Thursday, 26 April 2018 10 comments

Mekar Tumbuh Bersemi Kembali

source : tumblr

            When I see your eyes, I feel like home. When you smile into me, the world turns into the beautiful one. Eveything seems perfect but I’m pretty know, nothing perfect in this world. But, honestly, my world is a better place because of you. Inshaallah, I will love you unconditionally until the end.
            Well, it’s for yaa.. My beloved Mama, Ayah. Yang selalu support gue dimana pun berada dan bagaimana pun keadaan gue. Mungkin banyak ucapan terima kasih nggak akan bisa membalas semua jasa-jasa kebaikan yang telah mereka berikan ke gue. Yea, biarlah gue melakukan cara yang gue anggap paling bisa membuat bahagia kedua orangtua gue.
            Really, without your support Ma, Yah, gue pasti ga akan sampai di titik ini. Gue orangnya mudah bosen. Belajar pun kalau mood, ini jangan ditiru yaa wqq, terus banyak SKS (sistem kebut semalam). Tapi, atas izin Allah, alhamdulillah gue bisa diterima lewat jalur undangan di UNS sesuai yang gue mau yaitu di jurusan Pendidikan Luar Biasa.
            Gue ngga nyangka! Serius, ini pasti karena doa-doa yang telah dipanjatkan secara diam-diam buat gue. Mama yang kalau gue masih begadang streamingan liat film, gue denger ambil air wudhu.. ah, semoga aku bisa mencontoh kebiasaan baik itu ya Ma. Juga, ngga lupa..
Gue juga merasa karena doa-doa yang telah dipanjatkan kakek gue, gue manggil beliau Kakung. Mbah Kakung ini, gue akui jadi kakek paling best lah sedunia. Sabaaaar banget kalau udah sama cucu-cucunya. Mau jajan apa pun dikasih! Serius, ga ada mbah yang lebih sabar dan baik selain beliau. Kalau gue main ke rumah beliau, pasti beliau bilang agar gue kelak jadi guru. Terus, kalau setiap sore gue main ke rumah beliau padahal gue harusnya ada urusan lain, Mbah Kakung bakal bilang “Loh kok main ke sini?” dalam bahasa Jawa, terus nanyain kenapa gue ngga disana tapi malah main disitu. Gue cuma mringis aja hehe, biasalah anak muda terkadang masih labil. Beliau bakal bilang dalam bahasa Jawa “Kalau sudah diberi amanah ya usahakan dijalani dengan baik” sambil tersenyum tulus banget banget banget. Terus gue salutnya, di usia yang senja dan pasti kalau baca sesuatu udah nge-blur, Mbah Kakung berkomitmen untuk baca 1 hari 1 juz, mashaallah tabarakallah. Juga, beliau yang masih semangat menjadi imam Subuh di desa. Nah mungkin setelah sholat Subuh itulah Mbah Kakung selalu memanjatkan doa-doa untuk anak cucunya.
Aduh, gue pengen nangis kalau ngomongin keluarga kayak gini. I’m very blessed to live with them. Dan sekarang, alhamdulillah gue bisa masuk FKIP PLB. Inshaallah, jika memang ini yang terbaik pasti bulan Agustus besok gue udah bakal masuk ke UNS, menyongsong mimpi-mimpi masa depan semenjak gue kecil. Gue dari dulu pengen jadi guru. Tuh liat, poster yang tertempel sejak kelas 6 atau 5 SD yaa, lupa gue... bertuliskan kalau ingin menjadi GURU. Kalau Allah menghendaki, pasti akan tapi kalau ada yang lebih baik, gue percaya aja sama skeanarioNya yang pasti happy ending.
Makasih banyak pada Allah yang selalu menolong, Rasulullah yang selalu menjadi panutan terbaique, Muhammad al Fatih.. Lalu Ayah, Mama, Mbah Kakung, juga Mbah Uti dan sahabat-sahabat gue juga siapa pun yang telah mendoakan gue secara diam-diam. Gue merasa hidup gue kayak selalu ditolong Allah. Mau jatuh pasti ada aja penopangnya :”. Baik banget lah Allah ke gue. Sesuai nama gue Zalfaa Azalia yang berarti mutiara yang dilindungi Allah, kalau ada ungkapan nama itu doa maka gue akan setuju. Karena gue bener-bener merasa selalu ditolong Allah, ada aja jalannya. So, besok kalau kalian punya anak dikasih nama yang baik-baik yaa, jangan asal comot dari internet, ehh gatau artinya pula.
Gue bisa nulis kayak gini, malem-malem gini,niat gini karena tergugah aja. Yap, tadi kan ceritanya gue nonton sama temen gue. Awalnya kami mau nonton Teman Tapi Menikah eh ternyata ga ada jadwal. Pilihannya cuma 3 yaitu The Perfect Husband, Kembang Kantil, yang satu film luar gue lupa. Daripada kami liat orang makan kembang kantil *ehnggakding, kami pun memutuskan untuk nonton The Perfect Husband, yeah daripada balik pulang.
Saat nonton ada ketawanya, sedihnya, bapernya, nangisnya daaan yang paling membuat gue sadar adalah ketika bagian Papa si tokoh pertama meninggal. Yaa Rabb, gue merasa tertampar ketika mas pilot bilang kalau selama ini kita lebih mementingkan kebahagiaan sendiri, daripada kebahagiaan orangtua. Kita sering egois buat ngejar apa yang kita mau, padahal orangtua lah yang udah berkorban selama ini, udah korban waktu, tenaga, materi. Huaa, nyesek. Gue merasa kalau selama ini lebih banyak menuntut daripada memberikan kebahagiaan atau pun kebanggan atas prestasi minim yang gue raih.
Ohya, bagi lo yang liat story di WA dan ngira gue nonton sama cowok. NO BESAR! Gue nonton sama salah satu sahabat gue, Shinta.. hmm, nggaklah, ngga mungkin gue nonton sama cowok (re : kalau belum halal). Rasanya kalau pacaran sebelum nikah itu kayak mengkhianati imam masa depan. Jadi, inshaallah gue ga bakal pacaran sebelum nikah, dan itu adalah sebuah prinsip yang gue pegang teguh. Walau banyak cobaan menghadang, dengan cemas gue meminta pada Allah untuk menguatkan benteng penantian ini. Gue juga bakal cemburu kali, kalau si dia yang ditakdirkan udah jalan bareng cewek atau main bareng berdua disetirin atau diboncengin dia, ergh.. Belum ketemu aja udah ada rasa cemburu dan peduli, ehe.
Ya walau emang ngga bisa ditampik, kalau rasa suka pada seseorang itu pasti ada. Dan gue kalau suka sama seseorang itu selalu jujur sama Mama. Gue cerita panjang lebar tentang dia. Gimana pendidikannya, kepribadian dia, terus agama dia, dan tentang ucapan selamat ketika gue keterima SNMPTN. Dari sekian banyak ucapan selamat yang masuk, my favorit one is yaa semua pesan yang tulus dari temen-temen deh, hehe.. Nah, pasti Mama gue bakal godain pas makan di meja makan bareng keluarga dan Ayah gue jadi tau deh. Hadeeh, malu gue. Tapi, gue bersyukur ketika gue tanya apakah kelak kalau gue akan menikah haruskah dengan orang yang sudah punya rumah, kendaraan? Apa kata Mama? Sejuk, mendamaikan. Mama nggak nuntut apa-apa :) beliau bilang yang penting agamanya baik, sholeh, bertanggung jawab. Karena berjuang bersama dari nol lebih indah bukan daripada harus menunggu dia di puncak kesuksennya..
Jadi, gue merasa lebih enjoy aja kalau curhatnya ke orangtua bukan ke oranglain. Ketika gue suka sama orang, ya harusnya orangtua lah yang pertama kali tau. Ketika gue berhasil melakukan sesuatu, ya harus orangtua yang pertama tau.
Eh back to topic, yaa intinya gitu gais.. gue setelah liat film The Perfect Husband bukan baper karena tokoh utama dapet suami pilot, bukan. Tapi, ya pas bagian orangtua itu. Nah lalu mengapa gue buat judul tulisan “Mekar Tumbuh Bersemi Kembali?”
Apakah ada cinta yang kembali tumbuh di hati gue? Gue jawab “IYA”. I mean, cinta yang dalam untuk kedua orangtua gue. Gue udah mau dewasa, eh jangan dink, ntar tua donk.. maksudnya, gue akan menuju masa dewasa, jadi gue nggak boleh egois. Harusnya tau apa yang orangtua pilihkan pasti yang terbaik untuk anak-anaknya. Ngga boleh ngambekan kalau apa yang gue pilih ngga sesuai dengan pilihan orangtua. Mulai sekarang, apa yang dikatakan Mama, Ayah gue bakal percaya bahwa itulah yang terbaik.
Dan untuk my future perfect husband. I know nothing about you. Who are you, where are you now, and are you still wide awake or enjoy your sweet dream. Dear, I know it’s never easy to waiting someone that I don’t know. But, I always trust to Allah, if I get enough of Sabr, I will get the best from Him. I hope, you’ll be okay everytime, in every step. Maybe, you do work hard or study hard right now for prepare the fine future. May Allah bless you my dear. And now, I must tell, it’s time for me to obey my parents. Be patient, we will meet in the right place at the right time, inshaallah. And I know, you wouldn’t be perfect and never, because the perfection is only Allah’s. But still, the sweetest word that I want to hear from u is, ana uhibbuki fillah.

Readmore → Mekar Tumbuh Bersemi Kembali
Saturday, 14 April 2018 19 comments

Apakah Bumi Bulat atau Datar


            Hae hae! Gue cuma mau bilang gue udah kelar sama UN! Yes, I’ve through National Exam happily. Rasanya plooong banget. Bahkan setelah selesai mengerjakan UN dan masih di ruangan, temen-temen sekelas dan gue juga meluapkan kegembiraan dengan berseru lega di ruangan, hehe maafin kita ya bu pengawas karena saking seneng dan leganya. Tapi, entah kenapa UNBK tahun ini tingkat kesulitannya lebih tinggi, banyak yang protes di akun kemdikbud.ri di instagram, lo coba nyimak deh komentarnya sambil makan popcorn, bikin ketawa gitu dah. Apa pun itu, hasilnya udah gue serahin sama Allah aja dah. Toh UN ga menentukan kelulusan tapi ya gue harap nilainya ga malu-maluin sih wkk..
            Aduh, masa SMA gue hampir kelar yak ehehhe. Rasanya kok ya cepet dan bikin kangen sama memori-memori yang udah gue jalani sama temen-temen. Dulu saat gue liat film Dilan, di bagian openingnya kan ada nada-nada yang “Dulu kita masih remaja, usia anak SMA” aduuuh bikin gemas dan kangen sama temen-temen beserta memori di dalamnya.
            OK, gue cuma nyelipin secuil kisah SMA gue di atas. Fokus kali ini bukanlah mengenai kehidupan gue di masa putih abu-abu. Daan seperti judul di postingan kali ini, kalau gue bakal bahas apakah bumi itu bulat atau datar. Eum, menurut lo gimana? Apakah datar? Apakah bulat? Atau kotak-kotak.
            Nah, sebelumnya gue ga terlalu memikirkan masalah ini. Mau bumi bulat atau datar, yang penting oksigen di dunia masih layak dihirup, masih ada yang jual coklat di muka bumi dan stok orang-orang beriman semoga semakin bertambah. Awal mula gue kepo akut mengenai masalah bumi bulat atau datar adalah, berawal dari pernyataan seorang anak “Mba bumi itu datar...” dia ngomong panjang lebar beserta argumentasinya. Saat itu sih gue ingin langsung membantah bahwa bumi itu bulat dan menjelaskan fakta-fakta yang sedikit gue tahu. Tapi, gue takut kan kalau bicara tanpa ilmu bisa bahaya tuh, bisa-bisa juga sok pinter atau ngawur. Maka, gue bilang ke adik tadi dan ke temen-temennya kalau inshaallah besok bakal gue jelasin apakah bumi itu bulat atau datar. Gue perlu banyak referensi dulu buat menyimpulkan.
            Dan saat gue sampai rumah, gue langsung buat story di WA apakah bumi itu bulat atau datar
update status dulu wekaweka cekaceka
  
          Dan beberapa respon temen-temen gue yang bikin leng-geleng geleng, dan bikin ketawa jugak sih wkk.. nih
Kalau bumi berbentuk cinta, mungkin tidak akan ada patah hati karena semua berdasar cinta yang tulus, etdah apaan si .-,




Kalau bumi bentuknya zig-zag, penduduk bumi sehat donk, kan bisa lari-lari setiap hari .-.



Ini jawaban ketua ROHIS gue, kayaknya suka ngaji dia, masi inget aja apa kata pak ustadz



Ini kayak antara milih dia atau aku, eh tapi kok gabisa ngasih kepastian milih siapa :( sedih tauk



Ini kata temen sebangku gue, tapi alasan gatau .-. btw semangat SBMPTN yak!



Kata ketua kelas gue yang bisa jadi karena sering apa yaa, sering senang hati aja kali


Nah ini ada realistis dan logika :p


GREGEET!
Belum ada yang cetar penjelasannya, yang ada hanyalah opini-opini yang bikin gue ketawa tapi kzl juga wkk..
            Eum sampai sini kalian ada yang sependapat sama pendapat temen-temen gue? Jangan-jangan lo tersugesti kalau bentuk bumi itu cinta seperti bentuk hati atau zig zag? Oh my .-. plis dah..
           Akhirnyaa.. ditemukanlah setitik cahaya yang sangat membantu dalam menghadapi kebuntuan pertanyaan BUMI ATAU DATAR ATAU BULAT .. dan ini jawaban kakak kelas gue yang pinter geografi.. tentunya rasional dan anti baper baper club, ga kayak jawaban di atas yang ada sangkut pautnya sama hati wkk
1

2

3

4

5

6


Mudeng? Atau mubeng?
            Ya jadi, lebih ke bulat yaa guys. Gini, contoh kecil aja.. Kalau bumi itu datar mengapa ada pergantian siang dan malam? Terus kalau datar dimana ujungnya, apakah sudah ada bukti riil dan fakta yang lugas mengenai suatu tempat yang merupakan ujung bumi? Lalu jika bumi datar, mengapa di Indonesia siang terus di Inggris bisa jadi sudah malam. Kan kalau datar sinar matahari bisa rata ke penjuru bumi. It just my opini, correct me if I’m wrong.
            Dan setelah itu gue makin penasaran aja. Walau udah dijelasin sama kakak kelas di atas, dan gue berkeyakinan kalau bumi itu bulat, malah semakin kepo gue. Akhirnya gue browsing tuh tentang bumi itu bulat atau datar menurut Islam..
            Eum, menurut website konsultasisyariah.com yang ini menjadi rujukan gue juga kalau ada pertanyaan dan inshaallah terpercaya karena ustadznya berpendidikan dan ga sembarang, JUGA MENYATAKAN BAHWA BUMI BULAT. Check it >> Bumi itu Datar?
            Lalu, saat Dr Zakir Naik berkunjung ke Indonesia, beliau pas ditanya bumi itu bulat atau datar, jawaban beliau adalah BUMI ITU BULAT.Nih lo cek disini >> Bumi itu Bulat atau Datar? Ini Jawaban Zakir Naik
             Penjelasan Ust Felix Siauw kalau BUMI ITU BULAT >> KEREN..!!! Ustadz Felix Siauw : FLAT EARTH LUCU aja - Begini penjelasanya
            Well, sebenernya gue masih pengen tahu lebih lanjut. Jadi pengen beli buku yang membahas flat earth or bulat earth wkk. Dulu sih waktu nganterin temen gue beli buku SBMPTN di Gramed gue liat judul buku flat earth, nah disitu Cuma dari satu sisi pandang aja. Gue takut salah literatur. Tapi, bentar dink gue mau nyelesein Muhammad al Fatih karya Felix Siauw dulu.. Lot of laugh, dari jaman kapan gue beli, ke skip buat ulangan-ulangan, ujian praktik, USBN, UN, jadilah terbengkalai buku itu. Tapi emang bahasanya tinggi sih, jadi kudu konsen banget kalau baca itu. hehe, nih buku belum selesai baca udah lebih dari  1 orang yang ngantri buat minjem. Sabar yaa wkk, gue selesein dulu.
            Nah, sampai sini gue berkeyakinan bahwa BUMI ITU BULAT. Tapi bagi lo yang merasa “bodo amatlah” mengenai masalah ini, at least bisa jadi pandangan lah. Dan tugas kita sebagai manusia di bumi haruslah menjaga lingkungan agar teteup terjaga. Tuuh di Al Qur’an Allah udah berfirman kalau telah nampak kerusakan di muka bumi, hiks.. nah, sebagai Muslim yang baik yook kita jaga lingkungan.. bisa dari hal-hal kecil yaitu membuang sampah tidak sembarangan dan pada tempatnya, tidak melakukan penebangan pohon secara ugal-ugalan, tidak memasukkan bahan kimia ke sumber mata air bagi warga, de el el.
           Ohya bagi lo yang udah kemakan konspirasi bumi itu datar karena habis liat video yang sampai episode 12B kalau ga salah, tunggu dulu. Siapa sebenarnya yang membuat dan upload video tersebut? Apakah benar-benar orang yang cerdas dan mumpuni dalam bidang ini? Dalam link-link di atas yang gue kutip inshaallah yang berpendapat adalah orang-orang yang berilmu. Di konsultasi syariah, pembina bernama Ustadz Ammi Nur Baits, beliau adalah alumni Madinah International University jurusan fiqh dan ushul fiqh. Lalu, Dr. Zakir Naik yang udah go internasional dan berhasil membuat banyak orang menjadi mualaf. Dan Ustadz Felix Siauw, beliau pernah mengenyam pendidikan di univ ternama Indonesia yaitu IPB. Dan kakak kelas gue tadi, pas SMA pernah dapet juara OSK dan sekarang kuliah yang berhubungan dengan geografi juga. Sementara, pembuat video itu pun kita gatau latar belakang pendidikannya gimana.. OK, it depends you to believe or not. Gue ga maksa 
            So, what dou you think? Lo boleh kok beropini beda, bisa di tulis di kolom komentar, jangan lupa beserta alasan.  Wallahu a’lam bisshowab.
            *NB : Karena masalah bumi itu bulat atau datar bukanlah masalah akidah maka tidak sepantasnya kita mencela sesama Muslim jika ada perbedaan pendapat di dalamnya. Yang perlu digarisbawahi adalah, mau bumi bulat atau datar jangan lupa siapkan bekal untuk ke kampung akhirat yang lebih kekal. Semoga kita senantiasa istiqomah di atas agama Islam. Yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa dinik..
Readmore → Apakah Bumi Bulat atau Datar
Monday, 2 April 2018 4 comments

Indah Dijalani

by : tereliye_quote


            Sebenarnya ketika aku mulai mengetik paragraf pertama ini, aku telah menulis suatu tulisan yang penuh dengan emosi. Hampir saja aku menge-post pada blogku. Tapi kupikir untuk apa? Dasar kekanak-kanakan kau Zal kalau tetap saja menge-post tulisan yang tadi. Naif sekali. Simpan saja untuk pribadi.
            Bismillah.. Kau tahu kawan, ketika kita melakukan sesuatu apa pun itu coba tengok. Karena apa? Demi apa? Karena siapa?
            Coba saja kalau kamu melakukan sesuatu hanya karena manusia. Ingin dipuji banyak orang. Ingin mendapat followers atau likers yang banyak. Semua tidak berguna. Lalu, yang menyedihkan adalah jika kamu melakukan semua karena manusia lalu mereka tidak mengindahkan kebaikan-kebaikan yang telah kamu lakukan? Bahkan kamu dianggap tidak ada? Kamu akan merasa sakit.
            Lalu, dengarkanlah baik-baik. Baca baik-baik. Ketika kita melakukan sesuatu karena Allah, semua hal akan terasa menyenangkan. Tak peduli apa pun yang terjadi, ketika manusia mulai memaki, membuatmu sedih, mengecewakanmu.. jika kamu merasa punya Allah, kau akan tetap tersenyum tegar. Toh kau melakukannya karena Allah saja bukan? Wallahi, semua akan terasa indah. Allah akan menghargai kebaikan sekecil apa pun, ingat itu.
            Jadi benarlah kata penulis favoritku Tere Liye, bahwa ketika ada suatu masalah yang datang dalam hidup, atau kita dikecewakan, atau ada yang mengganjal selama hati kita jernih dan lapang, semua akan terasa baik-baik saja. Ibarat kolam yang memiliki air mata jernih, mau kau aduk-aduk sampai kau jungkir balik kelelahan, kolam itu akan tetap jernih, tidak keruh sedikit pun. Seperti itulah aku membentuk hatiku, omong-omong masih dalam proses ya haha.. karena terkadang aku pun sedetik merasa marah jika mengetahui ada yang membohongiku, ya karena aku memang sangat tidak suka dibohongi, lebih baik katakan sejujurnya daripada harus menyembunyikan suatu kebenaran. Bagaimana aku tahu kalau “seseorang” itu berbohong? Ya, biar aku dan Allah saja yang tahu rahasia ini :) tapi tetap saja ketika seseorang sudah dikecewakan maka ia tidak akan sama lagi. Ia akan lebih berhati-hati agar tidak jatuh ke lubang yang sama.
            Aku lega. Tulisan kali ini se-gini saja yaa. Terima kasih untuk yang berhati baik, yang membuatku selalu merasa untuk menjadi lebih baik. Baik-baik disana yaa. Liburan besok semoga bisa bertemu. Semoga Allah mudahkan studimu.. Jangan lupa walau kita memiliki mimpi yang berbeda, namun untuk mimpi yang itu kamu masih ingat kan? Ya, kita semua ingin sekali bisa terwujud.. Tetap semangat dalam kebaikan yaa.. Baarakallahu..
                  "Ada masanya kita butuh diam. Tidak bicara apapun, dengan siapapun. Cukup direnungkan dalam-dalam. Kemudian kita akhirnya paham banyak hal." *nasihat lama
And now it's time to think over, biar aku diam sejenak, mencerna apa yang sesungguhnya terjadi, biar paham banyak hal. Biar bisa membedakan mana yang baik dan buruk.
Readmore → Indah Dijalani
 
;