Sedikit Curhat dan Ungkapan Rindu

random pic, idc

Sebelumnya, gue mengucapkan maaf yaa misal tulisan kali ini agak nggak terstruktur. Jujur, hari ini tuh rasanya kayak gimana yaa.. susah buat mengungkapkannya. Oke gini. Gue merasa.. sedih, malu, sekaligus memendam rasa rindu. 

Dulu.. gue sering banget sedih karena suatu hal. Benar-benar sedih yang melankolis gitu, haha. Agak lebay sih. But I’m a deep thinker, eh jatuhnya malah overthinking kali yak tapi sekarang udah b aja sih alhamdulillah. Bisa memilah mana yang perlu dimasukkan hati untuk dipikirkan, mana yang gue harus bodo amat.

Nah, balik lagi. Gue dulu sering banget sedih karena suatu hal. Gue berharap pengen jadi.. mm, anggap aja pengen jadi wortel yaa.. Ini nggak beneran sih tapi buat analogi aja haha. Kenapa wortel? Yaa, suka-suka gue lah :p. Nah, tapi keadaan membuat gue, seolah-olah menjadi wortel adalah hal yang mustahil dan unreachable ketika itu..

Tapi, sekarang.. gue sudah menjadi wortel (Sekali lagi ini cuma analogi gais, gue masih jadi zalfaa, seorang manusia kok, tenang). Nah, kenapa gue bisa jadi wortel sekarang ini? Sungguh, tak lain dan tak bukan hanyalah karena Allah. Semua atas segala kuasa-Nya, mashaallah. Karena kalau dilogika pun, untuk menjadi wortel adalah hal yang sulit dijangkau tapi yeah Allah selalu punya cara untuk menghibur hati yang rapuh kayak gue, cielaah.

Apakah dengan menjadi wortel hari-hari gue menjadi selalu bahagia? Mm, little did I know, ternyata nggak selamanya, menjadi wortel itu menyenangkan. Maksud gue.. ok, dengan menjadi wortel, gue menjadi terhubung dengan beberapa orang. Dengan menjadi wortel, di event tertentu, orang-orang memperlakukan gue dengan baik dan gue menghargai itu semua. Dengan menjadi wortel, orang-orang mulai menghubungi gue untuk hal yang penting. Tapi, mungkin disinilah letak ujiannya.

Eh btw sebenernya tugas gue numpuk dan besok UTS tapi ada yang perlu ditulis untuk melegakan hati. Jadi, yaudin fokus nulis dulu dah. Mohon doa yaa gais besok gue dan temen-temen dipermudah ujiannya.

Back to topic, mungkin inilah letak ujiannya. Ketika kita udah menggapai apa yang diinginkan, diberi nikmat sedemikian nyaman, apakah keimanan akan bertambah atau malah sebaliknya? Nah, nggak tau kenapa yaa.. tiba-tiba gue merasa hampa malam ini. Kayaknya ada yang salah dah. Gue bener-bener nggak passionate ngapa-ngapain. Gilaa nggak sih. Padahal besok UTS, tapi kok gini. Dan yaudah daripada gue diem nggak jelas, gue memutuskan untuk menulis sebagai healing.

Nah, tepat sebelum menulis ini. gue.. baru aja menangis tersedu karena suatu hal. Bukan.. bukan karena suatu hal aneh haha, apaan sih za. Nah tu kan, tulisan ini nggak terstruktur. Lanjot. But, gue membuka sebuah file, dari temen gue semasa SMA. Lama banget gue ngga buka file ini. 

File yang berisi video kebaikan itu pun muncul satu per satu. Temen gue yang ngasih ini, dia anak Rohis semasa SMA btw. Nah, tangan gue pun meng-klik salah satu video dan.. gue mulai tersedu di menit-menit awal karena nonton tu video. Tentang apa videonya?

Video itu bercerita mengenai detik-detik terakhir Rasulullah (peace be upon him). Intinya, kenapa gue sampai nangis liat ini? Pertama, gue sebagai anak muda (dan kebanyakan pemuda lain yang pengen ini itu) jadi teringat bahwa besok, hidup akan berakhir juga, semua akan mengalami kematian. Nggak, nggak berarti yang muda meninggalnya akan lama. Kedua, gue jadi rindu dengan sosok yang bener-bener PERFECT di dunia ini. 

Beliau lah Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang sayaaaaaang banget sama umatnya. Bahkan, merindu sebelum bertemu :’)). Dan gue mikir, apakah kelak besok gue akan termasuk yang dapat melihat wajahnya yang indah bagaikan purnama? Gue malu dan takut. Rasanya, dosa gue banyak, sedikit mengingat Rasul in daily live (huft sering mikir duniawi sih), dan yah tapi gue berdoa, semoga Allah selalu membimbing gue, dan memberi petunjuk dan hidayahNya.

Nah, apa hubungan video tadi dengan gue menjadi wortel. Mm, jadi setelah menjadi wortel ini gue pernah dapet teguran dari mama yang intinya “mba, jangan mikir duniawi terus”, itu.. karena seharian penuh gue mantengin laptop karena beberapa agenda wortel. Prioritas gue mulai bergeser dan perlahan I lost.

Gue masih inget ayat yang berbunyi “.. and He found you lost and guided you” gue nemu di instagram kayaknya. Tapi gue lupa itu surah apa :”). Rasanya, ini ayat relate banget sama gue sekarang. Gue, seburuk apa pun.. masih berharap dan memohon jangan sampai Allah meninggalkan gue, hiks. Apalah artinya ketika gue mendapatkan semua hal namun kehilangan Allah. 

Mungkin ini teguran dari-Nya, hati gue gelisah. Mood nggak nentu dan gaje kayak gini. Yaa Rabb, guide me to Your straight path. Jangan sampai menjadi orang yang berpaling lalu Dia pun menutup pintu hati gue. NOOO.. plis. 

Ok, terjawab sudah kegelisahan hati gue. Nahkan, bagi gue menulis adalah healing terbaik selain bercerita sama sohibul menara gue. Haha, Syaf yang selalu gue repotin dan kirim VN puanjang misal ada.. ada apa yaa hayo haha. Dan Teh Lanyy! Thanks for teaching me the meaning of sabr. Tapi kayaknya PR juga deh. Menjadi wortel adalah passion gue dan ini sama sekali nggak berhubungan dengan jurusan gue sekarang. Semangat gue untuk menjadi wortel terkadang lebih banyak porsinya yang mengalahkan kewajiban buat belajar. Zal, plis survive! Ini masih kayak puzzle yang belum utuh, dah jalanin dulu yaa..

Fiuh udah dulu ya. Gue mau begadang kayaknya. Dan yeah, menjadi wortel adalah sebuah anugerah dan memang ada rasa jenuh terkadang ada, tapi semua kan memang ada fase bosennya. Kuat-kuatin yaa zal, inget gimana perjuangan kamu untuk jadi wortel. Dan yang terpenting, jadi wortel it’s okay asalkan kamu nggak menjauh dari Allah, yang telah memberi kemudahan sedemikian rupa. Dah sana belajar dan nugas. Semangat yaa..

Nb : gue bersyukur punya mindset baru tentang rasa jenuh ini setelah baca buku berjudul “Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa”, buku yang menjawab semua kekhawatiran kalian tentang di masa depan mau jadi apa. Terimakasih banyak buat Alvi Syahrin yang udah nulis sedemikian indah dan bermanfaat! Semoga Allah memberkahi selalu..

Belum ada Komentar untuk "Sedikit Curhat dan Ungkapan Rindu"

Posting Komentar

Silahkan memberikan saran dan masukan :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel