengan mudah, jika dia putus dia akan gampang mencari pengganti. Kalo gue sih, yang penting agama dan akhlaknya. Tapi, ga semua cowok ganteng kayak gitu sih. Tapi gimana, lo masih memilih seseorang hanya karena ketampanannya? Hmm, Allahu yahdik.
Be careful girls. Nah terus yang cowok pasti bertanya “Terus gue harus gimana supaya bisa jadi cowok sholeh idaman surga?” Oke deh, gue akan share ke kalian supaya bisa dapet bidadari dunia juga surga. Nggak ribet dan In Shaa Allah gampang kok. Yang penting niatnya karena Allah ya akhi fillah.
Pertama, lo harus bisa sholat wajib 5 waktu tanpa bolong. Kalo masih aja bolong, gue yakin emak lo pasti akan sangat-sangat histeris mengetahuinya. Dan buat lelaki yang merasa bener-bener laki, lo harus bisa sholat berjamaah di masjid. Karena ada sebuah hadist Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan dalam shahih al-Bukhari, Rasulullah bersabda “Demi Zat yang jiwaku ada di tanganNya, sungguh aku ingin memerintahkan untuk sholat dan dikumandangkan adzan. Kemudian aku perintah seseorang untuk mengimami sholat, lalu aku pergi melihat orang-orang dan membakar rumah-rumah mereka.” (HR Bukhari) Tuh Rasulullah SAW sudah mengingatkan elo wahai kaum lelaki untuk mendirikan sholat berjamaah di masjid. Ayo yang masih muda dan sehat, jangan sia-siakan masa-masa itu. Yuk update iman ke masjid.
Kedua, lo harus bisa menundukkan pandangan saat liat cewek cantik. Bagi lo yang masih jomblo, lo harus inget kalo si dia juga baru memantaskan diri untuk lo. Jadi, nggak adil donk kalo lo masih lihat cewek-cewek seenak lo. Awas zina mata! Ayo cus liat ke Surah An Nur ayat 30 yang berbunyi “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”
Nah selanjutnya, jaga lisan dan hati lo. However, hearts are wild creatures so that’s why our ribs are cage. Seumpama, lo nggak sengaja liat cewek cantik di deket lo. Jangan sampai lo menggodanya. Nah hati kudu dijaga. Kalo lo menyukai seseorang, tahan dulu. Ya kalo dia jodoh lo. Kalo bukan? Buat mengobati galau, lo bisa baca Al Qur’an. Qur’an is the only book without any mistakes. OIYA COWOK SHOLEH JUGA GABAKAL NGAJAK LO PACARAN. Karena sudah jelas kalau pacaran dilarang dalam agama Islam.
Gitu deh tips dari gue. Bagi kalian yang masih single, gue cuma pengen mengingatkan kalo lo milih pasangan suatu hari jangan karena hanya ketampanan/kecantikan, harta, jabatan, dan hal-hal duniawi lainnya. Tapi, pilihlah seseorang yang mencintai Allah dan bagus akhlaknya. In Shaa Allah, cinta lo bakal abadi sampe surgaNya. Jadi, siapa yang mau masuk surga sama pasangannya kelak? Barakallahu fiikum ya guys.. Semoga suatu hari besok kita bisa berjumpa ya di surgaNya :’) Aamiin

Readmore → Lelaki Sholeh Idaman Surga
Sunday, 8 November 2015 21 comments

Perjalanan Hijrahku Part 2

Oke, gue akan melanjutkan kisah gue yang sempet terputus kemarin. Bentar gue mau cerita sebentar. Kenapa ya akhir-akhir ini badan gue cepet lemes? Nggak enak tau rasanya. Hmm.. Yuk lanjut yang kemarin
Gue pun mulai mengubah fashion gue. Dulu, gue hobi banget pake celana jeans juga kemeja yang digulung sehingga lengan gue terlihat. Juga gue nggak pernah ketinggalan update tutorial hijab terbaru. Namun, saat gue baca di group Islami di WA, itu semua salah. Gue mulai mengganti pakaian gue dengan gamis, rok, juga memakai kemeja yang tidak digulung. Gue juga mulai membeli hijab syar’i. Saat itu gue baca juga kalo telapak kaki adalah aurat sehingga gue pun kalo keluar rumah juga pake kaos kaki.
Tetangga gue awalnya tercengang dan menatap gue dengan aneh. Secara, biasanya kalo gue keluar rumah gue pake kaos santai dan juga celana jeans selutut. Pertanyaan mereka aneh-aneh. “Mbak Aza, mau jadi ustadzah ya?” “Mbak, kok panas-panas gini pake kaos kaki sih!” sampe “Za, sekarang kok jadi kayak gini sih?” awalnya gue mau nyerah aja, tapi Alhamdulillah Allah meneguhkan hati gue. Gue menjawabnya dengan senyum dan nada bicara yang nggak terkesan tersinggung.
Gue yakin betul ada semacam magnet pada diri Husein yang membuat gue semakin terinspirasi darinya. Gue pun mulai belajar memasak makanan yang enak-enak. Masakan gue yang pertama bernama bitterbalen. Gue dapet resepnya dari buku resep memasak milik nyokap gue. Mm.. Rasanya not bad lah hihi. Saat itu gue mikir, kalo gue nggak bisa masak mau dikemanakan kalo calon imam gue kelaperan. Bisa sih beli di luar tapi kan lebih bangga kalo gue yang masak. Gue pun meminta bantuan nyokap gue.
Saat itu juga gue menjadi bangun lebih awal. Pokoknya efek yang diberikan Husein membuat gue lebih semangat dalam mengerjakan apa pun. Dan gue juga sudah mengikuti ilmu parenting melalui WhatsApp. Group yang gue ikuti namanya lucu “Permen CIDIS” yang singkatannya adalah persiapan menjadi calon istri dan ibu sholihah. Lo pasti ngakak kalo tau gue ikut group gitu-gituan. Tapi, ya gue mau menjadi orang yang bener-bener mateng kalo Allah mempertemukan gue dengan si dia kelak.
Oiya group yang gue ikuti nggak hanya membahas soal ilmu parenting lho. Tapi ada juga lainnya. Jadwalnya kayak gini. Hari Senin ada ilmu parenting. Selasanya menceritakan tentang shahabiyah. Shahabiyah itu artinya sahabat perempuan Nabi Muhammad SAW yang benar-benar menginspirasi. Rabunya ada ilmu tentang pernikahan. Gue selalu baper saat baca materi hari Rabu. Kamis sampai Jum’at di share tentang fiqh wanita. Sabtu sampai Minggu group itu hening materi. Dan di group itu gue termasuk member yang tergolong masih muda banget.
Hari demi hari berlalu dan nyokap gue keheranan kenapa gue bisa berubah kayak gitu.
“Za, kamu kenapa? Kemarin dapet mimpi apa?” tanya nyokap gue suatu hari.
“Hloh, emang kenapa Ma?” tanya gue pura-pura nggak tahu.
“Kok akhir-akhir ini jadi lebih rajin gitu sih. Dulu, kamu males-malesan kalo udah berhubungan sama urusan masak. Tapi, sekarang?” Nyokap gue saat itu terlihat keheranan.
Gue hanya tersenyum dan menjawab “Nggak apa-apa ma. Doain aja supaya aku bisa istiqomah kayak gini. Mama juga seneng kan liat perubahan aku?” dalam hati, gue berterima kasih pada Husein yang telah mengubah semuanya.
“Iya sih, tapi jilbab kamu sekarang kayaknya kebesaran deh. Nggak cocok buat seumuran kamu. Nggak modis gitu.”
Gue hanya tersenyum dan menjawab kalo itu salah satu kunci untuk mencapai surgaNya. Nyokap gue nggak ambil pusing. Pertamanya sih beliau masih belum bisa menerima hijab gue yang syar’i dan memakai kaos kaki kalo keluar rumah. Bokap gue sih biasa-biasa aja. Tapi, Alhamdulillah Allah membuka hati nyokap gue.
Semuanya terasa indah saat itu. Gue semakin deket sama Allah dan gue nggak pesimis untuk memantaskan diri untuk pemuda sholeh idaman surga. Semuanya berjalan sangat-sangat lancar. Tapi, suatu hari gue mengetahui kenyataan yang nggak bisa gue terima. It hurts me so much and I never mind about it. Kenyataan yang pahit pun gue temui. Kenyataan yang mengobrak-abrik hari gue saat itu.
TO BE CONINUED..
Readmore → Perjalanan Hijrahku Part 2
Thursday, 5 November 2015 23 comments

Perjalanan Hijrahku Part 1

Assalamu’alaikum antum wa antunna. Akhir-akhir ini rasanya sumuk banget ya. Di daerah gue tinggal udah ada mendung eeh tapi hujannya masih enggan buat turun. Entah kenapa, gue jadi kangen hujan. hujan mengingatkanku akan sebuah kenangan indah yang tersirat dalam waktu. Eh, kenapa jadi kayak gini? Salah fokus kan. Oke, kali ini gue pengen cerita sama kalian tentang hijrah. Hijrah itu apa? Yuk disimak..
Berhijrah Yuk ^-^
Singkatnya, hijrah itu perubahan menuju kebaikan. Hijrah yang akan gue bahas kali ini adalah hijrah untuk menggapai cinta-Nya. Ini adalah kisah gue yang mencoba untuk menjadi seseorang yang lebih baik.. Hmm, susah memang tapi kenikmatan akan hijrah bisa lo rasakan kalo udah mengalami.
Gue terlahir dari keluarga yang biasa-biasa aja dalam hal agama. Nyokap bokap gue ga terlalu berlebihan dalam agama. Tapi, beliau nggak pernah lupa mengingatkan gue untuk selalu sholat lima waktu. Amalan sunah yang diajarkan ke gue pun hanya sebatas puasa Senin Kamis. Kata bokap gue kalo bisa rutin udah bagus.
Hijrah gue bermula saat nenek gue mengajak gue untuk mengikuti acara pengajian yang diadakan rutin setiap hari Minggu di gedung IPHI deket Masjid Al Hidayah. Di samping masjid itu ada bangunan yang digunakan untuk panti anak yatim. Dulu, saat gue nggak begitu mendalami indahnya islam, memang saat sekolah gue memakai kerudung tapi saat gue di rumah lepaslah kerudung itu.
Nah, awalnya gue ogah-ogahan buat ndengerin kajian yang menurut gue cuma bikin ngantuk dan tambah baper eh salah maksud gue tambah laper. Dengan paksaan nyokap, gue menjadi tukang ojek langganan nenek gue. Yang mana tugas gue adalah mengantar dan menjemput beliau setelah selesai dari acara pengajian.
Lama-lama gue capek kalo disuruh bolak-balik. Belum lagi saat menunggu nenek gue keluar dari gedung IPHI yang terkadang lama. Gue pernah hampir ketiduran karena kelamaan menunggu. Hingga suatu hari, sedikit hidayah mulai menyusup ke hati gue. Gue, akhirnya mengikuti acara pengajian tersebut. Saat itu juga pakaian gue berubah menjadi syar’i karena berada di lingkungan yang syar’i pula.
Saat memasuki gedung tempat pengajian gue kaget. Ternyata banyak juga orang yang seumuran gue. Tapi, mereka cowok semua. Gue baru ngeh ternyata pengajian yang gue ikuti dikelola oleh anak-anak yang tinggal di panti tersebut. Gue pun duduk bersama dengan ibu-ibu dan nenek-nenek. Gue seneng bisa jadi paling muda diantara mereka wkwk. Mereka pernah muda tapi gue belum pernah tua.
Saat itu sang Ustadz menyampaikan materi tentang kematian. Betapa ngeJLEBnya hati gue saat mengetahui betapa dahsyatnya sakaratul maut itu. Gue pun sadar akan kesalahan yang selama ini gue lakukan. Gue segera memperbaiki kebiasaan buruk gue yaitu dalam hal berkerudung. Gue nggak mau buka tutup kerudung gue. Karena kerudung bukanlah seperti jalan ke puncak yang kadang dibuka kadang juga ditutup.
Minggu berikutnya gue ikut lagi. Dan begitu seterusnya. Dan inilah awal kisah hijrah cinta gue. Saat itu gue nggak sengaja melihat seseorang yang gue tebak lebih tua setahun dari gue. Saat itu entah kenapa kayak ada rasa aneh gitu. Gue segera menundukkan pandangan gue dan beristighfar. Dia juga terlihat melakukan hal yang sama. Saat itu jantung gue kayak musik disko yang jedag jedug susah terkendali.
Saat sampe ke rumah gue selalu kepikiran tentang dia. Dia termasuk salah satu anak yatim yang mengurus pengajian tersebut. Mungkin, gue menaruh hati padanya. Karena setahu gue saat gue pertama kali masuk banyak cowok seumuran gue yang pandang sana pandang sini. Kecuali si dia yang baru aja gue tatap. Gue nggak tau namanya saat itu anggap aja namanya Husein.
Nah, Husein itu cowok yang kalem dan berbeda dengan teman-teman lainnya. He could keep his iman well. I think. Probably. Hmm.. Dan mulai saat itu gue follow akun-akun islami baik di instagram, twitter, juga LINE. Gue jadi lebih semangat mendekat ke Sang Pemilik Hati karena mengetahui bahwa Husein sosok yang alim dan gue ingin memantaskan diri untuknya.
Saat itu gue baca di timeline LINE kalo lelaki yang baik diperuntukkan untuk perempuan yang baik. Lo kalo mau tau baca aja di QS. An Nur ayat 26. Juga ada hadist yang pernah gue baca “Seorang wanita dinikahi karena empat hal : hartanya, nasab keluarganya, kecantikan dan agamanya. Maka pilihlah yang baik agamanya, niscaya engkau akan beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim) juga ada hadist yang menyatakan kalo sebaik-baik perhiasan di dunia adalah perempuan sholehah. Hadist yang diriwayatkan Imam Muslim itu semakin membuat gue semangat.
Gue semakin kagum atau entah rasa apa ini namanya setelah tahu kalo Husein selalu rajin sholat 5 waktu ke masjid saat liburan (baca : termasuk Subuh). Dan yang gue denger, dia bisa khatam Al Qur’an lima kali saat bulan Ramadhan. Mashaa Allah calon imam idaman bukan?
Husein mengubah segala hal dalam hidup gue. Saat itu pun START hidup yang sesungguhnya baru dimulai...
TO BE CONTINUED..
Readmore → Perjalanan Hijrahku Part 1
 
;