Thursday, 15 June 2017 2 comments

Pemberitahuan

Assalamu'alaikum, kutulis postingan ini kala malam syahdu bertasbih. Postingan edisi Ramadhan kali ini cukup sampai artikel kemarin ya. Maaf banget, gabisa sesuai jadwal. Ternyata ada aja kendala yang ditemui. Karena sudah mulai 10 malam terakhir, gue sudahi ya post edisi Ramadhan. Ini waktunya berbenah diri, lebih semangat. Semoga kita bisa dapet Lailatul Qodr ya.. Aamiin.

Gue ucapkan terimakasih pada kalian yang setia membaca. Jazakumullah wa jazakunnallah khoir.
Readmore → Pemberitahuan
Saturday, 10 June 2017 8 comments

Untuk Apa Kau Cemburu

            Can I open my mind and reset it to be good enough? Then, do everything that never against with Al Qur’an and As Sunnah. Hehe, bisa gak ya. Oke, gue kembali lagi alhamdulillah. Pada edisi deketin Allah yuk hari ini gue bakal share tulisan yang terinspirasi dari instagram. Semoga yang menginspirasi gue dapet limpahan rahmat dari Allah juga yang ngeshare dan mau baca artikel ini, aamiin. Let’s start it..
            Pernahkah kalian merasa cemburu? But what’s the things that make you to be jealous? Apakah karena lihat orang yang lebih cantik atau ganteng? Mungkin juga ada yang lebih kaya? Atau karena HPnya udah iPhone 7 sementara lo masih pake iPhone 6. Mungkin juga karena dia lebih pinter di kelas? Or everything that seems perfect in your sight.. NO. Don’t you be jealous because of that.
            Untuk ukhti dan akhi fillah..
            Pertama untuk akhwat fillah yang gue cintai..
          
            Ukhti, apakah kau pernah merasa cemburu? Kenapa kau cemburu? Apakah karena hal-hal yang telah kutulis di atas. Percuma jika seperti itu. Pernahkah kau cemburu melihat seorang Muslimah yang begitu hanif hatinya? Baik, akan kuceritakan padamu sosok Muslimah yang begitu menginspirasi. Dia selalu mengenakan pakaian syar’i ke mana pun ia pergi. Tak pernah peduli trend fashion masa kini. Yang ia pikirkan, bagaimana bisa berpakaian seperti yang diajarkan agama. Bahkan, tak jarang ia dikatakan sebagai ninja atau pun seorang yang aneh karena identitas islamnya.
Ia juga dapat menjaga betul pandangannya. Lihat baik-baik sorot mata yang teduh dan menyenangkan miliknya. Menjauhi untuk melihat hal-hal yang haram. Selalu digunakan untuk membaca Al Qur’an dan mengkaji kitab-kitab kontemporer yang bermanfaat. Dalam matanya pun terpancar ilmu Islam yang menyejukkan.
            Lisannya pun selalu digunakan untuk berdzikir pada Allah. Menghindari untuk berkata-kata yang tidak bermanfaat. Karena ia ingat sebuah hadist “Berkatalah baik atau diam” (Muttafaq ‘Alaih). Ia diam karena takut menjadi fitnah. Suaranya pun tak pernah dilembutkan untuk menarik ajnabi. Ia seorang Muslimah yang tegas dan hebat.
            Lantas, aku pun juga kagum akan Muslimah itu. Ia tak mudah terkena bujuk rayu cinta sesaat. Ketika ada laki-laki yang melesatkan panah racun pada hatinya, ia mampu membentenginya dengan penjagaan terbaik. Ia tak pernah ingin bermain-main dengan cinta. Hatinya terlalu hanif untuk tergoda cinta semu yang menyesatkan.
            Tunggu, dia pun juga memberikan cinta. Dan mashaallah, cintanya ia berikan pada Allah, Rabb Semesta Alam. Cinta yang sebenarnya dan bukan cinta murahan. Saat sang kekasih halal belum dipertemukan, dia berikan seluruh hatinya pada Allah. Tak lupa, tetesan air matanya jatuh mengingat betapa Allah juga sangat mencintainya. Bahkan, kata Ibn Qayyim Al Jauzziyah “Andai kamu tahu bagaimana Allah mengatur urusan hidupmu, pasti kamu akan meleleh karena cinta kepada-Nya”
            Dan juga untukmu akhi..
            Pernahkah terbesit dalam hatimu rasa cemburu itu? Ya, setelah penjelasan di atas harusnya kau pun juga cemburu untuk hal-hal yang bermanfaat. Tak bergetarkah hatimu ketika ada saudara Muslim yang sudah mengenakan celana di atas mata kaki dan berusaha memelihara jenggot? Perjuangan mereka kukira tidak mudah karena penampilan tersebut akan terlihat mencolok di masyarakat.
            Namun, karena azzam yang kuat untuk menjalankan perintah agama, hati mereka begitu tegar dan siap dengan segala konsekuensi yang akan diterima. Akan kuceritakan padamu juga sosok saudara Muslim yang menginspirasi..
            Dia selalu menjaga sholatnya di masjid. Baginya sholat berjamaah adalah hal yang harus ia kerjakan. Dengan langkah mantap, ia langkahkan kakinya menuju masjid. Meski pun saat Subuh udara dingin mencekam namun karena rasa cintanya pada Allah ia taklukan dinginnya Subuh. Di saat pemuda lain masih tidur pulas, ia sudah bisa memiliki dunia dan isinya karena mengerjakan dua rakaat sebelum Subuh jua.
            Bahkan tahukah kau? Pemuda itu selalu menangis. Bukan, dia tidaklah cengeng. Orangnya tegas namun berhati lembut. Namun, saat ia teringat akan dosa-dosanya ia menangis, merintih pada Allah meminta pengampunan.
            Pun saat cinta datang menyapa. Ia tak seperti pemuda lain. Hatinya hanif dan ia memilih untuk menjauh, hal tersebut lebih menjaga hati. Saat bertemu pada akhwat yang disukai, ia memilih diam dan tak menunjukkan rasa suka itu. Aku tahu, hal tersebut bukan karena sombong atau cuek namun itulah pilihan terbaik. Baru, saat sepertiga malam ia asyik mengadu dan merayu Sang Pemilik Hati agar dipersatukan dengan sebuah nama. Baru di saat yang tepat, dengan gagah berani ia datang ke wali sang akhwat.
            Namun, lagi-lagi rasa jatuh cinta itu tak seberapa. Cintanya sudah terlalu besar untuk Allah. Hatinya tak sudi untuk terlalu jauh berharap pada makhluk-Nya. Ia gantungkan seluruh rasa pada-Nya. Kepercayaannya pada Allah benar-benar hebat.
            Dan menariknya, ia pun peduli pada umat. Berdakwah pada sesama, amar ma’ruf nahi munkar. Ilmu agamanya luas dan ia ingin berbagi pada sesama. Mengajak yang salah menuju jalan kebenaran karena ia sadar akan tanggungjawabnya yang besar sebagai pendakwah di jalan Allah. Keadaan umat pun juga ia pikirkan. Dengarkanlah saat ia berceramah, kau akan mendengar suara yang mantap, penuh dengan kejujuran, dan juga terdengar menyenangkan.  
            Akhi, ukhti..
            Bagaimana? Sekarang apakah kau masih cemburu pada hal-hal duniawi saja? Ubahlah alasan kita untuk cemburu. Sekali lagi, apakah kita tidak cemburu melihat mereka pada saat heningnya sepertiga malam, mereka menggelar sajadah dan riuh memohon ampunan dan juga rahmat-Nya. Yang selalu mewakafkan diri di jalan Allah, yang memiliki tekad untuk HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID
              Juga, mereka yang bisa istiqomah di jalan-Nya. Tak terombang-ambing dalam dunia fana. Selalu mengingat akhirat. Mereka benar-benar ingin mendapat balasa dari Allah. Sungguh, hanif benar hatinya. Sungguh, aku pun ingin seperti mereka yang mendapat kenikmatan hidayah seindah itu. Hatiku masih gampang berbolak-balik, masih menjadi pemudi yang merangkak untuk berproses, doakanlah aku, semoga aku dan kamu yang membaca ini juga bisa menjadi sosok di atas.
            Yepps.. di atas adalah tulisan pengingat buat gue sendiri. Gue yang katanya pengen jadi generasi sami’na wa atho’na tapi masih lelet juga dalam berproses. Ini nggak mudah maka butuh perjuangan. Lo mau tahu siapa sosok yang gue ceritain di atas? Kasih tahu gak ya? Krik krik krik
            Ya udah gue kasih tau.. Jadi, sosok pemuda Muslim dan Muslimah di atas gue sendiri juga gatau namanya dan dimana orangnya. Jadi, gue cuma ngamati aja sih sosok-sosok yang menginspirasi dan juga berjiwa hanif. Nah, gue bikin deh rangkuman tulisan ini. Tapi, gue yakin masih ada sosok-sosok seperti yang gue tulis di atas. Para mujahid mujahidah yang selalu berjuang di jalan-Nya, pasti ada. Semoga rahmat selalu tercurah untuk mereka.
Dan jika lo masih cemburu karena hal-hal duniawi juga, cobalah untuk menengok ke bawah. Lo akan mendapati masih banyak orang yang ada di bawah lo, tapi hal ini jangan juga dijadikan alasan untuk meremehkan seseorang. Bahkan, jujur ya guys saat kita bener-bener udah percayain hidup ke Allah, semua urusan bakal beres, mulus dah. Gue ya, di kelas ga pinter biasa aja tapi I think Allah makes my journey so smooth and so many surprises. Banyak kejutan nggak terduga yang gue dapet dari-Nya di masa putih abu-abu. Ini semua karena keyakinan. Kuncinya adalah qana’ah dan al ways be grateful, OKK!

Dan terakhir, gue minta tolong ya, supaya gue tetep bisa menulis, tolong sahabat, jangan pernah lupakan aku dalam doamu. Syukron, jaazakumullah wa jaazakunnallah khoir..
Readmore → Untuk Apa Kau Cemburu
Wednesday, 7 June 2017

Kenapa Gue Jomblo

            Assalamu’alaikum single fii sabilillah yang dirahmati Allah. How’s the day? I hope your heart is well as your day. Well, today I wanna share to you.. why am I single? Iyees, pada edisi ketika tersentuh cinta hari ini gue bakal bahas kenapa gue jomblo? Seterah lo, mau nyebutnya jomblo atau single menurut gue itu sama aja sih. Yeah, sama-sama sendiri.
            Okay, gue jomblo karena.. ingin menjaga kehormatan perasaan sekaligus melaksanakan aturan agama. Pernah denger sami’na wa atho’na? Saya dengar, saya taat. Mantap bener tuh generasi yang bisa sami’na wa atho’na! Gue pengen jadi generasi sami’na wa atho’na, saat gue tau ilmu agama yang baru, pengennya gue langsung taat, ga nanti-nanti. For example, gue baru tahu kalau musik itu haram dalam islam. Well, lo boleh aja nggak setuju sama gue. Tapi, ajaran agama seperti ini lho. Ada sebuah hadist yang berbunyi
            “Sungguh akan ada dari umatku kaum-kaum yang menghalalkan zina, kain sutra (bagi lelaki), khimar (segala sesuatu yang memabukkan), dan ALAT-ALAT MUSIK” (HR Al Bukhari)
            See? Dulunya sih gue juga mengelak, kalau sekadar musik Islam pasti boleh aja tapi setelah baca lebih dan gue baca sebuah buku yang membahas fiqh musik ternyata emang haram. Nah, kalau ada musik Islami brati ada juga donk zina islami, khamar islami.. #Jleuub banget. Ini emang nggak mudah meninggalkan sesuatu yang gue suka, like music. Tapi agama melarang, ya udah gue berusaha menghindari musik. Lebih baik dengerin murrotal yak. Suaranya sejuk dan berpahala.
            Terus, gue jomblo karena ingin menjaga hati dan mendekatkan diri pada penjagaan terbaik. Ya, kalau orang pacaran mungkin dia merasa lebih aman karena punya pacar, dia pikir bakalan ada yang melindungi dia. Ah, tapi itu ga ada apa-apanya. Gue jomblo dan gue menyerahkan diri pada penjagaan terbaik. Penjagaan yang dilakukan oleh Allah. Makanya, ayo jadi jomblo fii sabilillah, inshaallah bakal dijaga oleh Allah, Sang Penjaga Terbaik. Yang Menguasai Seluruh Alam. Daya Yang Paling Kuat. Siiplah..
            Then, gue jomblo karena sadar kalau pacaran hanya akan menumpuk dosa. Gue yang udah banyak dosa dan ga ada jaminan masuk surga masa berani-beraninya nambah dosa pacaran. Allah sudah melarang kita mendekati zina, bro sist coba deh dibuka QS Al Israa’ ayat 32. Gimana udah dibuka? Artinya udah dibaca? Nah, paham kan? Mau putus sekarang? Cakeep..
Ilustrasi gue yang single, ehee
pic by kawanimut
            Gue jomblo juga karena ingin sendiri dalam penantian yang mendekatkan diri pada-Nya. Karena gue yakin, kalau kita cinta Allah dengan sesungguhnya, Dia gabakal ngecewain yang ada bakal dihadirkan sosok terbaik yang akan menemani langkah kita ke surga, aseek.. terus karakter jodoh tuh ga jauh-jauh amat dari kita. Yup, jodoh adalah cerminan diri. Misal, orang-orang yang pacaran dan udah gonta-ganti pasangan beberapa kali, dia juga akan dapet jodoh yang sama, jodoh yang mendapatkannya dengan cara yang tidak diridhoi Allah. Orang yang suka ke diskotik, jodohnya juga ga jauh-jauh amat dari lingkungannya. Seorang aktivis dakwah yang bisa menjaga kehormatan perasannya, dapet pasangannya bisa juga dari temen aktivis dakwah.
            Nah terus, bagi orang-orang yang mungkin pernah merasa tersakiti oleh gue secara nggak langsung, I really apologize. Pernah ada beberapa ikhwan yang entah gimana, berusaha pdkt ke gue. Gue cuek dan kayak anak polos lugu yang nggak ngerti cinta. Seberapa dalam luka yang gue buat? Well, maafkeun ini semua gue lakukan karena gue nggak mau terjerumus ke dalam cinta yang tidak halal dan mendatangkan murka-Nya. Sekali lagi, ini tentang sebuah prinsip. Makanya, jangan taruh hati ke gue dulu ya saat SMA kecuali kalau sudah saatnya, silakan temui ayah dan utarakan apa maksudnya.
             Yang terakhir, gue memilih untuk jadi single karena, gimana ya nulisnya.. seperti beda deh, rasa cinta orang yang pernah pacaran terus nikah pasti hambar. Gampangnya gini, pas pacaran udah pegangan tangan sering, nggombalin pasangan sampai klepek-klepek jadi rutinitas, boncengan setiap hari, dan naudzubillahi mindzalik ketika ada yang kebablasan, mereka yang mengutamakan hawa nafsu yang rela menyerahkan kehormatan untuk pasangan. Ck! Parah! Lo bedain deh, sama jomblo fii sabilillah yang sebelumnya gapernah pacaran atau mungkin pernah pacaran namun insyaf.. mereka yang sebelumnya ga pernah bersentuhan kulit dengan non mahram, ga pernah diungkapin rasa cinta, menjaga betul perasaannya. Lalu ketika sang pangeran datang untuk menikahi, aww this is the truly affection. Pasti rasa deg-degannya lebih kerasa. Tatapan yang bertemu dengan syahdu, bahkan penduduk langit pun ikut mendoakan sepasang kekasih halal tersebut. Ya Allah, sweet banget siii..
            Gue menghimbau bagi kalian aktivis pacaran, hentikanlah. Ini bulan Ramadhan, jangan pernah bermain-main dengan hukum Allah! Pacaran haram dalam Islam. Kalau emang cinta nikahin sekarang juga! Kalau belum bisa menikah, ya udah putusin aja! Gue nggak menjudge aktivis pacaran, tapi gue hanya menyampaikan apa yang ada dalam Islam.
            STOP mengumbar kemesraan yang belum halal di medsos seperti foto berdua dengan mesranya, karena gue khawatir sob, hal tersebut akan ditulis di lembaran amal lo sebagai mujahirun bil ma’ashi (orang yang terang-terangan melakukan maksiat) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Setiap umatku akan mendapat ampunan kecuali mujahirun (orang yang terang-terangan bermaksiat)” (HR Bukhari no 6069 dan Muslim no 2990)
            Terus gue nulis gini, bukannya sok suci. Mungkin kalian pun lebih baik dari gue. Tapi, kalau gue diem aja lihat fenomena ini gue takut bakal ditulis di lembaran amal gue termasuk orang yang tidak melarang kemungkaran. “Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat.” (QS Al-Maidah : 79)
            Subhanallah, pilihan yang sama-sama pahit di dunia akhirat. Kalian yang terang-terangan bermaksiat akan terancam hadist di atas. Gue yang melihat kemaksiatan lalu cuma diem aja akan terancam Surah Al-Maidah : 79. Tidak ada pilihan kecuali gue memberi nasehat dan lo segera berhenti dalam pacaran.
            Tapi hanya Allah lah yang memiliki hidayatut taufiq. Gue tidak sedang membahas person tertentu, tapi buat lo semua saudara seiman. Gue sayang, maka gue ingatkan hal di atas agar Allah tidak murka. Sekarang bersegeralah sebelum semua terlambat. Sungguh, gue hanyalah seorang penasehat. Udah ah putusin aja! Allahu yahdik, wassalamu’alaikum.


Readmore → Kenapa Gue Jomblo
Sunday, 4 June 2017

Dari Upin dan Ipin

            Assalamu’alaykum warahmatullah sobat muda yang dirahmati Allah. I aplogize for my late post last week. Gue baru ada ujian kenaikan kelas dari Jum’at lalu hingga Jum’at minggu ini. Jadi, sekali lagi maaf kalau selama gue UKK, saat posting artikel sepertinya gabisa full karena gue harus belajar. Jadi, fleksibel aja lah ya selama UKK, pas longgar ya gue nulis tapi kalau pelajarannya macam ekonomi atau matik ya pending bentar lah ya postnya.
            Okay guys, kalian pasti tau Upin dan Ipin? Yeah, sejenis kartun yang biasanya tayang di MN*TV. Ini bukan gue sih sebenernya yang niat nonton, tapi adik gue. Siang ini ada Upin dan Ipin the series, nah gue juga ikut nonton nemenin adik gue. Pas di scene apa gitu, pokoknya kayak ada lautan api gitu. Liatnya panas dan ngeri.
            Pikiran gue pun jadi terbang ke suatu tempat...
            NERAKA

            Apakah sudah ada jaminan gue bisa lolos dari neraka? Well, setiap anak Adam kalo ditanya pasti ya nggak mau lah masuk ke neraka. Gue juga nggak mau. Semoga kita bisa terhindar dari api neraka yak. Aamiin.  
Readmore → Dari Upin dan Ipin
Thursday, 1 June 2017

Amalan Keliru Seputar Ramadhan

            Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh ukhti wa akhi fillah, gimana, masih semangat untuk menebar kebaikan pada bulan Ramadhan ini? Semoga semangat itu terus tumbuh dan mengakar pada kepribadian kita masing-masing yak, Aamiin. Pada post kali ini,  gue akan bahas mengenai amalan-amalan yang keliru seputar Ramadhan. Bisa jadi, kita belum sadar amalan apa saja itu karena sudah mengakar pada masyarakat umum. Yuk, langsung aja kita bahas amalan apa aja yang keliru dalam Ramadhan.
            Pertama, mengkhususkan ziarah kubur menjelang Ramadhan. Ehem, lo tahu kan kalau sebagain besar orang masih melakukan adat ini, yang di Boyolali biasanya disebut nyadran. Tidak tepat, kalo ada orang beranggapan bahwa menjelang Ramadhan adalah waktu yang utama untuk menziarahi orangtua atau pun kerabat. Tapi, kalo mau ziarah bisa kok setiap saat karena ziarah akan membuat hati kita semakin lembut karena ingat akan malaikat Izrail yang sedang OTW menunggu giliran kita. Nabi Muhammad Saw bersabda “Lakukanlah ziarah kubur karena hal itu lebih mengingatkan kalian pada akhirat (kematian)” (HR Muslim no. 976, Ibnu Majah no. 1569, dan Ahmad 1 : 145)
            Kedua, padusan, mandi besar, atau keramasan menyambut Ramadhan. Inget guys, amalan-amalan yang dibuat sendiri dan nggak ada dalil bisa jadi bid’ah lho, so be careful! Termasuk acara padusan yang masih melekat pada tradisi masyarakat umum. Lebih parahnya, acara padusan dilakukan di pemandian yang mana terjadi ikhtilath yaitu campur baur antara lelaki dan perempuan. Kan aneh kalau mau nyambut Ramadhan tapi malah disambut dengan hal yang bisa bikin Allah murka.
            Ketiga, mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya. Inget nih sabda Rasulullah Muhammad Saw “Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi seseorang yang terbiasa mengerjakan puasa pada hari tersebut maka puasalah” (HR Abu Daud no. 2335, An Nasai no. 2173, Tirmidzi no. 687 dan Ahmad 2 : 234. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadist ini shahih)  Nah, pada hari itu kita dilarang puasa karena hari tersebut juga hari yang meragukan, berdasarkan sabda Rasulullah Muhammad Saw “Barangsiapa berpuasa pada hari yang diragukan maka dia telah mendurhakai Abul Qasim (yaitu Rasulullah Muhammad Saw)” (HR An Nasai no. 2188 dan Tirmidzi no. 686. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadist ini shahih.)
            Keempat, melafazhkan “Nawaitu shouma ghodin... Nah ini perlu diperbaiki. Letak niat sebenarnya adalah di dalam hati bukan di lisan. Bahkan, kalo niat itu dijaherkan, para ulama lebih melarang keras. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan “Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan diantara para ulama.” (Roudhotuth Tholibin, 1 : 502)
            Kelima, pensyariatan waktu imsak. Maksudnya adalah berhenti makan dan minum saat 10 atau 15 menit sebelum waktu Subuh. Hal ini nggak bener guys. Waktu imsak adalah sejak terbit fajar shodiq yaitu saat adzan Subuh berkumandang. Jadi, jangan sampai keselek sendok ya karena terburu-buru makan saat mendengar kata-kata “imsaak..imsaaak”.
            Keenam, dzikir jama’ah dengan dikomandoi dalam sholat Tarawih atau shalat lima waktu. Sebagian masyarakat Muslim masih melaksanakan hal ini yang mana nggak ada tuntunannya dalam agama. Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah berkata “Tidak diperbolehkan para jama’ah membaca dzikir secara berjama’ah. Akan tetapi yang tepat adalah setiap orang membaca dzikir sendiri-sendiri tanpa dikomandai oleh yang lain.karena dzikir secara bersama-sama adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya dalam syari’at Islam yang suci ini.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 11 : 190)
            Ketujuh, “as sholaatul jaami’ah” untuk menyeru jamaah dalam sholat Tarawih. Ngga ada lho tuntunan dalam Islam yang mengajarkan seperti ini. Juga, dalam sholat Tarawih tidak ada seruan adzan atau iqomah untuk memanggil jama’ah karena adzan dan iqomah hanya ada pada shalat fardhu. Perkara yang ngga ada tuntunannya termasuk perkara yang diada-adakan atau bid’ah. Yuk, jauhi bid’ah.
            Kedelapan, Perayaan Nuzulul Qur’an. Perayaan ini nggak pernah dicontohkan Nabi Muhammad Saw. Juga, nggak pernah dicontohkan oleh para sahabat. Para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengatakan “Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita untuk melakukannya.” Entah dari mana asal mula perayaan Nuzulul Qur’an di Indonesia.
            Kesembilan, tidak mau mengembalikan keputusan penetapan Ramadhan dan hari raya kepada pemerintah. Kasus kayak gini pasti terjadi di Indonesia. Ya, walau ngga setiap tahun sih tapi kan ya keliatan kurang kompak gimana gitu. Al Lajnah Ad Da’imah, komisi Fatwa Saudi Arabia mengatakan, “Jika di suatu negeri terjadi perselisihan pendapat,maka hendaklah dikembalikan pada keputusan penguasa Muslim di negeri tersebut. Jika penguasa tersebut memilih suatu pendapat, hilanglah perselisihan yang ada dan setiap Muslim di negeri tersebut wajib mengikuti pendapatnya.” Ngga bermaksud apa pun, lebih baik kita nurut sama keputusan pemerintah.
            Sepuluh, bayak tidur ketika berpuasa. Ada hadist kayak gini “Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Do’anya adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan.” Perlu kita ketahui kalo hadist ini dho’if. So, jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan yak. Mending baca Al Qur’an dan raih pahala.
            And the last is, puasa tetapi tidak sholat. Hmm, orang macem ini kasian. Ibarat seorang pekerja keras yang ngga dapet gaji, pasti bikin nyesek dan galau berkepanjangan. Maka dari itu, sholat 5 waktu kan kewajiban maka harus kita laksakan. Nah itu dia teman-teman amalan-amalan yang keliru seputar bulan Ramadhan, semoga bermanfaat. Edisi fiqh Ramadhan hari ini materinya gue kutip dari buku Panduan Ramadhan karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.


Readmore → Amalan Keliru Seputar Ramadhan
 
;