Enam Belas


Menggenggam erat penuh peluh
Kau datang dalam ketiadaan
Terasa dalam kekososngan waktu
Memijak rasa nyaman yang tak terungkap
Detik demi detik terus berlari
Tak menunggu dan dengan kejam menyayat yang lemah
Tak disangka kau datang begitu saja
Membuat pagiku tercenung cukup lama
Bagai metafora yang siap meledak-ledak
Enam belas, kau datang hari ini
Membuat waktuku di dunia berkurang
Puji syukur untuk Sang Maha Cinta
Memberi tambahan satu tahun yang luar biasa untukku
Denyut yang semakin melincah
Aku semakin merindu-Mu juga Rasul-Mu
Apakah pertemuan itu akan segera terjadi
Muda atau tua sama saja
Dunia yang hingar bingar dan penuh kerusuhan
Memompa lembut hasrat yang menggebu
Hati yang terpaut pada satu keyakinan murni
beradu untuk tak terseret ke dalamnya
Wahai Rob semesta alam,
Tsunami kehidupan memang harus kujalani
Tenggelam dalam syahdu atau penuh ambisi
Satu permintaanku,
Kumohon jadikanlah enam belas datang dengan penuh kedamaian
Menjadi penawar bagi masa lalu yang pahit
dan gerbang menuju impian yang akan terwujud atas izin-Mu
Baarakallah fii umrik..



Boyolali, 10 Februari 2016
Untuk semua yang berbahagia
-ZA