Dari Semarang yang Merajut Mimpi

pembicara hari itu adalah pria yang tidak berkacamata

                Halo semua! pernah dengar tidak mengenai ungkapan orang baik harus berisik? Well, gue mau berbagi beberapa insight keren dari orang-orang yang keren juga! Sebenernya beberapa hari yang lalu gue ada wacana menulis tapi karena beberapa kesibukan dan gue ga sekuat yang gue pikirkan, barulah wacana menulis di blog terealisasi di awal pekan ini. Tepatnya, jum’at lalu, allah memberi gue banyak kejutan kala itu, bersama mentor keren gue di youlead, mba isna, dipertemukanlah gue dengan mas ijay dan mas naren. Dua orang keren yang ga berhenti berkarya. Memang benar yaa, rezeki itu tidak melulu tentang uang. Kesehatan, teman-teman sholihah, lingkungan positif yang mendukung, dan buanyak yang lain.
            Jum’at lalu, usai ngampus gue langsung siap-siap. Sebenernya hari itu adalah hari rebahan nasional :’) iyaa, rebahan nasional day versi anak sef, setiap tanggal 22 kami deklarasikan sebagai hari rebahan nasional. dimana hari itu entah latihan public speaking mau pun debat ditiadakan. Yhaa, gue gajadi rebahan enak donk karena menyanggupi buat ke ums wkwk. Mba isna ngajakin buat ketemu temennya yang berprestasi dari undip semarang, namanya mas ijay. Meeting point ada di gelato ums karena mas ijay sedang mengikuti lomba disitu. Ba’da dhuhur, kami langsung berangkat. Ketika sampai di tempat, si agus, temen gue di youlead udah stay cool eh dan karena terlalu rajinnya dia udah nunggu hampir 1 jam donk wkwk. Gue dan mba isna baru sampai sekitar pukul 14.00 dan ga lama setelah itu mas ijay dateng. Kami segera memesan menu, dan gue memilih gelato dengan varian rasa.. apa hayo? Yaaa bener, matcha wkwk. Emang yaa gabisa lepas dari greentea. Sesaat itu, beberapa temen di youlead dan di happiness family pun ikut berdatangan menyemarakkan pertemuan, asiik..
            Oke, kenapa kami rela datang dari uns ke ums? Well, ini selayaknya kesempatan bagus yang ga boleh disia-siain. Mas ijay,  ini ceritanya anak administrasi bisnis angkatan 2017 di undip,  dia tuh sering menang di kompetisi khususnya di business plan. Nah, kita gali banyak ilmu dari dia. walau pun lebih tua 1 tahun dari gue, mas ijay ini, mashaallah prestasi yang diraih sudah banyak sekali! Selain itu, dia juga aktif dalam kegiatan volunteering berskala nasional eh bahkan internasional malah karena pernah ke malaysia juga. So, pemikiran cemerlang dapet dan jiwa sosial juga ada, mantappu jiwa.
            Kami pun memperkenalkan diri satu sama lain dan gampang nyambung saat itu juga walau baru pertama kali ketemu. Pembawaannya yang ramah dan komunikatif saat berbagi inspirasi, memudahkan kami dalam menangkap maksud yang ada. Nah, dia tu udah beberapa kali ke luar jawa buat lomba. Yaa, bisa dibilang sih hobinya jalan-jalan. Lomba cuma beberapa hari eh dia izin ke kampus sampai sepekan dua pekan donk. Perjalanan Mas ijay ini cukup panjang, dia baru nemu pola yang klik setelah selama 1 semester coba apply lomba tapi gada yang lolos sama sekali, huhu, nyesek yaa. Tapi gaes, bukan Mas ijay kalau nyerah gitu aja, dia langsung take action lagi lagi dan lagi! Sampai akhirnya nemu ritme yang pas di kompetisi business plan.
            Dia juga memberikan beberapa tips buat kami mengenai presentasi untuk lomba. Nah ketika lo presentasi untuk suatu lomba ada beberapa hal yang perlu lo perhatikan seperti 5 menit pertama bisa lo pakai buat narasi mengenai ide, perhatikan intonasi (kalau kata Mas ijay bisa dibikin ala-ala suara mba-mba pramugari) yang shining shimmering splendid gitu wkwk, terus bisa nambah backsound di ppt, dan ketika presentasi berlangsung usahakan mic jangan terlalu dekat. Gituu..
            Itu yang berhubungan dengan materi yaa. Nah, tapi ada hal lain yang membuat gue salut sama ni orang. Dia bilang, dia lomba sana-sini, tujuan utamanya bukanlah sebuah piagam, apresiasi, pujian atau sanjungan. Coba tebak apa..
            Gini, Mas ijay ini cerita kalau sang ibunda tercinta tu paling suka kalau diceritakan tempat-tempat baru. Maka, Mas ijay ini berdesire buat mengunjungi banyak tempat dan dia bakal menceritakan tempat-tempat yang dia kunjungi ke sang ibunda. Sesederhana itu :’) bahkan sempat bilang kalau ga tertarik dengan pemilihan mahasiswa berprestasi padahal mah melihat prestasi yang sudah dibuat bukan tidak mungkin dia bisa menjadi salah satu kandidat yang terpilih di undip.
            nah di sela-sela ngobrol kan ada sesi tanya-tanya gitu yaa, gue pun bertanya sebuah problem yang menurut gue termasuk dalam kategori bahaya buat mahasiswa. Apakah itu? rebahan, iya rebahan :’) wkwkm.  Gue tanya donk gimana cara dia buat menghalau niat buat rebahan. Eh unexpected banget donk jawabannya, dia bingung mau jawab apa karena katanya dia gapernah rebahan bisa dibilang anti rebahan mix mager club jadi bener-bener kekeuh dalam memperjuangkan sesuatu. Huaa, kapan gue bisa kayak lo huhu.. rebahan itu merupakan suatu nikmat setelah aktivitas yang padat menguras pikiran, rebahan itu penghilang lelah, rebahan itu nikmat, apalagi.. yaa sebegitulah definisi gue mengenai rebahan dan gue turut mendukung sef yang mendeklarasikan tanggal 22 sebagai hari rebahan nasional.
            Ketika itu Mas ijay juga cerita, dia pernah diminta untuk menjadi pembicara. Keren gaa si baru angkatan 2017 tapi udah diminta jadi pembicara aja. Tapi eh tapi gaes, ditolak coba. Mas ijay ni termasuk idealis kayak gue, dia bilang kalau seminar tu yang ikut banyak dan palingan yang konsen dan bener-bener memerhatikan cuman satu atau dua orang, lainnya? Heuu, gue pernah ikut seminar, ada yang bobok, fokus ke gawai, pengen rebahan, dll. Maka, Mas ijay bilang, dia lebih seneng forum kecil kayak gini. Dan kami yang ikut saat itu dapet pr donk buat project ikut suatu lomba. Dia gamau, waktu meeting saat itu cuma sia-sia dan sekadar terinspirasi, tapi segera take action! Gue sih udah, tinggal nunggu hasilnya mwehehe, kolaborasi bareng mawapres fkip mba atina tersayang, eheee..
            Mba isna pun memberikan insight juga terkait sikap Mas ijay itu, dia bilang orang baik harus berisik. Pernah denger ga sih mengenai ungkapan, buruknya dunia ini bukan karena sedikitnya orang baik namun karena orang baik yang gamau speak up dan hanya diam aja di tengah kemungkaran yang terjadi. Nah kan doi ni juga termasuk ke dalam baktinusa yaa, baktinusa ini isinya mashaallah lah keren-keren. Dan beruntung gue, dapet mentor kece kayak mba isna. Nah, dulu mba isna ketika di baktinusa pernah ada pertanyaan. “siapa yang disini followersnya 100? 500? 1000? Di atas 1000?” nah kemudian dari pihak baktinusa bilang “kalian yang followersnya masih minim, bagaimana bisa membuat impact di masyarakat? Di dunia maya saja kalian tidak dipercaya apalagi di dunia nyata?” jleb jleb jleb
            Mba isna pun menasehati mas ijay juga kami semua untuk tidak ragu dan takut dalam menyebarkan kebaikan. Kemungkaran di sosmed sudah banyak, yaqueen kita gamau ambil peran? Sebar kebaikan! Gausa peduli omongan julid yang bilang “ah riya’ lu!”, “woy, jangan ujub donk!”, “eh, lu mau pamer yaa.”. anggap aja omongan itu tidak pernah ada :) dari sekian banyak followers kita, memang, mungkin beberapa ada yang julid dan tidak suka namun jangan sampai niat kita untuk menyebar kebaikan terhenti hanya karena omongan ga enak itu. niat hati yaa cuman kita dan allah ta’ala aja yang tahu. Dan untuk kalian gaes yang masih suka jadi netizen yang julid, please watch what u say! Don’t be like innocent people when u judge about a stuff. Jangan sampai hanya karena sebuah ucapan, niat baik seseorang itu terhenti, kan ga asik. Yaa, namun kembali lagi, perhatian yang besar terhadap niat itulah yang perlu dikelola. Karena niat itu berbolak-balik itulah kenapa kita perlu meminta pada allah agar meneguhkan iman kita, niat baik kita. Dan yaa, kalau pun masih ada yang julid, udah biarin, kayak kata imam syafi’i rahimahullah, kita ga akan pernah bisa membuat semua manusia ridho. Ga akan pernah. Camkan itu.
            Cukup lama kami berdiskusi, hingga sekitar pukul 19.00 ketika isya’, kami hendak balik ke uns. Perjalanan belum terhenti, karena setelah itu ada agenda pertemuan youlead kelompok gue yang mengambil tempat di suatu kafe bernama truntum. Capek? Sedikit. Semangat? Masih membara! Karena.. ketika itu ada bintang tamu spesial yang hadir. Siapa dia? yoi, narendra rangga reswara, anak kedokteran sekaligus penulis. Setelah dapat energi positif dari anak undip, kini saatnya menggali hal baru dari sosok inspiratif di uns.
            penasaran dengan suntikan positif dari mas naren, wait on my next post,
            inshaallah
            see you.. have a good time.
           

Untuk Hati yang Manis


            Ditemani minuman favorit gue, menarilah jari ini pada malam yang syahdu dan hmm suasana sepi, temen-temen di pesmi beberapa pada pulkam. But it doesn’t matter lah. Btw, i don’t know why, it always soothing and calming wherever matcha around, itulah kenapa kalau ke coffee shop atau beli thai tea gue jarang ganti varian rasa. Habis, rasanya nyegerin dan bikin tenang sih.
            Lupakan matcha, yuk bincang-bincang mengenai hal yang lebih penting. Kali ini gue mau bahas mengenai seberapa penting penampilan di zaman sekarang ini. Mengingat beberapa pengalaman gue, jadi gini..
weheartit
            Tampil cantik, tampan, nyentrik, dan keliatan ok adalah impian sebagian besar orang. Fitrahnya, manusia menyukai keindahan, itulah kenapa sebelum lo keluar, lo bakal ngaca terlebih dulu untuk memastikan apakah tampilan lo enak dipandang atau ga. Bahkan, beberapa orang rela untuk menghabiskan tidak sedikit uang untuk perawatan wajah atau istilahnya skincare. Ya, ga salah sih untuk merawat wajah anugerah allah tapi haruskah skincare menjadi kebutuhan utama?
            Well, ga dapat dipungkiri, zaman sekarang tampilan fisik juga merupakan hal yang penting. Percaya ga percaya, orang dengan tampilan fisik yang ok ketika ia mendaftar suatu kegiatan, poin untuk diterima akan lebih besar daripada orang pada umumnya. Dan seseorang akan bersikap lebih manis pada mereka yang berwajah teduh dan enak dipandang. I did my observation based on environment. Jadi ini data ga seakurat punya tirto atau cnn indonesia yaa, ahaha. Tunggu gue jadi jurnalis beneran, bakal gue survei sampai tuntas! Inshaallah..
            Pernah suatu hari, gue ikut suatu project. Nah ini tuh forumnya formal gitu dan outfit yang disarankan adalah setelan jas formal ala orang-orang berkarir gitu. gue saat itu rada bingung sih, secara kebanyakan baju gue modelnya ya itu-itu aja dan prodi gue ga pernah ada gala dinner, dan outfit gue kebanyakan gamis dan beberapa setelan rok, kemeja dengan kardigan panjang, kerudung pun sebagian besar yang tinggal pakai. Haduh, repot sekali. Alhamdulillah, saat itu kakak tingkat gue baik hati mau minjemin blazer. Saat itu gue kurang nyaman sih dengan tampilan gue.
            Biasanya kan gue pakai gamis dan kerudung langsung jadi ya, eum masih belajar juga sih buat terbiasa gamisan daripada pakai rok. Gue seperti ini karena terinspirasi juga oleh buku good bye things yang ditulis oleh fumio sasaki mengenai hidup minimalis. Di buku itu dijelaskan, semakin sedikit barang yang kita punya semakin bahagia pula hidup. Gue sedikit sudah mempraktekannya and it works cuy! Dan masalah outfit, fumio bilang kita gaperlu punya banyak baju atau mengikuti fashion dan buatlah seragam pribadi, seragam pribadi tuh maksudnya lo akan memakai pakaian dengan mode yang sama, karena bagi minimalis buat padu padan baju tuh merupakans sesuatu yang waste time. Dan gue telah memutuskan kalau seragam pribadi gue adalah gamis dan jilbab langsung, hehe.
            nah, pada forum itu kan ada ya seseorang yang berpenampilan nyentrik. Barang yang dipakai branded and he look stunning anyway. Dan emang sih speaking-nya bagus juga, karena forum saat itu fully delivered in english dan dia lebih diperhatiin donk. Yap, penampilan memang menunjang!
            Dan well, zaman sekarang orang cantik itu banyak. They look like had a same characteristic. Ya, orang indonesia menganggap cantik itu kalau mereka tinggi menjulang bak pohon cemara, kulit putih bening seperti tanpa kaca, no jerawat, muka glowing sampai bikin silau, bibir merah merona habis kayak makan cabe 1kg. Itulah kenapa, sebagain besar wanita berlomba-lomba untuk tampil seperti standar cantik itu.
            Heu, tapi anehnya, standar kecantikan itu gabisa dipukul rata. Coba lihat di amerika sana, para wanita akan bangga kalau kulit mereka bisa terlihat gelap. Nah loh, yang bener cantik itu berkulit putih atau gelap? Hmm, belum lagi bicara masalah fashion. Beuh, ga ada habisnya! Selalu aja trend baru.
            Ohya, berbicara mengenai make up. Beberapa perempuan, akan tampil lebih percaya diri ketika mengenakan make up. Well, mm, gue rasa setelah kuliah banyak perubahan yang ada. Sekarang, dandan adalah menjadi hal yang wajar dan biasa bagi perempuan yang berkuliah. Ya, gimana ya, gue gamau judge sih, tapi gue merasa kurang pas kalau seumpama karena make up itu malah membuat kepercayaan diri lo turun ketika ga mengenakannya. Hei, kamu udah cantik kok tanpa make up :) so kenapa malah menjadi panik ketika make up terhapus setelah wudhu? Ya, sewajarnya aja lah ya.
            Kalau menuruti itu semua, yaa uang bakal menipis cuma buat penampilan. Mm, apalagi mahasiswa yang masih bergantung sama orangtua sama kerja part time bagi yang strong. Heu, bisa mumet kalau cuma mikir hal-hal di atas. Fokus buat menuntut ilmu malah tergantikan dengan fokus pada penampilan di kampus. Ga mashook.
            Terkadang, gue berpikir bahwa cantik itu luka. Eits, ini bukan mau bahas buku karya bang eka kurniawan yaa walau gue juga udah khatam tuh buku, eh but if u don’t mature enough, don’t  you dare to read that book. Yaa, gue kadang berpikir cantik itu luka.
            Cantik itu luka, ketika kecantikan yang kamu punya malah membuat dirimu sendiri jatuh ke dalam kesengsaraan. Cantik itu luka, ketika hal tersebut membuat seseorang yang kamu cintai hanya memandang fisikmu saja. cantik itu luka, ketika kecantikan itu sendiri di eksploitasi hanya untuk komersial.
            Ya begitulah. Serius, orang yang suka sama lo cuma karena fisik itu menyakitkan, bagi gue sih gitu. they just look the cover. Kalau seumpama lo awalnya berkulit bening terus setelah ikut kegiatan, katakan paskib misal, nah kulit lo jadi gelap, doi langsung illfeel dan say good bye deh.
            Lebih menyenangkan apabila seseorang itu menyukai lo karena prestasi yang telah diraih, perangai yang baik, dan kesalehan yang ada pada diri. mm, itu poin penting sih. Percaya lah, gue emang suka baca novel, walau keliatan sepele tapi gue belajar banyak dari kisah-kisah yang gue baca. Ketika seseorang memutuskan untuk berkomitmen jangka panjang, apa yang membuat mereka bertahan? Fisik yang bagus kah? Materi? no! Sikap yang baik dan mendekatkan pada sang pencipta lah yang membuat hubungan itu everlasting.
            So, gue nulis beginian spesial untuk teman-temen perempuan. Percayalah, setiap perempuan itu cantik, dan kecantikan itu berbeda-beda. Mereka memiliki keunikan sendiri-sendiri. Bagaikan bunga-bunga indah yang sedang bermekaran, lo ga bisa membandingkan mawar dengan anggrek atau sebaliknya, karena kecantikan mereka tentu berbeda :) jadilah dirimu sendiri, cantik tidak harus seperti orang kebanyakan kok. Bagi gue, lo berbuat baik aja, hal itu akan membuat lo menjadi cantik. Karena cantik hati lebih penting daripada sekadar cantik fisik saja.
            Ga dapat dipungkiri, memang fisik yang elok itu menarik hati tapi percuma kalau kelakukan minus yang ada malah bikin sepet setiap hari. Jadi, jangan terlalu terpaku pada perbaikan fisik saja ya. Perbaikan sikap, perilaku, dan mindset itu juga penting lho. Jujur sih, gue pribadi lebih respect terhadap seseorang yang punya mindset cakep, visioner, pandangan yang positif mengenai hidup, perilaku yang mengasihi sesama, ga julid, dan kalau dia pinter dia ga menggurui dan meremehkan yang lain. Gitu aja sih.
            Udah dulu ya, ngantuk, capek. Besok ada kegiatan pagi, jadi gabisa pulkam. Eh btw, gue pengen berkebun. Lazim ga sih naruh taneman di dalam kamar kost? Gue pengen bikin kesibukan baru aja sih biar kalau gabut larinya ga ke hp. Temen-temen ada yang punya ide tentang berkebun di dalam kamar kost? Bisa ga sih wkwkm, kalau ada yang tahu bisa komen yaa di bawah. Arigatou gozaimasu~
Kehadiran MRT, Transportasi Berbasis Teknologi Mutakhir

Kehadiran MRT, Transportasi Berbasis Teknologi Mutakhir

Rangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) saat uji coba dari Stasiun Lebak Bulus ke Bundaran HI di Jakarta, Senin (18/2/2019). Kereta MRT atau Ratangga akan dibuka untuk komersil antara tanggal 24 - 31 Maret 2019.
source : kompasiana

            Sebagai negara yang memiliki cita-cita untuk menjadi negara maju, modernisasi dan peningkatan infrastruktur menjadi hal yang terus digencarkan di indonesia. Adanya cita-cita untuk menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki sendiri, banyak perubahan-perubahan ke arah yang positif yang sedang dilakukan pemerintah indonesia. Berbicara mengenai infrastruktur, tentu tak akan lepas dari adanya peningkatan teknologi transportasi di indonesia. Pada era revolusi industri 4.0 ini, tentu akan menuntut individu dapat bergerak secara cepat dan efisien, maka transportasi juga menjadi hal yang vital untuk disoroti demi kemajuan bangsa tercinta.
            Selama kepemimpinan presiden ri joko widodo, indonesia tengah mempercepat pembangunan infrastruktur. Banyak proyek-proyek yang memakan biaya yang tidak sedikit untuk mengejar ketertinggalan indonesia. Seperti pada bidang transportasi yang kini sedang hangat diperbincangkan, yaitu dengan adanya mrt atau moda raya terpadu. Kehadiran mrt bagaikan angin segar yang hadir di tengah-tengah keluhan masyarakat mengenai masalah macet dan kenyamanan dalam menggunakan transportasi umum.
            Indonesia melalui pt mrt jakarta bekerja sama dengan perusahaan asal jepang yang bernama nippon sharyo untuk membuat transportasi massal ini. Banyak kemudahan yang dirasa setelah hadirnya fasilitas transportasi terbaru ini. Adanya keamanan yang dirasa karena teknologi mutakhir yang diterapkan dapat meminimalisir kecelakaan akibat kesalahan teknis, keamanan dan kenyamanan pun meningkat seiring terjadinya waktu.
            mrt yang bernama ratangga ini memiliki beberapa kelebihan yang patut diapresiasi, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Stasiun mrt ramah bagi penyandang difabel
Dalam hal ini, stasiun mrt telah menyediakan guiding block dari gerbang stasiun menuju pintu kereta mrt. Selain itu, fasilitas yang ditawarkan sangat modern. Kesan mewah juga dapat ditemukan di dalamnya. eskalator juga disediakan untuk memudahkan pengguna. Selain itu, adanya toilet yang diperuntukkan kaum difabel menambah kesan inklusi yang ada pada stasiun mrt.
2.      adanya tempat ibadah pada stasiun mrt
pengguna muslim kini tak perlu khawatir lagi ketika hendak melakukan ibadah sholat. Pasalnya, sudah tersedia mushola yang dapat digunakan di stasiun dengan nyaman. Mushola dengan ukuran sekitar 4 x 5 meter persegi tersebut sudah dapat digunakan untuk beribadah.
3.      terdapat ruang khusus ibu menyusui
Kenyamanan lain yang dihadirkan adalah adanya ruang khusus yang disediakan bagi ibu yang sedang menyusui. Kini, ibu menyusui tak perlu khawatir apabila si kecil rewel dan minta air susu ibu karena sudah disediakan tempat khusus untuk menyusui dengan nyaman.
4.      Pintu kaca pembatas peron otomatis
Pintu menuju gerbong kereta mrt terbilang lebih aman dibandingkan dengan kereta rel listrik (krl) karena terdapat pintu pembatas kaca otomatis yang ada diantara peron dengan pintu kereta. Maka, keamanan saat hendak naik kereta akan terjamin.
5.      Fasilitas mrt
satu unit rangkaian mrt terdiri dari 6 kereta. Masing-masing gerbong tersedia 58 kursi, diantaranya dua ujung kereta tersedia kursi prioritas untuk lansia, ibu hamil, ibu dengan anak-anak, dan penyandang disabilitas.
mrt tidak melintasi jalan raya umum namun hanya melintasi jalur bawah tanah dan layang. Bahkan, saat melaju mrt tidak terdengar suara bising mesin, juga tidak harus menunggu antrian kereta.
            Di atas adalah beberapa unggulan dengan muncul transportasi massal bernama mrt. Apresiasi atas kinerja pemerintah memang bagus dengan munculnya mtr. hal ini tak luput dari peran kemenhub dalam menjawab segala keresahan masyarakat dengan jawaban real. Apabila kita ingin mendapatkan informasi seputar kemajuan transportasi dan segala hal yang berhubungan dapat kita kunjungi laman Kemenhub dan Official IG KemenhubSemoga, semakin hari, inovasi makin beragam dan transportasi pun bervariatif yang dapat menyesuaikan kebutuhan bangsa indonesia. Cukup sekian dan terima kasih.
Red Velvet Stories

Red Velvet Stories


            pada sore yang sedikit cemas, memesan green tea adalah ide terbaik untuk menghabiskan akhir pekan. Ditemani gerimis yang turun sebentar, menambah sendu keadaan. Ketika, aku mulai duduk di sebuah kafe, memesan minuman favoritku, barista mengatakan bahwa matcha latte sedang kosong. Ah, dia belum tahu lebih kosong kala itu, saat mendengar pernyataan seseorang di ujung telepon sana.
            ya sudah, red velvet satu ya.” Kataku akhirnya.

Hasil gambar untuk red velvet latte
tanamera coffee

            Dia mengangguk dan segera meramu rasa. Aku memandang lurus ke luar jendela. Ordinary. Tidak ada yang istimewa dan menarik minat. Pemandangan jalanan yang macet namun terbantu dengan desain halaman kafe yang minimalis dan elegan.
            dik, maaf.” Suara seseorang di ujung telepon sana setelah mengucap salam.
          bulan depan, itu berarti sebentar lagi. Keputusan abah sudah bulat. Seluruh pengajar juga mendukung untuk berangkat. Saya tidak bisa menolak permintaan mereka. Maaf, sepertinya kenangan itu hanya bisa tercipta sejauh 2.883 km. Seharusnya pula, saya tidak muncul dan menemukan sebuah jurnal yang terjatuh darimu sore itu. tak akan ada kisah seperti ini. Ah, ya sudah, mungkin ini teguran dari allah agar saya lebih hati-hati dengan hati. Mungkin pula, saya memang salah. Saya tidak memberitahumu akan datang sebagai tamu atau penyaji rasa. Kau pun menjadi bingung untuk menyediakan kopi atau hati.”
            Aku terdiam cukup lama. Napasku tertahan beberapa saat.
            dik, maafkan ya.”
            halo, apa kamu mendengar saya?”
            dik..”
            “dik..”
            Aku memutus sambungan.
            Cukup.
           Muak dengan pengobral mimpi indah di kemudian hari yang menjanjikan untuk hidup bahagia selamanya bak kehidupan di negeri dongeng. 
            Wahai, harus berapa kali kamu diingatkan dengan ungkapan indah imam syafi’i rahimahullah tentang perihnya sebuah pengharapan kepada manusia. Tidak akan pernah berakhir manis seperti cup cake di kafe ini.
          silakan dinikmati kak. Red velvet yang dibuat dengan penuh cinta untuk hati yang termanis!” barista bertubuh tegap itu membuyarkan lamunanku.
            oh, well. Thank you!” aku mencoba tersenyum dan mengapresiasinya.
            it doesn’t matter miss.”
            Ia segera berlalu. Aku memandang sebuah cangkir dengan red velvet di dalamnya. terlihat ceria, walau tidak menjanjikan ketenangan seperti matcha, ia tidak boleh kuremehkan.
            Perlahan, aku teringat sesuatu yang sudah lama kutinggalkan, kapan pula terakhir kali aku bercengkarama dengannya. hatiku berdesir. Aku segera meraba totebag navy-ku, sebuah buku saku berukuran lumayan tebal, hampir tidak lecet karena jarang kusentuh. Tak terasa, air mataku menetes.
            Al qur’anul karim.
            Yaa rabb, sudah berapa lama aku tidak mengindahkan ayat-ayat cinta dari-mu? Lebih senang berspekulasi terhadap rasa yang berdampak pada derita. Aku kembali yaa rabb, aku tidak mau lagi terjatuh dalam angan semu. Kau lebih mengetahui segala hal maka kau ciptakan perintah dan larangan untuk kebaikan umat manusia sendiri. yaa rabb, i’m yours, willingly i’ll leave something that you forbid.


Surakarta, 21 oktober 2019,
dini hari dengan hati lapang dan cerah ceria
           

Cinta Beda Manhaj

Cinta Beda Manhaj


            Terkadang perlu untuk mengambil jeda, lalu melanjutkan semua yang telah mengalir begitu saja. tanpa rencana, strategi yang matang, apalagi serangkaian kata-kata indah bak pujangga. Aku tidak tahu harus bagaimana. Menulis adalah salah satu caraku untuk mengalirkan apa pun itu.
            Kau tidak perlu bertanya, apakah tulisan kali ini terinspirasi suatu kisah pribadi atau yeah hanya sebuah opini penulis mengkaji suatu hal. Namun, akhir-akhir ini, sesuatu yang krusial, mengenai cinta beda manhaj. Sedih? Tergantung perspektif teman-teman semua dalam memandang hal ini.
            Dunia yang kompleks, pergaulan yang masif, era yang cepat berubah, ah revolusi 4.0. belum lagi berbicara mengenai fintech yang digadang-gadang akan menjadi sektor utama dalam memberdayakan perekonomian indonesia beberapa tahun mendatang. Sikap konsumtif, perusahaan-perusahaan yang menawarkan produk canggih berbasis online, belum lagi jaringan internet yang semakin menjamur. Ya, semoga saja. siapa yang tidak bahagia ketika melihat negerinya sejahtera? Rakyatnya berkeceukupan, undang-undang yang jelas dan tidak ngawur. Oh tunggu dulu, tak perlu berbicara lebih, sana perbaiki dulu wakil-wakil rakyat yang terkadang membuat kebijakan penuh dengan humor yang memancing mahasiswa untuk turun ke jalan.
Hasil gambar untuk heart love flower tumblr
source pic : elictrical tumblr
            Ah, tapi kali ini aku tidak selera untuk membahas mengenai pergolakan politik. Serahkan pada teman-teman bem yang pandai dalam mengkaji persoalan itu. disini, pada malam yang tenang, tanpa hujan.
            Wahai, bagaimana perasaanmu apabila seseorang memiliki niat baik dan mengutarakannya dengan cara yang baik? bagaimana apabila sosok itu terlihat sempurna pada pandanganmu? Kuliah di jurusan dengan masa depan yang menjanjikan, seorang hafiz qur’an, wajah teduh menyenangkan.
            Apa reaksimu? Apa yang akan kamu lakukan?
            Well, aku yakin 100% tidak ada kata penolakan apalagi sikap mencemooh untuknya. Apabila kamu paham agama, sosok hafiz tentu memiliki nilai tambah yang besar untuk dipertimbangkan. Apalagi, jika beberapa tahun lagi ia akan lulus, hmm saat wisuda bukan kah akan ada yang mendampingimu? Mengucap selamat dengan seikat bunga indah. Menghujanimu dengan berbagai pujian karena nilaimu cumlaude. Berfoto dengan senyum lebar seperti tak ada beban yang akan dihadapi. Seolah-olah dunia tersenyum menyaksikan kebahagiaan itu. well, namun realita tidak seperti itu kawan.
            Persoalan manhaj. Ya, metode dalam beragama. Aku yakin akan ada perbedaan pendapat dari teman-teman. Kau pasti mengira, “ah, tak apa. Asalkan ia baik dan memahamimu, jalani saja.” namun, pasti ada juga, “jangan! Masih banyak lelaki yang bisa dipertimbangkan selain dia! coba, pikirkan lagi?”
            Kalut.
            Begini, sebenarnya sah-sah saja apabila dua orang yang berbeda manhaj saling mencintai untuk melaksanakan mitsaqan ghaliza. Toh, mereka sama-sama islam. Masih dalam satu kalimat tauhid yang sama. Mengesakan allah, rabb semesta alam.
            Namun, perlu digarisbawahi dan dipertimbangkan. Cinta beda manhaj tidak se-indah film layar lebar berjudul “bid’ah cinta”, percayalah, banyak perbedaan fundamental yang butuh waktu jangka panjang untuk saling menyesuaikan. Sungguh, tidak mudah dan mungkin kenyataan ini akan menyakiti kedua pihak. Mau tidak mau, fakta ini memang lah benar :)
            Ohya, apalagi jika salah satu pihak adalah anak pesantren, apalagi anak pimpinan pondok. Menjadi primadona ponpes, dengan julukan/panggilan tertentu seperti gus atau ning misalnya. Sungguh, ada batas tembok penghalang yang besar, tinggi, kokoh, dan sulit untuk diruntuhkan.
            Menilik latar belakang keluarga yang masing-masing kekeuh dalam bermanhaj, tidak ada pihak yang mau mengalah. Belum lagi, apabila itu keluarga kyai, tentu besanan dengan orang yang tidak pernah bersentuhan dengan pondok menjadi tantangan berat untuk direalisasikan.
            Iya, ada hati yang tersakiti. Murung beberapa kadar waktu, lalu entah kapan bisa bangkit kembali. Namun inilah yang terbaik. Walau kata ustadz aan dalam story instagramnya yang intinya, it’s ok to marry someone who has difference manhaj towards you. So, ya mangga aja. Tapi sohib pernah berkata, “lebih baik jangan. Banyak perbedaan mendasar. Gimana mau jalan ke surga bersama, kalau jalan di dunia aja udah ga barengan. Yang satu ngaji disana, yang satu ngaji disini.”
            Yah begitulah. Eh tapi lagi, seseorang yang mengklaim dirinya menganut suatu manhaj tertentu belum tentu social life nya well educated, but ini gabisa digeneralisasi yaa. Bisa jadi, dia memang ilmiah betul, hafal banyak hadist beserta kandungannya, namun dalam hal memanusiakan manusia itu loh :) i mean, adab dalam menasehati yang kadang terasa pedas misalnya dan gak dugo-dugo. Ada juga yang ia tidak pernah menisbatkan pada manhaj tertentu namun akhlaknya luar biasa mulia, pandai menempatkan rasa. Ah begitulah realita yang tidak sesuai dengan teori.
            Lalu, bagaimana akhir tulisan ini? Akankah aku menyatakan setuju terhadap cinta beda manhaj atau sebaliknya setelah mendalami perspektif lain dan banyak bersosialisasi dengan orang berlatar belakang berbeda? Well, biarkan waktu dari-nya yang mendewasakanku untuk menjawab semua ini :) dan kamu sendiri bagaimana? setuju atau tidak? 
Nb : monmaap gaes, ini kok jadi rada kayak buat esai yaa, padahal niatnya sok nyastra. Huh, mungkin karena ditulis di tengah deadline lomba esai. Jadi gaya bahasa gue masi kebawa. Udah yaa, maap juga mode komentor non-aktif, kalau ada tanggapan, please send it via email through azaliazalfaa@gmail.com

Kau, Aku, dan Siluet Serambi Mekah


            
baiturrahman mosque, dokumen pribadi

         Ditemani kupi gayo dan pisang sale khas aceh, menarilah jari ini di atas keyboard atas dasar rindu. Yaa, rindu dengan sebuah tempat yang terkenal dengan kekentalan nilai-nilai islamnya sehingga ramai khalayak menyebutnya sebagai serambi mekah. Jujur gaes, gue belum bisa move on dari suasana disana, tempat-tempatnya, orang-orang baru yang ditemui, dan kenangan yang tercipta.. sembari melepas penat setelah pre-test toefl tadi pagi yang bener-bener memeras otak dan bikin puyeng, ah gue ga belajar malem ini, mau nulis aja.. emm gue harus mulai darimana yaa..
            Alhamdulillah, kala itu allah ta’ala memercayakan sebuah amanah pada gue. Sebuah amanah yang sebenernya dari semester awal gue udah merencanakan buat ikutan. Iyaa, jadi ketika itu ada talkshow mahasiswa berprestasi, daripada gabut di kost, gue pun mengajak beberapa teman untuk ikut dan saat itu mas mas pembawa acara menyinggung soal event bernama mtqmn (musabaqah tilawatil qur’an mahasiswa nasional) yang pernah ia ikuti.. 
            Akhirnya, ajang mtqmn masuk ke dalam list target gue di tahun ini. Gue tempel tuh mimpi dan terkadang gue liat sambil sholawatin. Niat awalnya sih dulu pengen ikut di bagian lkti. eh ternyata gue baru tau donk kalau di mtqmn ada cabang debat juga. Gue yang ada basic debat pas sma, coba tuh ikut rekruitmen sampai tahap seleksi. Walau ada sedikit drama sihh yang bikin gue malemnya pas hari h keputusan, sulit tidur, ahaha. Ga sia-sia, alhamdulillah gue kepilih juga :’) walau ini sesuatu yang baru, karena debatnya pakai bahasa inggris dan sistemnya pakai british ga kayak pas sma yang pakai sistem asian. Teringat senior gue di sef pas debat, gue merasa bagaikan kapas ringan yang melayang-layang diterpa angin, wkwkm..
            Gue emang berdoa sama allah ta’ala, pas kuliah gue pengen bisa ke luar jawa gratis, eh dikabulkan pas semester 2 :’). Tapi saat itu juga gue seneng sekaligus cemas. Seneng karena allah ta’ala telah mengabulkan apa yang gue pinta, dan perjuangan gue ga sia-sia, seneng juga orangtua tersenyum lega karena anaknya lolos pembinaan mtqmn. Tapi cemas karena ini ajang bukan hahaha hihihi aja, ga kayak pas debat sma yang dengan entengnya lo bisa ketawa, teringat kala itu saat gue mengikuti lomba debat bahasa indonesia tingkat jawa tengah mewakili sma, ada pembicara yang salah menyebut nama susi susanti sebagai menteri padahal mah dia pemain badminton, wkwk, aseli momen itu keinget betul sampai sekarang! Back to mtqmn.. Seolah-olah beban amanah di pundak gue terasa lebih berat daripada biasanya, karena ini menyangkut reputasi, gacuma reputasi gue sendiri tapi institusi bruh.. maka karena itu, karena terlanjur gass-in yaa mau gamau tinggal usaha max sambil berdoa lebih yaa, karena ini juga gue jadi sering kirim pesan ke ibu “maa, bentar lagi gladi resik, doain yaa..”, “maa, bentar lagi uns maju, doain aku sama kawanku yaa”, “maa, hari terakhir, penentuan nih, doain yaa” mungkin macam sms dari operator dengan template yang sama kali yaak.. tapi karena gue yakin doa orangtua terutama ibu adalah mustajab, maka gue ga pernah lelah dalam meminta restu dan doa dari ibu kalau ada apa-apa, termasuk sebelum seleksi mtqmn, gue selalu minta didoakan biar jadi orang yang terpilih.


            Nah berangkatlah kita ke aceh pada jum’at, 26 juli 2019 karena mtqmn tahun ini bertempat di universitas syiah kuala, banda aceh.. saat itu, uns mengikuti semua cabang lomba kecuali qiroah sab’ah, total ada 35 peserta dengan 4 official baik hati yang mendampingi.. disitu gue bersyukur bisa kenal sama temen-temen yang deket al qur’an.. dari mereka gue belajar betapa semangatnya dalam muroja’ah mau pun ziyadah :) kesan pertama ketika menginjakkan kaki di bumi allah ta’ala pada ujung indonesia, hati gue membuncah sekaligus excited karena ajang yang diikuti, terheran-heran pula pada culture aceh yang kental dengan islam. Juga, kehangatan sambutan oleh lo yang sebagian besar adalah mahasiswa/i dari universitas syiah kuala aceh, jazakumullah khoir atas segala keramah-tamahannya..
di aceh, foto dulu, cekreek

            Gue inget ketika hari kedua di aceh, gue bersama aini, temen gue di debat bahasa arab jalan-jalan pagi sambil cari sarapan. Saat itu kami menemukan sebuah warung makan yang bertuliskan serba 5000. Dibandingkan biaya hidup di jawa, gue pikir di aceh jauh lebih terjangkau. Liat deh gambar di bawah nasi yang lengkap dengan lauk pauk ditambah es teh masa cuma 5000, wagelaa sihh, di deket kost mah ga dapet 5000 macem-macem ni wkwk..

ini satu piring harganya 5000, dapet es teh pulak

           
Selama kegiatan lomba berlangsung, tidur larut adalah hal biasa. Paling tidak pukul 1 dini hari baru bisa tidur pulas :’) bayangkan gaes, dari 30 mosi yang keluar cuma 3 doank, per hari 1 mosi sesuai tema yang ditentukan. Kami kerjasama dengan tim debat bahasa arab untuk bedah mosi, karena mosinya sama. Kami bagi setengah-setengah, kalau inget itu wkwk.. betapaaa...
            Ohya, ada satu fenomena menggelitik ketika gue ikut mtqmn. mm, lo tau ga mahasiswa ui yang juara tilawah internasional di turki? Kalau gasalah namanya syamsul eh apa syamsuri yaa, pokoknya itulah.. nah, dia kan jadi nge-hits yaa karena prestasinya itu, pernah juga fotonya menyebar luas di instagram dan masuk di explore gue. pas di kantin dia bukannya sibuk makan donk, tapi sibuk melayani foto bagi yang kepengen wkk. Tapi gue sendiri b aja tuh, ga sampai guling-guling pas ketemu dia, ohya gue ga termasuk golongan yang minta foto yaa wkk. dan bisa lo tebak, dia terbaik 1 di cabang tilawah.. sudah didugaaa..
            Jadi buat debat sendiri 3 hari full kami harus berjuang tapi qodarullah belum bisa masuk final :’) gue inget pas hari kedua, kita yang notabene dari solo, wong jawa yang terkenal alus ketemu lawan debat donk dari dari univ negeri makasar, manado, dan medan, jiaa mau gamau harus lebih nge-gas saat itu wkwk.. but am i disappointed with this stuff karena gamasuk final? Yaa, for the first time sih, kecewalah yaa belum bisa masuk final, lagi-lagi ibu donk yang jadi tempat curhat tapi ternyata? 
after debat, cekrekk bareng kafilah akhwat dan staff mawa

Gue sangat bersyukur atas kesempatan, pengalaman, dan ukhuwah yang tercipta. Ga nyesel ikut ajang debat ini! Dan gue sendiri sudah memberi penghargaan pada diri sendiri dan partner gue, at least, ketika proses kita ga enak-enakan tapi udah berusaha sebisa kita, dan gue pribadi lebih menghargai proses.. memaksimalkan proses dari amanah yang diemban adalah suatu kepuasan tersendiri bagi gue! Dan yeaa, kecewa sedikit aja selanjutnya kuyy cemungudthh buat kesempatan yang menunggu di depan. Btw alhamdulillah uns bisa menyabet juara harapan terbaik 2 pada cabang mmn dan hifzil qur’an 30 juz. Barakallah wa innalillah buat temen-temen gue yang berhasil mengharumkan nama kampus! Next, doain kita yang belum kebagian, semoga nyusul berprestasi yeaa hehe..
            Cerita udah selesai?
            Belum masih panjang.. boleh di close terus tidur kalau ngantuk, atau buat kopi dulu sambil lanjut baca hehe..
            Nah pada hari sebelum kami pulang, kafilah uns memutuskan untuk jalan-jalan refreshing. Sebenernya ada jadwal sendiri sih tapi pas tanggal 1 agustus kami putuskan untuk menengok ikon paling ciami di aceh, yang pas tsunami mashaallah tetap berdiri kokoh menawan. Yap! Masjid raya baiturrahman.. gue yang pertama kali kesitu, tak henti-hentinya mengagumi keindahan arsitektur yang elegan seperti masjid bersejarah di kota suci. Puji syukur gue ucapkan pada maha penyayang yang mengizinkan gue untuk melihat semua ini.. ah mau dibilang katrok atau ndeso gamasalah karena mungkin ekspresi muka gue saat itu tak terdefinisikan, saking indahnya masjid ini! Pankapan mau lah, diajakin balik kesini hehe..

            Nah,mmm, lo baca ga sih postingan gue yang sebelumnya? Iyaa, sebuah pertemuan dengan seseorang dari kafilah univ lain. Ketika menikmati senja sambil mengagumi keindahan baiturrahman, sambil sesekali sibuk memotret detail dari baiturrahman, ketika gue hendak memakai jaket identitas kafilah, seseorang memanggil gue.. ah, udah lah yaa, gausa diceritain secara mendetail. Ah, yaa rabb, bisa-bisanya..
Gara-gara itu gaes, ketika pulang, ketika berada di mobil, fyi kami pakai grab saat itu.. gue duduk di samping bapak grab karena tempat yang tersisa itu. First impression gue ke bapak-bapak ini sih, beliau ramah, ga jutek, tampilan nyunah dan dilihat dari bajunya sepertinya bapak ini ikut relawan kemanusiaan (aksi cepat tanggap atau biasa disebut act).. nah nah gara-gara disamperin orang tadi, temen-temen gue dari kafilah akhwat sibuk meng-ece gue.. eh gimana yaa b indo nya yang baik dan bener wkk..
Gue karena murah senyum yaa ahaha, yauda gue senyumin aja. Nah saat itu si bapak grab nimbrung percakapan donk “hati-hati mba e sama hal begituan” kami terkejut ketika bapak tadi pakai sapaan “mbak”. Fyi, di aceh ga lazim dengan panggilan mas atau mbak, disana pakainya abang dan kakak. Jadi pernah gaes, gue ketika itu beli es teh, “mas beli es teh 1 yaa” masnya menatap gue terheran-heran, bagaikan lihat makhluk tak biasa yang tiba-tiba muncul. Gue ulang dengan lebih jelas “mas, beli es teh 1 yaa..” eh masih gamudeng donk :( alhamdulillah ketika itu gue bepergian sama lo, si zahra, dia pun menjelaskan “bang, beli teh dingin 1 yaa.” Gue tertawa, ah disana juga tak berlaku kata es teh namun teh dingin pemirsa!
Ohya back to bapak grab, ternyata pemirsa bapak ini tuh dulu pernah merantau ke jawa. Beliau berkisah kalau dulu adalah salah seorang santri. Dan mashaallah, kakek beliau adalah imam masjid raya baiturrahman. Nah bapak ini bercerita kalau dulu ia merupakan harapan keluarga agar bisa menjadi penerus sang kakek yang menjadi imam besar. Masuk pondok adalah salah satu ikhtiar yang dilakukan.. saat itu beliau hafal beberapa juz al qur’an dan menguasai lughoh arabiyah. Tapi.. semua berubah ketika..
jatuh cinta
Yaa, beliau menaruh hati pada seorang gadis kala itu. ah, memang yaa, kisah cinta selalu berwarna dan misteri. Saat itu juga hafalan bapak tadi gogrog, emm bahasa indo nya sedikit demi sedikit hafalan qur’an bapak tadi hilang dan beliau menjadi tidak fasih dalam bahasa arab :’( huee gue sedih pas denger ceritanya, tapi bapak tadi ketika bercerita masih dengan ekspresi kalem terlihat seperti seorang bapak yang bijak dalam menasehati anaknya
“maka, hati-hati yaa mba dengan hal yang satu ini.” Beliau sempat menatapku sekilas dan aku meng-iya-kan.
“aah, tenang pak.. inshaallah aman kok!” kata gue mantap sambil tersenyum. Teman-teman yang sedikit rese karena terus memojokkan gue namun sekaligus baik hati yang berada di belakang kemudi mulai diam, mungkin ikut hanyut dalam cerita si bapak.
“mungkin sekarang bisa bilang aman, tapi gatau besok kalau dari pesan jadi turun ke hati”
Deg, what, hmm, yo pie yaaa..
Eh yang suasana sempet syahdu sesaat malah akhir-akhirnya si bapak ikut-ikutan meng-ece gue donk, huhu.. si bapak mah, namun gue gamau kalah yauda donk gue sahut
“yaa dia kan hafiz pak, kalau yaa serius mah ntar pasti bertamu ke rumah”
Temen-temen gue bagaikan pemandu sorak yang kegirangan.. “hmm, jadi gitu yaa zal”
Si bapak bilang “yaa, jodoh ga ada yang tau. Eh bisa jadi lho mba jodohnya malah orang aceh.”
Gue tersenyum “hmm, yaa asalkan sholeh apalagi hafiz, kenapa tidak”
“serius nih mba? Biasanya kan orang jawa susah kalau harus pisah rumah dari orangtua. Ya kan?”
Emang perempuan jawa tapi ga semua yaa, kalau harus jauh dari orangtua rasanya gimana gitu. eum tapi nih yaa, meluruskan apa yang dipikirkan orang-orang di luar jawa, apa bener kalau orang jawa harus nikah sesama orang jawa?
Well, jawaban gue sih.. tergantung pada keluarganya yaa, biasanya sih kalau dari keturunan ningrat yang masih memegang adat-adat jawa, yaa pasti kekeuh harus pilih sesama jawa. Tapi kalau secara umum biasanya orang jawa akan mempertimbangkan 3 hal yang disebut dengan bobot, bibit, dan bebet sebagai filosofi orangtua dalam menyeleksi mantu buat anak kesayangannya. Secara singkat, bobot berhubungan dengan kualitas diri baik lahir maupun batin yang mencakup pemahaman agama, pekerjaan, kecakapan, sopan santun. Yeaa, orang tua pasti pengen yang terbaik lah yaa buat anaknya, maka biasanya siap-siap aja bakal dikepo-in secara detail. Bibit sendiri berhubungan dengan asal usul atau keturunan, apakah sang mantu berasal dari keluarga baik-baik atau bukan. Baik disini bukan berarti harus tajir atau apa yaa tapi dipastikan dia berasal dari keluarga yang memiliki reputasi baik dalam masyarakat. Yang terakhir adalah bebet, yakni status sosial. Mm, kalau yang satu ini sih penting ga penting lah yaa.. karena status sosial belum mampu menjamin baiknya perilaku seseorang, tapi ga jarang beberapa keluarga masih mempertimbangkan bebet dari calon mantu. Tapi perlu gue garisbawahi yaa, bebet disini tidak terlalu diutamakan dan tidak menjadi syarat mutlak.
Lalu bagaimana? Yaa kalau dari sudut pandang gue sih, teringat sabda orang terkasih, manusia paling mulia yang pernah ada di bumi kalau kita nikah perhatikan 4 hal yaitu kebagusan fisik, kekayaan, keturunan, dan agama. Maka pilihlah yang bagus agamanya agar kamu beruntung! Based on this hadist, gue sih gamasalah lah yaa kalau ada kasus nikah sama non jawa. Lagipula allah ta’ala kan memandang seseorang bukan karena dia jawa atau ga tapi karena keimanan dalam hati kan, eaaa.. makanya, selama saleh dan perilaku baik, yaa it’s ok to consider to be the part of my life, hiyaaa.. tribalisme bukanlah hal yang terpuji! Maka, sudahlah gausah dipermasalahkan apakah dia jawa atau bukan.. yang penting sih sekufu dalam manhaj dan visi misi kehidupan. Jadi, gue emang udah condong dalam belajar suatu manhaj tapi untuk istiqomah itu lho :’) kok ga gampang.. maka, perlu partner yang udah mantap dalam menapaki manhaj ini, yang bisa membimbing gue secara sabar dan perlahan. Karena ga kebayang kalau beda pemikiran, sering bentrok pemikiran dan harus menyamakan persepsi terlebih dahulu..
Eh back to topic, akhirnya kami pun sampai asrama dan di akhir saat bayar, masih aja si bapak bercanda. Dan esok harinya ketika mba warih, temen gue, pesen grab car, eeh ketemu bapaknya lagi donk dan kata mba warih beliau menanyakan gue wkwk.. aman pak aman! Dan wa’alaikumussalam untuk salam yang diberikan pada gue! Btw si dia yang bikin heboh sore itu, dapet juara ketika malam penghargaan, ikut seneng lah gue, ga nyangka ternyata dia bisa sampai final.. pls stay positive thinking, dalam artian senang memiliki kenalan yang berprestasi seperti itu.. ah, tapi seperti yang temen gue katakan :) hafiz memang mengagumkan tapi lebih mengagumkan apabila ia benar-benar takut pada allah ta’ala, menjauhi apa yang dibenci-nya, dan menundukkan pandangan.. masyuuk dah nasihat dari lu mba lalaa!

Ahh suatu hari juga, ketika rombongan kafilah hendak berwisata.. gue dan aini jajan bareng (lagi) wkk.. hedoon, astaghfirullah. Bapak penjual es bertanya darimana kami berasal, solo, jawa tengah jawab kami. Kami pun berbincang sejenak dengan bapak penjual es yang ramah. Disitu kami dipersilakan mencicipi gratis bumbu sebuah buah. Apa yaa rasanya lucu, kayak garem ditambah pedes-pedes terus agak masem gimana gitu.. eh di akhir percakapan si bapak berkata yang sama “balik ke aceh lagi kak, siapa tau jodohnya orang sini” gue tersenyum mendengarnya. Who knows awkwk?
Dan ketika di tanah rencong, gue merasa jadi santriwati dadakan. Kehidupan yang bernafas islami di setiap sudut. Lo tau ga, imam disana jarang baca surah pendek dari juz 30, entah yang dibaca surah apa juz berapa, biasanya panjang :d terus pas adzan, mashaallah.. merduuu.. pas waktu sholat jamaah tiba? Mashaallah, penuh cuy! Gue gatau apakah karena peserta mtqmn yang mengisi shaf-shaf itu atau emang disana selalu ramai ketika jamaah tiba tapi ketika sholat di masjid yang tidak dekat dengan asrama, memang selalu ramai. Lihatnya adem gitu.. pas adzan, berbondong-bondong para jamaah pria mengenakan peci hitam, berbalut baju koko, dengan sarung yang terpakai rapi. Sementara, para perempuan dengan mukenanya yang tertiup angin, melambai anggun menyambut sambutan adzan dari muadzin. Hadeeh, mbah-mbah pun mashaallah, gamau kalah! Mereka juga turut serta dalam jamaah kala itu. gue rindu suasana itu :”)
Disana selama mata memandang, para wanita berhijab semua kecuali non muslim, bahkan lo tau ga, masa ibuk-ibuk penyapu jalan di deket asrama, saat menyapu dedaunan yang jatuh di jalan, pakai kaos kaki donk, se-syar’i ituuu.. dan disana sarung adalah hal yang biasa. Bahkan gue lihat, dalam cabang lomba tertentu para juri bukannya pakai celana kain formal tapi malah pakai sarung hehe.. gue pribadi sih juga lebih seneng ketika lihat ayah ke masjid pakai sarung, baju koko, dan peci hitam, keliatan berwibawa dan mashaallah gitu hehe, ayah jadi lebih tampan wkwk..
Well, tulisannya sedikit panjang yaa dari biasanya. Masih banyak yang pengen gue tulis tapi yauda lah yaa segini aja, ada hal-hal yang tidak perlu diceritakan, cukup tersimpan dalam hati agar menjadi sesuatu yang spesial. Sebenernya juga, habis ini gue harus begadang sih nyusun dan mengedit proposal sebuah kegiatan, udah ditagih sama banyak sie, gue sebagai sekretaris di suatu event berasa di teror :’d doain cepet kelar dan semoga eventnya bermanfaat buat khalayak.. Walhamdulillahirobbil’alamin, sekali lagi kuucapkan pada allah ta’ala atas kesempatan luar biasa ini yang diberikan padaku. Yaa rabb, sungguh engkau adalah sebaik-baik perencana dan pembuat skenario terbaik! Dan aku semakin yakin, aku tidak pernah kecewa dalam berdoa pada-mu! Tolong berkahilah orang-orang yang membersamaiku kala itu, para kafilah yang berjuang mengharumkan nama kampus, panitia ilmu qur’an yang perjuangannya luar biasa hebat dalam mempersiapkan segala administrasi, segenap jajaran staff kemahasiswaan yang mendampingi, para lo yang letih dalam membersamai kami, para pelatih setiap cabang lomba, dan orang-orang ramah yang menyapaku di aceh dengan segala kehangatannya kala itu.. ampunilah dosa mereka, dan selama mereka menjauhi dosa besar, semoga engkau membalas segala kebaikan mereka dengan sesuatu yang tak bisa terbayarkan oleh apa pun, adalah syurga, aamiin yaa rabbal ‘alamin.