Kado Spesial Untuk Kawan Hijrah

03:42
            Salaman sama lawan jenis gamau. Ga pernah ngucap dan ngerayain ulang tahun. Pakai jilbab udah kayak emak-emak yang mau pengajian. Kemana-mana pakai kaos kaki, kayak mau sekolah aja! Eh, kok celananya cingkrang dan pakai jenggot segala. LO IKUT ALIRAN APA SIH??!
            Jleeub. Pernah nggak denger perkataan-perkataan yang mengguncang seperti di atas? Well, I’m pretty sure, bagi kalian yang baru berhijrah pasti pernah dapet kalimat pernyataan kayak gitu. Gimana rasanya? Nyesek, galau, minder, dan bahkan mungkin ingin menyerah? Ah, jangan deh. Rugi kalau kita denger perkataan manusia.
            Bagi temen-temen yang sedang berhijrah, lo adalah orang terpilih. Allah ngasih hidayah untuk berubah ke arah yang lebih baik, jangan sampai nikmatnya hidayah ditukar dengan hal-hal murahan karena kita selalu butuh hidayah itu sampai ajal menjemput. Lo adalah orang yang hebat, maka bertahanlah dari bisikan-bisikan jahil itu. Jangan sampai kita lebih mementingkan penilaian manusia daripada ridho Allah. Rugi dah, kalau kita lebih mentingin apa yang diomongin manusia.
            Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah mengungkapkan kenyataan tersebut dalam perkataan beliau : “Sesungguhnya hidayah itu tidak ada ujungnya, kendati seorang hamba telah sampai kepada kedudukan yang tinggi, maka di atas hidayahnya masih ada hidayah yang lain, dan di atas hidayah itu masih ada hidayah lain yang tidak ada batasnya.” (Lihat Al Fawaid halaman 189)
            Nah sedikit gue jabarin ya. Islam itu nggak ada aliran-alirannya. Islam itu ya cuma satu yaitu yang berpedoman pada Al Qur’an dan As Sunnah. Nggak ada Islam A Islam B Islam C. Well, sebagai pemuda Muslim kita perlu paham mengapa si fulan tidak ingin berjabat tangan dengan lawan jenis non mahram, tak pernah merayakan ultah. Dan bagi mereka yang berhijab syar’i, celana tidak isbal (melebihi mata kaki) dan berjenggot jangan kita anggap sebagai orang yang kaku dan primitif. Kalau kita masih menganggap hal tersebut sebagai hal primitif, bisa jadi kita yang lebih primitif terhadap ajaran Islam. Mengapa mereka seperti itu?
            Sobat muda, ibu-ibu, bapak-bapak, dan semua kalangan di sini, ada sebuah hadist yang berbunyi “Seorang ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi adalah lebih baik ketimbang menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani, no. 16880, 16881). Sudah jelas kan? Bahkan ‘Aisyah radhiyallahu anha berkata bahwa tangan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak pernah menyentuh tangan seorang wanita non mahram sama sekali, membaiat para wanita pun dengan perkataan. Mereka yang sudah paham akan hal ini, makanya tidak mau berjabat tangan. Tolong ya jangan cela mereka, ini adalah ajaran Islam, aneh juga kalau orang Islam tapi sama ajarannya sendiri gamau nerima dan merasa asing.
            Terus ada juga kan yang gapernah ngucapin ultah ke sobat deketnya atau pun merayakannya. Hal ini termasuk tasyabbuh (menyerupai) budaya non muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa meniru-niru suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”
            Lalu, pasti kita pernah lihat perempuan yang masih muda namun menutup rapat auratnya, pakaiannya pun longgar. Dan kelihatan nggak gaul. Eh wait. Perintah berhijab terdapat dalam QS Al Ahzab 59 kalau kerudung harus menutup dada. Dan well, dalam sebuah hadist disebutkan kalau yang boleh terlihat bagi perempuan hanyalah wajah dan telapak tangan. So, in my mind kalau lihat perempuan muda macem gitu, memandangnya teduh dan lebih terjaga tentunya.
            Dan pernah lihat cowok bercelana cingkrang dengan jenggot stylenya? Paradigma masyarakat akan hal ini biasanya disangkut pautkan dengan jaringan radikal dan teroris. Ck! Prihatin gue. Inilah arahan manusia paling mulia di bumi ini seputar isbal “Sesungguhnya batas sarung (termasuk celana atau jubah) seorang Muslim adalah setengah betis dan tidak mengapa jika posisinya berada diantara setengah betis dan mata kaki. Apabila di bawah mata kaki maka tempatnya di neraka.”(HR Abu Daud. Shahih). See? Terus kenapa juga berjenggot. Kata Rasul “Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot dan selisihilah majusi.” (HR Muslim no 626). Jadi, laki-laki yang bercelana cingkrang dan berjenggot jangan dianggap aneh lagi yak. Mereka udah mengenal ajaran agama perihal itu.
            Bagi sahabat-sahabat hijrah seperjuangan. Jangan risaukan apa komentar orang, fokuslah terhadap apa yang mendatangkan ridho-Nya. Gue tahu ini mungkin terasa berat. But remember it, seperti yang ditulis Panji Ramdhana dalam bukunya kalau surga itu nggak murah. Harus ada perjuangan biar bisa kesana. Setelah hijrah akan ada istiqomah. Inilah hal paling sulit yaitu menjaga istiqomah. Namun, sekali lagi. Surga itu tidak murah Sobat.
            Dan tolong jangan cela mereka yang sedang berhijrah. Hargai proses mereka.
#selfreminder
#notetomyself
#roadtojannah

Marhaban Yaa Ramadhan

04:37
            Assalamu’alaikum warahmatullah para pembaca setia blog gue yang kece. Gue komporin dah biar lo semua pada semangat pada Ramadhan tahun ini. Kita kan masih muda masa kalah sama yang udah kakek nenek, beliau kalau setiap habis sahur biasanya tilawah menunggu waktu Subuh dateng terus ke masjid deh buat sholat berjamaah. Sholat tarawih pun masih kuat, lah masa kita yang masih young, strong, and nice baru 4 rakaat aja udah loyo, hadeuh.
            Bisa jadi lho guys ini Ramadhan terakhir buat kita. Who knows? Kematian bisa dateng kapan aja, ga nunggu kita ready buat masuk kubur. Hiks, kan nyesek banget kalau gabisa jawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir. Semoga gue dan lo semua mendapat akhir hayat yang baik besok, aamiin. Jadikan mati syahid sebagai cita tertinggi dari kita semua.
            Nah, in shaa Allah mulai hari Senin besok, gue bakal share materi di blog gue. Untuk sementara mode komentar gue non aktifkan supaya bisa lebih fokus. Jadikan Ramadhan kita lebih bermanfaat dengan perbaiki sholat wajib, perbanyak sunnah, tilawah, dan mungkin dengan baca blog gue ehehe. Nah, apa aja sih materi yang bakal gue share besok. Nih gue kasih bocoran yak.
            Hari Senin : Hijrah Inspiring. Pada materi ini gue bakal share langkah-langkah hijrah dan suntikan semangat buat lo semua. Ehem, kalian para jomblo ga usah risau karena ada gue ada disini buat ngasih semangat dan mendukung lo semua, aseek..
            Hari Selasa : Seri Petuah Ulama. Nah pada seri ini akan gue tulis kutipan mutiara juga nasihat dari alim ulama yang bermanfaat bagi kita semua.
            Rabu : Ketika Tersentuh Cinta. Nah, pada edisi Rabu ini akan dibahas, gimana sih sikap kita kala datang menyapa. Saat nulis artikel hari ini, gue terinspirasi dari buku Panji Ramdhana yang berjudul “Ketetapan Terindah”. Nih buat para jomblo lo baca dan hayati ya kutipan dari buku itu yang menurut gue paling berkesan di hati “Kesendirian dalam penantian yang menjaga iman jauh lebih mulia daripada berpasangan namun penuh dengan ketidakbaikan.” Uhuk, so deep so true.
            Kamis : Fiqh Ramadhan. Honestly, pemahaman gue terhadap fiqh masih cetek. Tapi, in shaa Allah dah, gue akan share dari sumber yang terpercaya. Yakali, kalau salah ntar gue yang salah juga, di akhirat kelak bakal ditanya sama Allah.
            Jum’at : Nah pada hari ini kita bincang seru aja ya seputar Ramadhan. Daripada bincang-bincang tetangga, kan malah dosa tuh. Hmm, jauhi ghibah ya sob selama Ramadhan dan seterusnya. Emangnya mau makan bangkai?  Uhh, NO WAY!!!!!!
            Sabtu : Deketin Allah yuk. Saat gue nulis hari Sabtu, gue terinspirasi dari Ustadz Hanan Attaki, Lc. Gue suka gaya bahasa beliau yang cocok buat anak muda. Yeah, sang ustadz gaul lulusan Al Azhar University, Kairo. Doain ya tahun depan gue bisa kuliah ke sana. Hehe, meski pun ga pernah mondok it’s not wrong to uplifting my dream as high as the star on the sky.
            Nah, jangan lewatin update setiap harinya ya. Semoga aja jaringan di rumah gue gak ngadat jadi bisa lancar dah semuanya. Stay in touch with my blog gais : zalfaaza.blogspot.co.id

            Baarakallahu fiikum. 

Ketika Cinta Bertasbih

03:55 9
            Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh, semoga rahmat Allah tercurah untukku dan untukmu. Dini hari dengan suasana tenang, alam syahdu bertasbih pada Allah Sang Pencipta Alam. Ada perasaan berkecamuk dalam dada. Membuat gelisah, nggak nyaman, dan gue sebelumnya belum pernah merasa seperti ini. Entahlah, gue nggak bisa juga mendeskripsikannya lewat kata-kata. Hanya Allah dan gue yang tahu.
            Sebenernya banyak kesibukan yang udah gue lakukan untuk menghindar dari perasaan ini. Gue ikut organisasi, kerja kelompok, lomba debat bahasa Indonesia tingkat provinsi beberapa hari lalu yang menyita banyak waktu , dan lain sebagainya. O iya, cerita bentar yak. Kemarin gue dan Annisa dipercaya lagi buat mewakili kabupaten Boyolali untuk maju ke provinsi. Pembicara ketiga yang sebelumnya Muhtaris diganti dengan Dik Miki yang masih duduk di kelas X. Lomba ini super duper bikin kecewa maksimal. Saat itu diambil 8 besar untuk maju ke tahap selanjutnya. Dan smaga dapet ranking 9 seprovinsi. Gilaaa, Ya Allah saat itu rasanya gemez, kzl, duh kok alay sih. Hmm, tinggal satu nomor lagi bisa masuk 8 besar. Allah nggak berkehendak. Ya udah deh diterima dengan lapang aja kan yak. Pembina gue bilang, bisa masuk 10 besar se provinsi Jawa Tengah udah bagus.
            Kali ini gue ngga ingin bercerita tentang lomba debat kemarin tapi hal lain yang mendesak. Okay, tafadhol to read it carefully ehehe
            Masa SMA penuh dengan cobaan dan godaan. Ya, kalau kita nggak pinter-pinter mengelola perasaan, emosi, pergaulan, uhh bahaya tu. Nah, apalagi sekarang pergaulan di SMA menurut gue nggak syar’i banget. Ya kecuali kalau di pondok, gue dari dulu sampai sekarang sekolahnya negeri terus belum pernah mondok, mau mondok aja ga dapet ridho dari ayah dan ibu.. sekarang batasan pergaulan cowok dan cewek seperti tak ada batas, transparan, tak ada rasa malu, sering terjadi ikhtilat dan orang-orang menganggap sebagai hal yang biasa. Nah ini yang bikin gue gelisah dan syok, dan gue pengen numpahin semuanya di tulisan ini.
            Perlu diketahui, bacaan juga berpengaruh sih saat masa putih abu-abu ini. Kalau bacaannya macem novel romance yang menyuguhkan romantisme anak muda dan yang baca baper, itu pengaruhnya besar di kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah gue selektif dalam bacaan. Sekarang gue baru baca novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Btw, kapan ya gue baca novel karya Zalfaa Azalia? :”D Kemarinnya juga baca karya beliau yang berjudul Ketika Cinta Bertasbih dan Ayat-Ayat Cinta. I know, all of them are old novel. Tapi, karakter yang diciptakan penulis, selalu membuat iman naik. Seperti Fahri, yang mashaa Allah, pemuda sholeh yang lembut hatinya, memegang kuat ajaran Islam, selalu menundukkan pandangan pada wanita non mahram, memuliakan wanita, dan lucu saat gue baca bagian dia ta’aruf dengan Aisha. Mereka yang sama-sama berlatarbelakang agama baik dan for the first time menatap lekat wajah yang bukan mahram. Pasti deg-degan banget. Serius, saat baca bagian ini gue senyum-senyum sendiri. Romantisme seperti inilah yang hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang benar-benar menjaga kehormatan perasaannya dan berpegang teguh pada ajaran Islam.
            Jadi gini, di kelas entah dari mana beredar luas gosip antara gue dan si anu. Eh bentar kok nggak enak ya kalau di sebut si anu. Yaudah sebut aja namanya  Zafran. Gatau darimana awalnya tau-tau temen-temen sekelas selalu godain gue dengan jadi mak comblang antara gue dan dia. Gue sih awal-awalnya mikir paling lama kelamaan pada bosen. In fact, my mind goes wrong. Sampai sekarang gaes masih ada satu dua temen-temen yang ngomporin kalau si Zafran ada rasa sama gue.
            Oke, sebelumnya pernah beberapa saat yang lalu, udah agak lama sih Zafran mengirim pesan BBM ke gue yang intinya minta maaf atas sikapnya selama ini yang dia anggap perhatiannya yang lebih itu mengganggu gue. Pertamanya gue bingung buat apa coba dia minta maaf dan selama itu gue nggak terlalu ambil hati terhadap sikap apa pun yang dia lakukan ke gue. Akhirnya pesan itu nyebar ke penjuru kelas. Uww, thats so embarrassing!! Malah semakin menjadi-jadi temen-temen gue di kelas. Masa gue disuruh peka lah, disuruh nggak nggantungin orang, lah emangnya jemuran emak ya kok digantung segala. Gue hanya bisa beristighfar.
            Emang sih sikap Zafran selama ini baik ke gue dan itu gue anggap wajar. Bahkan saat nenek gue meninggal, dia juga dateng ke rumah. Gue anggap itu wajar aja karena kita temen sekelas. Tapi, saat tanggal 22 April 2017 kemarin saat menunggu jemputan, salah seorang temen gue bilang kalau Zafran ada perasaan ke gue. Gue sih nanggepinnya santai dan dengan guyon aja. Tapi, dia bilang dengan serius. Dan dia tanya “Zal, gimana kalau Zafran beneran suka sama kamu?”
Dengan enteng gue jawab “Ya manusiawi kan.. Tapi, prinsipku untuk menjadi single sampai nikah udah bulat.” Kata gue dengan tersenyum. Dia kembali bertanya “Beneran Zal kamu gak mau pacaran?” gue jawab “In shaa Allah gak akan, buat apa juga pacaran.” Dia manggut-manggut aja.
            Gue analisa ya.. gue orang yang sering baca novel dan menurut penelitian orang yang suka baca buku lebih peka perasaannya. Nah, gue termasuk orang yang peka, eaaa.. sebenernya dari sikap Zafran selama ini ke gue, easily I can say if he acts different to me dan gue pikir dia ada rasa sama gue. Ini bukan GR lho tapi emang ada suatu fakta tersendiri yang gabisa gue tulis di sini, gue harus jaga privasi lah..
Nah, gue awalnya bingung gimana nanggepinnya. Gue kan anak Rohis, ya harusnya dia tahu lah kalau nggak mungkin banget ada peluang untuk pacaran. Tbh, setelah dia ngirim pesan itu di hari berikutnya sikapnya ke gue nggak kayak biasanya. Terkesan menghindar. Pfft, padahal beberapa hal gue masih harus satu kelompok sama dia. Suasana jadi kaku, gue nggak ingin begini. Dan bahkan lo tau nggak, Pak Karjono (wali kelas) kalau ketemu gue pasti nyebut-nyebut nama Zafran sambil senyum-senyum. Contohnya sebelum gue berangkat ke Semarang kemarin beliau bilang “Udah pamitan ke Zafran, Zalfaa?” gue cuma bisa geleng-geleng sambil senyum aja. Sampai sekarang gaes, sikap ke Zafran ke gue masih beda dan gue harap Allah memberi setitik cahaya-Nya di hati Zafran agar mengikhlaskan cinta yang belum halal. Aamiin..
Gue berdoa sama Allah agar Dia menjaga hati gue tetep steril, gak tergoda dengan modus lelaki mana pun! Gue berazzam hanya untuk jatuh cinta pada suami gue kelak.  Cinta dan hati, hal paling berharga pada diri gue nggak akan dengan sembarangan gue kasih ke seorang ikhwan. Sebelum akad nikah, gue harap Allah jaga hati gue agar nggak jatuh cinta pada lelaki mana pun. Setelah akad terucap, barulah dengan sepenuh hati, gue serahkan hal yang paling gue jaga selama ini ke suami gue kelak, yaitu hati dan cinta.
Menghela nafas...
Mau modus macam apa pun atau modus syar’i macam aktivis dakwah yang maaf, belum sepenuhnya memahami Islam. Contoh : pertamanya kirim tausyah tapi terus ngajakin chat nggak penting. Atau sok-sokan bangunin tahajjud. Uh, itu bikin gue ilfil. Bersabarlah wahai hati, Allah sudah persiapkan imam terbaik untukmu.. dia sedang memperbaiki diri juga.
Gue ambil judul postingan ini juga dari novel Kang Abik yaitu Ketika Cinta Bertasbih. Syahdu gitu yak bacanya. Gue ingin, semoga cahaya cinta ini tak terbawa arus modern yang menyesatkan. Dimana dengan mudah seseorang baper dan menaruh hati pada lawan jenis yang berhasil mencuri hatinya. Lalu terjadilah pdkt hingga pacaran yang dilarang agama. Cinta tak lagi menjadi suci. Seolah-olah ia adalah barang obral yang siapa pun bisa menjamahnya. Aturan agama yang indah dianggap kaku dan primitif. Para pecinta dunia yang menuhankan nafsu belaka. Hidup bebas tanpa aturan yang seolah-olah menyenangkan namun pada faktanya kosong, hampa, dan tak ada rahmat Allah di dalamnya.
Hanya orang-orang yang diberi-Nya hidayah dan dijaga-Nya untuk memahami dan menjalankan aturan-Nya di bumi cinta ini. Segelintir hamba-Nya yang masih menjaga kehormatan perasaan dan berpegang teguh pada ajaran agama walau pun terasa seperti menggenggam batu bara, mereka sanggup karena takut akan siksa neraka jika mereka ingkar dan yakin akan janji manis dari Allah Ar Rahman. 
“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?, kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS Ar Rahmaan 46-51)
Image by kawanimut
Biarkanlah cinta bertasbih mengikuti alur dari Pembuat Alur itu sendiri. Jangan terlalu mudah untuk memberi hati dan perasaan pada seseorang. Hati dan cinta adalah hal yang paling berharga, menjaganya laksana menjaga kehormatan diri. Sebelum terikrar janji nyata yang sah menurut agama dan bahkan dilindungi negara, tak ada kata baper dan jatuh cinta. Biarkan hati dihadiahkan pada teman hidup masa depan yang Allah berikan. Semoga aku dan kamu, dijaga hatinya oleh Allah dan berazzam kuat untuk memberikan cinta dan hati hanya untuk teman hidup masa depan.
Jangan sampai kita tergelincir dalam hakikat modernisasi yang menyesatkan. Tak ada rasa malu, mengedepankan tampilan fisik untuk bergaya pada sesama, dan pribadi Muslim yang perlahan luntur. Semoga Allah menjaga kita dari hal-hal tersebut dan Dia izinkan untuk mendapat akhir hayat yang baik. Aamiin..
And then, gue agak lega nulis ini. Jujur ya, gue sama sekali nggak tertarik dengan lelaki yang mengandalkan paras, atau kendaraannya, atau modal kata-kata manisnya tapi yang pertama gue lihat adalah agama dan akhlaknya. Kalau dari fisik dia udah pakai celana cingkrang dan jenggot style, itu menambah poin plus tersendiri di mata gue. Artinya dia udah ngenal sunnah. Yang kedua lihat aja, gimana kualitas Subuhnya, kalau dinginnya udara pas Subuh aja bisa dia taklukin apalagi hati kamu.. ciat ciat, eh apaan sih wqwq..apalagi kalau pas lagi hujan dia nekat ke masjid sambil bawa payung. Duuuh, hmmmm.... dan jujur sih pengen dapet yang suaranya merdu jadi bisa belajar baca Qur’an yang bener sama dia dan pas di imamin jadi tambah khusyuk. Tapi stop dulu Zal. Apakah lo udah sebaik itu, berani-beraninya pengen yang high quality? Ok, look at QS An Nur verse 26. I have to organize myself, and I wondering “Am I good enough to be the lover of an activist of dakwah? Look at the mirror first Zal!

Semoga bisa diambil hikmahnya. Yang jelek tinggalin aja yak. Wabillahi taufiq wal hidayah, wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Muhasabah Diri

09:45 14
Untuk apa sekarang kagum akan kecantikan atau pun ketampanan yang melekat pada diri
Untuk apa berlomba memamerkan harta benda milik orang tua
Untuk apa berlelah diri menunjukkan bahwa diri adalah yang terhebat
Untuk apa merasa bangga jika dikagumi banyak orang
Untuk apa memiliki hasrat kuat tuk memiliki seseorang
Untuk apa merasa marah atas semua keadaan menyakitkan
Untuk apa cinta karena syahwat terus diperjuangkan
Akhi ukhti,
Aku bukannya lebih pandai darimu
Marilah sejenak merenung bersama
Aku pun juga belum sebaik apa yang kutulis
Begini..
pic by : kawanimut
Kecantikan dan ketampanan akan habis dimakan usia. Kau akan menjadi tua, keriput, dan tidak akan lagi pemuda berbondong-bondong memperebutkanmu. Peduli apa pada kakek nenek yang sudah tak berdaya. Kelak anak cucumulah yang akan menyayangimu dengan tulus. Jangan sombong akan nikmat ini ya akhi ya ukhti. Bisa juga paras menarik menjadi cobaan bagimu. Apakah imanmu masih kokoh atau terseret dalam kesenangan yang fana.
            Upload selfie di depan mobil mewah? Nongkrong di cafe yang sedang hits? Well, bukannya apa. Apakah semua itu hasil kerja kerasmu? Atau masih milik orangtua yang dengan bangganya kau umumkan ke seluruh dunia. Jujur, aku pribadi lebih senang melihat seorang pemuda yang berpenampilan sederhana. Meski pun casingnya rata-rata, tidak macho, tidak gaul, namun lihat dalamnya.. ia orang yang taat pada Allah, pekerja keras, bertanggung jawab, dan setia.
            Terhebat? My dear friends, di atas langit masih ada langit. Tak perlu kita menunjukkan bahwa kita hebat dan oranglain harus tau, tak perlu akhi, ukhti. Hanya Allah lah yang terhebat. Kita manusia banyak sekali aib dan kekurangan. Jika Allah buka aib kita, pastilah tak ada orang yang mau mendekat, melirik saja ogah. Bersyukurlah pada Yang Maha Kuasa.
            Diperebutkan banyak wanita/pria? Well, untuk apa teman? Jangan sering kau tebar pesona ke setiap orang yang kau temui. Apalagi ikhwan, perlu kau tau akhi, hati wanita itu lembut dan sangat sensitif jika berbicara mengenai perasaan. Jangan coba-coba mendekatinya kalau tidak ada niat untuk menikah. Pun menurut sudut pandangku, aku lebih suka sosok yang malu-malu saat bertemu denganku dan memilih menjauh saat ada diriku namun dengan gagah berani mendekati ayah untuk memperjuangkanku.
            Ini untuk teman-temanku tersayang di SMA. Aku tahu, pasti pernah terpikir olehmu “Aku harus miliki dia! Bagaimana pun caranya. Meski pun aku harus menyebrangi lautan”  ini salah besar dan sangat kuno my dear friends. Kau tak bisa memaksa hati seseorang. Pun sadarlah, ini masih SMA. Belum bisa kau menghalalkanya. Toh, seberapa banyak modusmu ke dia, jika Allah bilang bukan jodoh, mau apa? Akankah kau meneguk asinnya air laut yang kau tenggelam saat menyebranginya?
            Memaki? Marah-marah karena sesuatu menyesakkan? Mungkin di saat UTS dibagikan semua nilaimu mendapat nilai yang kau anggap baik kecuali matematika dan ekonomi yang sangat DOWN. Oh friend, ini sakit. Lantas, apakah kita harus marah? Tidak, lebih baik muhasabah diri dan berusaha sebisa mungkin. Memang aku tau, beberapa orang termasuk aku merasa payah dalam mapel hitung-berhitung. Namun, saat kau dan aku merasa sangat putus asa dan tidak bisa dan ingin menangis dan ingin memakan buku matematika dan ekonomi, ups.. jangan begitu. Aku punya satu tips sederhana. Ingatlah Allah friends. Dia akan membuka jalan. Yang membuatku tenang adalah aku teringat bahwa hidup seorang Muslim dijamin oleh Allah. Jadi, untuk apa aku bergalau ria karena nilai matematika dan ekonomi yang buruk? Yang sampai 3 hari 3 malam tidak makan? Tidak, namun aku akan berusaha sebisaku dan berdoa pada Allah meminta pertolongan.
            Akhi ukhti, apa kabar hati? Masihkah ia bergetar saat disebut nama Allah? Atau malah hatimu terus menerus kau beri noda hitam berupa syahwat yang menggebu yang kau sebut dengan cinta? Ya, sejatinya jika kau menyukai seseorang dan sangat terobsesi memilikinya, itu hanyalah syahwat belaka. Jika benar kau mencintai seseorang, cintailah dia dalam diam. Jagalah hatinya, dan adukanlah perasaan itu hanya kepada Yang Maha Penyayang dan ingat jangan mendikte Allah untuk disatukan dengan sebuah nama. Pasrahkan sepenuhnya perasaan itu pada Allah. Hingga esok lusa, jika memang sudah benar siap, bolehlah kau bawa rombongan keluarga untuk menyatakan perasaan itu.
            Sebentar, aku ingin menyelipkan pengalamanku kemarin. Sungguh, aku baru saja menyadari hal yang besar. Banyak ilmu kudapatkan dari mba vida dan kang abay. Dari seminar mereka, aku menjadi sadar bahwa cinta adalah mengikhlaskan. Tak perlu ada ikatan apa pun antara dua insan yang belum halal dan tak perlu saling menunggu satu sama lain. Yang perlu kulakukan adalah menerima ketentuan-Nya dan mengikhlaskan pengharapan di hati. Dan dari seminar itu, aku menjadi tahu, tidak harus seorang pangeran sempurna yang datang pada ayahku. Yeah, dia harus mau bertengkar, menghadapi ujian, saling melengkapi kekurangan, dan bersabar melewati liku-liku kehidupan. Bersama-sama memiliki misi untuk meraih ridho Allah hingga ke Jannah bersama-sama. Saat ini aku hanya perlu menggapai cita-cita dan cinta yang sesuai ridho-Nya. Terimakasih kang abay dan mba vida untuk ilmu yang telah kudapat, jazakumullah khoir.
            Saat menulis ini, kurasakan bahwa Allah begitu mencintai hamba-Nya. Sekarang aku bisa bernafas, bisa mendengar suara merdu Muhammad Thoha Al Junayd melantunkan ayat cinta-Nya, aku bisa menikmati secangkir max tea, disayangi ayah ibu, dikelilingi oleh teman-teman yang shalih dan shalihah yang terikat di Rohis. Kau juga merasakan hal yang sama? Merasa begitu diperhatikan dan sangat dicintai oleh Allah. Kupikir, yang memiliki cinta begitu dahsyat dan kuat untukku hanyalah Allah. Lihatlah, Dia mengatur hidupku sedemikian teraturnya. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman 13)
Kemudian, ada yang sudah mencintaiku 1400 tahun yang lalu. Dia adalah Rasul Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang menangis mengkhawatirkan nasib umatnya, bahkan di akhir hayatnya, ia menyebut umati umati umati.. Aku rindu, begitu rindu ingin bertemu, melihat wajahnya yang indah bagaikan purnama. Ya Allah aku mohon perkenankanlah aku dan pembaca blog ini termasuk umat Rasul yang mendapat syafaat dan dapat berjumpa dengannya. Aamiin..
Satu lagi, ingatlah firman-Nya

“...Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS Al Hadid : 20)

Menjaga Kehormatan Perasaan

16:07 12
Tentang perasaan seorang hamba Allah. Kau harus tahu bahwa saat ini aku berusaha untuk menyimpan hatiku. Hanya kuberikan untuk yang spesial dan terbaik yaitu dia. Ya, dia yang namanya tertulis di Lauhul Mahfudz untukku. Biarkanlah seorang aku sendiri terlebih dahulu. Jikalau benar kau menyukaiku tolong jangan tampakkan perasaan itu! Harusnya kau bisa menyimpan rapat-rapat dan dalam hatimu saja. Jangan kau coba-coba untuk mengetuk hatiku namun sebutlah namaku saja dalam doamu. Aku mengerti bahwa perasaan jatuh cinta pada lawan jenis memang hal yang lumrah. Tapi, menjadi tidak lumrah jika rasa cintamu untukku melalaikanmu dari Allah.
Untuk lelaki yang sedang kasmaran, kalian jangan pernah bermain dengan perasaan seorang perempuan. Jangan langsung utarakan bahwa kau mencintanya jika kau seusiaku. Namun, cintailah dia dalam diam dan doakanlah. Jika memang jodohmu pasti akan dipersatukan Allah pada waktu yang tepat. Jikalau bukan jodoh, lupakanlah dan bersyukurlah pada Allah telah menghadirkan sosok yang lebih baik. SALING MENJAGA HATI, ITU POIN PALING PENTING. Jangan, kau usik hatinya biarkan dia khusuk memperbaiki diri dan bermesraan dengan Rabb Penggenggam Jiwa.
Pic by me
Ini bukan tentang aku juga menyukaimu atau tidak namun hei, ini tentang sebuah komitmen. Aku sudah berprinsip untuk menjadi single hingga Allah pertemukanku dengan jodoh dunia akhirat. Maaf saja, jika kau merasa berjuang sendiri. Biarkanlah waktu yang menjawab apakah semakin lama perasaanmu itu semakin memudar atau bertambah kuat. Hati memang tak bisa dipaksa, jiwa berlabuh hanya untuk menjaga fitrahnya yaitu kesucian.
Tolong, jangan karena pergaulan di SMA seperti bebas antara laki-laki dan perempuan, kau seperti menutup mata mengenai batas-batas syariat, janganlah begitu. Ini bukan kisah tokoh fiksi dalam novel seperti Dilan dan Milea tapi seorang Zalfaa. Jangan samakan aku dengan Milea yang jatuh cinta pada panglima tempur geng motor dan orang seasyik Dilan. Sungguh, saat ini aku hanya ingin menjaga hati dan tidak ingin terjebak dalam perasaan semu saat SMA.
Aku memang sedang merindu sosok yang aku pun belum tahu siapa dan dimana dia saat ini. Kusalurkan rasa rindu ini dengan menguntai doa untuk jodoh masa depan. Aku harap dia laki-laki yang bermanhajkan salafush shalih. Yang bisa bilang ke ayah dan membuktikan bahwa dia akan selalu sigap mengingatkanku untuk sholat wajib di tepat waktu. Yang siap membangunkanku di sepertiga malam. Yang bisa menundukkan pandangan saat melihat wanita yang bukan mahram. Yang bisa menggenggam jemariku saat langkahku sudah sangat jauh dari jalan-Nya. Aku ingin dia bisa menjadi imam yang baik. Wahai teman hidup masa depan, semoga saat ini kau syahdu dalam ketaatan dan selalu mendapat perlindungan dari Allah di setiap langkahmu. Temukan aku dengan cara yang diridhoi-Nya, in shaa Allah aku bersedia menunggu hingga waktu itu datang.

Menunggunya seperti irama penantian yang penuh dengan melodi indah. Sebuah ketidakpastian yang selalu kurindu kehadirannya. Tak pernah lelah walau tanpa kepastian waktu. Kupercaya bahwa detik bahagia akan hadir. Maka, biarlah aku menjaga kehormatan perasaanku.
Untukmu yang sedang dalam masa penantian,
Wahai jiwa yang merindu, bersabarlah
Biarkan setiap episode kehidupan menuntun kita,
menuntun untuk terus memperbaiki diri dan mendekat pada-Nya
Waktu akan mengungkap seluruh misteri yang kau cari
Tak perlu terburu-buru dalam menjalani skenario-Nya
Esok lusa, akan berakhir juga masa penantian itu
Maka, jemputlah dia dengan cara yang dirihoi-Nya
Tak hanya sehidup semati namun sehidup sesyurga
Bersama dia, kau akan merasa surga lebih dekat
Selagi menunggu labuhkan jiwa pada Sang Pemilik Hati 
"Katakanlah (wahai Muhammad): "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS Ali Imran : 31)
Sibukkan diri untuk terus memperbaiki diri. Masih banyak kewajiban lain yang harus kulakukan. Berusaha lebih taat pada Allah, berbakti pada orangtua, fokus pada perbaikan nilai-nilai di sekolah, berbagi pada sesama Muslim, dan menuntut ilmu syar'i mengingat diriku masih miskin ilmu agama. Luruskan niat karena-Nya. Cintai dan amalkan sunah Rasul. Jika kita mencintai Allah dan Rasul Muhammad shallallahu 'alaihi wa salam dengan sebenarnya, in shaa Allah cinta terbaik akan kita dapat dari-Nya.


#selfreminder
#notetomyself
#semangatsinglesampaihalal
#jangangampangdimodusinzal
#kebanyakanhastag
#biaringapapa