Ramadhan is OTW

Ramadhan is OTW


            Assalamu’alaikum kawan-kawan. Gimana kabar lo hari ini? Semoga dalam keadaan yang sehat wal afiat dan selalu dilindungi Allah SWT ya. Hari ini hari Jum’at lho. Jangan lupa ya mengamalkan sunah-sunah seperti memperbanyak shalawat, membaca Surah Al Kahfi, memperbanyak doa, dan banyak-banyak sedekah.
            Adapun amalan Jum’at bagi laki-laki yaitu mandi, bersiwak, memakai wangi-wangian, memakai pakaian terbaik, berangkat memnghadiri sholat Jum’at lebih awal, shalat sunah ketika sampai di masjid, dan menyimak khatib berkutbah. Gimana? Susah nggak? Harusnya enggak dong kalo lo udah niat. Toh, nanti dapat pahala yang besar dari Allah.
            Gue akan bahas tentang Ramadhan. Yeah, Ramadhan akan tiba. Who’s excited? Jangan sampai menyia-nyiakan bulan yang penuh dengan kerahmatan Allah. Bahkan di bulan suci itu ada suatu malam yang spesial. Yap, malam Lailatul Qodar yaitu malam turunnya Al Qur’an. Mari berlomba-lomba untuk menggapai hidayah-Nya.
            Ada pun amalan-amalan yang bisa kita persiapkan mulai dari sekarang guys. Mulai hal-hal yang kecil dulu. Kita sebagai umat Muslim udah tau kan kalo sholat wajib lima waktu adalah tiang agama. Nah, kalo seumpama lo masih tidak tepat melaksanakan sholat lima waktu nah mulai sekarang begitu denger adzan langsung ambil air wudhu dan sholatlah. Jangan sampe mau diatur sama setan yaitu makhluk Allah yang bandel tingkat langit bumi. Karena ada suatu hadis yang mengatakan kalo kita menunda-nunda sholat, kita tidak akan mendapat syafaat di hari akhir. Juga, sholat bisa menghindarkan dari perbuatan keji dan mungkar.
            Kedua, mulai latihan puasa dari sekarang. Caranya? Puasa sunah Senin dan Kamis. Dengan cara itu, kita bisa terlatih untuk puasa. Kalau kita sendiri tidak memulai sekarang, mungkin di bulan Ramadhan nanti kita kaget. “loh kok gue nggak kuat ya?”, “haus nih, laper lagi!” Naudzubillah, jangan sampai kita seperti itu. Memang es teh manis menggoda di siang hari yang panas ketika puasa, tapi lebih menggoda mana selain kita akan masuk surga jika bisa berpuasa dengan baik? Padahal waktu puasa di Indonesia terhitung nggak lama, kan cuma 13 jam. Sementara, di Swedia mencapai 21 jam serta Iceland mencapai 22 jam.
            Nah yang ketiga, mulai bersedekahlah dari hal-hal yang kecil. Bersedekah nggak harus pake uang kok. Islam membuat segalanya menjadi mudah dan indah, tapi janganlah menyepelekan Islam. Senyum pada kerabat sudah terhitung sedekah. Nah, bagi yang biasanya tampangnya kusut, lecek, ditekuk mulai sekarang tersenyumlah dengan ikhlas.
            Selanjutnya, lo bisa berbuat baik pada sesama. Bisa juga dengan melatih kesabaran. Seumpama ada orang yang buat emosi lo naik, lo senyumin aja. Biar dia bertanya-tanya kok lo bisa sesabar itu.
            Ada suatu hadis “Barangsiapa yang bergembira dengan datangnya bulan suci Ramadhan, maka Allah SWT akan mengharamkan jasadnya masuk neraka (HR. Bukhari dan Muslim) tuh baca. Kita kalo udah seneng aja jasad kita diharamkan masuk neraka. Subhanallah, bulan yang benar-benar penuh rahmat yak!
            Intinya kita harus bisa membersihkan jiwa kita mulai dari sekarang untuk menyambut bulan suci. Jangan sampai kita menyia-nyiakan waktu yang ada. Ya, semoga aja umur kita semua masih bisa untuk ketemu bulan Ramadhan. Aamiin.
            Ada juga nih hadis yang bisa memotivasi kita “Apabila Ramadhan telah datang maka dibukakan pintu-pintu surga” (HR. Bukhari dalam Kitab as-Shiyam) nah, ayo yang mau masuk surga berusaha mendapat tiket ke Jannah pada bulan suci. Jangan sampai tempat kembali yang dituju neraka. Ada suatu hadis “Panas api neraka adalah 70 kali dari panasnya api yang biasa dipakai anak cucu Adam untuk memasak (HR. Bukhari). Mengerikan!
            Nah itu dulu deh tentang Ramadhan. Semoga bermanfaat yak! Lakukan dulu hal-hal kecil yang bisa lo perbuat. Sebentar lagi Ramadhan akan tiba. Salah satu tandanya dengan kemunculan iklan sirup *eh. Barakallah. Wassalamu’alaikum!
            

Move On with Youtubers

            Kemarin gue sama temen-temen gue nonton bareng untuk merefresh otak kami setelah UN. Awalnya sih kami masih bingung mau nonton apa. Setelah berdiskusi lewat grup BBM terpilihlah film Youtubers the Movie. Kami memilih film yang bisa membuat kami move on dari rumus-rumus matematika atau fisika. Kayak f(x) = ax+b, J = U1+U2-keduanya+yang tidak dan lainnya.
            Akhirnya gue berangkat bersama enam orang temen gue. Kami janjian pukul sembilan berangkat dari Sanggung. Sayangnya kami semua nggak bisa terbang. Akhirnya mereka naik angkot dari Delanggu dan turun di Sanggung. Gue yang nunggu di Sanggung. Jarak ke Solo masih jauh, kalo aja jalan kaki udah pasti kaki gue bakal krik krik. Yang ada nggak jadi nonton malah pergi ke tukang pijet tunanetra. Untungnya itu semua nggak bener.
            Kami melanjutkan perjalanan kami dari Sanggung ke Kartasura naik angkutan umum. Kalo aja waktu itu pake seragam mungkin tarif yang dikenakan cuma dua ribu, berhubung kami memakai pakaian ala mahasiswa tarif yang dikenakan yaitu tiga ribu. Perjalanan belum sampai di sini. Gue dan temen-temen naik bus Solo Trans untuk melanjutkan perjalanan ke Solo Grand Mall.
            Alhamdulillah, nggak usah lama-lama gue dan temen-temen langsung dapet bus dan kami turun di SGM. Dengan semangat 45 mulailah gue dan temen-temen naik ke lantai paling atas untuk menuju ke gedung bioskop. Kalo nggak salah waktu itu gue sampe di Solo pukul setengah sepuluh pagi. Dan ternyata oh ternyata saking rajinnya bioskopnya belum buka. Yeah, beginilah kalo sekolah berangkatnya mepet mulu tapi kalo urusan buat pergi hangout juaranya. Jangan dicontoh yak.
            Untuk menunggu bioskop buka, kami nongkrong sebentar sambil menikmati Mc’Flurry Choco. Hmm, mumpung mall masih sepi gue dan temen-temen berselfie ria. Kampretnya di tengah-tengah selfie ada sepasang muda-mudi yang duduk tak jauh dari kami. Si cewek nunjuk-nunjuk ke arah kami dan si cowok cekikikan. Mungkin mbaknya mengira kami anak hilang di mall.
            Jam di tangan menunjukkan pukul sebelas lebih lima belas dan bioskop sudah terbuka lebar. Wihiiw. Kami memesan tiket film Youtubers the Movie dan ada tulisan kalo filmnya buat anak tiga belas tahun ke atas. No worries, kami semua udah tiga belas tahun ke atas. Malah ada yang lima puluh ke atas *ehsalah.
            Untuk menunggu film yang dimulai pukul setengah satu kami menunggu adzan sholat Dhuhur dan lagi-lagi, rasanya nggak afdhol kalo belum take some pictures. Kami menuju Mushola yang letaknya deket tempat parkir mobil. Tempatnya sepi dan I guess pasti ada Annabelle bersembunyi di sini. Tapi nggak pedulilah.
            Adzan Dhuhur pun berkumandang dan kami melaksanakan sholat Dhuhur berjamaah. Gue heran, mall yang besar dan mewah musholanya kecil banget. Tempatnya nyempil lagi. Bahkan saat itu hanya sedikit yang melaksanakan sholat Dhuhur padahal pengunjung yang ada begitu banyak dan ramai.
            After that, kami menuju bioskop dan mulailah kami menonton film Youtubers. Openingnya udah kocak banget. Di film itu ada bang Kemal, bang Jovi, dan bang Dovi. Oke sampe tengah-tengah gue bisa menyimpulkan kalo tulisan yang menyatakan film ini untuk anak umur tiga belas tahun ke atas benar-benar salah. Tapi salah satu temen gue tertawa paling keras. Apalagi saat bagian mendrible bola basket, ckck. Filmnya kocak banget, we have no regrets.
            Lo kalo mau nonton gue saranin jangan sama pacar. Kenapa? Ya lihat aja sendiri. Jujur aja gue suka sama endingnya dan kekocakan-kekocakan yang ada. Recommended lah buat pejuang UN yang telah mengakhiri masa perangnya. Setelah itu kami mengisi perut yang keroncongan di salah satu tempat makan dalam mall.

            Pulangnya kami naik bus lagi. Alhamdulillah, gue dan temen-temen bisa nyampe rumah dengan utuh dan nggak cuil. Sekadar pesan aja ya, buat lo yang mau nonton film Youtubers the Movie harus kuat iman dan taqwa. Lhoh? Ya gitu deh. Lo juga harus banyak-banyak positif thinking saat film diputar. Tapi, nggak usah diragukan lagi filmnya menghibur banget. I give 4 of 5 stars. 



Tiketnya panjang amat yak

Review 05 : Dear Iqba(a)l by Selsara ‘Misfil’


Judul : Dear Iqba(a)l
Penulis : Selsara ‘Misfil’
Penerbit : Nulis Buku
Genre : Romance
Terbit : 2015
Halaman : 200
 Menjadi penggemar dari seorang penyanyi yang tengah naik daun memang bukanlah sesuatu yang anti-mainstream.
Berbeda dengan lucky fans. Itulah yang membuat Aisyah merasa benar-benar sangat beruntung. Pasalnya, ia terikat dengan Iqbal –si superstar yang namanya lagi bersinar sebagai sepasang sahabat semasa kecil.
Namun, mereka sudah terpisah selama sepuluh tahun. Kalau Aisyah selalu memikirkan Iqbal, apakah hal yang sama juga akan berlaku sebaliknya?
Apabila mereka dipertemukan oleh takdir, apakah hubungan mereka akan tetap baik-baik saja seperti sepuluh tahun yang lalu?


Kali ini gue akan bahas novel yang baru aja gue baca. Tunggu, pasti bagi lo yang udah pernah mengunjungi blog gue ada yang aneh. Yap, template gue berubah. Ceritanya gini, kemarin gue keluar dari comfort zone dan sok-sokan mau edit html. Gue lupa memback up sebelumnya. Alhasil, blog gue jadi korbannya. Jalan satu-satunya dengan mengganti template. Eh, kok salah fokus ya. Back to topic. Gue akan mengulas novel apik berjudul Dear Iqba(a)l. Seperti biasa ya, gue nggak akan menceritakan apa yang terjadi dalam novel, I don’t want to give away spoiler.
Alur yang disuguhkan oleh mbak Selsara begitu rapi dan enak dibaca. Meski, bahasa yang digunakan tidak baku. Tapi, tetep keren kok. Alurnya jelas dan tidak bertele-tele. Tokoh-tokoh dalam novel berhasil dibuat hidup oleh mbak Selsara. Penguraian kisah yang ada begitu seru dan kocak. Setiap konflik yang ada mampu memberi amanat yang berharga.
Kekurangan dari novel ini sih minim banget. Salut gue sama mbak Selsara dan tim editor yang bekerja. Seperti di halaman 38 kata karuan seharusnya “keruan” nggak banyak kesalahan yang gue temuin.
 Kutipan yang paling gue suka ada di halaman 76 :
“Aku memang nggak berhak cemburu tapi aku berhak menyayangimu. Ini hatiku. Ini hakku.”
Tuh kan ngejleb banget.
Dan lagi, gue suka banget sama novel ini. Di dalamnya ada tips-tips menulis yang diuraikan dengan detail oleh mbak Selsara. Jadi, buat calon penulis, bisa juga buku ini dibeli dan diambil pelajaran menulisnya. Keren deh ini novel, selain menceritakan tentang kisah cinta di dalamnya juga ada tips-tips menulis. So, grab it fast guys!
Terima kasih banyak buat mbak Selsara yang memberi pengetahuan gue tentang Iqbal. Ya, gue sih nggak ngefans. Tapi setelah baca ini pandangan gue ke Iqbal CJR jadi berubah. Keren! Makasih juga tanda tangannya. Satu kata untuk novel ini. “AWESOME.”



Salah Jatuh Cinta


             Halo reader! Finally, gue bisa ngeblog lagi. Ujian Nasional udah kelar tinggal nunggu hasilnya. Mau bagus kek, atau jelek akan gue terima. Yang jelas gue udah berusaha dan berdoa gitu. Oke, sebenernya saat gue nggak ngeblog banyak banget cerita yang pengen gue share ke kalian. Ini adalah tulisan terdalam dari hati gue. Rasanya, hal ini mustahil untuk dilupakan. Lah, kok jadi melankolis gini sih ya.
            Okay kali ini gue akan bahas tentang hmm cinta. Lebih tepatnya mengarah ke jatuh cinta. Setiap orang yang normal saat masa remaja pasti akan jatuh cinta pada lawan jenis. Kalo ada seseorang yang malah ngaku suka sama sesama jenis, perlu dipertanyakan. Bencong aja suka sama om-om gimana yang manusia normal.
            Ehem gue sebagai manusia biasa juga sedang mengalami jatuh cinta. Cielah anak SMP udah mengenal jatuh cinta. Tapi inilah yang sedang gue rasakan saat ini. Gue bersyukur, gue masih bisa jatuh cinta berarti gue ga perlu dibawa ke psikiater. Ya jadi gue baru naksir seseorang. Apakah itu hal yang salah?
            Sosok cowok yang membuat gue terkagum-kagum muncul dengan seenaknya di hidup gue. Hal ini bermula ketika..
            Saat menjelang Ujian Nasional nyokap gue berinisiatif untuk mengikutkan gue les di Pengging. Gue hanya manut aja. Gue ga mau ngebangkang takutnya jadi anak durhaka kayak Malin Kundang. Di situ gue diikutkan les matematika dan IPA. Sebenernya nyokap gue pengen kalo gue ikut yang privat aja. Ternyata guru yang mengajar nggak ada waktu lagi. Ya udahdeh gue ikut yang regular.
            Gue pertama kali masuk hari Minggu. Jadwal hari itu adalah matematika. Gue sama sekali nggak berselera dalam matematika. Saat menuju ke tempat les gue bawa motor sendiri dikarenakan nyokap ataupun bokap gue nggak bisa nganter. Saat gue memasuki tempat parkir daaan saat itulah pandangan pertama kami bertemu.
            Saat itu sih gue nggak langsung jatuh cinta kayak di FTV gitu. Cinta pada pandangan pertama itu nggak ada, itu hanya nafsu aja. Jadi gue masuk dan sebagai anak baru gue harus jaga image dan keep stay cool lah. Guru gue yaitu mbak Galuh yang memperkenalkan diri gue.
            Di akhir les ada seseorang dari belakang gue yang berbicara. Suaranya cowok. Dia tanya ke mbak Galuh.
            “Mbak, siapa namanya?”
            Gue kaget karena gue kira cuma ada gue dan mbak Galuh sementara yang lainnya udah pulang.
            “Aza. Tadi kan udah aku bilang.” Kata mbak Galuh.
            Cowok itu.. Sebut aja namanya Dimas. Minggu pertama yang membuat gue bertanya-tanya kenapa dia tanya nama gue dan menghilang tanpa menyapa gue. Gue juga nggak begitu mikirin.
            Lanjut ke minggu kedua. Gue sama Dimas cuma sekelas kalo pelajaran matematika. Dari pengamatan gue saat les berlangsung, Dimas termasuk anak yang maju dalam matematika. Beda sama gue. Saat les berakhir setiap siswa harus mengisi daftar hadir yang ada. Gue yang masih newbie dan hanya mengenal si kembar yang biasanya duduk di samping gue, cuma bisa diem ketika semua orang berebut untuk mencari kertas daftar hadir mereka.
            Gue berniat untuk mengambilnya saat udah sepi aja. Tiba-tiba suara cowok itu.. Dan inilah awal percakapan kami.
            “Udah absen belum?”
            Gue menoleh ke sumber suara. Dan dia adalah Dimas! “Belum.” Jawab gue singkat.
            “Namanya siapa?” tanya Dimas ke gue. Lagi-lagi dia tanya nama gue. Hih, gemes gue. Dia udah berapa kali coba tanya siapa nama gue.
            “Zalfaa Azalia.” Jawab gue sekalem mungkin. Haha.
            Dimas mencoba mencari dimana kertas daftar hadir gue. Tapi hasilnya nihil. Karena masih terlalu ramai gue berniat untuk menanyakan dimana kertas absen gue ke mbak Galuh saat semua orang berlalu. Tanpa gue duga si Dimas lah yang malah menanyakan pada mbak Galuh. Gue jadi grogi sendiri. Aiih.
            Kata mbak Galuh kertas absen gue ada di bagian “NEW” di atas meja pojok kelas. Lagi-lagi gue ngebatin untuk mengambil kertas absen gue nanti aja. Gue speechless ketika tau kalo Dimas malah mencarikan kertas gue.
            “Cie Dimas.. Segitu perhatiannya sama Aza. Sampe-sampe kertas absennya dicariin.”
            Suara kampret nan cempreng itu membuat gue salah tingkah. Kalo gue nalar kenapa juga Dimas segitunya perhatian sama gue. Kok bisa gitu ya guys? Ternyata kertas daftar hadir gue juga nggak ketemu. Saat pulang, mbak Galuh lah yang memberikan kertas absen gue. Ternyata punya gue ada di tempat lain. Yaampun kenapa ga bilang daritadi sih, kasian Dimas yang udah repot-repot ngebantu nyariin daftar hadir gue.
            Saat minggu ketiga..
            Setiap gue nggak sengaja melihat ke arahnya, dia tersenyum ke arah gue. Ah, gimana ini. Gue zina mata. Astaghfirullah! Gara-gara Dimas saat gue makan, gue ngerasa nggak ada mood sama sekali. Yang ada malah pengen ngegigit orang satu-satu *eh. Gue semakin dibuat penasaran. Gimana enggak, ternyata dia kalo ngomong sama temen-temennya pake bahasa Jawa. Sementara kalo ngomong sama gue dia pake bahasa Indonesia. Gue semakin bertanya-tanya.
            Dari hari ke hari Dimas makin baik aja. Setiap kali gue kesulitan ngeluarin motor gue, dengan baik hati dan tidak sombong Dimaslah yang membantu gue. Pokoknya gue belum pernah ketemu sama cowok yang modelnya kayak Dimas. Nah, karena saking perhatiannya mulailah gue memikirkan hal-hal tentang Dimas. Gue kepikiran aja kok ada orang yang perhatian kayak dia. Jarang cowok keren yang mau berinisiatif duluan. Perhatian pula!
            Gue pun jadi sering muter lagunya Ellie Goulding yang berjudul Love Me Like You Do sama lagunya tante J.Lo yang judulnya First Love. Lagunya ngena banget di hati gue. Gue juga bisa menyimpulkan saat les berlangsung dia pasti duduk di belakang gue. Dan saat les berakhir kayak udah suatu rutinitas gitu, Dimas pasti akan memberi kertas absen gue. Baik banget yaa! Thank you so much Dim for your kind hearted!
            Karena hal itu gue ngeluarin jurus rayuan gombal gue ke nyokap supaya gue ikut les bahasa Inggris juga dengan kedok kalo nilai gue belum maksimal. Setelah nego alot, akhirnya nyokap gue setuju. Dalam hati gue berjerit girang. KYA!! KYA!! KYAA!! Tapi di hadapan nyokap gue cuma bilang makasih dan tersenyum kalem. Oke, ini jaim banget.
            Well, gue dan Dimas ketemu seminggu dua kali yaitu pas mapel matematika dan bahasa Inggris. All I knew is a new found grace, twice a week I know his face. Saat gue rampung belajar gue membuka facebook gue sebentar buat cari informasi PPDB di SMA yang gue inginkan. Tiba-tiba gue kepikiran untuk searching facebooknya Dimas. Gue ketik nama Dimas dan kota tempat tinggalnya. Nihil. Gue nggak berhenti sampai di situ gue ketik juga nama SMPnya. Aih, nihil lagi.
            Gue jadi mikir, jangan-jangan nama facebooknya Dimas Ingienth Dicintha. Atau Dimaz Cyx Dhyia Clamanyah, Dimaz Nax Ketjeh. Atau malah Dimas Anak Mami Yang Unyu. Gue merinding sendiri dengan perkiraan gue. I’m trying to search again. Tapi nggak ada juga. Yeah, mungkin dia anak yang polos kalem gitu ya. Jadi nggak main facebook.
            Hari demi hari berlalu, dan gue rasa Dimas cowok yang perhatian. Secara dia good looking, perhatian pula. Jarang orang yang good looking perhatian, biasanya mah kayak cuek gitu. Gue mulai kepikiran tentang dia. Udah istighfar supaya dia nggak seenaknya nyelinap ke pikiran gue, tapi susah. Tinggal dua kali pertemuan les. Hal itu berarti waktu gue buat ketemu sama Dimas tinggal dikit pake banget. Gue jadi sering muter lagu Tell Him yang menggalau.
            Saat itu adalah hari Jum’at tanggal 1 Mei 2015, dan gue ada jadwal les bahasa Inggris. Hari yang nggak akan gue lupakan. Seperti biasa Dimas duduk di belakang gue. Saat itu dia becanda bareng temen-temennya dan secara nggak sengaja mejanya maju dan otomatis punggung gue jadi korbannya. Coba orang yang usil itu bukan Dimas udah gue suruh ngegigit adik gue. Dimas merasa bersalah dan dia bilang. “Sorry ya.” gue pun hanya manggut-manggut tanpa menoleh ke arahnya. Gue masih setengah kesel, sakit juga tau.
            Tannpa gue duga, saat les berakhir dia nyamperin gue. Hati gue jadi nggak keruan. Ya Allah kalo saya salah maafkan. Dia nyamperin gue dan gue dibuat speechless olehnya.
            “Yang soal tadi maaf ya.” kata Dimas sambil tersenyum. His smile.. Entah gue harus gimana, ingatan gue masih tajam tentang senyumnya di hari Jum’at kemarin. Gue pun memaafkannya. Dan itu adalah percakapan terakhir kami.
Well, saat di akhir les Miss Linda guru bahasa Inggris gue bilang ke Dimas. Tapi, panggilannya bukan Dimas. Ternyata Dimas adalah nama tengahnya. Pantesan aja gue nggak nemu facebooknya. Sebut aja nama depannya Alfan.
            Sampe rumah pun gue nggak sabar untuk stalk habis-habisan profil facebook Dimas ya kalau ketemu. Ayah gue juga bilang kalo hari itu gue dibebaskan nggak belajar sehari takutnya malah stress kalo belajar mulu. Gue buka laptop gue dan langsung menuju www.facebook.com dan mengetikkan nama Alfan.
            Krik.. Krik. Gue menunggu loading. UYEAAH, HOREE. TRALALALILILI. Duh, jadi nax alay gini. Gue nemu profil facebooknya guys! Gue kalo stalk akun orang nggak nanggung-nanggung. Haha, kepo akut deh. I’m a great stalker, to be honestly. Ada sebelas teman yang sama. Dan dugaan gue tentang namanya yang alay nggak ada benernya. Maaf udah souzon gitu.
            Awal-awalnya sih gue lihat di kronologinya foto-foto Dimas sama temen-temennya saat pergi bareng ke Selo. Status hubungannya single. Oke, sampe di sini tak ada yang mencurigakan. Sampe pada bulan November 2014, if I’m not wrong sih, hati gue kretek-kretek jleb jleb nyes nyes. Ternyata dugaan gue tentang Dimas salah, mantannya seabrek gitu. Mengetahui kenyataan ini, gue kecewa parah dengan Dimas. Kebetulan saat stalking gue muter lagunya Tay yang judulnya White Horse. Makin jleb-jleb aja.
            Gue kira Dimas anak yang baik-baik dan dari tampangnya dia nggak suka mainin cewek tapi ternyata saat gue hitung mantan dia di tahun 2014 ada lima. Nggak sampe disitu gue cari twitternya, dan ketemu! Lagi-lagi gue nemu ada satu mantannya di twitter. Kalo ditotal ada enam cewek yang pernah dipacarinya di tahun 2014. Gue bener-bener salah mengira sosok Dimas.
            Belum sampe disitu, saat gue lihat komenan di facebook dia menggunakan panggilan papa mama dengan his ex girl. Gue jadi ill feel mengetahui Dimas yang sesungguhnya. Mulai saat itu, gue berusaha untuk melupakannya. Dan keesokan harinya adalah hari Sabtu, hari terakhir les dan last time I saw Dimas. Usually, when our eyes met, we always show our warm smile. Tapi kali itu gue cuek dengan Dimas. Dia mau balik jungkir kek atau makan beling, whatever he does, I don’t care. Gue kecewa beratlah pokoknya.
            Apakah kebanyakan cowok kayak gitu ya? Apa Dimas baik sama gue karena dia modus? Mengerikan! So, buat pembaca blog ini terutama para cewek, hati-hati saat kalian jatuh cinta. Don’t trust too much, you’ll hurt so much darling. Karena yang gue tau kita sering mengandalkan perasaan. Beda sama cowok yang pake logika. Mungkin logikanya Dimas, banyak mantan makin ganteng. Good bye Dimas yang ternyata mantannya seabrek. Sebenernya sih, minggu berikutnya di tempat les gue ada tambahan, tapi gue nggak berangkat. Gue nggak mau teringat tentang dia. Tapi gue agak nggak enak, gimana pun juga dia sering bantu gue di les. Gue belum bilang thanks atau pun maaf. Gue malah kecewa. Gue hanya bisa mendoakannya supaya dia menjadi orang yang lebih baik.
            Dari peristiwa salah jatuh cinta ini, gue bisa memberi hadiah spesial ke diri gue sendiri. Yap, dari situ gue mendapat pelajaran berharga. Berhati-hatilah saat kau jatuh cinta. Karena hati yang terluka karena cinta sulit untuk disembuhkan. Bahkan untuk mencari penawarnya pun sulit. Be careful kawan.