Kayu dan Pengukir

source : irene tumblr


            Bisu, tak bersuara. Senyap, tak ada tanda-tanda. Untuk menerima sebuah goresan pun enggan. Kamu terlalu cepat dan naif jika memaksakan untuk mengukir lebih dalam dan membuat harmoni ukiran yang indah.
            Sudah kubilang, tidak usah mencoba mengukir pola pada kayu itu. Dia terlalu rapuh dan tidak siap dengan ukiran indah darimu. Bahkan, pisaumu yang tajam pun tak akan mampu meluluhlantakkan pendirian si kayu.
            Sadarlah. Sudahi semua ini sebelum tenagamu habis sia-sia. Tak akan ada manfaat yang kamu peroleh. Sekuat apa pun caramu dan beragam aksi tak terduga lainnya, tetap saja si kayu tidak mau diukir. Walau pun kamu membawa gergaji super power yang kau dapat dari Puncak Himalaya, tetap saja, kayu tak akan bergeming.
            Saya harap kamu baca, supaya tidak dalam sakitnya. Sekian.


Surakarta, 7 Februari 2019

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »

3 Comments

  1. Kayunya lagi ngambek ya, Zal. Harus dirayu dulu tuh, supaya kemarahannya lumer. Mungkin harus dibelikan nasi goreng babat pedes dan es krim rasa stroberi untuk menetralisir pedesanya nasgor. Kalau masih nggak mau, sini nasgor dan es krimnya buat saya aja, hehe.

    ReplyDelete
  2. Wahh iya nih kayunya keras kepala, ga mau diapa2in hahaha

    ReplyDelete

Don't give any spam please :)