Wednesday, 19 October 2016 17 comments

Saat Menasihati

            Assalamu’alaykum warahmatullah ukhti wa akhi fillah. Apa kabar iman hari ini? Semoga kita semua bisa semakin dekat padaNya yak. Udah ga terhitung berapa lama gue ga nulis. Yang jelas selama gue masih bisa nulis, in shaa Allah gue akan terus berkontribusi di blog untuk meyalurkan pemikiran gue. Kali ini gue pengen bahas sesuatu yang sederhana tapi bermakna. Apakah itu?  Well, mengenai adab menasihati seseorang.
            Memang agama Islam mengajarkan kita untuk amar ma’ruf nahi munkar yaitu mengajak kepada kebaikan dan mencegah pada hal-hal yang mungkar (tidak baik). Termasuk menasihati sesama saudara Muslim. Emang bagus sih, kalau hati kita tergerak untuk menasihati sesama. Tapi, ada adab-adabnya juga lho, jadi ngga cuma asal ngomong doang. Nah, berikut sedikit uraian dan tips-tips dari gue saat ingin memberi nasihat pada seorang teman.
            Pernah ngga sih lo liat temen lo terus ada hal yang ngga enak di hati lo. Misalnya, temen lo habis olahraga dan tiba-tiba duduk di deket lo, terus lo mencium bau yang ngga sedap terus bilang dengan polosnya dengan innocence face “Lo belum mandi berapa hari sih? Bau ketek lo menyengat banget.” Padahal, disitu ada banyak temen lo. Apa yang terjadi? Temen lo pasti merasa sakit hati dan malu.
            Terus ada ilustrasi lagi, saat ada seseorang usai melaksanakan sholat lalu berdoa, terus dia sujud sebelum melipat mukena. Terus nyeletuk “Eh ngapain pake sujud segala habis sholat. Itu bid’ah namanya! Ga ada tuntunannya tau! Ga usah ngikutin bid’ah!” Padahal disitu masih banyak yang sholat. Hmm, niatnya dakwah tapi persepsinya nanti bisa beda. Maka saat kita berdakwah janganlah mencaci, menghina, dan berkata kasar. Pakai pendekatan yang enak aja dan liat dulu orangnya berkarakter gimana gitu.
            Nah, fenomena yang ada pada anak muda adalah berkomentar sembarangan di media sosial. Jika ada seseorang memposting sesuatu dan dengan seenak jidatnya kita berkomentar yang bisa menimbulkan perpecahan, absolutely that’s bad. Media sosial kan cuma tulisan ga ada ekspresi dan intonasi jadi sering terjadi salah paham. Bisa jadi, postingannya ga bermaksud apa-apa, tapi pikiran kita kemana-mana jadilah rangkaian huruf yang dapat melukai hati. Emang sih buat kita yang berkomentar hal itu ngga ada efeknya. Cuma ngetik terus di send. Tapi.. fyi, sosmed itu universal semua orang bisa lihat dan baca. Sama aja menjatuhkan harga diri seseorang lewat sosmed karena kata-kata lewat komentar yang kurang baik. Jadi, kalau bisa baca dulu semuanya, jangan asal komentar apalagi menimbulkan fitnah di media sosial.
            Perlu kita ketahui, segala hal kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Termasuk segala ulah kita di dunia maya. Meski pun hanya bernama dunia maya tapi apa pun yang kita lakukan di dunia maya akan dipertanggungjawabkan kelak. Kalau kata Tere Liye sih gini.
“Jauhi 5 perkara berikut di media sosial
1.      Pamer dan bergunjing tanpa disadari
2.      Marah dan kebencian tanpa sebabnya
3.      Ramai tapi sia-sia belaka
4.      Menshare dusta/fitnah begitu mudah
5.      Mengabaikan yang dekat, sok akrab dengan yang jauh (yang bahkan tidak pernah bertemu secara langsung)”
Yak, 5 poin di atas bisa dipertimbangkan. Jadi, bijak-bijak aja ya kalau menggunakan media sosial. Yuk, back to topic.
Imam asy-Syafi’i rahimahullah pernah berkata “Siapa yang menasihatimu secara sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasihatimu. Siapa yang menasihatimu di khalayak ramai maka dia sebenarnya menghinamu.”
Ya, kalimat itu gue rasa benar karena gue udah mengalaminya. Maka, kalau kita pengen ngasih kritik dan nasihat ke orang, empat mata aja dengan catatan kalau itu bukan lawan jenis. Juga, sampaikan secara langsung pada orang yang bersangkutan bukannya menshare hal-hal yang bisa menimbulkan perpecahan di media sosial atau malah bergunjing mengenai aib orang itu.
Inget guys, manusia ga ada yang sempurna. Semua pasti pernah berbuat salah dan sebagai sesama Muslim kita wajib saling mengingatkan. Tapi jangan lupakan adab-adabnya. Karena, jika kita menyampaikan nasihat pada seseorang di khalayak umum bisa jadi kita merasa ujub dan paling benar. So, nasihat kita ga ikhlas karena pengen dianggap paling benar, kritis, dan sok peduli. Beda lagi kalau kita nasihati dia dengan cara yang halus dan tulus juga pas berdua aja karena dengan begitu aib saudara kita ngga akan nyebar ke mana-mana.
Juga, kalau kita melihat sesuatu yang buruk pada temen kita langsung aja menyampaikannya secara halus ke orangnya bukan malah bergunjing ke temen yang lain. Sama aja kan nyebar aib saudara dan si pelaku ga berubah karena ga dikasih nasihat secara langsung.

Hemat gue, seperti kata Rasul “berkatalah yang baik atau diam.” (HR Bukhari dan Muslim) jadi, sebelum menasihati atau berkomentar di sosmed pastikan dulu hal tersebut bermanfaat dan tidak menyakiti hati si pelaku. Pikirkan baik-baik, sebelum kita berkata. Kalau ngga berfaidah ya udah mending diem aja. Jadi, jangan sampai yang semula niat kita baik tapi malah menyakiti si pelaku. Udah, gitu aja. Semoga bermanfaat. Wassalamu’alaykum warahmatullah.
Readmore → Saat Menasihati
Wednesday, 31 August 2016 12 comments

Review 06 : Pulang by Tere Liye

           Kalau ada pertanyaan, apakah gue udah kuliah? Jawabannya, belum. Tapi, gue baru aja ngerasa bagaimana mengerjakan skripsi yang berkali-kali harus direvisi sama guru pembimbing. Rasanya ya nyesek-nyesek campur aduk gimana gitu. Tapi, hal ini bisa menjadi latihan saat gue jadi mahasisiwi kelak. Semoga gue bisa kuliah di universitas yang baik lagi berkah yak, Aamiin.
            Jadi, ceritanya beberapa minggu yang lalu Bu Ning, guru mapel bahasa Indonesia gue memberikan tugas pada siswa kelas 11 IPS 1 untuk meresensi novel apa saja. Tergantung, minat dan bakat para siswa. Deadline pengumpulan yaitu setelah 2 minggu tugas diberikan. Tentu aja, pilihan gue novel karya penulis favorit gue. Yap, Tere Liye punya!
            Hari Sabtu gue pergi ke Gramedia bersama nyokap gue buat cari novel Tere Liye yang bagus. Mata gue langsung tertuju pada deretan buku-buku best seller. Salah satunya ada novel berjudul “Pulang” Dari cover yang udah cetar dan nggak biasa, gue langsung jatuh hati dan memilih novel itu. Covernya kayak ada background sobek gitu di belakangnya ada panorama indah, bisa lo liat di bawah ini yak penampakan dari novel Pulang.
            Awalnya, gue langsung buat dan hampir aja selesai. Namun, apa boleh buat sesuatu yang mengerikan baru saja terjadi. MATI LAMPU! Hhh, rasanya jengkel nggak ketulungan. Gue lupa mengaktifkan program auto recover di dalam aplikasi Ms. Word. Yaudah data yang hampiiir aja selesai, terpaksa gue ulang dari awal. Toh, mau gue nangis, merajuk, marah-marah hal tersebut ga akan menyelesaikan masalah. Yang ada malah memperkeruh pikiran gue.
            Gue pun segera bangkit dan menjernihkan pikiran. Balik menulis dengan khidmat di depan laptop ditemani lagu-lagu nasydid. Sekarang, gue baru suka lagunya Simfoni judulnya Hakikat Cinta. Lagunya berisi tentang cinta Allah yang seperti air hujan, jatuh membasahi diri dan tak akan pernah kering.
            Back to topic, akhirnya gue sudah selesai meresensi novel yang baru aja gue beli. Hanya butuh waktu 2 hari untuk menyelesaikan 400 halaman tersebut. Gue pun langsung mengumpulkan hasil resensi gue ke Bu Ning. Hmm, ternyata masih suruh revisi. Dan hari selanjutnya, gue udah merevisi resensi tersebut dan kembali mengumpulkan resensi gue.
            Lagi-lagi, masih salah dan harus diperbaiki teman. Masalahnya kali ini terletak pada paragraf yang berisi terlalu banyak kalimat. Hmm, nggak apa. Itu berarti Bu Ning masih perhatian dan masih mau memperbaiki resensi gue. Semangaaat. Beberapa kali gue balik ke tempat pengeprintan dan mas-mas yang disitu pasti bertanya-tanya kenapa gue ngeprint dokumen yang sama dengan jumlah halaman yang sama. Alhamdulillah, setelah revisi berkali-kali akhirnya resensi gue diterima.
Terdengar backsound *we are the champion*
            Nah, hasil resensi yang udah direvisi gue lampirkan di bawah yak. Semoga bisa membantu teman-teman. Khususnya kelas XI IPS dan IPA SMA N 3 Boyolali yang dikejar deadline. Juga untuk para pembaca blog gue dan teman-teman yang membutuhkan.
Ini dia.. Selamat membaca J


Menuju Hakikat Kebenaran
 Oleh : Zalfaa Azalia Pursita

Judul Buku           : Pulang
Penulis                 : Tere Liye
Penerbit             : Republika Penerbit
Tahun Terbit        : 2015
Tebal Buku          : iv + 400 halaman
Edisi                     : I , 2015


Novel Pulang merupakan salah satu novel menakjubkan karya Tere Liye. Selalu saja ada pemahaman hidup yang baik dalam novel-novel Tere Liye. Cerita yang disajikan dalam novel Pulang begitu menarik dan menginspirasi. Di dalamnya memuat kisah yang penuh dengan ketegangan dan membuat pembaca tidak bisa berhenti membaca hingga halaman terakhir. Sangat takjub dengan gaya bahasa Tere Liye yang ringan, mudah dipahami, dan penuh dengan makna.
            Selama ini Tere Liye selalu menulis buku mengenai kesederhanaan hidup, cinta sejati, keluarga, dan perjalanan hidup yang tidak memuat konflik rumit. Uniknya, dalam novel Pulang, Tere Liye berani menuliskan hal yang berbeda. Begitu banyak ketegangan yang dirasa pada setiap halaman dan juga bercerita mengenai kehidupan mafia tingkat atas yang berlumur dosa. Pembaca seakan-akan masuk ke dalam dunia yang gelap, kejam, sadis, dan melihat bagaimana seseorang membunuh temannya.
Jika dibandingkan dengan novel berjudul Rindu yang juga ditulis Tere Liye begitu banyak perbedaan yang ditemukan. Dalam novel Rindu tema yang diangkat mengenai hakikat cinta yang sebenarnya, tema tersebut sudah pasaran sebenarnya. Gaya bahasa yang digunakan juga mudah dipahami kalangan umum, pemilihan kata dalam novel Rindu juga sangat pas bagi kawula muda yang membacanya. Alurnya mengalir dan konflik tidak begitu menegangkan karena berkisah mengenai seorang pemuda bernama Ambo Uleng yang sering terduduk patah hati.
Sementara, dalam novel Pulang tema yang diangkat begitu unik dan menarik yaitu mengenai shadow economy, belum banyak novel yang berani menyinggung kehidupan shadow economy. Gaya bahasa yang digunakan beberapa diantaranya sulit untuk dimengerti karena berkaitan dengan dunia shadow economy, namun pemilihan kata dalam novel Pulang sangat baik dan cocok untuk bercerita mengenai shadow economy. Meski pun menggunakan alur flashback, novel Pulang selalu menarik minat para pembaca dan konflik yang ada begitu hebat sehingga membuat para pembaca merasakan suasana yang mencekam saat membacanya. Novel Pulang hadir dalam cerita yang berbeda dari novel milik Tere Liye lainnya.
            Tere Liye menjadi salah satu penulis ternama di tanah air. Namanya melejit saat novel miliknya yang berjudul Hafalan Shalat Delisha diangkat ke layar lebar dan berhasil menyedot perhatian jutaan penonton di tanah air. Ciri khas Tere Liye yaitu penulis yang sederhana, tulus, dan tidak suka dengan kepopuleran. Tidak seperti penulis pada umunya, yang suka mencantumkan profil mereka di akhir novel, Tere Liye tidak pernah mempublikasikan biodatanya di akhir halaman novel. Juga, menjadi ciri khas dalam novelnya bahwa nama-nama tokoh unik seperti nama Esok dalam novel Hujan, Borno dalam novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah, juga nama Taani dalam novel Ayahku (Bukan) Pembohong.
            Perlu diketahui, bahwa Tere Liye bukanlah nama aslinya. Nama asli dari Tere Liye adalah Darwis. Sementara, Tere Liye merupakan nama pena. Tere Liye sendiri berasal dari bahasa India yang berarti untukmu. Tere Liye lahir dan tumbuh di pedalaman Sumatera. Lahir pada tanggal 21 Mei 1979. Dulu, ia meyelesaikan masa pendidikan dasar sampai SMP di SDN2 dan SMN 2 Kikim Timur, Sumatera Selatan. Kemudian melanjutkan ke SMUN 9 Bandar Lampung. Terakhir menjadi mahasiswa fakultas ekonomi di Universitas Indonesia.
Sekarang telah menikah dengan Riski Amelia dan dikarunai seorang putra bernama Abdullah Pasai dan seorang putri bernama Faizah Azkia. Profesi dari Tere Liye sekarang adalah menjadi seorang akuntan. Juga, banyak penghargaan-penghargaan yang telah didapatnya seperti penghargaan bergengsi dari Islami Book Fair dengan nominasi buku fiksi Islami terbaik. Meski begitu, Tere Liye tidak pernah mencantumkan berbagai prestasi yang diraihnya dalam novel.
.           Novel Pulang berkisah mengenai seorang pemuda bernama asli Agam yang sering dipanggil Bujang. Bapaknya yang lumpuh kaki satu bernama Samad, merupakan mantan tukang pukul nomor satu Keluarga Tong. Sementara, mamaknya bernama Midah, merupakan putri dari Tuanku Imam yaitu pemuka agama di Sumatera. Akibat pernikahan dari latar belakang yang amat berbeda tersebut, mereka harus terusir dari kampung halaman dan menetap di Talang yaitu semacam kampung yang terletak di Kawasan Bukit Barisan, Sumatera. Kehidupan mereka berjalan dengan damai. Hingga suatu hari, ketika Bujang berumur 15 tahun, datanglah Tauke Muda ke Talang. Tauke Muda merupakan kerabat dekat Samad dan menjadi pimpinan Keluarga Tong yang menjadi pelaku shadow economy dan kejahatan lainnya. Tauke mengajak Bujang untuk ikut pergi ke kota bersamanya.
Lantas, dengan senang hati Samad melepas kepergian anaknya dan setelah dibujuk, mamak Bujang juga menyetujui kepergian anak semata wayangnya walau berat hati dan mamak berpesan “Berjanjilah kau akan menjaga perutmu (dari makanan dan minuman yang haram dan kotor) itu Bujang. Agar.. Agar besok lusa, jika hitam seluruh hidupmu, hitam seluruh hatimu, kau tetap punya satu titik putih, dan semoga itu berguna. Memanggilmu pulang.” (Halaman 24). Selalu ada pesan moral yang kuat dalam novel Pulang. Amanat yang terkandung dapat ditemui pada setiap bab dalam novel ini.
            Bujang menjadi anak angkat dari Tauke Muda. Ia bercita-cita menjadi seperti bapaknya, yaitu menjadi tukang pukul nomor satu di Keluarga Tong. Namun, Tauke juga menyekolahkan Bujang agar ia menjadi orang yang terdidik supaya dapat menjalankan bisnis-bisnis ilegal milik Keluarga Tong kelak. Waktu demi waktu telah berlalu. Tak terasa Bujang sudah tumbuh menjadi pemuda yang cerdas, kuat, pemberani, dan telah membunuh banyak orang.
Menariknya, ia mempunyai dua sisi. Saat siang hari, ia menjadi pemuda yang bersikap seperti mahasiswa umumnya. Bujang telah menyelesaikan pendidikan di universitas terbaik pada jurusan tersulit di ibukota juga ia telah menyelesaikan pendidikannya di salah satu universitas terbaik di Amerika dengan mengambil dua gelar master sekaligus. Malam harinya, ia menjadi orang yang kejam, membunuh siapa saja yang menghalangi bisnis Keluarga Tong. Ia telah belajar banyak dari guru-guru terbaiknya yaitu dari Salonga, penembak jitu nomor satu di Asia Pasifik juga Guru Bushi, samurai yang tersisa di zaman modern ini. Bujang telah belajar dari guru terbaik. Meski ia tumbuh menjadi pemuda yang berlumur dosa, ia tak melupakan pesan mamaknya. Bujang tidak pernah memakan dan meminum yang haram dan kotor baginya.
            Tiba-tiba, ada pengkhianat dalam Keluarga Tong yaitu Basyir. Pertarungan sengit pun dimulai. Bujang sempat kalah dan ia melarikan diri. Tak disangka, ia bertemu dengan kakeknya yaitu Tuanku Imam yang merupakan alim ulama pada saat itu. Ia pun mendapat pencerahan dari kakeknya. Lantas setelah mendapat restu dari Tuanku Imam, Bujang berhasil merebut kembali kekuasaan Keluarga Tong dari tangan Basyir. Bujang pun ingin pulang. Pulang dalam artian menuju jalan kebaikan yang diridhoi Tuhan. Meski pun novel Pulang menggunakan alur flashback, pembaca dengan mudah dapat menangkap pesan penulis karena dijelaskan begitu detail setiap kisah yang tertulis.
            Begitulah kisah hebat perjalanan Bujang. Tujuan Tere Liye menulis novel ini adalah mengajak generasi muda agar dapat bertindak secara hati-hati dan berpegang teguh pada prinsip dan kepercayaan yang dianut. Ada pun kelebihan dari novel Pulang adalah Tere Liye bisa menggabungkan sesuatu yang bertentangan, terdapat mafia kelas atas dan alim ulama dalam satu cerita namun Tere Liye dapat merangkainya dalam satu cerita, tema yang unik dan jarang dipakai penulis yaitu tentang shadow economy, gaya bahasa yang mudah dipahami, dan terdapat pesan moral dalam kutipan-kutipan. Seperti, kutipan bijak yang satu ini, “Sejatinya, dalam hidup ini, kita tidak pernah berusaha mengalahkan orang lain, dan itu sama sekali tidak perlu. Kita cukup mengalahkan diri sendiri. Egoisme. Ketidakpedulian. Ambisi. Rasa takut. Pertanyaan. Keraguan. Sekali kau bisa menang dalam pertempuran itu, maka pertempuran lainnya akan mudah saja.” (Halaman 219)
            Namun, tak ada gading yang tak retak seperti kata pepatah. Ada juga kekurangan dalam novel ini yaitu terdapat kesalahan dalam penulisan, menggunakan alur flashback sehingga sulit dimengerti maknaya, dan terdapat kata yang sulit dipahami seperti kata masygul dan berkelindan.

            Novel Pulang merupakan bacaan yang baik untuk mengisi waktu luang, khususnya pelajar jurusan IPS karena di dalamnya banyak terselip pelajaran ekonomi. Sayangnya, harga novel tersebut mahal yaitu Rp. 79.000,00 sehingga para pelajar harus menabung terlebih dahulu agar dapat membeli di toko buku terdekat.

*NB : Kalau ada pertanyaan mengenai resensi di atas bisa tulis di kolom komentar atau kirim DM lewat instagram yak : zalfaaza
Readmore → Review 06 : Pulang by Tere Liye
Thursday, 23 June 2016 33 comments

Jodoh Dunia Akhirat


           Rasanya aneh nulis dini hari kayak gini. Tapi, gimana lagi. Susah tidur, ya udah sekalian nunggu waktu sahur. By the way, Alhamdulillah bentar lagi gue resmi jadi anak kelas 11 IPS. Yuhuu, gue terbebas dari fisika, kimia, dan biologi. Passion gue di IPS and in shaa Allah I will work hard for my big dream.

            Beberapa hari yang lalu seorang pembaca blog gue, ngirim pesan ke gue kalo dia request artikel tentang menjadi istri yang baik dunia dan akhirat bagi suami. Saat baca pesannya gue kaget dan berusaha mencerna. Awalnya kaget sih dapet request kayak gitu sekaligus baper. Jangan salah, yang request bukan ibu-ibu tapi seumuran juga sama gue. Dan gue pun merasa tertantang juga. Apalagi, gue baru aja namatin 3 buku tentang cinta. Pertama, Halaqah Cinta karya teladan.rasul, kedua Kutinggalkan dia karena Dia karya duniajilbab, dan yang non fiksi yaitu Catatan Hati Seorang Istri karya mba Asma Nadia.
            Tulisan ini gue persembahkan buat kalian para jomblo yang tetap istiqomah, sedang dalam penantian, atau yang udah punya suami juga boleh baca. Yang punya pacar juga boleh baca biar cepet putus. Langsung aja yuukk..
            Sebagai seorang Muslimah rasanya nggak pantes kalo kita mengemis perhatian dari orang yang kita kagumi. Sadar ngga sadar hal itu malah bikin si dia merasa aneh sama kita. Nah kalo kita mau jadi istri yang shalihah idaman pemuda sholeh, perjuangannya ngga mudah lho. Hal ini lebih sulit daripada ngupas kwaci goreng yang kecil-kecil kayak semut. Kalau masih remaja, ehem kayak gue.. yang perlu dilakukan adalah
1.      Menjadi single dan punya prinsip ngga akan pacaran. Yep, kita ngga perlu kok mengungkapkan cinta pada si dia kalau sayang. Pacaran itu cuma waste time. Banyak kok kegiatan positif lainnya yang bisa dilakukan untuk menghindari pacaran. Ya, seumpama baru dimabuk cinta, sabar aja. Jangan kemakan nafsu. Bisa jadi, orang yang lo pacari saat ini (bagi yang berpcaran) bukan jodoh yang ditentukan Allah. Ntar kasian suami/istri lo kelak karena cintanya udah ngga murni. Kalau menurut gue ya, cinta bisa diibaratkan dengan puasa. Kalau buka di siang bolong (baca: mokah) kenikmatannya pas buka di saat Maghrib pasti udah ga ada. Saat lebaran merasa bersalah dan ga enak karena puasanya ga full. Nah, sama aja pacaran, udah menyatakan cinta berapa kali, romantis-romantisan berapa kali, pegang tangan, main bareng seberapa sering? Suatu saat kasian suami/istri lo kelak. Romantisnya udah luntur karena udah terbiasa. Beda sama yang bisa bersabar dulu sampai Allah pertemukan dengan si dia. Pasti feelnya beda dan dapet banget. Karena bagi jalan cinta para pejuang, sekali mereka menemukan yang ditakdirkan, cinta mereka akan abadi sampai surgaNya. Hhh, gue nulisnya jadi baper sendiri.
2.      Memantaskan diri dengan menjadi wanita shalihah. Inget firman Allah dalam QS An Nur ayat 26, ayo dibuka dulu Al Qur’annya. Yup, kalo perempuan baik-baik diperuntukkan lelaki yang baik begitu pun sebaliknya. Jadi, kalo pengen dapet jodoh yang alim, kita juga harus bisa jadi orang alim. Memantaskan diri bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu berbusana syar’i. Yup, keindahan yang ada pada wanita sejatinya cuma diperuntukkan bagi sang suami kelak. Jadi, ngga perlu diumbarlah. Dengan hijab membuktikan tanda taqwa pada Allah. Terus, yang ngga kalah penting yaitu belajar memasak. Lo ngga mau kan kelak suami lo harus makan di luar terus. Makanya, jadikan rumah sebagai tempat pulang yang dirindu suami dengan masakan yang sedap!aaiih.. Yang terpenting adalah memperbaiki akhlak kita. Tapi inget, kita memperbaiki diri bukan semata-mata buat jodoh kita. Tapi, luruskan niat dulu ya shalihah untuk Allah semata. Kejar cintaNya maka lo akan dapet cinta terbaik dariNya pula.
3.      Rawat kecantikan yang Allah titipkan pada kita. Setiap Muslimah itu cantik. Mulai dari sekarang kalo bisa singkirin deh kebiasaan buruk kita sebagai seorang Muslimah kayak ngga mandi 3 hari 3 malam, hhh suami lo akan berteriak histeris kalo kebiasaan itu ngga hilang. Juga, berpenampilan yang rapi dan enak dipandang. Allah itu suka keindahan, jadi kita sebagai hambaNya harus berusaha tampil dengan baik tapi jangan berlebihan. Nah, kalo kebiasaan-kebiasaan baik udah hinggap pada diri kita, in shaa Allah suami lo kelak bakal betah di rumah. Eits, tapi inget. Jangan terlalu fokus memperbaiki penampilan luar tapi hatinya ngga ditata. Kayak kata bang Humood kalo kecantikan yang sebenarnya itu ada di hati, eaak. Kun anta tazdada jamala.
4.      Tanamkan rasa syukur dan sabar. Ehem, sebelumnya gue mau cerita kalo ngga semua kehidupan rumah tangga tuh selalu enak. Kayak kisah-kisah di CHSI. Hhh, ngga nyangka gue, ada laki-laki setega itu dan wanita yang selalu sabar dan tabah saat dikhianati suami tercinta. Di buku itu sering gue baca kalo 3 tahun kehidupan berumah tangga tuh pasti berjalan oke aja, sampai tahun-tahun selanjutnya sikap sang suami yang dulunya lemah lembut, baik, mulai berubah jadi kasar. Ngeri dan penuh gejolak saat gue baca buku ini. Soalnya non fiktif dan berisi curahan kisah nyata para istri. Ok, it’s enough. Nah, dengan rasa syukur, saat kita udah berumah tangga segala hal akan terasa indah. Sekecil apa pun kenikmatan yang didapat pasti selalu senang. Lalu, dengan bersabar, kehidupan rumah tangga akan harmonis. Saat ada masalah, ngga mungkin kan air dengan air atau api dengan api. Salah satu harus bisa mengalah dan bersabar terus kembali harmonis deh kehidupan rumah tangga.
5.      Pelajari ilmu agama. Ini poin yang paling penting. Kalo kita pengen jadi jodoh dunia akhirat bersama pasangan pelajari ilmu agama. Sebelum menikah, baca fiqih-fiqih tentang pernikahan. Dengan begitu in shaa Allah rumah tangga bakal jadi sakinah, mawaddah wa rahmah.
Kurang lebih itulah sekelumit tulisan gue. Hei kamu yang request tulisan ini, maaf ya cuma ini yang bisa gue tulis. Secara, lo harusnya tanya sama orang yang udah berumah tangga sementara gue masih terlalu dini untuk membahas persoalan ini.
Jujur kawan, sepertinya gue lebih dewasa dari umur gue. Hal itu disebabkan gue banyak baca buku-buku yang mengandung nilai kehidupan dan hal itu membentuk karakter pada diri gue. Alhamdulillah buku-buku yang gue baca mengandung nilai-nilai positif. Gue selektif dalam hal bacaan. Sayang banget kan kalo uang terbuang percuma buat beli buku yang ngga mendidik. Kalo sekarang sih gue baru suka banget sama novel-novel Tere Liye. Cerita dan gaya penulisan beliau sederhana namun selalu mengesan di hati. Gue udah baca 4 novel beliau dan selalu menitikkan air mata. Juga, semangat untuk berbuat kebaikan selalu gue rasakan setelah baca buku beliau.
Nah itu dia beberapa tips supaya bisa jadi istri yang baik dunia dan akhirat bagi suami. Kalau ada yang pengen ditambah, silakan karena gue sendiri merasa banyak kekurangan. Ayo, semangat beribadah untuk Ramadhan! In shaa Allah next post gue bakal posting amalan-amalan keliru seputar Ramadhan dari buku Panduan Ramadhan karya Muhammad Abduh Tuasikal. Semoga menggugah!

Readmore → Jodoh Dunia Akhirat
Saturday, 14 May 2016 29 comments

Bicara Tentang Kekinian

           Hujan baru aja reda dan pasti ada suatu kenangan yang terbesit saat hujan. Entahlah, sepertinya hujan emang spesial buat gue. Btw, kenapa ya gue udah dua kali buat puisi (menurut gue) kok pada komen kalo itu syair? Ah, emang gue ngga bakat ya kalo yang mellow-mellow gitu. Tapi, gue tetep nganggep itu puisi sih hehe..
            Pada malam yang syarat akan kesyahduan ini, gue akan membahas yang lagi trend di anak muda sekarang. Kalo orang bilang sih yang lagi “nge-hits”. Ironisnya, banyak anak muda yang rela melakukan apa pun supaya bisa dapet julukan “hits” itu. Bahkan ada yang melupakan aturan-aturan agama demi nge-hits itu. Langsung aja yuk pembaca blog gue yang in shaa Allah ngga pada kebelet hits.
            Pertama : color run party
Yep, yang lagi hits di kota gue adalah color run party. Setau gue, setelah acara nanti baju mereka akan berwarna-warni. Apa sih manfaat dari party ini? Bukankah, cuma buang-buang duit aja? Lagipula saat acara berlangsung terjadi ikhtilath (campur baur antara cowok dan cewek), hal itu kan dilarang sama Allah. Kita hidup di dunia siapa? Aturan siapa yang wajib ditaati? Sobat, jangan cuma memburu kesenangan di dunia yang fana ini yap, karena akhirat adalah kekal. Besok malaikat ngga akan bertanya “wahai fulan, apakah engkau pernah mengikuti color run party?” NO WAY!!
            Kedua : mendaki gunung
Kegiatan ini memang seru kata mereka. Dengan bangga mereka mengupload foto ”yang biasanya” kertas ditulis pake spidol terus ngasih salam ke someone gitu deh. Is it wrong? No. Tapi, adab-adabnya juga harus dijaga bagi para pendaki gunung, atau yang hobi menaklukan puncak suatu gunung. Biasanya sih kaum Adam yang menggandrungi kegiatan ini. Tapi, apakah mereka akan terlihat keren dan kuat saat berhasil menaklukkan puncak suatu gunung? Bahkan gunung tertinggi di dunia pun? Enggak! Cowok yang keren dan kuat itu adalah mereka yang ringan kakinya untuk melangkah ke masjid untuk sholat berjamaah 5 waktu. Yang paling bisa disebut sang ksatria adalah mereka yang selalu sholat Subuh berjamaah di masjid. Nggak gampang lho buat sholat Subuh berjamaah di masjid. Banyak banget godaannya. Tapi, pahalanya bisa bikin semangat 45. Nih hadistnya, Rasulullah Muhammad Saw bersabda “Barang siapa mengerjakan shalat Isya dengan berjamaah, dia seakan-akan mendirikan shalat separuh malam, dan barang siapa melakukan shalat Subuh dengan berjamaah, maka dia seakan-akan mengerjakan shalat sepanjang malam.” (HR. Muslim) Nah, gimana. Masih pengen mendaki yang mungkin kadang waktu shalat bisa tertunda atau jadi ksatria Subuh? Mendaki boleh aja kok asalkan shalat tetap dijaga dan menjaga adab-adab Islam.
            Ketiga : pakai baju kurang kain
Fenomena ini gue lihat pada kaum Hawa yang mirisnya mereka dengan bangga memamerkan auratnya pada lelaki ajnabi, naudzubillahi min dzalik. Wahai perempuan, jagalah aurat lo. Sekarang, di TV banyak kasus pemerkosaan. Gue merasa ngeri setiap mendengarnya. Bahkan berita terbaru ada anak umur 9 tahun memperkosa anak umur 13 tahun. Gue rasa, kita ngga bisa langsung aja cuma nge judge pelaku pemerkosa. Bisa jadi, disitu lingkungan yang buruk atau emang si perempuan ini pake baju kurang kain atau gimana yang bisa mengundang syahwat kaum lelaki. Maka dari itu, yang belum berhijab yuk berhijab. Sedikit demi sedikit mari berhijrah sebelum kain kafan membungkus. Disini gue juga mau beropini, itu lho..kasus pemerkosaan dan pembunuhan dimana para pelaku hanya mendapat hukuman 10 tahun, gue rasa itu bener-bener ngga adil! HUKUMAN RAJAM SEHARUSNYA DIBERLAKUKAN BAGI PARA PELAKU KEJAHATAN SEKSUAL!!! Maafkan, gue nulis hurufnya di capslock semua, di bold, tanda pentungnya banyak pula. Gue greget! Akhir-akhir ini banyak banget kasus pemerkosaan di Indonesia. Seharusnya pemerintah menindak tegas para pelaku. Di negara-negara lain hukuman seperti kebiri, hukuman mati, dan rajam sudah diberlakukan dan alhasil kejahatan seksual bisa berkurang drastis. Ayolah, Indonesia juga harus bisa menerapkan hukuman yang tegas bagi para pelaku. Ada yang bilang kalo hukuman mati, kebiri, dan rajam itu semua melanggar HAM. But,open your eyes dude! Kalo pelaku ngga ditindak tegas mereka ngga akan jera, dan kemungkinan kejahatan serupa akan terulang. Kan kalo hukuman seperti kebiri, rajam, dan mati diterapkan, semua orang akan berpikir keras untuk melakukan kejahatan seksual! Hmm, greget bener gue. Serius. Kalo gue boleh usul, di Indonesia harusnya diterapkan hukuman rajam. Lo tau nggak apa itu rajam? Bisa disebut rajam adalah hukuman mati dengan cara si pelaku diletakkan dalam tanah setinggi dada kemudian dilempari batu sampai meninggal dan hal tersebut disaksikan banyak orang. Dengan adanya hukuman ini yang sesuai dengan aturan Islam dan pasti membuat takut para pelaku, in shaa Allah kejahatan seksual di Indonesia akan berkurang. Ya gitu deh, jadi ngga usah pakai baju kurang kain yak! Mending berhijab ntar keliatan makin anggun dan cantik menurut Allah karena taat padaNya.
            Tiga hal itu emang baru kekinian kan? Relatif, bisa iya bisa engga. Oiya, masih pada kuat kan buat baca? Gue nulis malem-malem kayak gini karena gue ngga bisa tidur, yaudah deh gue kepikiran buat ngeblog aja. 

            Masih tentang kekinian. Kenapa sih kebanyakan manusia pengen ikut-ikutan trend masa kini tanpa peduli hal tersebut bermanfaat bagi dirinya atau ngga. Uang terbuang sia-sia, mendingan uang itu bisa dipakai buat menyantuni anak yatim, bershadaqah, atau untuk memberi bantuan materi pada saudara-saudari Muslim kita yang di Aleppo. Hmm, kasian mereka. Kan kalo uang digunakan untuk hal-hal positif kayak gitu, in shaa Allah bisa bahagia dunia dan akhirat. Ayolah, kita berpikir dalam jangka waktu panjang. Kesenangan dunia ini cuma menipu ntar di akhirat nangis guling-guling karena menyesal. Sekali lagi, pesan gue buat lo semua. Eh bentar, jadi gini..gue nulis di blog ini juga sebagai self reminderplease kalo ada hal yang salah segera ngomong ke gue yap, bisa via surel di azaliazalfaa@gmail.com pesen gue buat kalian semua, juga buat gue sendiri. “Bukan seberapa kita nge-hits, tapi seberapa bermanfaat buat orang lain.” Ya, kalo ngehitsnya di penduduk langit pasti cita-cita semua Muslim donk karena Allah ridho sama kita terus Allah sering cerita ke penduduk langit. Semoga kita ngga kebelet hits di dunia yap, tapi bisa ngehits di penduduk langit. Aamiin.
Readmore → Bicara Tentang Kekinian
Monday, 2 May 2016 25 comments

Kala Merindu

 Aku merasa begitu lemah saat merasa,
 Merasa ada yang bergejolak dalam hati
 Suatu perasaan yang melumat kedamaianku,
 Membuat jutaan imaji bergentayangan
 Merasuk ke dalam sukma tanpa kuminta

 Wahai, mengapa bisa begini?
 Setitik perasaan yang menyelimuti diri
 Terasa dalam ketiadaan
 Namun, terserap begitu saja dalam kalbu
 Sebuah perasaan yang bernama rindu


Siapa yang kurindu?
Entahlah, aku pun tak tahu sosok yang kurindu
Kubiarkan waktu yang menjawab
Aku percaya pada skenario-Nya yang indah
Saat ini aku hanya bisa bersabar dan merayu
Merayu-rayu pada Sang Maha Cinta
Agar kelak, kisahku dengannya bisa abadi hingga ke surga

Oleh : Zalfaa Azalia
Image by : Miftah, Pandu, and Febriana
Readmore → Kala Merindu
Monday, 25 April 2016 31 comments

Sekelumit Kisah Berharga

         
          Assalamu’alaykum pembaca blog ini. Udah berapa lama ya gue ngga nulis? Rasanya kayak ada sarang laba-laba dan bau apek saat gue memasuki laman gue sendiri. Bentar gue semprot pewangi herbal biar fresh. CLINK! Bersih dan wangi! Eh apaan ini. Sudah, lupakan.
            Jadi, gue mau cerita sama kalian kalo gue baru aja mengalami sesuatu menarik yang ada dalam hidup gue. Manis, pahit, asem, dan semua rasa lainnya mewarnai perjalanan gue pada cerita kali ini. A hilarous journey that I can’t forget in my life. Oke, langsung aja yuuk..
            Beberapa minggu yang lalu adalah penutupan kegiatan Pramuka dan semua anggota harus ikut dalam acara sakral versi Dewan Ambalan tersebut, buat gue sih biasa-biasa aja karena gue sendiri ngga terlalu excited sama Pramuka. Tapi, saat itu tiba-tiba gue dipanggil sama senior gue yang dulunya pernah ngatain gue kayak Putri Solo saat LDK. Udah gue post kan kisah LDK yang penuh keceriaan disini. Yep, senior gue itu adalah Mas Ak nama aslinya Mas Akung.
            Dengan hati berdebar karena gue sama sekali ngga tau kenapa gue dipanggil, gue menuju kelas X-9 tempat gue dipanggil sama senior gue itu. Otomatis, gue nggak ikut acara penutupan sakral tersebut. Gue masih bertanya-tanya kenapa gue dipanggil mendadak sama senior DA itu, apakah karena gue sering lipsing aja saat dua kali tepuk pramuka, atau karena gue sering ketawa sendiri tanpa sebab yang jelas dan benar, apa karena gue baru aja ngatain temen gue kalo dia seorang pecinta kentang? Ah, semua pertanyaan-pertanyaan ga mutu muncul begitu aja dalam pikiran gue.
            Akhirnya, dengan langkah gontai dan sedikit gugup gue berhasil juga sampai ke kelas X-9 tanpa harus salto atau sejenisnya. Saat itu Mas Akung bilang “Duduk dulu Dik, tunggu yang lain.” Gue pun langsung duduk di bangku paling depan. Dalam hati gue agak lega karena gue tahu nggak cuma gue aja yang dipanggil melainkan masih ada beberapa orang yang akan menjadi teman seperjuangan gue.
            Setelah beberapa saat datanglah temen gue yang bernama Annisa. I know her well. Pertama, dia anak MPK. Kedua, dia pernah mendeklarasikan jadi pembaca setia blog gue, mungkin sekarang dia juga baru baca postingan ini. Ketiga, kita pernah lomba bareng di Universitas Diponegoro tingkat provinsi beberapa waktu yang lalu tapi kayaknya kita terlalu ngidem jadi belum bisa meraih gelar juara. Belum sampai disitu, datang lagi sesosok lelaki yang kayaknya gue ngga asing sama dia. Setelah gue inget-inget, dia juga pernah jadi temen seperjuangan gue saat lomba di IAIN Surakarta satu bulan yang lalu. Dia bernama Muhtaris.
            Kami pun saling bertanya-tanya, untuk apa gue dan mereka dipanggil ke sini? Hanya Allah yang tahu saat itu. Setelah beberapa saat senior gue dateng dengan muka yang tak terdefinisikan. Singkat cerita, sore itu kami bertiga dipilih sebagai tim lomba debat SMA N 3 Boyolali untuk mewakili tingkat provinsi yang dilaksanakan di Hotel Puri Garden, Semarang.
            Tercengang? Oh ya jelas! Emm sebelumnya gue mau meluruskan pandangan lo semua. Lo yang sering baca blog gue pasti bisa mengira dari gaya penulisan gue kalo gue orangnya sering berceloteh, bicara sana-sini. But abolutely that’s wrong. Gue tipikal orang yang kalo ngga dimintai pendapat gue akan diem. Karena gue inget hadist Rasulullah SAW yang mengatakan “Berkatalah yang baik atau diam.” (Muttafaq ‘Alaih) dan gue lebih seneng diem karena ada pepatah jadul yang bilang kalo diem itu emas. Dan itu bukan hanya omong kosong belaka gue udah membuktikannya. Dengan menjadi orang yang bijak dalam berbicara, lo ngga akan punya temen yang merasa tersakiti karena lisan lo. Namun, dengan berbicara bijak lo akan dihormati temen-temen lo.
            Akhirnya kami bertiga pun berlatih dengan sisa hari yang bener-bener mepet. Rasanya kayak jatuh dari awan ketujuh, setiap hari gue sampe rumah saat Maghrib. Namun, karena gue udah izin orangtua, Alhamdulillah gue ngga pernah kena marah. Secara, orangtua gue juga baik dan pengertian, eak.
            Jadi gini, juklak yang diterima Boyolali bisa dibilang mepet banget dan lomba debat bahasa Indonesia tingkat provinsi dipercayakan Pemerintah Boyolali ke SMA N 3 Boyolali karena dulu tim LDBI Smagaboy pernah jadi juara harapan 1 dengan satu orang best speaker 2 tahun yang lalu. Oke, ini ngga mudah.
            Gue pun sedikit demi sedikit berubah. Dulu saat rapat ROHIS gue lebih niat jadi pendengar yang baik. Tapi sekarang gue lebih sering ngasih masukan dan temen-temen gue mengapresiasi hal tersebut. Dengan bimbingan yang sabar dan sistematis dari Mas Akung yang merupakan salah satu anggota dari tim LDBI smaga yang 2 tahun lalu menang, gue dan temen-temen jadi tau gimana caranya debat yang baik dan berjuang yang sebenarnya.
            Singkat cerita tanggal 21 April 2016 kami berangkat ke Semarang. To be honestly, kami udah berjuang sebisa kami. Ehem, jadi gini.. LDBI (lomba debat bahasa Indoensia) itu diikuti oleh 35 kabupaten/kota dari seluruh Jawa Tengah. Lomba debat tersebut berlangsung selama 3 hari dari tanggal 21 April-23 April. Well, kami udah berjuang sebisa mungkin. Tapi Allah berkehendak kalo kami cuma bisa sampai pada hari kedua.. it’s okay for me. Karena Mas Akung sebelumnya pernah bilang di group LDBI Smagaboy “Dik hasil itu nggak pernah menghianati usaha keras. Kalo hasilnya belum maksimal berarti bukan kerja keras namanya, tapi ngidem. Sejujurnya, kata ngidem itu gue juga belum paham betul apa maksdunya. Tapi bisa didefinisikan kayak cuma santai-santai aja dan ngga ada perjuangan yang benar-benar berarti. It means, usaha gue, Annisa, dan Muhtaris belum baik dan kami masih ngidem karena cuma bisa sampai di hari kedua.
            Tapi, kami nggak langsung berlarut-larut dalam kesedihan. Apalagi sampai salto atau beratraksi sirkus di hadapan dewan juri dan peserta lainnya. Kami kalem dan dimotivasi oleh pelatih hebat kami yaitu Mas Akung. Emang sih saat melatih ngga cuma ada senior gue yang itu. Tapi ada juga mbak Tama dan mbak Monic. Tapi mereka berdua nggak setiap saat bisa.
            Bentar, gue nggak mau menulis cerita sad ending. Masih ada sekelumit cerita yang menggelitik. Jadi, saat upacara pembukaan gue dan temen-temen lihat ada salah satu peserta yang dirasa orangnya good looking dan alim. Dia berasal dari Pekalongan dan absurdnya sosok itu diberi nama Joko oleh mas Akung dan Annisa. Entah apa yang membuat mereka berdua menjadi tergila-gila dengan sosok Joko tersebut, Mas Akung dan Annisa mendeklarasikan diri mereka sebagai JFC. Tau nggak apa itu JFC? Joko Fans Club!
            Bayangkan setiap kami berpapasan dengan sosok Joko, mereka berdua selalu ketawa-ketiwi. Di hari pertama, kami bertemu dia saat dia bertugas menjadi pembaca doa di acara pembukaan. And then, hari kedua malah gue sendiri yang ketemua dia. Jadi ceritanya gini, malem pertama kami dapet 21 mosi yang harus dibedah untuk debat hari kedua. Akhirnya kami pun berbagi tugas dan Alhamdulillah gue udah selesai pagi harinya. Gue dan Annisa pada pagi hari kedua pergi ke musholla untuk melaksanakan shalat Subuh. Sepi. Dan Annisa saat itu pamit duluan karena dia belum menyelesaikan mosinya pagi itu. Gue masih stay di musholla buat curmow. Yeah, apalagi kalo bukan curhat mellow. Gue selalu menyandarkan apa pun padaNya. Karena dengan curhat sama Allah hati bisa plong dan rahasia ngga akan bocor. Trust me, kalo lo udah mengenal Allah lo akan klepek-klepek karena cintaNya buat kita. Dan saat seorang diri di musholla, gue denger ada yang mengambil air wudhu. 2 orang jumlahnya. Ternyata mereka seorang guru dan seorang peserta. Gue nggak tau pasti siapa mereka karena ada pembatasnya.
            Setelah gue selesai mengadu dan merayu-rayu padaNya yang tahu isi hati gue, gue keluar musholla dan hendak memakai sepatu. Tanpa gue sangka, ternyata seseorang peserta yang sholat Subuh bersama gurunya dia adalah Joko. Karena gue kalo sama cowok pasti canggung dan takut banget melihat langsung ke arah matanya, awalnya gue langsung pake sepatu gue dan hendak pergi. Namun, saat sekilas gue menoleh ke kiri, si Joko tersenyum ke arah gue dan gue mengulaskan senyum tipis untuknya. Gue pun hendak menuju kamar tempat senior gue dan Muhtaris menginap untuk menanyakan mosi hari ini karena Annisa udah duluan gue bingung dan lupa dimana tepatnya letak kamar tersebut. Dan lo tahu, gue sampai salah kamar dua kali. Dengan PDnya gue mengetuk pintu dan sosok yang keluar malah seorang cowok yang nggak kue kenal dan bilang “siapa ya?” gue malu dan langsung minta maaf dan bilang kalo salah kamar. Selanjutnya gue menebak kalo kamar di samping adalah kamar yang tepat,awalnya gue ketuk pelan dan manggil nama temen gue. No respond. Gue ulang dengan sedikit tekanan dan dibukalah korden kamar itu. Ups, lagi-lagi gue salah kamar. Kali ini lebih parah orang yang membukakan pintu. Udah, nggak usah gue bahas yak. Akhirnya, setelah salah ketuk kamar dua kali gue berhasil menemukan kamar tersebut dan bercerita pada mereka kalo gue baru aja ketemu sosok yang kami beri nama Joko. Hmm, dan lo bisa tebak kan gimana reaksi 2 orang tersebut?
            Di hari ketiga karena kami udah gamasuk,kami cuma bisa have fun. Karena semua peserta diwajibkan mengikuti upacara penutupan, otomatis kita gabisa pulang. Di saat beberapa peserta galau luar biasa saat tersingkir, kami awalnya memang berduka cita tentang kekalahan kami, namun toh kekecewaan ngga akan bisa merubah apapun. Dari hati gue terdalam, gue merasa bersalah sama siapa pun yang terlibat saat itu tertutama bu Asih dan mas Akung yang udah mensupport luar bisa. Bu Asih guru bahasa Indonesia yang berkharisma telah memercayai gue melakukan tugas ini. Namun meski gue gagal, beliau tetap memberi dukungan yang luar biasa dengan kelembutannya. Eh, bentar kok jadi melankolis gini sih? Pokoknya gue cinta bu Asih sebagai guru bahasa Indonesia yang super perhatian dan baik. Jazaakillahu khayran katsiran Bu Asih..
            Oke,kita lanjut kisah gue di hari ketiga. Pagi harinya gue dan Annisa jalan-jalan menelusuri kota Semarang yang indah. Udara pagi begitu segar luar biasa yang melenyapkan kegalauan di hati. Gue udah plong dan bisa menerima semuanya. Tapi enggak buat pelatih gue dan Annisa. Lo tahu what’s the reason? Mereka belum tau nama asli si Joko! Dengan usaha sana-sini akhirnya kami semua tahu nama asli si Joko. Namanya islami banget. Lo tau kan khalifah kedua setelah Abu Bakar Assidiq? Nah namanya itu, tapi huruf depannya diganti O. Hmm, jadi deh mereka agak lega.
            Tapi, belum sampai disitu. Mereka berdua masih ngebet pengen foto sama sosok Joko. Dengan pengorbanan dan keelokan mas Akung mereka berdua berhasil foto bareng sama si Joko. Sementara gue dalam hati masih berpikir kenapa ya beberapa anak Adam bisa-bisanya langsung  ngefans tanpa tahu latar belakang yang jelas. Yeah, kalo gue udah prinsip. Sosok yang berusaha gue teladani dan gue kagumi ya Rasulullah Muhammad SAW. There’s not a single person who can ever match his worth, in character and beauty to ever walk on earth. Pokoknya perfect deh.
            Yeah, itulah sekelumit cerita yang mengesan di hati gue. Dari situ gue belajar banyak banget. Dan gue bisa termotivasi jika suatu hari nanti gue masih dipercaya buat ikut lomba apa pun, gue harus kerja keras ga ngidem. Karena pelatih gue bilang kalo hasil=usaha. Sebelumnya, gue minta maaf untuk siapa pun yang terlibat di sini karena belum bisa mencapai hari ketiga itu. Namun, gue juga berterima kasih siapa pun yang telah mendukung kami selalu. Jazaakumullahu khayran katsiran. Merupakan pengalaman dan guru yang sangat berharga bagi gue. Wassalamu’alaykum!
Readmore → Sekelumit Kisah Berharga
Wednesday, 10 February 2016 16 comments

Enam Belas


Menggenggam erat penuh peluh
Kau datang dalam ketiadaan
Terasa dalam kekososngan waktu
Memijak rasa nyaman yang tak terungkap
Detik demi detik terus berlari
Tak menunggu dan dengan kejam menyayat yang lemah
Tak disangka kau datang begitu saja
Membuat pagiku tercenung cukup lama
Bagai metafora yang siap meledak-ledak
Enam belas, kau datang hari ini
Membuat waktuku di dunia berkurang
Puji syukur untuk Sang Maha Cinta
Memberi tambahan satu tahun yang luar biasa untukku
Denyut yang semakin melincah
Aku semakin merindu-Mu juga Rasul-Mu
Apakah pertemuan itu akan segera terjadi
Muda atau tua sama saja
Dunia yang hingar bingar dan penuh kerusuhan
Memompa lembut hasrat yang menggebu
Hati yang terpaut pada satu keyakinan murni
beradu untuk tak terseret ke dalamnya
Wahai Rob semesta alam,
Tsunami kehidupan memang harus kujalani
Tenggelam dalam syahdu atau penuh ambisi
Satu permintaanku,
Kumohon jadikanlah enam belas datang dengan penuh kedamaian
Menjadi penawar bagi masa lalu yang pahit
dan gerbang menuju impian yang akan terwujud atas izin-Mu
Baarakallah fii umrik..



Boyolali, 10 Februari 2016
Untuk semua yang berbahagia
-ZA
Readmore → Enam Belas
Sunday, 31 January 2016 29 comments

Jangan Bikin Baper

          Tugas yang begitu berat. Hal ini seirama dengan shuffle chocolate yang meleleh di mulut. Keras dan gelap pada penampilan, hangat dan melembut kemudian. Aroma mint dan melati seakan menghantam pikiran yang pilu. Namun, jika berjalan dengan damai dan penuh keikhlasan semua pasti akan berlalu. Percayalah.
            Ehe, paragraf pertama bahasanya agak sastra gimana gitu ya? Tugas yang gue maksud adalah tugas-tugas sekolah dari guru mapel mana aja. Banyak banget. Tapi ya gitu. Emang kayaknya nyebelin dan bikin capek tapi hal itu akan menguap saat lo dapet nilai tertinggi sekelas dan dapet perhatian dari guru yang mana tugasnya lo kerjakan dengan sungguh-sungguh. Tapi, hal itu nggak mudah deng, gue aja masih lebih sering nurutin ngantuk, hmm.
            Omong-omong soal handphone, gue gagal berkomitmen sama rencana A gue. Udah gue coba dan hal itu malah terlihat berantakan. Bayangkan aja, materi di WA sehari bisa nyampe 10 artikel hlah kalo gue off selama seminggu dan hanya online di malam Minggu, gue dapet sekitar 60 materi yang masuk. Bukannya bermanfaat tapi malah bikin males baca. Jadi gue pindah ke plan B. Yang mana gue tetep pake HP lama yang penting bisa atur waktu. Akhir-akhir ini udah gue coba. Alhamdulillah sedikit demi sedikit hampir bisa. Yeah, semua butuh proses nggak instan.
            Kali ini gue akan posting tentang baper. Siapa sih yang nggak pernah baper? Apalagi kaum hawa pasti deh sering kebawa perasaan? True or right? Nah baper tuh sebenernya manusiawi tergantung kita nyikapinya gimana, iya nggak? Semisal kayak kisah gue Sabtu, 23 Januari 2016 kemarin.. jadi gini
            Saat itu ada acara seminar yang diadakan Rohis. Yakan? Lo yang baca artikel sebelumnya pasti paham. Gue belum sempet cerita ke kalian karena waktu gue habis buat ngerjain tugas dan amanah lainnya. Nah jadi gini, gue rada kecewa dengan seminar kemarin. Persiapan udah mateng dan ternyata peserta yang hadir nggak sesuai dugaan gue. Banyak amat ya enggak. Dikit ya enggak. Jadi, ya gitu deh. Gue rasa ada yang salah. Gue udah tau kenapa bisa kayak gini dan gue harap angkatan gue besok nggak akan mengulang kesalahan yang sama, Aamiin.
            Karena nggak sesuai dugaan, otomatis snacknya sisa berkwintal-kwintal eh salah. Maksudnya beberapa plastik. Padahal setiap plastik kalo nggak salah sekitar 40an kardus. Gue menghela nafas panjang saat itu. Kakak kelas Rohis ada yang bilang gimana kalo snack yang sisa dibagikan ke panti asuhan atau panti yatim piatu. Para akhwat berunding untuk menentukan panti mana yang akan beruntung.
            Saat itu ada yang bilang ke panti mana gitu, gue lupa tapi semua anggota nggak tau dimana itu dan tempatnya jauh banget. Karena udah mau jalan buntu, terpaksa gue usul yang mana hal itu bisa berkemungkinan membuat berkecamuk hati gue. Usul gue gimana kalo dikasih ke panti yang mana deket rumah anggota Rohis siapa aja. Mbak Diah, salah seorang kakak kelas Rohis bilang “Oh iya! Kan ada panti yatim di deket rumahmu ya dek!” gue agak deg-degan. You know what I mean? He comes in my mind and I think it is difficult.
            Singkat cerita, snack tadi dianter ke itu yang mana ada masa lalu. Yang dapet tugas mengantar karena rumah yang paling deket dengan panti adalah gue dan mbak Diah. Dalam hati gue deg-degan dan pengen menolak tapi ya gimana lagi. Ntar snacknya mubadzir donk. Eman-eman, kalo orang Jawa bilang.
            Saat itu gue dan mbak Diah udah mau sampe ke tempat tujuan dan gue semakin gimana gitu. Untuk memperulur waktu gue berkata “Mbak gimana kalo kita nemuin pembinanya dulu baru ke panti.” Mbak Diah pun menjawab “Emang kamu tau dek rumahnya dimana?” Gue menggeleng dan menjawab “Kita bisa tanya ke warga sekitar.” Mbak Diah pun setuju. Kami bertanya ke warga sekitar dan ternyata beliau nggak lagi di rumah tapi pergi ke Bandung buat mendampingi anaknya yang wisuda. Tapi katanya di panti itu ada pembina juga, dia seorang ustadz.
            Kami langsung bergegas ke panti. Gue nggak berani jalan duluan. Gue takut si itu muncul. Mbak Diah pun mengucap salam, gue berada di sampingnya. Saat itu gue natap ke lantai dan ada sosok pake sarung. Gue kira itu pembinanya dan gue langsung menatap ke wajahnya. DEG! I think I’ve had heart attack! Jiaaaaa, orang ituu.... Guys, you know who I mean? Someone who canged my life to be better person. Orang itu tak lain dan tak bukan adalah... Husein.
            Seketika itu waktu kayak berjalan dengan lambat. Adegan-adegan masa lalu berkelebat dalam pikiran gue. Sesuatu yang gue takutkan terjadi juga. Karena Husein juga menatap gue, suasana jadi kayak dramatis banget saat itu. Sesaat kemudian dia tersenyum dan masih menatap ke arah gue. Gue speechless saat itu. hadduhh..
            Dia bertanya “Ada apa ya?” dengan wajah yang masih tersenyum. Saat pengajian dia terlihat cuek dan dingin tapi entah kenapa saat itu dia terlihat hangat dan bersahabat. Bahkan dari penilaian gue, dia orang yang dewasa. Suaranya tegas dan sarat akan kedamaian. Karismanya saat itu semakin memancar karena Husein udah kayak penceramah gitu. Dia pake peci, baju koko, dan sarung. Gue semakin gimana gitu. Baru aja mau lupa eh kejadian ini bikin gimana gitu.
            Gue segera tersadar karena Husein ngomong ke arah gue. Jiaa, ini adalah percakapan awal kami. “Pembinanya ada?” kata gue singkat dan semoga aja nggak terdengar gugup. Dia (masih senyum) menjawab “Maaf, pembinanya baru keluar. Ada apa ya?” Gue udah nggak bisa berkata-kata karena hati gue udah berkecamuk. Mbak Diah pun menimpali “Kebetulan kami dari Rohis Firman Boyolali ada sedikit sedekah.” Husein pun melebarkan senyumnya dan berkata “Tunggu sebentar ya.” dia masuk ke dalam dan gue narik-narik lengan baju mbak Diah. Serius, gue kalo gugup nggak bisa menutupi.
            Mbak Diah bilang ke gue “Ada apa sih dek?” gue cuma tersenyum dan menggelengkan kepala. Mbak Diah kayaknya habis minum ramuan herbal yang bikin bisa baca pikiran gue, dia tersenyum jahil dan berkata “HAYOOO..” Tak lama kemudian Husein membukakan pintu di sebelah pintu masuk yang mana ruangan itu adalah ruang tamu. Kami dipersilakan masuk tapi gue geleng-geleng ke arah mbak Diah. Alhamdulillah kakel gue peka dan dia bilang “Ini ada sedikit makanan dari kami.” Husein berterima kasih dan mempersilakan kami masuk sekali lagi. Mbak Diah yang berucap “Udah nggak apa, terima kasih. Kami pamit dulu ya.” Masih dengan wajah tersenyum Husein bilang “Udah gini aja?” Dalam hati gue pengen bicara apa gitu. Husein saat itu melirik ke arah gue dan auah lo pasti tau gimana rasanya. Gue yang biasanya doyan ngomong buat bikin akrab sama orang yang baru ditemui (eh tapi orang yang keliatan baik aja yang gue ajak omong) tapi malah diem aja. Ck!
            Intinya gitu guys. Aduuh, padahal gue udah berjanji buat nggaka da feel apa-apa sama Husein tapi kenyataan nggak segampang itu. Saat sampai rumah sih otomatis gue baper dan senyum tapi juga merasakan kembali kenangan pahit yang dulu. Tapi, Alhamdulillah karena dengan ngikut group Islami WA yang mana temen-temennya In Shaa Allah nggak seceroboh gue, gue bisa mengelola rasa baper kekinian saat itu karena terinspirasi dari mereka. Gue nggak mau mikir kenceng buat masalah Husein. Tere Liye juga bilang dalam novelnya kalo cinta sejati tuh nggak usah dipaksakan kalo udah jalannya pasti ada aja jalan terbaik dari Tuhan buat ketemu.
            Nah pesen gue buat temen-temen shalihah jangan gampang baper yak! Seumpama barang lo jatuh terus dia yang ambilin, itu normal kok. Nothing special. Tetaplah berjaga-jaga dan #JanganBaper. Buat ikhwan, lo nggak perlu menawarkan bantuan kalo lo liat si dia bisa melakukannya sendiri atau temen akhwatnya bisa membantu. Please, jaga perasaannya. Hal itu lebih utama. Hayuk sama-sama jaga hati.
            The conclusion is... kalo cewek jangan gampang baper. Kalo cowok ya jangan suka modus sana-sini karena cewek tuh gampang GR! Ntar kalo baper berkelanjutan akhirnya diajak pacaran mau. Padahal pacaran tuh kayak korupsi, tau nggak sih? Yup, menikmati yang bukan haknya. Buat wanita, jadi seorang wanita yang dihormati tuh lebih baik dibandingkan menjadi seorang wanita yang banyak diminati kaum Adam! Look this picture!
         Gimana iya kan? Mending tidur. Btw, itu modelnya adik gue wks. Yang serius pasti berani bertamu. Beda sama pacaran yang mana hubungan yang berlandaskan hawa nafsu. Muslimah, please listen to me..dia tidak memuliakan lo kalo mengajar untuk berpacaran. Karena lelaki sholih pasti tau kalo wanita itu sangat amat berharga jadi dia akan tetap menjaga cintanya buat lo dan memasrahkan pada Allah.

Oiya Minggu depan In Shaa Allah Rohis Firman akan mengadakan bakti sosial ke panti asuhan. Hmm, kali ini penghuninya anak-anak unyu jadi gue nggak perlu persiapan mental. Nah, bagi lo yang berdomisili di Boyolali dan berniat menyumbangkan sesuatu lo bisa contact gue di azaliazalfaa@gmail.com dan ketemu gue bersama pengurus Rohis buat ambil barang/uang yang disedekahkan. Selama tempatnya di Boyolali kota, it’s okay. Bagi yang di luar Boyolali juga bisa kok kalo seumpama pengen ikut berdonasi dengan cara kirim JNE tapi sebelumnya kontak gue dulu yak. Fadhilah sadaqah banyak kok. Dalilnya juga banyak. Salah satu sabda Rasulullah SAW “Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian. (Al-Wasil 6: 255, hadis ke 11.) Udah dulu ya, gue mau lanjut belajar. Eh kayaknya tidur aja deh. Ngantuk. Pokoknya janga baper. Eh tapi kalo baper (bawa perubahaan) buat jadi jomblo high quality boleh banget. Baarakallahu fiik..
Readmore → Jangan Bikin Baper
 
;