Kado Spesial Untuk Kawan Hijrah

            Salaman sama lawan jenis gamau. Ga pernah ngucap dan ngerayain ulang tahun. Pakai jilbab udah kayak emak-emak yang mau pengajian. Kemana-mana pakai kaos kaki, kayak mau sekolah aja! Eh, kok celananya cingkrang dan pakai jenggot segala. LO IKUT ALIRAN APA SIH??!
            Jleeub. Pernah nggak denger perkataan-perkataan yang mengguncang seperti di atas? Well, I’m pretty sure, bagi kalian yang baru berhijrah pasti pernah dapet kalimat pernyataan kayak gitu. Gimana rasanya? Nyesek, galau, minder, dan bahkan mungkin ingin menyerah? Ah, jangan deh. Rugi kalau kita denger perkataan manusia.
            Bagi temen-temen yang sedang berhijrah, lo adalah orang terpilih. Allah ngasih hidayah untuk berubah ke arah yang lebih baik, jangan sampai nikmatnya hidayah ditukar dengan hal-hal murahan karena kita selalu butuh hidayah itu sampai ajal menjemput. Lo adalah orang yang hebat, maka bertahanlah dari bisikan-bisikan jahil itu. Jangan sampai kita lebih mementingkan penilaian manusia daripada ridho Allah. Rugi dah, kalau kita lebih mentingin apa yang diomongin manusia.
            Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah mengungkapkan kenyataan tersebut dalam perkataan beliau : “Sesungguhnya hidayah itu tidak ada ujungnya, kendati seorang hamba telah sampai kepada kedudukan yang tinggi, maka di atas hidayahnya masih ada hidayah yang lain, dan di atas hidayah itu masih ada hidayah lain yang tidak ada batasnya.” (Lihat Al Fawaid halaman 189)
            Nah sedikit gue jabarin ya. Islam itu nggak ada aliran-alirannya. Islam itu ya cuma satu yaitu yang berpedoman pada Al Qur’an dan As Sunnah. Nggak ada Islam A Islam B Islam C. Well, sebagai pemuda Muslim kita perlu paham mengapa si fulan tidak ingin berjabat tangan dengan lawan jenis non mahram, tak pernah merayakan ultah. Dan bagi mereka yang berhijab syar’i, celana tidak isbal (melebihi mata kaki) dan berjenggot jangan kita anggap sebagai orang yang kaku dan primitif. Kalau kita masih menganggap hal tersebut sebagai hal primitif, bisa jadi kita yang lebih primitif terhadap ajaran Islam. Mengapa mereka seperti itu?
            Sobat muda, ibu-ibu, bapak-bapak, dan semua kalangan di sini, ada sebuah hadist yang berbunyi “Seorang ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi adalah lebih baik ketimbang menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani, no. 16880, 16881). Sudah jelas kan? Bahkan ‘Aisyah radhiyallahu anha berkata bahwa tangan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak pernah menyentuh tangan seorang wanita non mahram sama sekali, membaiat para wanita pun dengan perkataan. Mereka yang sudah paham akan hal ini, makanya tidak mau berjabat tangan. Tolong ya jangan cela mereka, ini adalah ajaran Islam, aneh juga kalau orang Islam tapi sama ajarannya sendiri gamau nerima dan merasa asing.
            Terus ada juga kan yang gapernah ngucapin ultah ke sobat deketnya atau pun merayakannya. Hal ini termasuk tasyabbuh (menyerupai) budaya non muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa meniru-niru suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”
            Lalu, pasti kita pernah lihat perempuan yang masih muda namun menutup rapat auratnya, pakaiannya pun longgar. Dan kelihatan nggak gaul. Eh wait. Perintah berhijab terdapat dalam QS Al Ahzab 59 kalau kerudung harus menutup dada. Dan well, dalam sebuah hadist disebutkan kalau yang boleh terlihat bagi perempuan hanyalah wajah dan telapak tangan. So, in my mind kalau lihat perempuan muda macem gitu, memandangnya teduh dan lebih terjaga tentunya.
            Dan pernah lihat cowok bercelana cingkrang dengan jenggot stylenya? Paradigma masyarakat akan hal ini biasanya disangkut pautkan dengan jaringan radikal dan teroris. Ck! Prihatin gue. Inilah arahan manusia paling mulia di bumi ini seputar isbal “Sesungguhnya batas sarung (termasuk celana atau jubah) seorang Muslim adalah setengah betis dan tidak mengapa jika posisinya berada diantara setengah betis dan mata kaki. Apabila di bawah mata kaki maka tempatnya di neraka.”(HR Abu Daud. Shahih). See? Terus kenapa juga berjenggot. Kata Rasul “Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot dan selisihilah majusi.” (HR Muslim no 626). Jadi, laki-laki yang bercelana cingkrang dan berjenggot jangan dianggap aneh lagi yak. Mereka udah mengenal ajaran agama perihal itu.
            Bagi sahabat-sahabat hijrah seperjuangan. Jangan risaukan apa komentar orang, fokuslah terhadap apa yang mendatangkan ridho-Nya. Gue tahu ini mungkin terasa berat. But remember it, seperti yang ditulis Panji Ramdhana dalam bukunya kalau surga itu nggak murah. Harus ada perjuangan biar bisa kesana. Setelah hijrah akan ada istiqomah. Inilah hal paling sulit yaitu menjaga istiqomah. Namun, sekali lagi. Surga itu tidak murah Sobat.
            Dan tolong jangan cela mereka yang sedang berhijrah. Hargai proses mereka.
#selfreminder
#notetomyself
#roadtojannah

Popular posts from this blog

Lelaki Sholeh Idaman Surga

Ketika Seorang Muslim dan Muslimah Jatuh Cinta

Pengalaman Menggunakan Sebuah Cadar