Sunday, 23 July 2017 1 comments

A Piece of Love for Palestine


            Love. I can’t describe as well what’s the meaning of love is. But, I just know when I’m fall in love it feels like make myself to be more productive than usual. A cup of chocolate and a best seller novel often make me in love. Or tender word from someone that you admire. Love makes the world be better place for us.
            But, I don’t wanna talk a kind love of person but about humanity that decrease in the universal world. It’s an international issue that Palestine is on war. The war keeps raging on everyday. Zionist killed many people that don’t know what’s they’re mistakes. Womans, childs, olds people they killed without obvious reason. It’s so pathetic. Why we can’t feel the deep sorrow? Are our hearts is full of sin, so our hearts is so hard?
            There are people dying if we care enough for the living. It’s a part of clearly wickedness. Can anyone just wanna life peacefully without wars. Please, just heal the world. No fear, no tears, no screams. Can we? Of course, we can! We can be a part of person that spread joyfull, peace, and happiness to the world. How could?
            Okay, I wanna tell you. Firstly, make sure that we censure the war in the entire world. Then, tell to others if there are unjust condition that happened to our brothers and sisters in Palestine, Aleppo, Afghanistan, and other pity country. Then, PRAY TO ALLAH for their better place, a strength for mujahidin, and a victory for Muslim. However, don’t ever underestimate prayer. It such as a big power for Muslim. Pray. Because Allah always listens. Ask to Allah with a gentle words, He always answer our dua.
            Then, it a real struggle to save them. You can join Al Qassam or HAMAS that be ready for die to defend Palestine. Well, I’m pretty know it’s very hard to do. But for you that be a police or army, open your heart and your eyes. They need help! Inshaallah, if you die to defend Islam, Allah will love you.
            Can we just make a world is a better place for them? No blood, injure, tear, cry. Just reveal a joyful face. Erase your ambition to kill innocence people. You don’t know, how much their sorrow. The children lost their father. A wife lost their husband. Is it happiness for you, o zionist? Why? Where’s your humanity. Wallahi, Allah will avenge what you did to Palestinian. Maybe you all be statisfied that you killed many people but remember Allah will ask that in hereafter!
            Bliss. A word that needed by Palestine. They can’t enter Al Aqsa safely. It really unreasonable. They wanna pray to Allah but what they got? They have to ready to get torture. Ya Allah, please save them. Palestine will be free! I believe that.
            Stop strangling life. Just make a better place for them. Heal all the hurt and sorrow that they felt. They must get so much love from the world. No matter how, but if people erase their ambition, it’d be better world for us.
            As a ending of this heart’s desire I wanna show you a quote from Michael Jackson with title “Heal the World”
            “And the dream we would conceived in, will reveal a joyful face. And the world we once believed in will shine again in grace. Then why we do keep strangling life? Wound this earth, crucify it’s soul. Though it’s plain to see, this word is heavenly.”

            Well, I do hope all of you that surrounded by wonderful people, don’t forget to be grateful for it beautiful life. But also, we have to give care to them who in deep sorrow. Mention them in our dua. Always pray to Allah for a better world. May Allah bless and protect our sisters and brothers in Palestine, aamiin..
Sunday, 16 July 2017 7 comments

Dakwah Itu Cinta

            Assalamu’alaikum sahabat! Cuma mau bilang gue udah kelas 3 SMA, hmm jujur aja sih ada perasaan khawatir sedikit menyusup ke hati. Tapi, jangan sampai rasa ini membuat gue lalai pada-Nya. Mohon doanya ya supaya gue sukses di kelas 3 dan bisa lanjut ke universitas negeri jurusan FKIP.. nah ini gue masih bingung. Dulu sih gue pengen dan yakin banget ke Al Azhar University, Kairo. Tapi, ya realistis aja lah gue kan dari dulu sekolah negeri,  gapernah mondok atau sekolah Islam dan gapernah diajarin bahasa Arab dari sekolah, darimana gue bisa menguasai bahasa Arab dalam waktu singkat.
            Jadi, gue sadar dirilah. Yang jadi fokus gue adalah masuk universitas negeri jurusan FKIP. Nah ini juga masih bimbang. Gue inginnya pendidikan agama, atau bahasa Inggris atau pendidikan untuk sekolah luar biasa. Ya Allah, saya bimbang.. Jujur guys, yang penting jadi guru atau dosen deh karena itu cita-cita gue sejak dulu ya walau pun kadang berubah. Kan dengan menjadi guru, kita bisa menjadi orang yang bermanfaat, apalagi kalau guru agama.. ladang pahala tuh. Bakal jadi amal jariyah, jadi kalau meninggal bisa buat bekal.
            Apa pun takdirnya, gue ingin yang terbaik dari-Nya. Entah bagaimana skenario hidup gue satu tahun ke depan. Okay, cukup curcol kali ini. Gue gamau sedih dan khawatir. Karena Allah pasti ga pernah nelantarin hamba-Nya. Cukuplah Allah yang menjadi penolong dan penawar hati di kala gundah. Kali ini gue bakal bahas mengenai dakwah.
            Apa sih dakwah?
            Definisi dakwah menurut gue adalah menyampaikan sesuatu berupa ilmu agama kepada seseorang atau beberapa orang agar diamalkan. Perlu kita tahu bahwa dakwah adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Sekarang, sebelum lo baca, tolong buka dulu Al Qur’an di surah Al Asr. Baca surah dan  artinya dulu, resapi. Udah? Oksip..
            Dalam surah itu Allah memperingatkan kita bahwa manusia berada dalam kerugian. Namun, dalam ayat 3 dijelaskan kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
            Gampang?
            Nggak.
            Butuh perjuangan dan keistiqomah luar biasa untuk bisa beriman, beramal sholeh dan nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Namun, disinilah tantangan untuk berdakwah. Wahai jiwa muda, bangunlah. Ada kesempatan emas yang tidak bisa terlewatkan begitu saja. Yaitu : BERDAKWAH.
            Memang untuk menjadi pendakwah tidaklah mudah. Disini kita harus amar ma’ruf nahi mungkar dengan konsekuensi  juga harus mengerjakan apa yang kita katakan. Jika tidak, berdosalah kita. Karena dalam sebuah hadist dikisahkan :
            “Ada seseorang yang didatangkan pada hari kiamat lantas ia dilemparkan dalam neraka. Usus-ususnya pun terburai di dalam neraka. Lalu dia berputar-putar seperti keledai memutari penggilingnya. Lantas penghuni neraka berkumpul di sekitarnya lalu mereka bertanya,
            “Wahai fulan, ada apa denganmu? Bukankah kamu dahulu yang memerintahkan kami kepada yang kebaikan dan yang melarang kami dari kemungkaran? Dia menjawab, “Memang betul, aku dulu memerintahkan kalian kepada kebaikan tetapi aku sendiri tidak mengerjakannya. Dan aku dulu melarang kalian dari kemungkaran tapi aku sendiri yang mengerjakannya.” (HR Bukhari no. 3267 dan Muslim no. 2989)
            Tidak main-main Allah mengancam pendakwah yang dusta. Ia mengajarkan kebaikan dan melarang keburukan namun dirinya malah melakukannya juga. Di titik ini pun, gue merasa cemas. Jangan-jangan, gue bisa ngomong dan menasehati agama namun nyatanya ada yang belum gue lakukan. Semoga Allah mengampuni kekhilafan kita.
            Tapi tunggu..  Jangan menyerah begitu saja. Jangan langsung mengerut, ciut hatinya, lalu kabur kangingan.
            Lantas, apakah harus menjadi orang baik dahulu agar bisa berdakwah? Coba simak kata Imam Hasan Al Bashri “Sesungguhnya jika aku menasehati kamu bukanlah berarti aku yang terbaik dari kalangan kamu, karena aku pun pernah melampaui batas untuk diriku sendiri. Seandainya seseorang harus sempurna dahulu untuk menyampaikan nasehat, maka tidak akan ada pendakwah di dunia dan semakin sedikitlah orang yang memberikan peringatan.
            Bagai embun sejuk yang menetes di hati. Maka, dengan berdakwah sikap dan akhlak kita akan ikut diperbaiki. Contoh : kita menyuruh seseorang untuk membaca Al Qur’an setiap hari. Disaat kita malas membaca Al Qur’an dan teringat bahwa dahulu pernah menyampaikan pesan untuk membaca Al Qur’an, maka hilanglah kemalasan itu. Karena sekali lagi, kita harus menyampaikan apa yang sudah dilakukan.
            Saat berdakwah hendaknya, jangan saklek. Apa ya bahasa Indonesianya. Pokoknya, jangan terlalu kaku. Coba lihat, lingkungan yang seperti apa saat lo berdakwah. Misal : lo berdakwah kalau musik itu haram mutlak. Tapi, ada yang menganggap bahwa musik itu boleh selama tidak bertentangan dengan syariat Islam. Pendapat yang memperbolehkan musik selama tidak melanggar syariat, semisal pendapat dari Syaikh Yusuf Al Qaradhawy. Kita nggak boleh seenaknya, meremehkan dan mencela pendapat ulama masyhur seperti beliau. Bagaimana pun juga, pengetahuan beliau lebih luas dan dikenal oleh para ulama sebagai seseorang yang sangat dalam ilmunya.
            Solusinya, kita hormati pendapat yang berbeda. Jangan sampai hanya karena perbedaan fiqh terjadi perpecahan. Jangan terlalu saklek (kaku) dalam berdakwah agar masyarakat pun mau menerima. Selama pendapat itu benar dan ada dalil yang kuat, hormati. Hindari berdebat yang sia-sia.
            Gue pun pernah dibilangin sama Ayah :
            “Nduk, aja abot-abot mbahas ilmu agama. Mengko jarkoni lho (isoh ujar ra isoh nglakoni).” Itu bahasa Jawa. Jarkoni : bisa ujar (berbicara/menasehati) namun diri sendiri tidak bisa mengerjakan apa yang telah dikatakan. Bagai petir di siang bolong, gue saat itu langsung manggut-manggut dalam artian setuju. Alhamdulillah, gue diingatkan Ayah agar lebih berhati-hati dalam berdakwah. At least, I have to do first what would I say to people. Kalau ga, ya gue dapet dosa.
            Gue kutip kalimat yang bagus dari komunitas Our Life is Dakwah dengan founder Ustadz Lutfi
            Dakwah itu cinta. Teladan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sang kekasih tercinta. Dan karena dakwah itu cinta, penuh cerita tatkala menjalani dengan cinta. Yakinlah Allah akan penuhi dari setiap pinta tanpa banyak kata-kata.
            Sweet! Tambahan dari gue, karena dakwah itu cinta maka terkadang ia akan menuntut banyak hal. Seperti waktu, biaya, dan tenaga. Namun, berdakwah itu manis karena manisnya rahmat Allah dapat kita rasakan dalam dakwah. Ingat janji Allah, bahwa Dia menyediakan surga dengan sungai yang mengalir bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan.
AYO... MANGATS!!
BRO SIST MBLO AYO BERDAKWAH!
DAKWAH ITU BUKTI CINTA.
            Sebagai penutup tulisan ini. Gue suka para pendakwah yang bisa istiqomah. Apalagi yang berhati lembut nan bagus suaranya pas baca Qur’an. Curhat dikit dulu, gue pas tarawih Ramadhan kemarin pengeeeeen banget sang imam baca Ar Rahman. Tapi, pupus juga. Ga gue temui Ar Rahman dibaca pas tarawih. Surah yang apik nan bikin hati gue seneng banget kalau dengernya, yaitu Ar Rahman. Sukak. Ah, minta sama Allah aja dah.. Semoga imam masa depan hafal Ar Rahman. Haha apaan sih
            Ganti paragraf, ini serius. Gue takut, kalau gue mampu menasehati seseorang, tapi diri sendiri lalai dalam mengerjakan nasehat itu sendiri. Jadi buat lo yang kenal dan tahu gue, saat gue berbuat salah jangan malu-malu untuk mengingatkan. Gue ga akan marah, malah berterimakasih. Tapi ingat, nasehati di saat gue sendiri. Jangan di depan khalayak umum. Karena sesungguhnya, nasehat di depan umum adalah hinaan yang melukai hati.

            Dan supaya sebagai pendakwah tetap bisa istiqomah, jangan lupa untuk selalu minta pada Allah agar selalu diberi hidayah dan hati kita diteguhkan di atas agama Islam. Hati itu berbolak-balik, maka pada Allah lah kita minta tolong untuk diteguhkan karena betapa banyak orang yang bisa istiqomah namun pada akhirnya malah jauh dari Islam karena Allah mencabut hidayah itu. Tips terakhir, ini gakalah penting. Kelak pilihlah pasangan yang juga peduli pada dakwah. Karena jika salah satu futur, maka akan bisa saling memberi semangat dan menasehati dalam kebaikan. Ingatlah, cinta yang didasari karena Allah dan untuk Allah pasti akan romantis dunia akhirat. Yang penting bagus agama dan akhlaknya karena kata Imam Hasan Al Bashri, orang yang seperti itu jika mencintai akan menghormati kita, tapi pas lagi marahan gabakal mendzolimi kita. Soal fisik, kalau menurut gue itu ga terlalu penting, yang penting kalau soal fisik kriteria gue cuma pengennya si dia lebih tinggi dari gue :3. Ganteng ya alhamdulillah kalau pas-pasan ya alhamdulillah asalkan ilmu agamanya dalam dan dia berhati lembut lagi setia. Yakali, kalau ganteng tapi bikin hati panas mulu dan nggak menentramkan jiwa lo mau? Nggak kan. Juga, soal materi. Nggak harus tajir tujuh turunan. Karena finansial aja nggak cukup tanpa dibarengi ilmu dan iman, yang penting bisa dan mau bertanggungjawab atas apa yang menjadi kewajibannya. Sekian dari gue. *senyum* *melambaikan tangan*

Thursday, 15 June 2017 2 comments

Pemberitahuan

Assalamu'alaikum, kutulis postingan ini kala malam syahdu bertasbih. Postingan edisi Ramadhan kali ini cukup sampai artikel kemarin ya. Maaf banget, gabisa sesuai jadwal. Ternyata ada aja kendala yang ditemui. Karena sudah mulai 10 malam terakhir, gue sudahi ya post edisi Ramadhan. Ini waktunya berbenah diri, lebih semangat. Semoga kita bisa dapet Lailatul Qodr ya.. Aamiin.

Gue ucapkan terimakasih pada kalian yang setia membaca. Jazakumullah wa jazakunnallah khoir.
Saturday, 10 June 2017 8 comments

Untuk Apa Kau Cemburu

            Can I open my mind and reset it to be good enough? Then, do everything that never against with Al Qur’an and As Sunnah. Hehe, bisa gak ya. Oke, gue kembali lagi alhamdulillah. Pada edisi deketin Allah yuk hari ini gue bakal share tulisan yang terinspirasi dari instagram. Semoga yang menginspirasi gue dapet limpahan rahmat dari Allah juga yang ngeshare dan mau baca artikel ini, aamiin. Let’s start it..
            Pernahkah kalian merasa cemburu? But what’s the things that make you to be jealous? Apakah karena lihat orang yang lebih cantik atau ganteng? Mungkin juga ada yang lebih kaya? Atau karena HPnya udah iPhone 7 sementara lo masih pake iPhone 6. Mungkin juga karena dia lebih pinter di kelas? Or everything that seems perfect in your sight.. NO. Don’t you be jealous because of that.
            Untuk ukhti dan akhi fillah..
            Pertama untuk akhwat fillah yang gue cintai..
          
            Ukhti, apakah kau pernah merasa cemburu? Kenapa kau cemburu? Apakah karena hal-hal yang telah kutulis di atas. Percuma jika seperti itu. Pernahkah kau cemburu melihat seorang Muslimah yang begitu hanif hatinya? Baik, akan kuceritakan padamu sosok Muslimah yang begitu menginspirasi. Dia selalu mengenakan pakaian syar’i ke mana pun ia pergi. Tak pernah peduli trend fashion masa kini. Yang ia pikirkan, bagaimana bisa berpakaian seperti yang diajarkan agama. Bahkan, tak jarang ia dikatakan sebagai ninja atau pun seorang yang aneh karena identitas islamnya.
Ia juga dapat menjaga betul pandangannya. Lihat baik-baik sorot mata yang teduh dan menyenangkan miliknya. Menjauhi untuk melihat hal-hal yang haram. Selalu digunakan untuk membaca Al Qur’an dan mengkaji kitab-kitab kontemporer yang bermanfaat. Dalam matanya pun terpancar ilmu Islam yang menyejukkan.
            Lisannya pun selalu digunakan untuk berdzikir pada Allah. Menghindari untuk berkata-kata yang tidak bermanfaat. Karena ia ingat sebuah hadist “Berkatalah baik atau diam” (Muttafaq ‘Alaih). Ia diam karena takut menjadi fitnah. Suaranya pun tak pernah dilembutkan untuk menarik ajnabi. Ia seorang Muslimah yang tegas dan hebat.
            Lantas, aku pun juga kagum akan Muslimah itu. Ia tak mudah terkena bujuk rayu cinta sesaat. Ketika ada laki-laki yang melesatkan panah racun pada hatinya, ia mampu membentenginya dengan penjagaan terbaik. Ia tak pernah ingin bermain-main dengan cinta. Hatinya terlalu hanif untuk tergoda cinta semu yang menyesatkan.
            Tunggu, dia pun juga memberikan cinta. Dan mashaallah, cintanya ia berikan pada Allah, Rabb Semesta Alam. Cinta yang sebenarnya dan bukan cinta murahan. Saat sang kekasih halal belum dipertemukan, dia berikan seluruh hatinya pada Allah. Tak lupa, tetesan air matanya jatuh mengingat betapa Allah juga sangat mencintainya. Bahkan, kata Ibn Qayyim Al Jauzziyah “Andai kamu tahu bagaimana Allah mengatur urusan hidupmu, pasti kamu akan meleleh karena cinta kepada-Nya”
            Dan juga untukmu akhi..
            Pernahkah terbesit dalam hatimu rasa cemburu itu? Ya, setelah penjelasan di atas harusnya kau pun juga cemburu untuk hal-hal yang bermanfaat. Tak bergetarkah hatimu ketika ada saudara Muslim yang sudah mengenakan celana di atas mata kaki dan berusaha memelihara jenggot? Perjuangan mereka kukira tidak mudah karena penampilan tersebut akan terlihat mencolok di masyarakat.
            Namun, karena azzam yang kuat untuk menjalankan perintah agama, hati mereka begitu tegar dan siap dengan segala konsekuensi yang akan diterima. Akan kuceritakan padamu juga sosok saudara Muslim yang menginspirasi..
            Dia selalu menjaga sholatnya di masjid. Baginya sholat berjamaah adalah hal yang harus ia kerjakan. Dengan langkah mantap, ia langkahkan kakinya menuju masjid. Meski pun saat Subuh udara dingin mencekam namun karena rasa cintanya pada Allah ia taklukan dinginnya Subuh. Di saat pemuda lain masih tidur pulas, ia sudah bisa memiliki dunia dan isinya karena mengerjakan dua rakaat sebelum Subuh jua.
            Bahkan tahukah kau? Pemuda itu selalu menangis. Bukan, dia tidaklah cengeng. Orangnya tegas namun berhati lembut. Namun, saat ia teringat akan dosa-dosanya ia menangis, merintih pada Allah meminta pengampunan.
            Pun saat cinta datang menyapa. Ia tak seperti pemuda lain. Hatinya hanif dan ia memilih untuk menjauh, hal tersebut lebih menjaga hati. Saat bertemu pada akhwat yang disukai, ia memilih diam dan tak menunjukkan rasa suka itu. Aku tahu, hal tersebut bukan karena sombong atau cuek namun itulah pilihan terbaik. Baru, saat sepertiga malam ia asyik mengadu dan merayu Sang Pemilik Hati agar dipersatukan dengan sebuah nama. Baru di saat yang tepat, dengan gagah berani ia datang ke wali sang akhwat.
            Namun, lagi-lagi rasa jatuh cinta itu tak seberapa. Cintanya sudah terlalu besar untuk Allah. Hatinya tak sudi untuk terlalu jauh berharap pada makhluk-Nya. Ia gantungkan seluruh rasa pada-Nya. Kepercayaannya pada Allah benar-benar hebat.
            Dan menariknya, ia pun peduli pada umat. Berdakwah pada sesama, amar ma’ruf nahi munkar. Ilmu agamanya luas dan ia ingin berbagi pada sesama. Mengajak yang salah menuju jalan kebenaran karena ia sadar akan tanggungjawabnya yang besar sebagai pendakwah di jalan Allah. Keadaan umat pun juga ia pikirkan. Dengarkanlah saat ia berceramah, kau akan mendengar suara yang mantap, penuh dengan kejujuran, dan juga terdengar menyenangkan.  
            Akhi, ukhti..
            Bagaimana? Sekarang apakah kau masih cemburu pada hal-hal duniawi saja? Ubahlah alasan kita untuk cemburu. Sekali lagi, apakah kita tidak cemburu melihat mereka pada saat heningnya sepertiga malam, mereka menggelar sajadah dan riuh memohon ampunan dan juga rahmat-Nya. Yang selalu mewakafkan diri di jalan Allah, yang memiliki tekad untuk HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID
              Juga, mereka yang bisa istiqomah di jalan-Nya. Tak terombang-ambing dalam dunia fana. Selalu mengingat akhirat. Mereka benar-benar ingin mendapat balasa dari Allah. Sungguh, hanif benar hatinya. Sungguh, aku pun ingin seperti mereka yang mendapat kenikmatan hidayah seindah itu. Hatiku masih gampang berbolak-balik, masih menjadi pemudi yang merangkak untuk berproses, doakanlah aku, semoga aku dan kamu yang membaca ini juga bisa menjadi sosok di atas.
            Yepps.. di atas adalah tulisan pengingat buat gue sendiri. Gue yang katanya pengen jadi generasi sami’na wa atho’na tapi masih lelet juga dalam berproses. Ini nggak mudah maka butuh perjuangan. Lo mau tahu siapa sosok yang gue ceritain di atas? Kasih tahu gak ya? Krik krik krik
            Ya udah gue kasih tau.. Jadi, sosok pemuda Muslim dan Muslimah di atas gue sendiri juga gatau namanya dan dimana orangnya. Jadi, gue cuma ngamati aja sih sosok-sosok yang menginspirasi dan juga berjiwa hanif. Nah, gue bikin deh rangkuman tulisan ini. Tapi, gue yakin masih ada sosok-sosok seperti yang gue tulis di atas. Para mujahid mujahidah yang selalu berjuang di jalan-Nya, pasti ada. Semoga rahmat selalu tercurah untuk mereka.
Dan jika lo masih cemburu karena hal-hal duniawi juga, cobalah untuk menengok ke bawah. Lo akan mendapati masih banyak orang yang ada di bawah lo, tapi hal ini jangan juga dijadikan alasan untuk meremehkan seseorang. Bahkan, jujur ya guys saat kita bener-bener udah percayain hidup ke Allah, semua urusan bakal beres, mulus dah. Gue ya, di kelas ga pinter biasa aja tapi I think Allah makes my journey so smooth and so many surprises. Banyak kejutan nggak terduga yang gue dapet dari-Nya di masa putih abu-abu. Ini semua karena keyakinan. Kuncinya adalah qana’ah dan al ways be grateful, OKK!

Dan terakhir, gue minta tolong ya, supaya gue tetep bisa menulis, tolong sahabat, jangan pernah lupakan aku dalam doamu. Syukron, jaazakumullah wa jaazakunnallah khoir..
Wednesday, 7 June 2017

Kenapa Gue Jomblo

            Assalamu’alaikum single fii sabilillah yang dirahmati Allah. How’s the day? I hope your heart is well as your day. Well, today I wanna share to you.. why am I single? Iyees, pada edisi ketika tersentuh cinta hari ini gue bakal bahas kenapa gue jomblo? Seterah lo, mau nyebutnya jomblo atau single menurut gue itu sama aja sih. Yeah, sama-sama sendiri.
            Okay, gue jomblo karena.. ingin menjaga kehormatan perasaan sekaligus melaksanakan aturan agama. Pernah denger sami’na wa atho’na? Saya dengar, saya taat. Mantap bener tuh generasi yang bisa sami’na wa atho’na! Gue pengen jadi generasi sami’na wa atho’na, saat gue tau ilmu agama yang baru, pengennya gue langsung taat, ga nanti-nanti. For example, gue baru tahu kalau musik itu haram dalam islam. Well, lo boleh aja nggak setuju sama gue. Tapi, ajaran agama seperti ini lho. Ada sebuah hadist yang berbunyi
            “Sungguh akan ada dari umatku kaum-kaum yang menghalalkan zina, kain sutra (bagi lelaki), khimar (segala sesuatu yang memabukkan), dan ALAT-ALAT MUSIK” (HR Al Bukhari)
            See? Dulunya sih gue juga mengelak, kalau sekadar musik Islam pasti boleh aja tapi setelah baca lebih dan gue baca sebuah buku yang membahas fiqh musik ternyata emang haram. Nah, kalau ada musik Islami brati ada juga donk zina islami, khamar islami.. #Jleuub banget. Ini emang nggak mudah meninggalkan sesuatu yang gue suka, like music. Tapi agama melarang, ya udah gue berusaha menghindari musik. Lebih baik dengerin murrotal yak. Suaranya sejuk dan berpahala.
            Terus, gue jomblo karena ingin menjaga hati dan mendekatkan diri pada penjagaan terbaik. Ya, kalau orang pacaran mungkin dia merasa lebih aman karena punya pacar, dia pikir bakalan ada yang melindungi dia. Ah, tapi itu ga ada apa-apanya. Gue jomblo dan gue menyerahkan diri pada penjagaan terbaik. Penjagaan yang dilakukan oleh Allah. Makanya, ayo jadi jomblo fii sabilillah, inshaallah bakal dijaga oleh Allah, Sang Penjaga Terbaik. Yang Menguasai Seluruh Alam. Daya Yang Paling Kuat. Siiplah..
            Then, gue jomblo karena sadar kalau pacaran hanya akan menumpuk dosa. Gue yang udah banyak dosa dan ga ada jaminan masuk surga masa berani-beraninya nambah dosa pacaran. Allah sudah melarang kita mendekati zina, bro sist coba deh dibuka QS Al Israa’ ayat 32. Gimana udah dibuka? Artinya udah dibaca? Nah, paham kan? Mau putus sekarang? Cakeep..
Ilustrasi gue yang single, ehee
pic by kawanimut
            Gue jomblo juga karena ingin sendiri dalam penantian yang mendekatkan diri pada-Nya. Karena gue yakin, kalau kita cinta Allah dengan sesungguhnya, Dia gabakal ngecewain yang ada bakal dihadirkan sosok terbaik yang akan menemani langkah kita ke surga, aseek.. terus karakter jodoh tuh ga jauh-jauh amat dari kita. Yup, jodoh adalah cerminan diri. Misal, orang-orang yang pacaran dan udah gonta-ganti pasangan beberapa kali, dia juga akan dapet jodoh yang sama, jodoh yang mendapatkannya dengan cara yang tidak diridhoi Allah. Orang yang suka ke diskotik, jodohnya juga ga jauh-jauh amat dari lingkungannya. Seorang aktivis dakwah yang bisa menjaga kehormatan perasannya, dapet pasangannya bisa juga dari temen aktivis dakwah.
            Nah terus, bagi orang-orang yang mungkin pernah merasa tersakiti oleh gue secara nggak langsung, I really apologize. Pernah ada beberapa ikhwan yang entah gimana, berusaha pdkt ke gue. Gue cuek dan kayak anak polos lugu yang nggak ngerti cinta. Seberapa dalam luka yang gue buat? Well, maafkeun ini semua gue lakukan karena gue nggak mau terjerumus ke dalam cinta yang tidak halal dan mendatangkan murka-Nya. Sekali lagi, ini tentang sebuah prinsip. Makanya, jangan taruh hati ke gue dulu ya saat SMA kecuali kalau sudah saatnya, silakan temui ayah dan utarakan apa maksudnya.
             Yang terakhir, gue memilih untuk jadi single karena, gimana ya nulisnya.. seperti beda deh, rasa cinta orang yang pernah pacaran terus nikah pasti hambar. Gampangnya gini, pas pacaran udah pegangan tangan sering, nggombalin pasangan sampai klepek-klepek jadi rutinitas, boncengan setiap hari, dan naudzubillahi mindzalik ketika ada yang kebablasan, mereka yang mengutamakan hawa nafsu yang rela menyerahkan kehormatan untuk pasangan. Ck! Parah! Lo bedain deh, sama jomblo fii sabilillah yang sebelumnya gapernah pacaran atau mungkin pernah pacaran namun insyaf.. mereka yang sebelumnya ga pernah bersentuhan kulit dengan non mahram, ga pernah diungkapin rasa cinta, menjaga betul perasaannya. Lalu ketika sang pangeran datang untuk menikahi, aww this is the truly affection. Pasti rasa deg-degannya lebih kerasa. Tatapan yang bertemu dengan syahdu, bahkan penduduk langit pun ikut mendoakan sepasang kekasih halal tersebut. Ya Allah, sweet banget siii..
            Gue menghimbau bagi kalian aktivis pacaran, hentikanlah. Ini bulan Ramadhan, jangan pernah bermain-main dengan hukum Allah! Pacaran haram dalam Islam. Kalau emang cinta nikahin sekarang juga! Kalau belum bisa menikah, ya udah putusin aja! Gue nggak menjudge aktivis pacaran, tapi gue hanya menyampaikan apa yang ada dalam Islam.
            STOP mengumbar kemesraan yang belum halal di medsos seperti foto berdua dengan mesranya, karena gue khawatir sob, hal tersebut akan ditulis di lembaran amal lo sebagai mujahirun bil ma’ashi (orang yang terang-terangan melakukan maksiat) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Setiap umatku akan mendapat ampunan kecuali mujahirun (orang yang terang-terangan bermaksiat)” (HR Bukhari no 6069 dan Muslim no 2990)
            Terus gue nulis gini, bukannya sok suci. Mungkin kalian pun lebih baik dari gue. Tapi, kalau gue diem aja lihat fenomena ini gue takut bakal ditulis di lembaran amal gue termasuk orang yang tidak melarang kemungkaran. “Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat.” (QS Al-Maidah : 79)
            Subhanallah, pilihan yang sama-sama pahit di dunia akhirat. Kalian yang terang-terangan bermaksiat akan terancam hadist di atas. Gue yang melihat kemaksiatan lalu cuma diem aja akan terancam Surah Al-Maidah : 79. Tidak ada pilihan kecuali gue memberi nasehat dan lo segera berhenti dalam pacaran.
            Tapi hanya Allah lah yang memiliki hidayatut taufiq. Gue tidak sedang membahas person tertentu, tapi buat lo semua saudara seiman. Gue sayang, maka gue ingatkan hal di atas agar Allah tidak murka. Sekarang bersegeralah sebelum semua terlambat. Sungguh, gue hanyalah seorang penasehat. Udah ah putusin aja! Allahu yahdik, wassalamu’alaikum.


Sunday, 4 June 2017

Dari Upin dan Ipin

            Assalamu’alaykum warahmatullah sobat muda yang dirahmati Allah. I aplogize for my late post last week. Gue baru ada ujian kenaikan kelas dari Jum’at lalu hingga Jum’at minggu ini. Jadi, sekali lagi maaf kalau selama gue UKK, saat posting artikel sepertinya gabisa full karena gue harus belajar. Jadi, fleksibel aja lah ya selama UKK, pas longgar ya gue nulis tapi kalau pelajarannya macam ekonomi atau matik ya pending bentar lah ya postnya.
            Okay guys, kalian pasti tau Upin dan Ipin? Yeah, sejenis kartun yang biasanya tayang di MN*TV. Ini bukan gue sih sebenernya yang niat nonton, tapi adik gue. Siang ini ada Upin dan Ipin the series, nah gue juga ikut nonton nemenin adik gue. Pas di scene apa gitu, pokoknya kayak ada lautan api gitu. Liatnya panas dan ngeri.
            Pikiran gue pun jadi terbang ke suatu tempat...
            NERAKA

            Apakah sudah ada jaminan gue bisa lolos dari neraka? Well, setiap anak Adam kalo ditanya pasti ya nggak mau lah masuk ke neraka. Gue juga nggak mau. Semoga kita bisa terhindar dari api neraka yak. Aamiin.  
Thursday, 1 June 2017

Amalan Keliru Seputar Ramadhan

            Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh ukhti wa akhi fillah, gimana, masih semangat untuk menebar kebaikan pada bulan Ramadhan ini? Semoga semangat itu terus tumbuh dan mengakar pada kepribadian kita masing-masing yak, Aamiin. Pada post kali ini,  gue akan bahas mengenai amalan-amalan yang keliru seputar Ramadhan. Bisa jadi, kita belum sadar amalan apa saja itu karena sudah mengakar pada masyarakat umum. Yuk, langsung aja kita bahas amalan apa aja yang keliru dalam Ramadhan.
            Pertama, mengkhususkan ziarah kubur menjelang Ramadhan. Ehem, lo tahu kan kalau sebagain besar orang masih melakukan adat ini, yang di Boyolali biasanya disebut nyadran. Tidak tepat, kalo ada orang beranggapan bahwa menjelang Ramadhan adalah waktu yang utama untuk menziarahi orangtua atau pun kerabat. Tapi, kalo mau ziarah bisa kok setiap saat karena ziarah akan membuat hati kita semakin lembut karena ingat akan malaikat Izrail yang sedang OTW menunggu giliran kita. Nabi Muhammad Saw bersabda “Lakukanlah ziarah kubur karena hal itu lebih mengingatkan kalian pada akhirat (kematian)” (HR Muslim no. 976, Ibnu Majah no. 1569, dan Ahmad 1 : 145)
            Kedua, padusan, mandi besar, atau keramasan menyambut Ramadhan. Inget guys, amalan-amalan yang dibuat sendiri dan nggak ada dalil bisa jadi bid’ah lho, so be careful! Termasuk acara padusan yang masih melekat pada tradisi masyarakat umum. Lebih parahnya, acara padusan dilakukan di pemandian yang mana terjadi ikhtilath yaitu campur baur antara lelaki dan perempuan. Kan aneh kalau mau nyambut Ramadhan tapi malah disambut dengan hal yang bisa bikin Allah murka.
            Ketiga, mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya. Inget nih sabda Rasulullah Muhammad Saw “Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi seseorang yang terbiasa mengerjakan puasa pada hari tersebut maka puasalah” (HR Abu Daud no. 2335, An Nasai no. 2173, Tirmidzi no. 687 dan Ahmad 2 : 234. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadist ini shahih)  Nah, pada hari itu kita dilarang puasa karena hari tersebut juga hari yang meragukan, berdasarkan sabda Rasulullah Muhammad Saw “Barangsiapa berpuasa pada hari yang diragukan maka dia telah mendurhakai Abul Qasim (yaitu Rasulullah Muhammad Saw)” (HR An Nasai no. 2188 dan Tirmidzi no. 686. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadist ini shahih.)
            Keempat, melafazhkan “Nawaitu shouma ghodin... Nah ini perlu diperbaiki. Letak niat sebenarnya adalah di dalam hati bukan di lisan. Bahkan, kalo niat itu dijaherkan, para ulama lebih melarang keras. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan “Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan diantara para ulama.” (Roudhotuth Tholibin, 1 : 502)
            Kelima, pensyariatan waktu imsak. Maksudnya adalah berhenti makan dan minum saat 10 atau 15 menit sebelum waktu Subuh. Hal ini nggak bener guys. Waktu imsak adalah sejak terbit fajar shodiq yaitu saat adzan Subuh berkumandang. Jadi, jangan sampai keselek sendok ya karena terburu-buru makan saat mendengar kata-kata “imsaak..imsaaak”.
            Keenam, dzikir jama’ah dengan dikomandoi dalam sholat Tarawih atau shalat lima waktu. Sebagian masyarakat Muslim masih melaksanakan hal ini yang mana nggak ada tuntunannya dalam agama. Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah berkata “Tidak diperbolehkan para jama’ah membaca dzikir secara berjama’ah. Akan tetapi yang tepat adalah setiap orang membaca dzikir sendiri-sendiri tanpa dikomandai oleh yang lain.karena dzikir secara bersama-sama adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya dalam syari’at Islam yang suci ini.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 11 : 190)
            Ketujuh, “as sholaatul jaami’ah” untuk menyeru jamaah dalam sholat Tarawih. Ngga ada lho tuntunan dalam Islam yang mengajarkan seperti ini. Juga, dalam sholat Tarawih tidak ada seruan adzan atau iqomah untuk memanggil jama’ah karena adzan dan iqomah hanya ada pada shalat fardhu. Perkara yang ngga ada tuntunannya termasuk perkara yang diada-adakan atau bid’ah. Yuk, jauhi bid’ah.
            Kedelapan, Perayaan Nuzulul Qur’an. Perayaan ini nggak pernah dicontohkan Nabi Muhammad Saw. Juga, nggak pernah dicontohkan oleh para sahabat. Para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengatakan “Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita untuk melakukannya.” Entah dari mana asal mula perayaan Nuzulul Qur’an di Indonesia.
            Kesembilan, tidak mau mengembalikan keputusan penetapan Ramadhan dan hari raya kepada pemerintah. Kasus kayak gini pasti terjadi di Indonesia. Ya, walau ngga setiap tahun sih tapi kan ya keliatan kurang kompak gimana gitu. Al Lajnah Ad Da’imah, komisi Fatwa Saudi Arabia mengatakan, “Jika di suatu negeri terjadi perselisihan pendapat,maka hendaklah dikembalikan pada keputusan penguasa Muslim di negeri tersebut. Jika penguasa tersebut memilih suatu pendapat, hilanglah perselisihan yang ada dan setiap Muslim di negeri tersebut wajib mengikuti pendapatnya.” Ngga bermaksud apa pun, lebih baik kita nurut sama keputusan pemerintah.
            Sepuluh, bayak tidur ketika berpuasa. Ada hadist kayak gini “Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Do’anya adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan.” Perlu kita ketahui kalo hadist ini dho’if. So, jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan yak. Mending baca Al Qur’an dan raih pahala.
            And the last is, puasa tetapi tidak sholat. Hmm, orang macem ini kasian. Ibarat seorang pekerja keras yang ngga dapet gaji, pasti bikin nyesek dan galau berkepanjangan. Maka dari itu, sholat 5 waktu kan kewajiban maka harus kita laksakan. Nah itu dia teman-teman amalan-amalan yang keliru seputar bulan Ramadhan, semoga bermanfaat. Edisi fiqh Ramadhan hari ini materinya gue kutip dari buku Panduan Ramadhan karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.


 
;