Ketika Seorang Muslim dan Muslimah Jatuh Cinta

           Baru baca judulnya aja udah semangat banget yak? Haha, gue maklum kok para jomblo sampai halal yang tetep istiqomah. Nah, gue mau bahas nih gimana sih sikap yang bener saat seorang Muslim dan Muslimah jatuh cinta. Duh, apalagi kalo masa-masa remaja kayak gini. Cinta tuh jadi hal yang sesuatu banget.
            Jatuh cinta tuh nggak salah karena sejatinya cinta merupakan fitrah dari Allah, so kita harus bersyukur karena masih bisa jatuh cinta pada lawan jenis. Namun, tergantung kita menyikapinya gimana. Jangan sampai ya tergoda oleh rayuan setan yang mana hal itu hukumnya haram tapi dijadikan indah dan target utamanya adalah remaja yaitu PACARAN.
            Ngenesnya, remaja di Indonesia banyak yang menganggap pacaran itu hal yang boleh-boleh aja. Bahkan ada yang berkedok pacaran Islami, Astaghfirullah. Emang ada ya dalam Al Qur’an dan hadist yang nyuruh kita pacaran? Nggak ada! Itu cuma akal-akalan aja. Rasulullah Muhammad SAW bersabda “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidah halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga diantara mereka kecuali apabila bersama mahramnya.” (HR Ahmad no 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadist ini shahih dilihat dari jalur lain) nah maka kalo ada orang yang bilang “Ah, ilmu agama gue kan kuat nggak mungkin lah gue ngapa-ngapain dia.” Jadi gini seumpama lo berdua dengan pacar, lo berdua imannya kuat tapi setan tuh pinter ngegoda manusia. Kalian sama-sama suka, tempatnya sepi, bisa ngapa-ngapain sesuka hati. Nah, kalo ujung-ujugnya nggak bermaksiat apalagi?
            Maka dari itu Allah berfirman dalam Surah Al Isra’ ayat 32 “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” Mendekati aja dilarang, apalagi doing this with passion and full of proud feeling. Pacaran kan mendekati zina, jelas dilarang agama. Belum mukhrim udah panggil pake kata-kata mesra, sentuh menyentuh udah jadi hal yang wajar, makan berdua di tempat umum malah bangga Naudzubillahi min dzalik..
            Lo tau nggak sih siksaan seseorang yang bermaksiat di neraka kelak? Gue merinding saat baca-baca artikel tentang neraka. Suara neraka jahanam tuh bikin merinding bahkan Malaikat yang bertugas di dalamnya. Semua orang yang berada di dalamnya nangis sampai air matanya habis dan mohon ampun sama Allah supaya bisa keluar tapi kan udah terlambat. Mereka merintih, menjerit, serta melolong seperti keledai yang meringkik keras. Harta yang mereka kumpulkan, kepopuleran, kecantikan, ketampanan, dan lainnya nggak berguna sama sekali di akhirat kelak. Cuma keimanan dan ketaqwaanlah yang bisa menyelamatkan.
            Nah, bayangkan sejenak tentang dahsyatnya api neraka. Api di dunia nggak ada apa-apanya sama api yang super duper panas maksimal di neraka. Masihkan kita menyepelekan perintahNya? Masih bangga bermaksiat dan menyalahi aturanNya?
            Jatuh cinta boleh kok asalkan lo nggak berlebihan. Jangan sampai rasa cinta lo ke seseorang melebihi rasa cinta lo ke Allah. Allah juga mencemburui hati yang berharap selainNya lho. Kalo lo suka sama seseorang, sebut namanya selalu dalam setiap doa. Kalo lo bener-bener berharap supaya bisa jadi pasangannya, rayulah Sang Pemilik Hati di sepertiga malam agar kalian dapat bersatu dalam ikatan yang halal (nikah). Jangan coba-coba pacaran, hal itu udah maksiat nambah karat di hati pula. Ntar kalo putus ngadu sama Allah dan bilang “Ya Allah kenapa cobaan ini berat sekali” sambil nangis dan muter lagu galau. Ntar galau always mode on ckck..Itulah akibat dari perbuatan ngeyel.
            Setiap manusia punya rasa cinta yang mesti dijaga kesuciannya. Cinta itu bukan mainan apalagi gorengan. Cinta karena Allah lah yang benar-benar bisa langgeng dunia akhirat. Rasulullah Muhammad SAW bersabda “Di sekitar ArsiNya ada menara-menara dari cahaya, di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya, wajah-wajah mereka pun bercahaya. Mereka bukan para Nabi dan syuhada pun iri kepada mereka.” Ketika para sahabat bertanya siapa mereka, Rasulullah menjawab “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, saling bersahabat karena Allah, dan saling berkunjung karena Allah.” (HR Tirmidzi) Mashaa Allah, kapan gue bisa ngobrol bareng dengan nama yang tertulis di Lauhul Mahfuz sambil bincang-bincang seputar ilmu agama bareng, oke ini mulai menghayal lagi. Lupakan.
            Untuk para Muslim cowok sejati, kalo lo nggak ada niat buat nikahin seorang perempuan jangan berani-berani lo ngasih kode ke dia! Asal lo tau, cewek tuh gampang GRnya. Baru aja di like foto instagramnya, padahal lo nggak ada feel apa-apa tapi mereka bisa berpikiran dengan daya hayal masing-masing. Kecuali kalo lo udah niat buat nikahin si cewek, lo bisa ta’aruf sama dia. Ta’aruf tuh beda sama pacaran! Nggak ada yang namanya ta’aruf sampai bertahun-tahun, keburu band rebbana nyanyi lagu metal.
            Teruntuk Muslimah yang berharga, kita nggak boleh dikit-dikit GR. Dan kalo kita jtuh cinta, adukan semuanya pada Allah. Keluarkan semua rintihan lo di sepertiga malam. Sang Maha Cinta sangat-sangat mencintai kita. Buktinya dalam Al Qur’an ada surah An Nisa juga Rasulullah SAW menyebut ibu tiga kali, dan kita diperintahkan berhijab. Jadi, kita nggak perlu repot-repot  menyikapi cowok kurang kerjaan yang hobinya modus mulu. Tapi, kalo kita udah waktunya dan ada cowok sholeh melamar, segera sholat istikharah dan kalo udah mantep langsung ACCEPT aja. Karena cowok sholeh tuh limited edition di zaman android ini.
            So, yang masih pacaran segera putusin aja. Kalian nggak mau kan sama-sama menambah dosa? Ada dua jalan bagi lo yang berpacaran. Pertama, kalo udah mantep segera akhiri hubungan haram itu dengan nikah. Dengan nikah karena Allah, semuanya berbuah berkah dan bernilai ibadah. Kedua, kalo lo masih anak-anak berseragam segera putusin dan minta ampun kepada Allah. Ikhlaskan dia pergi. Kalo udah waktunya temui dia, dan segera bawa rombongan keluarga hihi..
            Yuk galakkan gerakan Indonesia tanpa pacaran. Kan dalam Islam nggak ada anjurannya. Yang bener tuh simple banget yaitu ta’aruf, khitbah, dan walimah. Terus jadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah di dunia sampai akhirat. Aamiin. Postingan ini ditulis dengan setulus hati untuk para remaja-remaja Muslim yang dirundung cinta atau sedang jatuh cinta. Gue nggak bermaksud menggurui, kan sesama Muslim harus saling mengingatkan bukan? Inget, dunia tuh sementara yang kekal tuh di akhirat nanti. “Kurangilah kesenanganmu pada dunia, agar berkurang kedukaanmu di akhirat.” (Imam Syafi’i).  Allahu yahdik. Semoga kita bisa jadi pemuda yang dirindu surga. Aamiin

Hijab Menyejukkan Hati



           Assalamu’alaikum semua! Duh, baru aja mau nulis kenapa kaki gue kesemutan. Hmm, bisa dibilang gue liburan berasa keliling dunia. Serius? Yep, tapi ngga real. Bahkan kemarin gue baru aja ke Pontianak sama Amerika. Seriusan, but via my imaginary sih *plaak. Ya, gue bisa dibilang liburan masa-masanya hidup sama novel. Tapi, seru lho. Ada delapan stok novel untuk liburan kali ini. Hihi, ada yang punya sendiri ada juga yang minjem. 
            Ayo siapa yang mau ke surga? Yang mau, senyum dulu donk sambil bilang “Assalamu’alaikum Zalfaa” Haha. Nah salah satu kunci ke surga adalah dengan berhijab.
Ada yang udah tau berhijab syar’i yang bener tuh gimana? Yang jelas kerudungnya lebar dan menutupi dada plus nggak semrawang (tipis) percuma kalo pake hijab tapi rambutnya masih keliatan ck. Nah pakaian yang dipake juga nggak boleh ketat dan harus longgar supaya lekuk tubuh nggak terlihat yang mana hal itu bisa mengundang fitnah juga zina mata bagi kaum adam.
            Nah, kenapa sih kita harus berhijab? Pertama, hal ini merupakan suatu KEWAJIBAN. Hal ini terdapat dalam QS Al Ahzab ayat 59 (Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri orang-orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.) Hal ini juga diperintahkan dalam QS An Nur ayat 31 lho.
            Gue pernah tanya ke guru agama gue gimana sih hukumnya memakai hijab, juga apakah berdosa bagi orang yang tidak mengenakannya. Jawaban beliau simple bin ajaib. “Hukum mengenakan hijab seperti sholat.” Gue yang daya dongnya biasa-biasa aja lantas bertanya “Jadi, dosa ya orang yang tidak mengenakannya?” Beliau hanya tersenyum dan menjawab “Kamu coba pikir, kalo kewajiban berhijab sama dengan kewajiban untuk menunaikan sholat”
Kedua, saat lo lewat di depan mas-mas nggak dikenal, lo ga bakal digodain. Hmm ini kisah gue. Saat itu gue nggak sengaja lewat di jalanan yang mana banyak banget pemuda gagal gaul. Mereka ada yang disemir rambutnya tapi malah keliatan kayak turis gagal nemu angkot, nggak match deh. Ada juga yang pake anting kayak tante-tante yang udah berumur. Yang jelas gerombolan ini anak-anak kurang kasih sayang orang tua.
            Saat itu gue deg-degan. Ndredek saat gue lewat. Tapi, salah satu dari mereka malah bilang ke gue “Assalamu’alaikum mbak!” gue menjawabnya tanpa menoleh dan langsung melewati jalan itu buru-buru. Tuh, kita malah bisa dapet doa dari orang yang nggak dikenal.
            Ketiga, supaya mudah dikenali. Ehem, jadi gini Rasulullah Muhammad SAW bersabda “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.” (HR Abu Dawud) Nah dengan berhijab kita bisa menunjukkan identitas sebagai Muslimah.
            Selanjutnya, jadi tameng diri dari hal-hal negatif. Contoh, gue yang sekarang udah berhijab jadi lebih hati-hati di mana aja. Sebisa mungkin harus bertutur kata lembut juga melakukan perilaku-perilaku baik. Gue berpikiran aja “Masa sih Muslimah gitu” gitu di sini di artikan sebagai hal-hal negatif. Ya, walaupun terkadang gue nyeplos Astaghfirullah.
            And many kind reasons that I can’t write one by one. Yang belum berhijab nggak usah nunggu hati lurus. Yang bener tuh berhijab dulu, masalah hati ntar menyesuaikan kok. Trust me, it works *gayaiklan. Emang bener ga bisa langsung syar’i hijabnya. Tapi kalo nggak sekarang kapan lagi? Kasian bokap lo yang menanggung dosa anak perempuan yang memperlihatkan auratnya begitu aja.
            Yang hijabnya udah syar’i semoga bisa istiqomah ya. Walau terkadang rintangan tak henti-hentinya membuat lo gundah tapi percayalah nggak ada kebaikan yang luput dari pembalasan. Allah pasti membalas lo dengan kebaikan kok.
Wahai Muslimah, lo itu begitu berharga tau nggak sih? Allah memerintahkan lo berhijab juga buat kebaikan kok. Karena Allah sayang kita. Aurat yang boleh nampak cuma wajah sama telapak tangan yang lain disimpen deh dan cuma buat yang halal aja (baca : ayah,ibu,suami,dll) Selengkapnya baca QS An Nur ayat 31.
            Eits, gue lupa. Postingan ini ditujukan buat akhwat sholihah calon bidadari surga hihi. Nah yang ikhwan ada juga kok hijabnya yaitu dengan cara menundukkan pandangan, menundukkan pandangan di sini bukan berarti nunduk terus pas lo jalan. Ntar nabrak tiang listrik dan lo meminta asuransi ke gue. Maksudnya, jagalah hati lo saat liat sesuatu yang bisa menimbulkan dosa, if you know what I mean. Apalagi, kalo bukan yang namanya perempuan. Boleh memandangnya, asalkan itu hanya wajah dan telapak tangan pluuus tanpa syahwat yak! Nah kalo ada mbak-mbak yang pake baju kurang kain, tundukkan pandangan lo dan segera lari 100 meter atau sejauh mungkin.
            Tentang hijab syar’i, hmm gimana ya. Kalo dipake tuh rasanya adem dan nyaman. Jujur, hal itu nggak mudah bagi seseorang yang hidup di lingkungan bukan pesantren atau keluarga yang agamanya joss banget. Kayak gue, kuping gue udah terlatih buat dengerin sindirian-sindiran kayak “Ih, pake kaos kaki. Fanatik amat sih.”, “Nggak modis kayak ibu-ibu.” Tips gue sih supaya bisa bertahan ya inget surga neraka aja.
            Bagi lo yang hidup di lingkungan mendukung seperti pesantren, bersyukurlah! Lo bisa punya temen banyak yang hijabnya lebar dan nggak dianggap aneh. Bahkan malah saling mendukung. Berbahagialah!
            Tapi, nggak apa. Demi meraih ridho Allah, why not?
            Wassalamu’alaikum..

LDK SMA N 3 BOYOLALI Penuh Keceriaan

          Halo semua! Malam yang berirama ya, kan hujan. Dengan ditemani secangkir hot milk coffe dan juga mite hot plate buatan gue sendiri *nggaya wkwk, gue pengen cerita sama kalian tentang LDK yaitu latihan dasar kepemimpinan. Yup, kegiatan ini rutin diadakan setahun sekali yang mana peserta acara ini berasal dari seluruh anggota organisasi entah itu Rohis, MPK/OSIS, PKS, Paskib, PMR, dan DA. Semua wajib mengikuti acara tersebut.
            Sebenernya gue paling males kalau ada acara kayak gini. Pertama, barang-barang yang dibawa pasti membutuhkan perjuangan buat bisa dapetinnya. Kedua, JAUH DARI KELUARGA. Gue paling ga bisa jauh dari keluarga gue. Entah kenapa, yang jelas gue selalu merasa hangat di tengah-tengah nyokap, bokap, juga adik gue.
            Nah acara LDK diadakan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 12-13 Desember 2015 kemarin. Gue kesel karena pemberitahuan barang yang dibawa diumumkan pada hari Jum’at. Mana sampai rumah pukul 4 sore. Gue langsung ribet buat siapin barang-barang yang dibawa hari Sabtu.
            Saat itu semua udah beres tinggal satu yak yaitu pita biru yang harus ditempel sejumlah 5 di kerudung. Gue pun membuka plastik berisi pita yang udah gue beli. Sialnya, ternyata pita tersebut berwarna ungu dan juga berbahan plastik. Gue sempet tertawa waktu itu, kenapa pas beli gue ga nyadar? Haduh apa sih yang gue pikirin waktu itu. Apa gue kepikiran ya tentang kucing gue yang hobi luluran juga spa. Tapi, kalo dipikir lagi gue ga punya kucing. Argh!
Mampus gue, pikir gue saat itu. Gue mau keluar tapi hujan lebat, jam di dinding menunjukkan pukul 20.30. Gue pun panik dan segera menghubungi semua anggota rohis yang cewek juga temen gue yang ikut LDK besok apakah masih ada sisa pita. Apes, ternyata mereka semua membeli pita dengan ukuran mepet artinya ga ada sisa. Tapi, kakak kelas gue rohis mbak Dhinda, mbak Krisma, juga mbak Frida baik hati yang mau keluar malem-malem buat nyariin pita untuk adik kelasnya yang teledor. Tapi sayang udah tutup!
Tanda Pengenal
Saat itu gue mau nyerah, tapi mengingat perjuangan gue buat bertahan di Rohis nggak gampang, yang mana dulu gue harus yakinin ortu yang sempet ngelarang gue ikut Rohis karena sesuatu, juga jadi divisi inti di situ. Alhamdulillah I found the way. Gue inget gue punya tanda pengenal saat gue jadi anggota tim Majalah Kreasi di SMP dulu. Kayak gini nih..
Nah gue potong tuh tali dan gue jadiin 10 untuk 2 kerudung. Yeah, meski kecil-kecil it’s okay lah. Akhirnya semua beres dan keeseokan harinya tinggal cuss ke sekolah. Di sekolah gue langsung gabung dengan Rohis. Dan dimulailah kegiatan itu.
Awal-awal sih cuma season dari pembina dan dilanjutkan makan-makan. Juga ada pembahasan program kerja setiap divisi untuk ke depannya. Gue kira bakal ada bintalan (dibentak-bentak senior) tapi Alhamdulillah tahun ini kepala sekolah SMA N 3 Boyolali ganti dan beliau super duper baik hati kayak peri-peri di negeri dongeng.
LDK tahun ini ga ada yang namanya bintalan, jurit malam, juga road school. Betapa senangnya diri ini. Tahun lalu pun disuruh bayar untuk konsumsi tapi tahun ini free. Biaya dari sekolah. How’s lucky us! Angkatan gue bener-bener bejo. Nah pas sampai siang hari ga ada apa-apa dan biasa-biasa aja. Tapi sorenya gue jadi sasaran.
Gapapa gue tulis di sini karena ga mungkin senior gue tau kalo gue punya blog. Gue harap juga sih dia ga baca, ga mungkin juga kayaknya, jadi amanlah. Gue duduk di depan sendiri. Saat itu MC yang bertugas berasal dari senior OSIS, tentu mereka semua hits. Ada mas itu yang pernah ke luar negeri (sebut aja mas Ak) juga mas itu yang punya kembaran (sebut aja mas Haf). Setiap organisasi udah punya yel-yel masing-masing. Gue udah semangat saat yel-yel Rohis. Tapi, mas Ak bilang gini ke gue “Dek, kamu yang semangat ya! Jangan gitu donk!” ucapnya sambil mendekat ke gue. Gue shock karena kaget waktu itu. Mas Haf ikut-ikutan “Iya dek, yang semangat!! SEMANGAT YA, SEMANGAT YA!!!” Dua-duanya semakin deket ke arah gue sambil teriak-teriak dan gue terbelalak. Gue pengen kabur. Rasanya saat itu gue mau dimakan hidup-hidup. Tapi untungnya Mas Haf bilang “Eh dia Rohis lho kak, jangan deket-deket donk! Bukan mukhrim.” Mas Ak jawab “O iya aku lupa. Maafin kakak ya dek.” Ucapnya. “Eh Rohis kok kakak. Pakai bahasa Aa’ aja.” Kalau ga salah Mas Haf bilang kayak gitu.
Berawal dari kejadian itu, saat acara makan-makan pasti gue sasarannya. Setiap acara makan Mas Ak akan bilang “Dedek Zalfaa makannya pelan-pelan banget ya.” atau saat-saat terakhir waktu makan akan berakhir “Dedek Zalfaa udah belum makannya?”, dan seterusnya. Gue yang pemalu, cuma bisa tersenyum canggung. Dan Mas Ak menyebut gue sebagai adik kelas yang kalem dan anggun. Kayaknya salah deh wkwk tapi ya semoga aja bener deh. Aamiin. Tapi nggak enak tau rasanya saat makan tiba-tiba lo jadi pusat perhatian. Huaaa...
Masuk ke hari Minggu, paginya ada acara sarapan bersama. Saat itu organisasi Rohis makan di deket tempat mic. Saat Mas Ak akan mengambil mic, dia tanya lagi ke kakak kelas Rohis “Dek, kemarin yang itu namanya siapa?” “Zalfaa mas?” tanya kakak kelas Rohis. “Oh, iya Zalfaa. Mana orangnya?” gue yang saat itu posisinya membelakangi Mas Ak langsung ditunjuk oleh kakak kelas Rohis yang tadi dan Mas Ak langsung bilang “Subhanallah.” Anggota Rohis pun tersenyum geli kecuali gue yang hanya bisa membrengut karena jadi sasaran mulu.
Seterusnya begitu. Ada aja nama gue sering disebut-sebut. Acara LDK pun selesai dan keesokan harinya gue masuk sekolah seperti biasa. Temen-temen gue entah dari Paskib, DA, OSIS, Rohis memanggil gue dedek Zalfaa dengan nada yang dibuat-buat seperti Mas Ak. Jiaah, gara-gara Mas Ak gue sekarang jadi punya panggilan Dedek. Childish banget rasanya.
Bahkan kemarin Selasa saat kegiatan outing class di Sangiran juga Keraton Surakarta gue bertanya ke guide keraton. Kenapa keraton dicat warna biru. Beliau bilang jawabnya nanti aja. Saat sesi pertanyaan, sang guide bilang “Tadi siapa yang bertanya kenapa keraton ini dicat warna biru?” gue tunjuk langit dan salah seorang anggota Paskib bilang “Oalah dedek bertanya.” Gue menoleh ke arahnya dan kembali cemberut. Juga ada temen gue yang jadi MPK “Zalfaa, kamu dipanggil dedek sama Mas Ak lucu tahu! Jadi hitz lagi. Semua jadi tahu.” Dia tersenyum puas. Gue cuma bisa jawab “Ah enggak kok.”
Temen-temen gue di kelas yang mengikuti LDK juga bilang “Eh kemarin Zalfaa ngehits lho gara-gara dipanggil dedek.” Jiaa, gue nggak menginginkan hal itu. Jujur guys, jadi hits di kalangan manusia itu bukan target gue. Bukan seberapa kita ngehits tapi seberapa bermanfaat untuk orang lain. Yang gue targetkan adalah jadi hits di kalangan penduduk langit karena Allah sering bercerita tentang gue.

Yaaah, gara-gara nulis hot milk coffe gue udah dingin. Ga jadi hot dong. Tapi mite hot plate sudah habis tak tersisa. Gitu deh LDK tahun ini yang bernuansa ceria. Selamat malam dan sampai jumpa di post selanjutnya, In Shaa Allah. Gue hanya bisa mendesah pasrah dengan panggilan dedek dari temen-temen seangkatan gue sekarang.

Be Grateful

Assalamu’alaikum teman-teman jones bin baper harapan bangsa! Eh kok ngomong gitu sih? Hmm, jadi gini maksud gue jomblo happiness bin bawa perubahan hihi. Hamasah buat kalian yang udah punya hak pilih. Gunakan hak pilih lo dengan baik ya! Pemilukada kali ini harus bisa lebih baik, terutama Pemilukada di Boyolali. Pilihlah pimpinan yang amanah. Yak, inilah akhir kisah gue dari beberapa artikel tentang hijrah sebelumnya. Sebelumnya ada yang kangen sama gue? Gue baru aja menjalankan UAS guys, jadi ngilang deh.
Yup, gue baca hadist “Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan” (HR Bukhari no. 1 dari ‘Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu) setelah gue pikir-pikir bener juga. Jadi, setelah gue berhijrah dulu Husein jadi lebih agak memperhatikan gue. Apalagi saat dia baca Al Qur’an sebelum pengajian dimulai. Masya Allah his voice very well.
Tapi, ya singkat kisah gue udah mendapatkan apa yang gue mau. Gue salah gue salah gue salah. Waste time with full of mistakes without I realize. Ya, gue udah dapet perhatian Husein tapi itu salah. Seharusnya gue berhijrah karena Allah bukan karena makhlukNya. Kalau aja gue dari awal lillah, pastilah lelah nggak akan memperdayai gue. Jadi, gue pesen sama lo bagi yang proses berhijrah sama kayak gue, berhijrahlah karena Allah jangan karena makhlukNya. 
For him.
Jangan sampai lo berharap lebih ke makhlukNya karena kenyataan yang terindah hanya akan datang dari Allah Al Wahab. Dan seperti kata Imam Syafi’i kalo lo suka sama seseorang jangan sampai lo mencintai orang yang nggak mencintai Allah. Allah aja ditinggalin apalagi elo. Kutipan-kutipan Imam Syafi’i bagus-bagus ya. Jujur, gue ngefans sama Imam Syafi’i. Gue juga berterima kasih pada Husein yang telah membuat gue seperti ini. But he doesn't have any space in my heart anymore. Jazakaakallahu khayran Husein!
Nah mulai sekarang gue menjaga suatu ruangan di hati gue. Yang mana ruangan itu hanyalah bisa ditinggali si dia yang sudah dipersiapkan secara spesial oleh Allah untuk gue. Tapi, namanya juga manusia apalagi masa-masa SMA pasti ada aja pengganggunya.
Jadi gini guys, seumpama gue mulai merasa jatuh cinta. Gue bisa menghindarinya dengan membayangkan kenyataan pahit yang bisa membuat jatuh dan sakit. Gue kalo jatuh cinta pasti segera ngomong ke diri gue kayak gini “Ya ampun Za, cinta lagi? Please stop it! Bayangkan kalo seseorang yang lo suka kalo aja dia ketemu akhwat yang lebih cantik dan sholihah lo pasti ditinggal! Belum tentu juga dia mikirin kamu Za! Jangan mudah GR deh! Cintai Allah dulu yang bener!” Aneh ya cara gue? But, that is my way to be happy without pain feeling. Yuhuuu...Merdeka..
Kalau aja, mm just imagine sih besok ada seseorang yang mengutarakan isi hatinya ke gue kalo udah waktunya. Gue pasti tanya karena apa dia mencintai gue. Karena paras? Hmm, masih banyak kok cewek yang lebih cantik nan kece badai di luar sana. Kalo dia milih gue karena paras aja, gue itu orangnya apa atuh, biasa-biasa aja, banyak banget yang lebih cantik dari gue. Atau karena harta? Gue mah apa atuh cuma dari keluarga sederhana tetapi selalu bahagia karena rasa bersyukur kami pada Allah. Atau milih gue hanya karena keturunan? Gue mah bukan keturunan raja atau konglomerat wkwk. Tapi, kalo seseorang itu milih gue karena agama gue? I WILL ACCEPT HIM DIRECTLY WITH FULL OF HAPPINESS. Ya, seseorang yang akan mencintai gue karena agama, gue akan senang dan menerimanya dengan baik.
Well I pray, besok si dia bisa membantu gue berhijrah agar bisa lebih dekat ke Sang Pemilik Hati. Dia yang membimbing gue dalam ketaatan dan tentunya bersamanya surga terasa menjadi lebih dekat. Serius, gue butuh cowok yang bagus agamanya untuk membimbing gue ke Allah.
Karena gue sendiri takut kalo besok gimana kalo gue masuk neraka. Gue seorang yang berlumur dosa juga fakir ilmu ini, apa ada jaminan untuk masuk surga? Gue takut teman-teman. Maka dari itu gue butuh seseorang yang membantu gue berhijrah. Gue pasti akan berusaha menjadi bidadari dunia juga bidadari surganya.
Cukup gitu dulu deh, oiya sebelumnya gue mau mengucapkan terima kasih untuk PPL yang udah ngajar kelas gue. Teruntuk Bu Anisa, Pak Hari, Pak Faisal, Pak Wahyu, dan Pak Thomas. Jazaakumullahu khayran. Menurut gue sih, PPL yang paling juara di hati gue ya bu Anisa. Beliau tuh sabar banget dan bahkan udah akrab sama gue. Beliau tuh ngertiin banget gimana perasaan gue wkwk. Kami berkirim pesan lewat WA dan menceritakan tentang passion kami, yap yaitu IPS! Selain itu beliau adalah orang yang sabar. Keep hamasah bu Anisa. Semoga bisa menjadi guru idaman tiap siswa yak! Aamiin.. Special thank for you.. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.