Tuesday, 29 December 2015 35 comments

Ketika Seorang Muslim dan Muslimah Jatuh Cinta

           Baru baca judulnya aja udah semangat banget yak? Haha, gue maklum kok para jomblo sampai halal yang tetep istiqomah. Nah, gue mau bahas nih gimana sih sikap yang bener saat seorang Muslim dan Muslimah jatuh cinta. Duh, apalagi kalo masa-masa remaja kayak gini. Cinta tuh jadi hal yang sesuatu banget.
            Jatuh cinta tuh nggak salah karena sejatinya cinta merupakan fitrah dari Allah, so kita harus bersyukur karena masih bisa jatuh cinta pada lawan jenis. Namun, tergantung kita menyikapinya gimana. Jangan sampai ya tergoda oleh rayuan setan yang mana hal itu hukumnya haram tapi dijadikan indah dan target utamanya adalah remaja yaitu PACARAN.
            Ngenesnya, remaja di Indonesia banyak yang menganggap pacaran itu hal yang boleh-boleh aja. Bahkan ada yang berkedok pacaran Islami, Astaghfirullah. Emang ada ya dalam Al Qur’an dan hadist yang nyuruh kita pacaran? Nggak ada! Itu cuma akal-akalan aja. Rasulullah Muhammad SAW bersabda “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidah halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga diantara mereka kecuali apabila bersama mahramnya.” (HR Ahmad no 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadist ini shahih dilihat dari jalur lain) nah maka kalo ada orang yang bilang “Ah, ilmu agama gue kan kuat nggak mungkin lah gue ngapa-ngapain dia.” Jadi gini seumpama lo berdua dengan pacar, lo berdua imannya kuat tapi setan tuh pinter ngegoda manusia. Kalian sama-sama suka, tempatnya sepi, bisa ngapa-ngapain sesuka hati. Nah, kalo ujung-ujugnya nggak bermaksiat apalagi?
            Maka dari itu Allah berfirman dalam Surah Al Isra’ ayat 32 “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” Mendekati aja dilarang, apalagi doing this with passion and full of proud feeling. Pacaran kan mendekati zina, jelas dilarang agama. Belum mukhrim udah panggil pake kata-kata mesra, sentuh menyentuh udah jadi hal yang wajar, makan berdua di tempat umum malah bangga Naudzubillahi min dzalik..
            Lo tau nggak sih siksaan seseorang yang bermaksiat di neraka kelak? Gue merinding saat baca-baca artikel tentang neraka. Suara neraka jahanam tuh bikin merinding bahkan Malaikat yang bertugas di dalamnya. Semua orang yang berada di dalamnya nangis sampai air matanya habis dan mohon ampun sama Allah supaya bisa keluar tapi kan udah terlambat. Mereka merintih, menjerit, serta melolong seperti keledai yang meringkik keras. Harta yang mereka kumpulkan, kepopuleran, kecantikan, ketampanan, dan lainnya nggak berguna sama sekali di akhirat kelak. Cuma keimanan dan ketaqwaanlah yang bisa menyelamatkan.
            Nah, bayangkan sejenak tentang dahsyatnya api neraka. Api di dunia nggak ada apa-apanya sama api yang super duper panas maksimal di neraka. Masihkan kita menyepelekan perintahNya? Masih bangga bermaksiat dan menyalahi aturanNya?
            Jatuh cinta boleh kok asalkan lo nggak berlebihan. Jangan sampai rasa cinta lo ke seseorang melebihi rasa cinta lo ke Allah. Allah juga mencemburui hati yang berharap selainNya lho. Kalo lo suka sama seseorang, sebut namanya selalu dalam setiap doa. Kalo lo bener-bener berharap supaya bisa jadi pasangannya, rayulah Sang Pemilik Hati di sepertiga malam agar kalian dapat bersatu dalam ikatan yang halal (nikah). Jangan coba-coba pacaran, hal itu udah maksiat nambah karat di hati pula. Ntar kalo putus ngadu sama Allah dan bilang “Ya Allah kenapa cobaan ini berat sekali” sambil nangis dan muter lagu galau. Ntar galau always mode on ckck..Itulah akibat dari perbuatan ngeyel.
            Setiap manusia punya rasa cinta yang mesti dijaga kesuciannya. Cinta itu bukan mainan apalagi gorengan. Cinta karena Allah lah yang benar-benar bisa langgeng dunia akhirat. Rasulullah Muhammad SAW bersabda “Di sekitar ArsiNya ada menara-menara dari cahaya, di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya, wajah-wajah mereka pun bercahaya. Mereka bukan para Nabi dan syuhada pun iri kepada mereka.” Ketika para sahabat bertanya siapa mereka, Rasulullah menjawab “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, saling bersahabat karena Allah, dan saling berkunjung karena Allah.” (HR Tirmidzi) Mashaa Allah, kapan gue bisa ngobrol bareng dengan nama yang tertulis di Lauhul Mahfuz sambil bincang-bincang seputar ilmu agama bareng, oke ini mulai menghayal lagi. Lupakan.
            Untuk para Muslim cowok sejati, kalo lo nggak ada niat buat nikahin seorang perempuan jangan berani-berani lo ngasih kode ke dia! Asal lo tau, cewek tuh gampang GRnya. Baru aja di like foto instagramnya, padahal lo nggak ada feel apa-apa tapi mereka bisa berpikiran dengan daya hayal masing-masing. Kecuali kalo lo udah niat buat nikahin si cewek, lo bisa ta’aruf sama dia. Ta’aruf tuh beda sama pacaran! Nggak ada yang namanya ta’aruf sampai bertahun-tahun, keburu band rebbana nyanyi lagu metal.
            Teruntuk Muslimah yang berharga, kita nggak boleh dikit-dikit GR. Dan kalo kita jtuh cinta, adukan semuanya pada Allah. Keluarkan semua rintihan lo di sepertiga malam. Sang Maha Cinta sangat-sangat mencintai kita. Buktinya dalam Al Qur’an ada surah An Nisa juga Rasulullah SAW menyebut ibu tiga kali, dan kita diperintahkan berhijab. Jadi, kita nggak perlu repot-repot  menyikapi cowok kurang kerjaan yang hobinya modus mulu. Tapi, kalo kita udah waktunya dan ada cowok sholeh melamar, segera sholat istikharah dan kalo udah mantep langsung ACCEPT aja. Karena cowok sholeh tuh limited edition di zaman android ini.
            So, yang masih pacaran segera putusin aja. Kalian nggak mau kan sama-sama menambah dosa? Ada dua jalan bagi lo yang berpacaran. Pertama, kalo udah mantep segera akhiri hubungan haram itu dengan nikah. Dengan nikah karena Allah, semuanya berbuah berkah dan bernilai ibadah. Kedua, kalo lo masih anak-anak berseragam segera putusin dan minta ampun kepada Allah. Ikhlaskan dia pergi. Kalo udah waktunya temui dia, dan segera bawa rombongan keluarga hihi..
            Yuk galakkan gerakan Indonesia tanpa pacaran. Kan dalam Islam nggak ada anjurannya. Yang bener tuh simple banget yaitu ta’aruf, khitbah, dan walimah. Terus jadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah di dunia sampai akhirat. Aamiin. Postingan ini ditulis dengan setulus hati untuk para remaja-remaja Muslim yang dirundung cinta atau sedang jatuh cinta. Gue nggak bermaksud menggurui, kan sesama Muslim harus saling mengingatkan bukan? Inget, dunia tuh sementara yang kekal tuh di akhirat nanti. “Kurangilah kesenanganmu pada dunia, agar berkurang kedukaanmu di akhirat.” (Imam Syafi’i).  Allahu yahdik. Semoga kita bisa jadi pemuda yang dirindu surga. Aamiin

Readmore → Ketika Seorang Muslim dan Muslimah Jatuh Cinta
Saturday, 26 December 2015 30 comments

Hijab Menyejukkan Hati



           Assalamu’alaikum semua! Duh, baru aja mau nulis kenapa kaki gue kesemutan. Hmm, bisa dibilang gue liburan berasa keliling dunia. Serius? Yep, tapi ngga real. Bahkan kemarin gue baru aja ke Pontianak sama Amerika. Seriusan, but via my imaginary sih *plaak. Ya, gue bisa dibilang liburan masa-masanya hidup sama novel. Tapi, seru lho. Ada delapan stok novel untuk liburan kali ini. Hihi, ada yang punya sendiri ada juga yang minjem. 
            Ayo siapa yang mau ke surga? Yang mau, senyum dulu donk sambil bilang “Assalamu’alaikum Zalfaa” Haha. Nah salah satu kunci ke surga adalah dengan berhijab.
Ada yang udah tau berhijab syar’i yang bener tuh gimana? Yang jelas kerudungnya lebar dan menutupi dada plus nggak semrawang (tipis) percuma kalo pake hijab tapi rambutnya masih keliatan ck. Nah pakaian yang dipake juga nggak boleh ketat dan harus longgar supaya lekuk tubuh nggak terlihat yang mana hal itu bisa mengundang fitnah juga zina mata bagi kaum adam.
            Nah, kenapa sih kita harus berhijab? Pertama, hal ini merupakan suatu KEWAJIBAN. Hal ini terdapat dalam QS Al Ahzab ayat 59 (Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri orang-orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.) Hal ini juga diperintahkan dalam QS An Nur ayat 31 lho.
            Gue pernah tanya ke guru agama gue gimana sih hukumnya memakai hijab, juga apakah berdosa bagi orang yang tidak mengenakannya. Jawaban beliau simple bin ajaib. “Hukum mengenakan hijab seperti sholat.” Gue yang daya dongnya biasa-biasa aja lantas bertanya “Jadi, dosa ya orang yang tidak mengenakannya?” Beliau hanya tersenyum dan menjawab “Kamu coba pikir, kalo kewajiban berhijab sama dengan kewajiban untuk menunaikan sholat”
Kedua, saat lo lewat di depan mas-mas nggak dikenal, lo ga bakal digodain. Hmm ini kisah gue. Saat itu gue nggak sengaja lewat di jalanan yang mana banyak banget pemuda gagal gaul. Mereka ada yang disemir rambutnya tapi malah keliatan kayak turis gagal nemu angkot, nggak match deh. Ada juga yang pake anting kayak tante-tante yang udah berumur. Yang jelas gerombolan ini anak-anak kurang kasih sayang orang tua.
            Saat itu gue deg-degan. Ndredek saat gue lewat. Tapi, salah satu dari mereka malah bilang ke gue “Assalamu’alaikum mbak!” gue menjawabnya tanpa menoleh dan langsung melewati jalan itu buru-buru. Tuh, kita malah bisa dapet doa dari orang yang nggak dikenal.
            Ketiga, supaya mudah dikenali. Ehem, jadi gini Rasulullah Muhammad SAW bersabda “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.” (HR Abu Dawud) Nah dengan berhijab kita bisa menunjukkan identitas sebagai Muslimah.
            Selanjutnya, jadi tameng diri dari hal-hal negatif. Contoh, gue yang sekarang udah berhijab jadi lebih hati-hati di mana aja. Sebisa mungkin harus bertutur kata lembut juga melakukan perilaku-perilaku baik. Gue berpikiran aja “Masa sih Muslimah gitu” gitu di sini di artikan sebagai hal-hal negatif. Ya, walaupun terkadang gue nyeplos Astaghfirullah.
            And many kind reasons that I can’t write one by one. Yang belum berhijab nggak usah nunggu hati lurus. Yang bener tuh berhijab dulu, masalah hati ntar menyesuaikan kok. Trust me, it works *gayaiklan. Emang bener ga bisa langsung syar’i hijabnya. Tapi kalo nggak sekarang kapan lagi? Kasian bokap lo yang menanggung dosa anak perempuan yang memperlihatkan auratnya begitu aja.
            Yang hijabnya udah syar’i semoga bisa istiqomah ya. Walau terkadang rintangan tak henti-hentinya membuat lo gundah tapi percayalah nggak ada kebaikan yang luput dari pembalasan. Allah pasti membalas lo dengan kebaikan kok.
Wahai Muslimah, lo itu begitu berharga tau nggak sih? Allah memerintahkan lo berhijab juga buat kebaikan kok. Karena Allah sayang kita. Aurat yang boleh nampak cuma wajah sama telapak tangan yang lain disimpen deh dan cuma buat yang halal aja (baca : ayah,ibu,suami,dll) Selengkapnya baca QS An Nur ayat 31.
            Eits, gue lupa. Postingan ini ditujukan buat akhwat sholihah calon bidadari surga hihi. Nah yang ikhwan ada juga kok hijabnya yaitu dengan cara menundukkan pandangan, menundukkan pandangan di sini bukan berarti nunduk terus pas lo jalan. Ntar nabrak tiang listrik dan lo meminta asuransi ke gue. Maksudnya, jagalah hati lo saat liat sesuatu yang bisa menimbulkan dosa, if you know what I mean. Apalagi, kalo bukan yang namanya perempuan. Boleh memandangnya, asalkan itu hanya wajah dan telapak tangan pluuus tanpa syahwat yak! Nah kalo ada mbak-mbak yang pake baju kurang kain, tundukkan pandangan lo dan segera lari 100 meter atau sejauh mungkin.
            Tentang hijab syar’i, hmm gimana ya. Kalo dipake tuh rasanya adem dan nyaman. Jujur, hal itu nggak mudah bagi seseorang yang hidup di lingkungan bukan pesantren atau keluarga yang agamanya joss banget. Kayak gue, kuping gue udah terlatih buat dengerin sindirian-sindiran kayak “Ih, pake kaos kaki. Fanatik amat sih.”, “Nggak modis kayak ibu-ibu.” Tips gue sih supaya bisa bertahan ya inget surga neraka aja.
            Bagi lo yang hidup di lingkungan mendukung seperti pesantren, bersyukurlah! Lo bisa punya temen banyak yang hijabnya lebar dan nggak dianggap aneh. Bahkan malah saling mendukung. Berbahagialah!
            Tapi, nggak apa. Demi meraih ridho Allah, why not?
            Wassalamu’alaikum..

Readmore → Hijab Menyejukkan Hati
Wednesday, 16 December 2015 72 comments

LDK SMA N 3 BOYOLALI Penuh Keceriaan

          Halo semua! Malam yang berirama ya, kan hujan. Dengan ditemani secangkir hot milk coffe dan juga mite hot plate buatan gue sendiri *nggaya wkwk, gue pengen cerita sama kalian tentang LDK yaitu latihan dasar kepemimpinan. Yup, kegiatan ini rutin diadakan setahun sekali yang mana peserta acara ini berasal dari seluruh anggota organisasi entah itu Rohis, MPK/OSIS, PKS, Paskib, PMR, dan DA. Semua wajib mengikuti acara tersebut.
            Sebenernya gue paling males kalau ada acara kayak gini. Pertama, barang-barang yang dibawa pasti membutuhkan perjuangan buat bisa dapetinnya. Kedua, JAUH DARI KELUARGA. Gue paling ga bisa jauh dari keluarga gue. Entah kenapa, yang jelas gue selalu merasa hangat di tengah-tengah nyokap, bokap, juga adik gue.
            Nah acara LDK diadakan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 12-13 Desember 2015 kemarin. Gue kesel karena pemberitahuan barang yang dibawa diumumkan pada hari Jum’at. Mana sampai rumah pukul 4 sore. Gue langsung ribet buat siapin barang-barang yang dibawa hari Sabtu.
            Saat itu semua udah beres tinggal satu yak yaitu pita biru yang harus ditempel sejumlah 5 di kerudung. Gue pun membuka plastik berisi pita yang udah gue beli. Sialnya, ternyata pita tersebut berwarna ungu dan juga berbahan plastik. Gue sempet tertawa waktu itu, kenapa pas beli gue ga nyadar? Haduh apa sih yang gue pikirin waktu itu. Apa gue kepikiran ya tentang kucing gue yang hobi luluran juga spa. Tapi, kalo dipikir lagi gue ga punya kucing. Argh!
Mampus gue, pikir gue saat itu. Gue mau keluar tapi hujan lebat, jam di dinding menunjukkan pukul 20.30. Gue pun panik dan segera menghubungi semua anggota rohis yang cewek juga temen gue yang ikut LDK besok apakah masih ada sisa pita. Apes, ternyata mereka semua membeli pita dengan ukuran mepet artinya ga ada sisa. Tapi, kakak kelas gue rohis mbak Dhinda, mbak Krisma, juga mbak Frida baik hati yang mau keluar malem-malem buat nyariin pita untuk adik kelasnya yang teledor. Tapi sayang udah tutup!
Tanda Pengenal
Saat itu gue mau nyerah, tapi mengingat perjuangan gue buat bertahan di Rohis nggak gampang, yang mana dulu gue harus yakinin ortu yang sempet ngelarang gue ikut Rohis karena sesuatu, juga jadi divisi inti di situ. Alhamdulillah I found the way. Gue inget gue punya tanda pengenal saat gue jadi anggota tim Majalah Kreasi di SMP dulu. Kayak gini nih..
Nah gue potong tuh tali dan gue jadiin 10 untuk 2 kerudung. Yeah, meski kecil-kecil it’s okay lah. Akhirnya semua beres dan keeseokan harinya tinggal cuss ke sekolah. Di sekolah gue langsung gabung dengan Rohis. Dan dimulailah kegiatan itu.
Awal-awal sih cuma season dari pembina dan dilanjutkan makan-makan. Juga ada pembahasan program kerja setiap divisi untuk ke depannya. Gue kira bakal ada bintalan (dibentak-bentak senior) tapi Alhamdulillah tahun ini kepala sekolah SMA N 3 Boyolali ganti dan beliau super duper baik hati kayak peri-peri di negeri dongeng.
LDK tahun ini ga ada yang namanya bintalan, jurit malam, juga road school. Betapa senangnya diri ini. Tahun lalu pun disuruh bayar untuk konsumsi tapi tahun ini free. Biaya dari sekolah. How’s lucky us! Angkatan gue bener-bener bejo. Nah pas sampai siang hari ga ada apa-apa dan biasa-biasa aja. Tapi sorenya gue jadi sasaran.
Gapapa gue tulis di sini karena ga mungkin senior gue tau kalo gue punya blog. Gue harap juga sih dia ga baca, ga mungkin juga kayaknya, jadi amanlah. Gue duduk di depan sendiri. Saat itu MC yang bertugas berasal dari senior OSIS, tentu mereka semua hits. Ada mas itu yang pernah ke luar negeri (sebut aja mas Ak) juga mas itu yang punya kembaran (sebut aja mas Haf). Setiap organisasi udah punya yel-yel masing-masing. Gue udah semangat saat yel-yel Rohis. Tapi, mas Ak bilang gini ke gue “Dek, kamu yang semangat ya! Jangan gitu donk!” ucapnya sambil mendekat ke gue. Gue shock karena kaget waktu itu. Mas Haf ikut-ikutan “Iya dek, yang semangat!! SEMANGAT YA, SEMANGAT YA!!!” Dua-duanya semakin deket ke arah gue sambil teriak-teriak dan gue terbelalak. Gue pengen kabur. Rasanya saat itu gue mau dimakan hidup-hidup. Tapi untungnya Mas Haf bilang “Eh dia Rohis lho kak, jangan deket-deket donk! Bukan mukhrim.” Mas Ak jawab “O iya aku lupa. Maafin kakak ya dek.” Ucapnya. “Eh Rohis kok kakak. Pakai bahasa Aa’ aja.” Kalau ga salah Mas Haf bilang kayak gitu.
Berawal dari kejadian itu, saat acara makan-makan pasti gue sasarannya. Setiap acara makan Mas Ak akan bilang “Dedek Zalfaa makannya pelan-pelan banget ya.” atau saat-saat terakhir waktu makan akan berakhir “Dedek Zalfaa udah belum makannya?”, dan seterusnya. Gue yang pemalu, cuma bisa tersenyum canggung. Dan Mas Ak menyebut gue sebagai adik kelas yang kalem dan anggun. Kayaknya salah deh wkwk tapi ya semoga aja bener deh. Aamiin. Tapi nggak enak tau rasanya saat makan tiba-tiba lo jadi pusat perhatian. Huaaa...
Masuk ke hari Minggu, paginya ada acara sarapan bersama. Saat itu organisasi Rohis makan di deket tempat mic. Saat Mas Ak akan mengambil mic, dia tanya lagi ke kakak kelas Rohis “Dek, kemarin yang itu namanya siapa?” “Zalfaa mas?” tanya kakak kelas Rohis. “Oh, iya Zalfaa. Mana orangnya?” gue yang saat itu posisinya membelakangi Mas Ak langsung ditunjuk oleh kakak kelas Rohis yang tadi dan Mas Ak langsung bilang “Subhanallah.” Anggota Rohis pun tersenyum geli kecuali gue yang hanya bisa membrengut karena jadi sasaran mulu.
Seterusnya begitu. Ada aja nama gue sering disebut-sebut. Acara LDK pun selesai dan keesokan harinya gue masuk sekolah seperti biasa. Temen-temen gue entah dari Paskib, DA, OSIS, Rohis memanggil gue dedek Zalfaa dengan nada yang dibuat-buat seperti Mas Ak. Jiaah, gara-gara Mas Ak gue sekarang jadi punya panggilan Dedek. Childish banget rasanya.
Bahkan kemarin Selasa saat kegiatan outing class di Sangiran juga Keraton Surakarta gue bertanya ke guide keraton. Kenapa keraton dicat warna biru. Beliau bilang jawabnya nanti aja. Saat sesi pertanyaan, sang guide bilang “Tadi siapa yang bertanya kenapa keraton ini dicat warna biru?” gue tunjuk langit dan salah seorang anggota Paskib bilang “Oalah dedek bertanya.” Gue menoleh ke arahnya dan kembali cemberut. Juga ada temen gue yang jadi MPK “Zalfaa, kamu dipanggil dedek sama Mas Ak lucu tahu! Jadi hitz lagi. Semua jadi tahu.” Dia tersenyum puas. Gue cuma bisa jawab “Ah enggak kok.”
Temen-temen gue di kelas yang mengikuti LDK juga bilang “Eh kemarin Zalfaa ngehits lho gara-gara dipanggil dedek.” Jiaa, gue nggak menginginkan hal itu. Jujur guys, jadi hits di kalangan manusia itu bukan target gue. Bukan seberapa kita ngehits tapi seberapa bermanfaat untuk orang lain. Yang gue targetkan adalah jadi hits di kalangan penduduk langit karena Allah sering bercerita tentang gue.

Yaaah, gara-gara nulis hot milk coffe gue udah dingin. Ga jadi hot dong. Tapi mite hot plate sudah habis tak tersisa. Gitu deh LDK tahun ini yang bernuansa ceria. Selamat malam dan sampai jumpa di post selanjutnya, In Shaa Allah. Gue hanya bisa mendesah pasrah dengan panggilan dedek dari temen-temen seangkatan gue sekarang.
Readmore → LDK SMA N 3 BOYOLALI Penuh Keceriaan
Wednesday, 9 December 2015 32 comments

Be Grateful

Assalamu’alaikum teman-teman jones bin baper harapan bangsa! Eh kok ngomong gitu sih? Hmm, jadi gini maksud gue jomblo happiness bin bawa perubahan hihi. Hamasah buat kalian yang udah punya hak pilih. Gunakan hak pilih lo dengan baik ya! Pemilukada kali ini harus bisa lebih baik, terutama Pemilukada di Boyolali. Pilihlah pimpinan yang amanah. Yak, inilah akhir kisah gue dari beberapa artikel tentang hijrah sebelumnya. Sebelumnya ada yang kangen sama gue? Gue baru aja menjalankan UAS guys, jadi ngilang deh.
Yup, gue baca hadist “Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan” (HR Bukhari no. 1 dari ‘Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu) setelah gue pikir-pikir bener juga. Jadi, setelah gue berhijrah dulu Husein jadi lebih agak memperhatikan gue. Apalagi saat dia baca Al Qur’an sebelum pengajian dimulai. Masya Allah his voice very well.
Tapi, ya singkat kisah gue udah mendapatkan apa yang gue mau. Gue salah gue salah gue salah. Waste time with full of mistakes without I realize. Ya, gue udah dapet perhatian Husein tapi itu salah. Seharusnya gue berhijrah karena Allah bukan karena makhlukNya. Kalau aja gue dari awal lillah, pastilah lelah nggak akan memperdayai gue. Jadi, gue pesen sama lo bagi yang proses berhijrah sama kayak gue, berhijrahlah karena Allah jangan karena makhlukNya. 
For him.
Jangan sampai lo berharap lebih ke makhlukNya karena kenyataan yang terindah hanya akan datang dari Allah Al Wahab. Dan seperti kata Imam Syafi’i kalo lo suka sama seseorang jangan sampai lo mencintai orang yang nggak mencintai Allah. Allah aja ditinggalin apalagi elo. Kutipan-kutipan Imam Syafi’i bagus-bagus ya. Jujur, gue ngefans sama Imam Syafi’i. Gue juga berterima kasih pada Husein yang telah membuat gue seperti ini. But he doesn't have any space in my heart anymore. Jazakaakallahu khayran Husein!
Nah mulai sekarang gue menjaga suatu ruangan di hati gue. Yang mana ruangan itu hanyalah bisa ditinggali si dia yang sudah dipersiapkan secara spesial oleh Allah untuk gue. Tapi, namanya juga manusia apalagi masa-masa SMA pasti ada aja pengganggunya.
Jadi gini guys, seumpama gue mulai merasa jatuh cinta. Gue bisa menghindarinya dengan membayangkan kenyataan pahit yang bisa membuat jatuh dan sakit. Gue kalo jatuh cinta pasti segera ngomong ke diri gue kayak gini “Ya ampun Za, cinta lagi? Please stop it! Bayangkan kalo seseorang yang lo suka kalo aja dia ketemu akhwat yang lebih cantik dan sholihah lo pasti ditinggal! Belum tentu juga dia mikirin kamu Za! Jangan mudah GR deh! Cintai Allah dulu yang bener!” Aneh ya cara gue? But, that is my way to be happy without pain feeling. Yuhuuu...Merdeka..
Kalau aja, mm just imagine sih besok ada seseorang yang mengutarakan isi hatinya ke gue kalo udah waktunya. Gue pasti tanya karena apa dia mencintai gue. Karena paras? Hmm, masih banyak kok cewek yang lebih cantik nan kece badai di luar sana. Kalo dia milih gue karena paras aja, gue itu orangnya apa atuh, biasa-biasa aja, banyak banget yang lebih cantik dari gue. Atau karena harta? Gue mah apa atuh cuma dari keluarga sederhana tetapi selalu bahagia karena rasa bersyukur kami pada Allah. Atau milih gue hanya karena keturunan? Gue mah bukan keturunan raja atau konglomerat wkwk. Tapi, kalo seseorang itu milih gue karena agama gue? I WILL ACCEPT HIM DIRECTLY WITH FULL OF HAPPINESS. Ya, seseorang yang akan mencintai gue karena agama, gue akan senang dan menerimanya dengan baik.
Well I pray, besok si dia bisa membantu gue berhijrah agar bisa lebih dekat ke Sang Pemilik Hati. Dia yang membimbing gue dalam ketaatan dan tentunya bersamanya surga terasa menjadi lebih dekat. Serius, gue butuh cowok yang bagus agamanya untuk membimbing gue ke Allah.
Karena gue sendiri takut kalo besok gimana kalo gue masuk neraka. Gue seorang yang berlumur dosa juga fakir ilmu ini, apa ada jaminan untuk masuk surga? Gue takut teman-teman. Maka dari itu gue butuh seseorang yang membantu gue berhijrah. Gue pasti akan berusaha menjadi bidadari dunia juga bidadari surganya.
Cukup gitu dulu deh, oiya sebelumnya gue mau mengucapkan terima kasih untuk PPL yang udah ngajar kelas gue. Teruntuk Bu Anisa, Pak Hari, Pak Faisal, Pak Wahyu, dan Pak Thomas. Jazaakumullahu khayran. Menurut gue sih, PPL yang paling juara di hati gue ya bu Anisa. Beliau tuh sabar banget dan bahkan udah akrab sama gue. Beliau tuh ngertiin banget gimana perasaan gue wkwk. Kami berkirim pesan lewat WA dan menceritakan tentang passion kami, yap yaitu IPS! Selain itu beliau adalah orang yang sabar. Keep hamasah bu Anisa. Semoga bisa menjadi guru idaman tiap siswa yak! Aamiin.. Special thank for you.. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Readmore → Be Grateful
Friday, 20 November 2015 31 comments

Perjalanan Hijrahku Part 3

Well, artikel kali ini lebih tepatnya curahan pikiran seorang blogger labil yang tak menentu suasana hatinya. Ditambah hujan yang memberikan suasana magis. Ah, sudahlah.. Tapi jujur aja, setelah gue nulis hati gue jadi plong gitu. Menulis adalah salah satu cara yang paling ajib buat mengobati galau versi gue.
Nah jadi gini.. Gue mengetahui kenyataan yang membuat remuk hati gue saat itu. I juts felt it. I don’t know how, I don’t why. Yeah, I just did. How fool? Ck! Nah gue mengetahui kenyataan itu saat gue mengikuti kegiatan 17-an beberapa bulan yang lalu. Hmm, flashback starts..
Tia salah seorang temen gue, menemani gue mengikuti kegiatan sepeda santai dalam rangka memperingati HUT RI ke 70 tahun. Dia berceloteh tentang sekolahnya, perasaannya, dan juga keadaan adik-adiknya. Gue pun juga melakukan hal yang sama kecuali perasaan gue. Rumah kami tidak terlalu jauh. Tapi, gue jarang keluar rumah. Jadi kami jarang bertemu dan ini kesempatan yang berharga bisa ngobrol dengan tetangga secara akrab. FYI, Husein juga ikut dalam kegiatan ini. Lagi-lagi, gue nggak sengaja papasan sama dia.
Setelah kegiatan selesai, Tia mengajak gue untuk makan soto. Maklum, kami belum sarapan. Perut gue saat itu keroncongan. Mungkin temen gue denger jadi diajakin makan deh. Nah setelah acara makan-makan selesai, dimulailah sebuah kisah yang membuat lubang besar di hati ini kala itu.
Saat itu Tia banyak berceloteh dan gue lebih banyak mendengarkan. Entah kenapa topik yang dibicarakan Tia menuju ke arah Masjid Al Hidayah. Dari penilaian gue, dia juga kagum dengan seorang ikhwan berkacamata. Dan lo tau sosok itu Husein! Yeah, seorang pria berkacamata yang membuatnya tampak dewasa. Kurang lebih saat itu temen gue bilang “Za, lo tau nggak anak pondok di situ yang pakai kacamata? Orangnya keren juga keliatan kalem gitu ya! Alim lagi!” saat itu gue cuma tersenyum dan dalam hati gue tau kalo yang dimaksud adalah Husein. Tia melanjutkan omongannya “Yeah, tapi sayang dia udah punya pacar.” JLEB! Satu kalimat tragis itu membuat hati gue panas. Ini serius, gue sedih.
Gue berusaha membuat raut wajah gue sebiasa mungkin dan gue menimpali “Masa?” Tia pun menjawab “Iyup, pacarnya anak guru ngaji lo sewaktu dulu.” Rasanya saat itu perih banget. Gue mati-matian buat nyembunyiin rasa amarah, sedih, kecewa, dan juga kesal terhadap Husein. Gue nggak tahan saat itu dan gue pamit pulang duluan.
Di rumah gue langsung meluapkan emosi gue. Untung saat itu di rumah ga ada orang. Gue langsung menuju kamar dan mengunci diri. Barang-barang yang semula tertata rapi menjadi berantakan hanya dalam hitungan menit. Gue bingung harus kepada siapa gue menyalahkan.
Untuk memastikan info yang diberikan temen gue, gue langsung buka laptop dan mengorek informasi sedalam-dalamnya. Gue tau nama orang yang disebut-sebut sebagai pacar Husein. Langsung aja gue stalk akunnya. Gue lihat status hubungannya yang ternyata single. Namun, saat gue melihat-lihat fotonya.. Hmm. Maybe that’s right. Mereka berada dalam sekolah yang sama dan di dalam foto-foto itu mereka terlihat sangat akrab.
Seketika itu bayangan gue tentang Husein yang alim dan nggak pacaran segera menguap. Gue sedih. I felt hurt so deep so much in myself. Sedih, kecewa, marah, jengkel, pengen gigit orang, pengen lempar tante-tante jail pake sepatu. Semuanya campur aduk jadi satu. Ini bener-bener hal yang buruk dan gue menyesal banget. Entahlah, untuk apa penyesalan itu sebenarnya. Saat itu semangat gue mulai agak memudar.
A Quote from Imam Syafi'i
Gue jadi teringat kutipan Imam Syafi’i yang memang benar dan sudah terbukti. Gini “Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya.” JLEB!
Mungkinkah Allah cemburu sama gue? Duh, gue saat itu merasa terharu. Allah begitu menyayangi hambaNya. Dan gue sadar betul dari awal gue lah yang salah. Saat itu sih hampir seminggu gue masih belum bisa menerima kenyataan pahit itu. Tapi, setelah gue baca-baca artikel Islami, gue bangkit perlahan. Nyokap gue pun sampe heran kok gue berubah-ubah. Pas lagi semangat, semangat banget. Tapi, kalo hati udah sakit semuanya pasti juga ikut loyo. Alhamdulillah, Allah menunjuki gue saat gue baca sebuah hadist..

TO BE CONTINUED..
Readmore → Perjalanan Hijrahku Part 3
Friday, 13 November 2015 24 comments

Lelaki Sholeh Idaman Surga

Halo ukhti wa akhi fillah. Udah pada baca surah Al Kahfi belum? Hayo, yang belum baca buruan dibaca gih sebelum matahari tenggelam. Yang penting lo nggak ikut tenggelam ke masa lalu. Eh jangan baper. Kali ini, gue akan bahas tentang model cowok yang sholeh. Ayo kita bahas.
Nah, gue tanya ke lo dulu. Lo kalo naksir sama seseorang karena apa? Pasti yang pertama karena kecakepannya kan? Maybe like that, right? Gini, cowok ganteng itu memang banyak lho, tapi yang bagus akhlaknya langka. Mencarinya susah seperti mencari jarum di hidung buaya. Lo, yang pernah berjuang buat dapet cowok ganteng pasti nggak mudah dan yang lebih mengenaskan (biasanya) kalo dia udah bosen lo ditinggal dan cari cewek yang lebih popular, cool, and better than you. Sakit kan?
Gue sendiri nggak berharap buat dapetin cowok yang rupanya sebagus Nabi Yusuf AS. Gue nggak mau kalo suatu hari gue udah menemukan yang halal, dia sering jadi perhatian para cewek. Atau yang hobi selfie. Idih, no way! Gue ga suka cowok yang narsis. Sama aja dia ngumbar-ngumbar ketampanannya buat ngundang jerit histeris kaum hawa. Pokoknya besok gue berdoa supaya si dia yang tertulis di Lauhul Mahfuz bukanlah cowok narsis dan tidak suka jadi perhatian kaum hawa. Gue butuh, lelaki yang bisa menundukkan pandangannya dan menyimpan kasih sayangnya hanya untuk gue. Ga ganteng-ganteng amat gapapa, karena rupa yang tampan hanyalah tampilan luar yang terkadang menipu. Terus biasanya cowok ganteng tuh sulit buat setia. Karena dengan mudah, jika dia putus dia akan gampang mencari pengganti. Kalo gue sih, yang penting agama dan akhlaknya. Tapi, ga semua cowok ganteng kayak gitu sih. Tapi gimana, lo masih memilih seseorang hanya karena ketampanannya? Hmm, Allahu yahdik.
Be careful girls. Nah terus yang cowok pasti bertanya “Terus gue harus gimana supaya bisa jadi cowok sholeh idaman surga?” Oke deh, gue akan share ke kalian supaya bisa dapet bidadari dunia juga surga. Nggak ribet dan In Shaa Allah gampang kok. Yang penting niatnya karena Allah ya akhi fillah.
Pertama, lo harus bisa sholat wajib 5 waktu tanpa bolong. Kalo masih aja bolong, gue yakin emak lo pasti akan sangat-sangat histeris mengetahuinya. Dan buat lelaki yang merasa bener-bener laki, lo harus bisa sholat berjamaah di masjid. Karena ada sebuah hadist Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan dalam shahih al-Bukhari, Rasulullah bersabda “Demi Zat yang jiwaku ada di tanganNya, sungguh aku ingin memerintahkan untuk sholat dan dikumandangkan adzan. Kemudian aku perintah seseorang untuk mengimami sholat, lalu aku pergi melihat orang-orang dan membakar rumah-rumah mereka.” (HR Bukhari) Tuh Rasulullah SAW sudah mengingatkan elo wahai kaum lelaki untuk mendirikan sholat berjamaah di masjid. Ayo yang masih muda dan sehat, jangan sia-siakan masa-masa itu. Yuk update iman ke masjid.
Kedua, lo harus bisa menundukkan pandangan saat liat cewek cantik. Bagi lo yang masih jomblo, lo harus inget kalo si dia juga baru memantaskan diri untuk lo. Jadi, nggak adil donk kalo lo masih lihat cewek-cewek seenak lo. Awas zina mata! Ayo cus liat ke Surah An Nur ayat 30 yang berbunyi “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”
Nah selanjutnya, jaga lisan dan hati lo. However, hearts are wild creatures so that’s why our ribs are cage. Seumpama, lo nggak sengaja liat cewek cantik di deket lo. Jangan sampai lo menggodanya. Nah hati kudu dijaga. Kalo lo menyukai seseorang, tahan dulu. Ya kalo dia jodoh lo. Kalo bukan? Buat mengobati galau, lo bisa baca Al Qur’an. Qur’an is the only book without any mistakes. OIYA COWOK SHOLEH JUGA GABAKAL NGAJAK LO PACARAN. Karena sudah jelas kalau pacaran dilarang dalam agama Islam.
Gitu deh tips dari gue. Bagi kalian yang masih single, gue cuma pengen mengingatkan kalo lo milih pasangan suatu hari jangan karena hanya ketampanan/kecantikan, harta, jabatan, dan hal-hal duniawi lainnya. Tapi, pilihlah seseorang yang mencintai Allah dan bagus akhlaknya. In Shaa Allah, cinta lo bakal abadi sampe surgaNya. Jadi, siapa yang mau masuk surga sama pasangannya kelak? Barakallahu fiikum ya guys.. Semoga suatu hari besok kita bisa berjumpa ya di surgaNya :’) Aamiin

Readmore → Lelaki Sholeh Idaman Surga
Sunday, 8 November 2015 21 comments

Perjalanan Hijrahku Part 2

Oke, gue akan melanjutkan kisah gue yang sempet terputus kemarin. Bentar gue mau cerita sebentar. Kenapa ya akhir-akhir ini badan gue cepet lemes? Nggak enak tau rasanya. Hmm.. Yuk lanjut yang kemarin
Gue pun mulai mengubah fashion gue. Dulu, gue hobi banget pake celana jeans juga kemeja yang digulung sehingga lengan gue terlihat. Juga gue nggak pernah ketinggalan update tutorial hijab terbaru. Namun, saat gue baca di group Islami di WA, itu semua salah. Gue mulai mengganti pakaian gue dengan gamis, rok, juga memakai kemeja yang tidak digulung. Gue juga mulai membeli hijab syar’i. Saat itu gue baca juga kalo telapak kaki adalah aurat sehingga gue pun kalo keluar rumah juga pake kaos kaki.
Tetangga gue awalnya tercengang dan menatap gue dengan aneh. Secara, biasanya kalo gue keluar rumah gue pake kaos santai dan juga celana jeans selutut. Pertanyaan mereka aneh-aneh. “Mbak Aza, mau jadi ustadzah ya?” “Mbak, kok panas-panas gini pake kaos kaki sih!” sampe “Za, sekarang kok jadi kayak gini sih?” awalnya gue mau nyerah aja, tapi Alhamdulillah Allah meneguhkan hati gue. Gue menjawabnya dengan senyum dan nada bicara yang nggak terkesan tersinggung.
Gue yakin betul ada semacam magnet pada diri Husein yang membuat gue semakin terinspirasi darinya. Gue pun mulai belajar memasak makanan yang enak-enak. Masakan gue yang pertama bernama bitterbalen. Gue dapet resepnya dari buku resep memasak milik nyokap gue. Mm.. Rasanya not bad lah hihi. Saat itu gue mikir, kalo gue nggak bisa masak mau dikemanakan kalo calon imam gue kelaperan. Bisa sih beli di luar tapi kan lebih bangga kalo gue yang masak. Gue pun meminta bantuan nyokap gue.
Saat itu juga gue menjadi bangun lebih awal. Pokoknya efek yang diberikan Husein membuat gue lebih semangat dalam mengerjakan apa pun. Dan gue juga sudah mengikuti ilmu parenting melalui WhatsApp. Group yang gue ikuti namanya lucu “Permen CIDIS” yang singkatannya adalah persiapan menjadi calon istri dan ibu sholihah. Lo pasti ngakak kalo tau gue ikut group gitu-gituan. Tapi, ya gue mau menjadi orang yang bener-bener mateng kalo Allah mempertemukan gue dengan si dia kelak.
Oiya group yang gue ikuti nggak hanya membahas soal ilmu parenting lho. Tapi ada juga lainnya. Jadwalnya kayak gini. Hari Senin ada ilmu parenting. Selasanya menceritakan tentang shahabiyah. Shahabiyah itu artinya sahabat perempuan Nabi Muhammad SAW yang benar-benar menginspirasi. Rabunya ada ilmu tentang pernikahan. Gue selalu baper saat baca materi hari Rabu. Kamis sampai Jum’at di share tentang fiqh wanita. Sabtu sampai Minggu group itu hening materi. Dan di group itu gue termasuk member yang tergolong masih muda banget.
Hari demi hari berlalu dan nyokap gue keheranan kenapa gue bisa berubah kayak gitu.
“Za, kamu kenapa? Kemarin dapet mimpi apa?” tanya nyokap gue suatu hari.
“Hloh, emang kenapa Ma?” tanya gue pura-pura nggak tahu.
“Kok akhir-akhir ini jadi lebih rajin gitu sih. Dulu, kamu males-malesan kalo udah berhubungan sama urusan masak. Tapi, sekarang?” Nyokap gue saat itu terlihat keheranan.
Gue hanya tersenyum dan menjawab “Nggak apa-apa ma. Doain aja supaya aku bisa istiqomah kayak gini. Mama juga seneng kan liat perubahan aku?” dalam hati, gue berterima kasih pada Husein yang telah mengubah semuanya.
“Iya sih, tapi jilbab kamu sekarang kayaknya kebesaran deh. Nggak cocok buat seumuran kamu. Nggak modis gitu.”
Gue hanya tersenyum dan menjawab kalo itu salah satu kunci untuk mencapai surgaNya. Nyokap gue nggak ambil pusing. Pertamanya sih beliau masih belum bisa menerima hijab gue yang syar’i dan memakai kaos kaki kalo keluar rumah. Bokap gue sih biasa-biasa aja. Tapi, Alhamdulillah Allah membuka hati nyokap gue.
Semuanya terasa indah saat itu. Gue semakin deket sama Allah dan gue nggak pesimis untuk memantaskan diri untuk pemuda sholeh idaman surga. Semuanya berjalan sangat-sangat lancar. Tapi, suatu hari gue mengetahui kenyataan yang nggak bisa gue terima. It hurts me so much and I never mind about it. Kenyataan yang pahit pun gue temui. Kenyataan yang mengobrak-abrik hari gue saat itu.
TO BE CONINUED..
Readmore → Perjalanan Hijrahku Part 2
Thursday, 5 November 2015 23 comments

Perjalanan Hijrahku Part 1

Assalamu’alaikum antum wa antunna. Akhir-akhir ini rasanya sumuk banget ya. Di daerah gue tinggal udah ada mendung eeh tapi hujannya masih enggan buat turun. Entah kenapa, gue jadi kangen hujan. hujan mengingatkanku akan sebuah kenangan indah yang tersirat dalam waktu. Eh, kenapa jadi kayak gini? Salah fokus kan. Oke, kali ini gue pengen cerita sama kalian tentang hijrah. Hijrah itu apa? Yuk disimak..
Berhijrah Yuk ^-^
Singkatnya, hijrah itu perubahan menuju kebaikan. Hijrah yang akan gue bahas kali ini adalah hijrah untuk menggapai cinta-Nya. Ini adalah kisah gue yang mencoba untuk menjadi seseorang yang lebih baik.. Hmm, susah memang tapi kenikmatan akan hijrah bisa lo rasakan kalo udah mengalami.
Gue terlahir dari keluarga yang biasa-biasa aja dalam hal agama. Nyokap bokap gue ga terlalu berlebihan dalam agama. Tapi, beliau nggak pernah lupa mengingatkan gue untuk selalu sholat lima waktu. Amalan sunah yang diajarkan ke gue pun hanya sebatas puasa Senin Kamis. Kata bokap gue kalo bisa rutin udah bagus.
Hijrah gue bermula saat nenek gue mengajak gue untuk mengikuti acara pengajian yang diadakan rutin setiap hari Minggu di gedung IPHI deket Masjid Al Hidayah. Di samping masjid itu ada bangunan yang digunakan untuk panti anak yatim. Dulu, saat gue nggak begitu mendalami indahnya islam, memang saat sekolah gue memakai kerudung tapi saat gue di rumah lepaslah kerudung itu.
Nah, awalnya gue ogah-ogahan buat ndengerin kajian yang menurut gue cuma bikin ngantuk dan tambah baper eh salah maksud gue tambah laper. Dengan paksaan nyokap, gue menjadi tukang ojek langganan nenek gue. Yang mana tugas gue adalah mengantar dan menjemput beliau setelah selesai dari acara pengajian.
Lama-lama gue capek kalo disuruh bolak-balik. Belum lagi saat menunggu nenek gue keluar dari gedung IPHI yang terkadang lama. Gue pernah hampir ketiduran karena kelamaan menunggu. Hingga suatu hari, sedikit hidayah mulai menyusup ke hati gue. Gue, akhirnya mengikuti acara pengajian tersebut. Saat itu juga pakaian gue berubah menjadi syar’i karena berada di lingkungan yang syar’i pula.
Saat memasuki gedung tempat pengajian gue kaget. Ternyata banyak juga orang yang seumuran gue. Tapi, mereka cowok semua. Gue baru ngeh ternyata pengajian yang gue ikuti dikelola oleh anak-anak yang tinggal di panti tersebut. Gue pun duduk bersama dengan ibu-ibu dan nenek-nenek. Gue seneng bisa jadi paling muda diantara mereka wkwk. Mereka pernah muda tapi gue belum pernah tua.
Saat itu sang Ustadz menyampaikan materi tentang kematian. Betapa ngeJLEBnya hati gue saat mengetahui betapa dahsyatnya sakaratul maut itu. Gue pun sadar akan kesalahan yang selama ini gue lakukan. Gue segera memperbaiki kebiasaan buruk gue yaitu dalam hal berkerudung. Gue nggak mau buka tutup kerudung gue. Karena kerudung bukanlah seperti jalan ke puncak yang kadang dibuka kadang juga ditutup.
Minggu berikutnya gue ikut lagi. Dan begitu seterusnya. Dan inilah awal kisah hijrah cinta gue. Saat itu gue nggak sengaja melihat seseorang yang gue tebak lebih tua setahun dari gue. Saat itu entah kenapa kayak ada rasa aneh gitu. Gue segera menundukkan pandangan gue dan beristighfar. Dia juga terlihat melakukan hal yang sama. Saat itu jantung gue kayak musik disko yang jedag jedug susah terkendali.
Saat sampe ke rumah gue selalu kepikiran tentang dia. Dia termasuk salah satu anak yatim yang mengurus pengajian tersebut. Mungkin, gue menaruh hati padanya. Karena setahu gue saat gue pertama kali masuk banyak cowok seumuran gue yang pandang sana pandang sini. Kecuali si dia yang baru aja gue tatap. Gue nggak tau namanya saat itu anggap aja namanya Husein.
Nah, Husein itu cowok yang kalem dan berbeda dengan teman-teman lainnya. He could keep his iman well. I think. Probably. Hmm.. Dan mulai saat itu gue follow akun-akun islami baik di instagram, twitter, juga LINE. Gue jadi lebih semangat mendekat ke Sang Pemilik Hati karena mengetahui bahwa Husein sosok yang alim dan gue ingin memantaskan diri untuknya.
Saat itu gue baca di timeline LINE kalo lelaki yang baik diperuntukkan untuk perempuan yang baik. Lo kalo mau tau baca aja di QS. An Nur ayat 26. Juga ada hadist yang pernah gue baca “Seorang wanita dinikahi karena empat hal : hartanya, nasab keluarganya, kecantikan dan agamanya. Maka pilihlah yang baik agamanya, niscaya engkau akan beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim) juga ada hadist yang menyatakan kalo sebaik-baik perhiasan di dunia adalah perempuan sholehah. Hadist yang diriwayatkan Imam Muslim itu semakin membuat gue semangat.
Gue semakin kagum atau entah rasa apa ini namanya setelah tahu kalo Husein selalu rajin sholat 5 waktu ke masjid saat liburan (baca : termasuk Subuh). Dan yang gue denger, dia bisa khatam Al Qur’an lima kali saat bulan Ramadhan. Mashaa Allah calon imam idaman bukan?
Husein mengubah segala hal dalam hidup gue. Saat itu pun START hidup yang sesungguhnya baru dimulai...
TO BE CONTINUED..
Readmore → Perjalanan Hijrahku Part 1
Sunday, 25 October 2015 26 comments

Be A Fresh Generation

            Halo guys! Gimana hari Minggu lo? Apakah baik-baik aja? Atau ada sesuatu yang tiung-tiung? Udahlah, bawa enjoy aja. Nggak usah khawatir. Worrying is a waste of time. It doesn’t change anything. It messes with your mind and steals your happines ckck. Jomblo? Kesepian? Ah, jangan begitu. Berbanggalah lo kalo lo itu seorang jomblo. Why? Ya karena jomblo sampai halal lebih baik. Sabarlah dalam penantian. Karena Allah sudah menjanjikan dalam surah An Nur ayat 26 kalo lelaki yang baik diperuntukkan pula buat perempuan yang baik-baik. Semua akan indah pada waktunya kok. Nah, gue mau cerita kegiatan-kegiatan saat pesta ulang tahun SMA gue. Yap, yaitu SMA N 03 Boyolali.
            Acara ini diawali kemarin Jum’at. Dan lo tau? Gue dapet hadiah di pagi buta. Gue kena tilang! Sialnya, saat gue berangkat pagi-pagi, para Polisi sudah menyiapkan sejurus sakti mandraguna buat nilang anak-anak sekolah. Yeah, secara gue belum punya SIM. Tapi, ya udahlah mau gimana lagi. Akhirnya STNK atas nama nyokap gue disita sama Polisi tanpa kumis yang kurus juga hemat senyum. Saat gue ketilang, gue liat banyak juga temen-temen gue dari SMAGA yang ketilang. Nasib-nasib..
            Peristiwa ketilang itu, nggak bikin semangat gue surut buat merayakan hari jadi sekolah gue yang ke 26. Awalnya kami melaksanakan apel, maksud gue bukan apel yang dimakan itu. Selanjutnya senam tanpa gerakan yang menghebohkan. Saat itu juga ada pelepasan balon di udara. Gue pandang langit-langit dan sepertinya para balon beterbangan sesuka hati dan akhirnya meletus juga pastinya. Lalu, kami melakukan jalan santai. Selow aja kok jalannya. O iya sayangnya ga ada jungkir balik dalam kegiatan ini. Fiuuh.. Sesampainya di sekolah ada pengundian doorprize dan acara-acara pensi.
            Pertama-tama ada eskul robotik yang tampil. Robot-robot pun beraksi dengan hebatnya seperti singa-singa yang salto saat sirkus. Nah yang kedua ada penampilan dari eskul wushu. Bener-bener keren menurut gue. Soalnya ada gerakan jungkir baliknya gitu juga ada yang banting sana-sini. Kayaknya sih sakit, tapi mereka para wushuers tetep terlihat seterong dengan muka memerah. Tapi mereka sehat-sehat aja kok. Selanjutnya sih ada penampilan dari band-band gitu. Saat itu guest star yang hadir yaitu Happy Ending. Jujur, gue nggak ngeh sama semua lagunya. Tapi, tetep asik didengernya.
            Sabtu 24 Oktober adalah puncak acara perayaan ultah SMAGABOY. Acaranya hampir sama kayak yang hari pertama. Bedanya kemarin ada pembawa acara dengan lima bahasa. Lima bahasa? Iya, lima bahasa. Jadi, di sekolah gue diajarkan lima bahasa. Ada bahasa Indonesia, Jawa, Inggris, Arab, dan juga Jepang. Kelas sepuluh sih bahasa asingnya pake Inggris dan Jepang. Dan lo tau? Saat-saat ternyesek itu adalah ketika menghafal hiragana yang bisa dibilang lebih sulit daripada penderitaan jomblo yang merasa ngenes.
            Terus ada penyerahan piala kejuaraan lomba yang diadakan SMAGA. Seperti lomba baca Qur’an secara tartil atau murotal, lomba futsal, baris berbaris, dan juga English Speech Contest yang mana pesertanya dari luar sekolah. Kecuali lomba baca Qur’an yang diadakan Rohis. Disitu diwakilkan oleh seorang yang bersedia mewakili kelasnya masing-masing. Saat itu gue nyantai, karena nggak mungkin gue yang diajukan karena gue Rohis. Gue pikir Rohis ga boleh ikut dan temen-temen gue juga nganggepnya gitu. Tapi, sampai pada hari Selasa kelas gue nggak ada yang mewakili. Kepanikan pun melanda gue dan gue yang diajukan untuk mengikuti lomba itu. Gue pun bertanya pada ketua rohis apakah gue boleh ikut atau ngga. What a surprised day! Rohis boleh mengikuti lomba itu. Gue kaget. “Za, lo yang mewakili gih.” Ucap teman gue. Gue panik ala titanic. Secara, gue ga ada persiapan sama sekali. Bahkan, surahnya pun gue ga tau apa aja yang ditentukan. Temen gue menambahkan “Iya Za daripada kelas kita kena denda 2 mushaf Qur’an sama 2 mukena.” Oke, demi X-2 gue maju dengan modal tubuh sehat dan ekspresi senyum-senyum gitu karena gue pun baca Al Qur’an belum bisa baik. Jelas, di sana gue dapet nomor terakhir karena gue dateng telat. Juara lomba saat itu kalo ga salah kelas 12 IPA berapa gitu gue lupa.
 Setelah itu ada penampilan pembacaan asmaul husna yang dilagukan oleh salah seorang guru. Acara selanjutnya semakin meriah. Bahkan tanpa menyan pun acara ini sudah berwarna. Guest star kemarin ada Langen Suko, Fisip Meraung daannn you know what? Puncak acaranya ada DJ Libie Cameron.
Suasana paling pecah saat DJ Libie beraksi. Gue sih kalem wkwk. Cuma duduk di bawah pohon sambil mengamati orang-orang. Tapi, ah namanya juga musik. Gue juga geleng-geleng sendiri karena musiknya. Tapi, lama kelamaan pusing juga kalo geleng-geleng terus.
Alhamdulillah acara lancar guys. Terima kasih teruntuk panitia yang sudah membuat acara ini menjadi cetar membahana. Dan gue harap sih tahun depan bisa ngundang penceramah kondang yang sekaligus bisa ngeDJ lagu qasidahan. Ups, emang bisa ya? Entahlah, gue maunya gitu sih.
Karena acara ini, gue keluar dari gerbang sekolah pukul 16.30 WIB. Dan gue dapet hadiah tambahan. Ban motor gue bocor. Subhanallah, gue kesel. Untung tadi sebelum ke tempat parkir temen gue yang bernama Mei mau nebeng. Dan Alhamdulillah karena ada temen gue, gue bisa tau dimana tempat menambal ban dan dia sangat-sangat membantu.  Tempatnya deket rumah temen gue. Dan gue pun menunggu di rumah Mei saat ban motor gue ditambal. Dan makasih banyak buat Mei yang udah menyelematkan perut gue dari keroncongan hihi. Fiuh, kemarin gue sampe rumah pada waktu Maghrib. Tapi, tak apalah. Acaranya seru... Begitulah guys kegiatan-kegiatan kemarin. Semoga siswa-siswi SMAGA bisa jadi fresh generation! Aamiin. Gue harap sih, dua hadiah yang gue terima nggak akan menimpa lo yang lagi baca yak! Selamat pagi dan sampai jumpa di post selanjutnya, In Shaa Allah kalo bisa yak.
Readmore → Be A Fresh Generation
Saturday, 17 October 2015 21 comments

Seremnya Keadaan Ini

          Assalamu’alaikum bagi pembaca blog ini.. Hmm, lama ya gue ga nulis. Jadi, mungkin agak kaku gitu. Bahkan naskah novel gue mandeg di tengah jalan. Masih belum ada ide nih. Oke, gue akan lanjutin post yang dulu itu ya. Judul artikel kali ini aja, gue bingung sendiri hehe. I’m not thinking straight to be honesty.
            Jadi, gue akan bahas keadaan roh setelah terpisah dari badan. Kisah ini terdapat dalam HR. Al-Baihaqi dengan sanad shahih. Jadi, saat roh orang beriman dikembalikan lagi ke jasadnya, ia akan didatangi dua orang malaikat guys. Dan dia diberi pertanyaan, siapa Tuhanmu, apa agamamu, dan siapakah lelaki yang diutus padamu? Orang beriman mah, In Shaa Allah dengan mudah bisa jawab. Kemudian si malaikat bertanya lagi “Apa yang menyebabkan kamu mengetahuinya?” Dia menjawab “Saya membaca kitab Allah, lalu saya beriman kepadanya dan membenarkannya.” Lantas, dari atas langit ada suara terdengar “Hambaku benar, hamparkanlah permadani untuknya dari surga, berilah dia pakaian dari surga dan bukakan pintunya ke arah surga, lalu datangkan padanya angin dan semerbak keharuman surga.” Mashaa Allah, hayoo siapa yang pengen kayak gini? Yuk, maka dari itu kita susah-susah dulu yuk di dunia biar Allah ridho. Nah setelah itu ukhti dan akhi pembaca blog gue, dia didatangi sosok yang tampan wajahnya, bagus pakaiannya, dan wangi harumnya. Yang tak lain sosok itu adalah kebajikan-kebajikan yang dilakukan seorang beriman saat di dunia.
            Selanjutnya, ada juga roh orang yang kafir. Ia juga akan didatangi oleh dua orang malaikat. Kemudian, datanglah dua malaikat yang bertanya siapa Tuhanmu, apa agamamu, dan siapakah orang yang diutus padamu. Ngenesnya, orang itu ga bisa jawab guys. Yeah, secara di dunia dia ga ada ilmu agama sama sekali juga perilakunya yang nggak bener. Kemudian dari langit terdengar suara “Dia dusta. Hamparkanlah untuknya tempat tidur dari neraka dan bukakanlah untuknya pintu ke neraka.” Hii, ngeri yak. Setelah itu datanglah sosok yang buruk wajahnya, jelek pakaiannya, dan amat busuk baunya. Sosok tersebut adalah amalan-amalan buruk orang tersebut saat di dunia.
            Semoga aja kita termasuk orang-orang mukmin ya guys. Memang kita hidup di zaman edan. Di mana hampir semua orang melakukan hal yang tidak halal demi menggapai apa yang menjadi nafsunya. Inget guys “..Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu .” (QS. Al Hadid : 20)
            Nah, gue juga mau cerita nih guys kehidupan gue saat memasuki dunia putih abu-abu. Lo masih inget kan kalo gue sekarang udah anak SMA lhoh *nggaya. Yak, gue bersekolah di SMA N 03 Boyolali, tepatnya di kelas X-2. Alhamdulillah gue bisa masuk SMA ini. Disini, gue mengikuti satu organisasi dan satu eskul.
            Organisasi yang gue ikuti adalah Rohis. Awalnya gue bimbang mau ngikut organisasi yang mana. Soalnya gue pernah kerekrut jadi anggota paskib sama PKS. Tapi, gue milih Rohis aja. Kenapa Rohis? Yeah, secara gue kan anak emak yang labil tuh. Kadang imannya menggebu-gebu kadang juga ga ada greget buat melakukan kebaikan. Gue pengen, saat gue masuk Rohis perilaku gue bisa berubah sedikit demi sedikit. Dan pastinya, di Rohis banyak temen sholih/sholihah yang akan membantu gue berhijrah di jalan-Nya. Gue juga lebih suka organisasi yang dimana seniornya nggak hobi membentak-bentak juniornya. Kan kasian, masih kecil ingusan, sering dibentak-bentak lagi.
            Nah, di Rohis udah ada pembagian jabatan juga. Dari awal gue udah niat banget pengen jadi tabligh. Jadi, tabligh di Rohis itu semacem intinya Rohis gitu. Tabligh itu jadi devisi terempong di Rohis. Pertama-tama saat seleksi dengan PD dan jiwa yang tangguh gue milih jabatan tabligh. Karena jabatan itu, gue nanti akan bisa berdakwah lebih mudah ke temen-temen gue.
            Tapi, saat ada pendekatan pribadi senior gue malah nakut-nakutin gue. Katanya jadi tabligh itu ya harus tanggung jawab, amanah, susah, dan omongan banyak lainnya yang jelas gue lupa. Namun, entah kenapa gue tetep milih jadi tabligh. Saat pengumuman pembagian jabatan, Alhamdulillah gue bener-bener keterima jadi tabligh. Awalnya gue senyam-senyum kayak habis ketiban duren karena saking senengnya. Tapi, saat ketua Rohis membagikan sebuah kertas yang bikin ngeJLEB. Tak lain dan tak salah kertas itu berisi program kerja masing-masing divisi. Di saat semua divisi cuma dapet satu lembar, divisi tabligh ada tiga lembar kertas. Subhanallah, gue terharu bro gue terharu.
            Senior gue emang bener! Program kerja divisi tabligh itu seabrek! Mana, di divisi tabligh angkatan gue, gue cewek sendiri. Dan tau nggak? Cuma ada 3 orang di angkatan gue yang menjabat sebagai tabligh. Jiiaa.. tisu mana tisu gue makin terharu tepatnya gue butuh tisu karena flu. Eh kok ga nyambung ya.
            Tapi, gimana pun juga itu jalan gue. Allah udah ngasih kepercayaan ke gue buat jadi tabligh dan In Shaa Allah memperjuangkan agamanya. Bismillah, meskipun proker yang menjadi tanggung jawab gue seabrek gue harus nerima dengan senang hati eaak.
            Nah, gue ikut eskul English Club. Secara, bahasa Inggris gue pas-pasan aja. Dan gue pengen dengan mengikuti eskul ini gue bisa berbahasa Inggris. Paling, nggak sok Inggris dikit gitulah. Di English Club, bakal ada hunting tourist yang In Shaa Allah akan dilaksanakan bulan Desember. Di English Club juga gue dipercaya menjadi seorang bendahara.
            Di SMA 03, belum ada penjurusan. Tepatnya sekolah gue masih pake kurikulum KTSP. Sebenernya tahun lalu udah pake Kurikulum 2013 tapi nggak tahu kenapa jadi ke KTSP lagi. Besok sih, rencananya gue mau ambil jurusan IPS aja. Secara, logika gue ga selincah Krish John saat jungkir balik. Gue lebih suka baca dan menghafal. Lagipula kuliahnya gue mau ambil jurusan IPS. Ngapain gue ke IPA, kalo gue bener-bener nggak naksir sama IPA? Gue ga mau selingkuh dan pindah hati dari IPS, ups.
            Gue rasa cukup dulu deh artikel kali ini. Entah kenapa, gue masih merasa kaku nulisnya. Aneh gimana gitu. Maklum ya, SMA tuh sibuk guys. Tugas lah ulangan lah, bikin laporan.  Bikin puyeng dan tentunya akan ada beberapa koyo yang sekarang turut serta menghiasi muka gue.
Oh iya, jujur sih guys mulai SMA gue berniat untuk mengerjakan semua dengan jujur. Gapapa nilai ga bagus-bagus amat. Kan nilai ga dibawa mati kan ya. Karena gue percaya pada Allah. “But they plan, and Allah plans. And Allah is the best of planners.” Qur’an 8:30 gue percaya pada rencana terindah-Nya yang akan diberikan ke gue suatu hari. Jadi, nggak usah khawatir semua udah ada ada yang ngatur. Yang ada gue harus menjalani hari-hari gue dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Karena gue inget kutipan dari Iman Hasan Albashri yang berbunyi “lakukanlah kebaikan sekecil apapun. Karena engkau tidak pernah tau kebaikan apa yang akan memasukkanmu ke surga.” What a marvelous quote. Barakallahu fiikum. Wassalamu’alaikum 
Readmore → Seremnya Keadaan Ini
Sunday, 5 July 2015 19 comments

Pedihnya Sakaratul Maut

            Assalamu’alaikum.. Saatnya update blog nih. Sambil nunggu waktu adzan Maghrib mending bikin posting aja daripada ghibah. Ya nggak? Okay, kali ini gue akan bahas tentang pedihnya sakaratul maut. Hii, serem ya dari judulnya. Ini baru baca belum merasakan. Yeah, gue bisa nulis gini karena baca-baca hadis bukan berarti gue udah pernah merasakan sakaratul maut lho ya.
            Ada suatu kisah saat zaman Nabi Idris AS yang... Mm gue mulai dari mana ya. Bingung. Mulai dari sini aja ya..
            Pada suatu hari Malaikat Izrail datang ke rumah Nabi Idris. Nabi Idris pun bertanya pada Malaikat Izrail. “Hai Malaikat Izrail, kedatanganmu kali ini untuk menyabut nyawa atau berkunjung?” Malaikat Maut pun berkata bahwa ia berkunjung atas izin Allah SWT.
            Nabi Idris pun kembali bertanya. “Hai Malaikat Izrail, saya ada keperluan denganmu.”
            “Kepentingan apa itu?” jawab Malaikat Izrail.
            “Kepentinganku denganmu adalah supaya engkau mencabut nyawaku dan kemudian Allah menghidupkan kembali agar aku lebih giat beribadah kepada Allah setelah aku merasakan sakaratul maut.
            Malaikat Maut pun kebingungan dengan permintaan Nabi Idris. Allah pun memberi wahyu kepada Malaikat Izrail untuk mencabut nyawa Nabi Idris AS. Seketika itu juga Malaikat Izrail mencabut nyawa Nabi Idris AS.
            Nasi sudah menjadi bubur. Nabi Idris telah meninggal dan Malaikat Izrail menangisi kepergiannya. Malaikat Izrail berdoa kepada Allah agar Nabi Idris dihidupkan kembali. Allah pun mengabulkan permintaan Malaikat Izrail dan hiduplah Nabi Idris.
            “Hai saudaraku, bagaimana rasanya sakaratul maut itu?” tanya Malaikat Izrail.
            “Sesungguhnya, rasa sakaratul maut itu saya umpamakan binatang yang hidup dilepas kulitnya dalam keadaan hidup-hidup dan begitulah rasanya sakaratul maut. Bahkan lebih seribu kali rasa sakitnya.” Jawab Nabi Idris. Jiaa, menakutkan ya.
            Malaikat Izrail pun kembali menjawab. “Secara halus dan berhati-hati aku mencabut nyawa yang seperti itu selama-lamanya.
            Nah, dari kisah di atas bisa kita ambil pelajaran hidup. Nabi Idris seorang Nabi aja bilang kalo sakaratul maut itu sakitnya minta ampun. Apalagi kita manusia biasa yang hidup di zaman edan yang penuh dengan kebebasan dan haus moral seperti sekarang ini? Ada pun sabda Rasulullah SAW “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” Wallahu’alam. Kena jarum pentul aja udah sakit apalagi 300 pedang. Hiks. Bagaimana pun juga seperti yang disebutkan dalam Al Qur’an “Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran : 185) It means, besok kita juga bakal merasakan pedihnya sakaratul maut guys!
            Nah lalu bagaimana keadaan roh setelah terpisah dari badan? Tunggu postingan selanjutnya.. In Shaa Allah, as soon as possible ^^

            Wassalamu’alaikum!
Readmore → Pedihnya Sakaratul Maut
 
;