Ketika Tersentuh Cinta (1)

            Assalamu’alaikum teman-teman. Haduh, maaf banget ya kemarin gue ga bisa update. Ga nyangka kalau kemarin dari pagi sampai sore jadwal gue penuh. Malemnya pun gamungkin bisa nulis. Ya udah yuk ke topik hari ini, yaitu ketika tersentuh cinta. Mblo, simak ya mblo.
            Lo pernah in love with someone nggak? Klepek-klepek? Dibuat ngefly lalu akhirnya dijatuhin sampai ke pelosok pedalaman terpencil. Ew, pasti sakit yak. Atau mungkin lo pernah dicintai seseorang? Duh, kalau punya pemahaman kayak gue pasti ngerasa nggak enak sama orang yang mencintai. Dianya pengen lebih dari temen, lah padahal kan Islam MELARANG PACARAN.
Image by kawanimut
            Jatuh cinta itu bukanlah suatu aib namun merupakan fitrah dari Yang Maha Kuasa. Namun, sikap kita saat jatuh cinta bisa menentukan apakah hal tersebut benar atau tidak. Kalau lo sedang jatuh cinta ya cintailah si dia dalam diam. Hal tersebut bisa lebih menjaga hati lo dan dia. Dan romantisnya, lo gak pernah menampakkan rasa suka ke dia, tapi diam-diam di sepertiga malam lo selalu menyebut nama dia, mendoakan yang terbaik untuknya. Uhh, lebih sweet dari film Titanic wkk..
            Kalau gue sih, alhamdulillah saat ini engga menaruh hati ke cowok mana pun. Dulu sih pernah, gue suka karena agama dan akhlaknya dia. Tapi, setelah gue pikir-pikir ngapain juga jatuh cinta sebelum menikah. Itu bisa jadi beban buat gue. Nah, sekarang berdoanya diganti. Menguntai doa untuk jodoh masa depan yang gue nggak tahu siapa doi dan dimana sekarang. Hmm, kayak LDR an aja yak. Eh tapi emang bener kalau semua orang tu LDR. Sebelum Allah pertemukan, LDRan sama jodohnya eaa.. Siapa pun jodoh gue semoga dia selalu dalam lindungan-Nya dan hatinya pun bisa menjaga dengan baik seperti gue menjaga hati.
            Terus, pernah dicintai seseorang? Gimana rasanya? Iyess, I know what the feel. Antara seneng, pekiwuh, canggung, malu-malu, dan hmm tambahin sendiri deh. Tapi, agak gawat kalau yang mencintai adalah orang yang belum paham agama. Dia selalu menunjukkan perhatiannya, his kindness, dan berusaha untuk mendekati. Nah kalau kita udah paham agama namun iman nggak kuat bisa jatuh juga. Gimana nggak, ini untuk akhwat.. perempuan itu berhati lembut dan sensitif sekali hatinya jika menyinggung perasaan. Kalau dideketin mulu, dibaikin terus, dimanis-manisin terus ntar bisa diabetes cinta. Ikhwan pun sama, seperti kata Rasul kalau fitnah paling besar adalah wanita, nah bagi cowok kalau ga pinter-pinter menundukkan pandangan.. ya sama aja, akan terjerumus juga.
            Terus Za, gue harus gimana donk? Pengen banget sama si dia. Isoh nyawang nanging ra bisa nyanding..hiks
            Mblo mblo, hidup lo nggak sengenes itu kalee. Slow down, masih banyak tanggung jawab yang harus lo lakukan. Lebih taat pada Allah, berdakwah bagi sesama, dan berbakti pada kedua orangtua. Jangan melulu mikirin jodoh ntar iman bisa goyah lho..
            Tapi Za, gue nggak kuat. Setiap liat si dia hati berdesir dan dia kayak punya magnet yang bisa menarik hati gue.
            YAUDAH SANA GIH, MENIKAHLAH!! Karena kata Rasul kan obat paling mujarab saat dua orang saling mencintai adalah MENIKAH. Menikah bisa menyempurnakan separuh agama dan lebih menundukkan pandangan. Selain itu efeknya, kalau udah nikah status jomblo lo tinggalin.
            Whaaat???! Gue masih SMA sist..
            Ya udah sabar dulu aja. Berpuasalah karena puasa merupakan benteng diri. Tapi ya kalau udah ngebet banget dan cinta beneran ya menikah aja. Ga ada salahnya kok nikah muda. Tapi lulus SMA dulu, udah bisa nafkahin, dan mental harus siap lahir batin yaa.. Lihat aja Alvin Faiz yang baru 17 tahun udah nikah. Kan lebih bagus menikah muda daripada melakukan zina sejak dini baru nikah karena terpaksa. Hiii, sereeeem.

            Ya udah ya gitu aja dulu. Tolong ya Sobat, doakan segala urusan gue hari ini lancar. Aamiin. Wassalamu’alaikum..

Kado Spesial Untuk Kawan Hijrah

            Salaman sama lawan jenis gamau. Ga pernah ngucap dan ngerayain ulang tahun. Pakai jilbab udah kayak emak-emak yang mau pengajian. Kemana-mana pakai kaos kaki, kayak mau sekolah aja! Eh, kok celananya cingkrang dan pakai jenggot segala. LO IKUT ALIRAN APA SIH??!
            Jleeub. Pernah nggak denger perkataan-perkataan yang mengguncang seperti di atas? Well, I’m pretty sure, bagi kalian yang baru berhijrah pasti pernah dapet kalimat pernyataan kayak gitu. Gimana rasanya? Nyesek, galau, minder, dan bahkan mungkin ingin menyerah? Ah, jangan deh. Rugi kalau kita denger perkataan manusia.
            Bagi temen-temen yang sedang berhijrah, lo adalah orang terpilih. Allah ngasih hidayah untuk berubah ke arah yang lebih baik, jangan sampai nikmatnya hidayah ditukar dengan hal-hal murahan karena kita selalu butuh hidayah itu sampai ajal menjemput. Lo adalah orang yang hebat, maka bertahanlah dari bisikan-bisikan jahil itu. Jangan sampai kita lebih mementingkan penilaian manusia daripada ridho Allah. Rugi dah, kalau kita lebih mentingin apa yang diomongin manusia.
            Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah mengungkapkan kenyataan tersebut dalam perkataan beliau : “Sesungguhnya hidayah itu tidak ada ujungnya, kendati seorang hamba telah sampai kepada kedudukan yang tinggi, maka di atas hidayahnya masih ada hidayah yang lain, dan di atas hidayah itu masih ada hidayah lain yang tidak ada batasnya.” (Lihat Al Fawaid halaman 189)
            Nah sedikit gue jabarin ya. Islam itu nggak ada aliran-alirannya. Islam itu ya cuma satu yaitu yang berpedoman pada Al Qur’an dan As Sunnah. Nggak ada Islam A Islam B Islam C. Well, sebagai pemuda Muslim kita perlu paham mengapa si fulan tidak ingin berjabat tangan dengan lawan jenis non mahram, tak pernah merayakan ultah. Dan bagi mereka yang berhijab syar’i, celana tidak isbal (melebihi mata kaki) dan berjenggot jangan kita anggap sebagai orang yang kaku dan primitif. Kalau kita masih menganggap hal tersebut sebagai hal primitif, bisa jadi kita yang lebih primitif terhadap ajaran Islam. Mengapa mereka seperti itu?
            Sobat muda, ibu-ibu, bapak-bapak, dan semua kalangan di sini, ada sebuah hadist yang berbunyi “Seorang ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi adalah lebih baik ketimbang menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani, no. 16880, 16881). Sudah jelas kan? Bahkan ‘Aisyah radhiyallahu anha berkata bahwa tangan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak pernah menyentuh tangan seorang wanita non mahram sama sekali, membaiat para wanita pun dengan perkataan. Mereka yang sudah paham akan hal ini, makanya tidak mau berjabat tangan. Tolong ya jangan cela mereka, ini adalah ajaran Islam, aneh juga kalau orang Islam tapi sama ajarannya sendiri gamau nerima dan merasa asing.
            Terus ada juga kan yang gapernah ngucapin ultah ke sobat deketnya atau pun merayakannya. Hal ini termasuk tasyabbuh (menyerupai) budaya non muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa meniru-niru suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”
            Lalu, pasti kita pernah lihat perempuan yang masih muda namun menutup rapat auratnya, pakaiannya pun longgar. Dan kelihatan nggak gaul. Eh wait. Perintah berhijab terdapat dalam QS Al Ahzab 59 kalau kerudung harus menutup dada. Dan well, dalam sebuah hadist disebutkan kalau yang boleh terlihat bagi perempuan hanyalah wajah dan telapak tangan. So, in my mind kalau lihat perempuan muda macem gitu, memandangnya teduh dan lebih terjaga tentunya.
            Dan pernah lihat cowok bercelana cingkrang dengan jenggot stylenya? Paradigma masyarakat akan hal ini biasanya disangkut pautkan dengan jaringan radikal dan teroris. Ck! Prihatin gue. Inilah arahan manusia paling mulia di bumi ini seputar isbal “Sesungguhnya batas sarung (termasuk celana atau jubah) seorang Muslim adalah setengah betis dan tidak mengapa jika posisinya berada diantara setengah betis dan mata kaki. Apabila di bawah mata kaki maka tempatnya di neraka.”(HR Abu Daud. Shahih). See? Terus kenapa juga berjenggot. Kata Rasul “Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot dan selisihilah majusi.” (HR Muslim no 626). Jadi, laki-laki yang bercelana cingkrang dan berjenggot jangan dianggap aneh lagi yak. Mereka udah mengenal ajaran agama perihal itu.
            Bagi sahabat-sahabat hijrah seperjuangan. Jangan risaukan apa komentar orang, fokuslah terhadap apa yang mendatangkan ridho-Nya. Gue tahu ini mungkin terasa berat. But remember it, seperti yang ditulis Panji Ramdhana dalam bukunya kalau surga itu nggak murah. Harus ada perjuangan biar bisa kesana. Setelah hijrah akan ada istiqomah. Inilah hal paling sulit yaitu menjaga istiqomah. Namun, sekali lagi. Surga itu tidak murah Sobat.
            Dan tolong jangan cela mereka yang sedang berhijrah. Hargai proses mereka.
#selfreminder
#notetomyself
#roadtojannah

Marhaban Yaa Ramadhan

            Assalamu’alaikum warahmatullah para pembaca setia blog gue yang kece. Gue komporin dah biar lo semua pada semangat pada Ramadhan tahun ini. Kita kan masih muda masa kalah sama yang udah kakek nenek, beliau kalau setiap habis sahur biasanya tilawah menunggu waktu Subuh dateng terus ke masjid deh buat sholat berjamaah. Sholat tarawih pun masih kuat, lah masa kita yang masih young, strong, and nice baru 4 rakaat aja udah loyo, hadeuh.
            Bisa jadi lho guys ini Ramadhan terakhir buat kita. Who knows? Kematian bisa dateng kapan aja, ga nunggu kita ready buat masuk kubur. Hiks, kan nyesek banget kalau gabisa jawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir. Semoga gue dan lo semua mendapat akhir hayat yang baik besok, aamiin. Jadikan mati syahid sebagai cita tertinggi dari kita semua.
            Nah, in shaa Allah mulai hari Senin besok, gue bakal share materi di blog gue. Untuk sementara mode komentar gue non aktifkan supaya bisa lebih fokus. Jadikan Ramadhan kita lebih bermanfaat dengan perbaiki sholat wajib, perbanyak sunnah, tilawah, dan mungkin dengan baca blog gue ehehe. Nah, apa aja sih materi yang bakal gue share besok. Nih gue kasih bocoran yak.
            Hari Senin : Hijrah Inspiring. Pada materi ini gue bakal share langkah-langkah hijrah dan suntikan semangat buat lo semua. Ehem, kalian para jomblo ga usah risau karena ada gue ada disini buat ngasih semangat dan mendukung lo semua, aseek..
            Hari Selasa : Seri Petuah Ulama. Nah pada seri ini akan gue tulis kutipan mutiara juga nasihat dari alim ulama yang bermanfaat bagi kita semua.
            Rabu : Ketika Tersentuh Cinta. Nah, pada edisi Rabu ini akan dibahas, gimana sih sikap kita kala datang menyapa. Saat nulis artikel hari ini, gue terinspirasi dari buku Panji Ramdhana yang berjudul “Ketetapan Terindah”. Nih buat para jomblo lo baca dan hayati ya kutipan dari buku itu yang menurut gue paling berkesan di hati “Kesendirian dalam penantian yang menjaga iman jauh lebih mulia daripada berpasangan namun penuh dengan ketidakbaikan.” Uhuk, so deep so true.
            Kamis : Fiqh Ramadhan. Honestly, pemahaman gue terhadap fiqh masih cetek. Tapi, in shaa Allah dah, gue akan share dari sumber yang terpercaya. Yakali, kalau salah ntar gue yang salah juga, di akhirat kelak bakal ditanya sama Allah.
            Jum’at : Nah pada hari ini kita bincang seru aja ya seputar Ramadhan. Daripada bincang-bincang tetangga, kan malah dosa tuh. Hmm, jauhi ghibah ya sob selama Ramadhan dan seterusnya. Emangnya mau makan bangkai?  Uhh, NO WAY!!!!!!
            Sabtu : Deketin Allah yuk. Saat gue nulis hari Sabtu, gue terinspirasi dari Ustadz Hanan Attaki, Lc. Gue suka gaya bahasa beliau yang cocok buat anak muda. Yeah, sang ustadz gaul lulusan Al Azhar University, Kairo. Doain ya tahun depan gue bisa kuliah ke sana. Hehe, meski pun ga pernah mondok it’s not wrong to uplifting my dream as high as the star on the sky.
            Nah, jangan lewatin update setiap harinya ya. Semoga aja jaringan di rumah gue gak ngadat jadi bisa lancar dah semuanya. Stay in touch with my blog gais : zalfaaza.blogspot.co.id

            Baarakallahu fiikum.